Night Month

Night Month
Chapter: 39{PENGUASA LAUTAN}


__ADS_3

Chapter: 39


{Penguasa Lautan}


Ditengah laut.


Terlihat kapal yang ditumpangi Akhsa dan para pahlawan terkena badai dan diserang oleh gurita raksasa.


"Kenapa tiba-tiba ada badai begini". Ucap Bintang.


"Tidak cuma badai, lihat itu gurita yang sangat besar". Ucap Risky.


Terlihat Akhsa yang sedang berlari dan melompat kearah Gurita Raksasa itu.


"TERCABIK-CABIKLAH KAU SIALAN". Teriak Akhsa sambil menyerang gurita raksasa itu dengan pedang miliknya.


Beberapa Jam Sebelum Terjadi Badai.


Terlihat akhsa yang sedang bersantai sambil menikmati indahnya lautan.


"Gila kalau sampai jatuh bisa mati tenggelam aku". Ucap Akhsa sambil melihat kearah laut.


"Lebih baik aku mengecek statusku saja, Sudah lama aku tidak mengeceknya". Ucap Akhsa.


"Peek Apraisal". Ucap Akhsa sambil melihat ke dirinya sendiri.


Lalu muncul sebuah layar status didepan Akhsa.



Nama: Akhsa Month


Kelamin: laki-laki


Ras: Vampire moon


Level: 1064


Usia: 15 Tahun (……)


Job: MagicSwordman


Tittle: Wyvern Slayer, Devil Slayer,


Element: Fire Magic, Water Magic, Wind Magic, Earth Magic, Ice Magic, Dark Magic, Lightning Magic, light Magic, Rainbow Magic, Divine Magic, Protective Magic


Eye Special Powers: -Auto Perfect Copy


•Stat:


Hp: 47,700,000


Mp: 31,800,000


ATK: 371,000


DEF: 371,000


VIT: 530,000


MAGIC POWER: 37,100,000


•Skill:


All Languages, Wind Slash, Wind inpact, Water bool, Wind Cuter, Water Slash, Water Dragon Roar, Blood Root, Storage Blood, Blood Mist, Channeling Blood Power, Light Nova, Heal, ground spear, ground bullets, Ground Attack, Instaneus Motion, Iron Control Illusion, Fire Explosion, Fire Nova, Rainbow Slash, Black Lighting, Strengthening of the body, Clone, Black Hole, Black Shadow, Peek Apraisal, Distance Vision, Speed, Fly, Space Maker, Black Fog, Black Wind Bullet, Body Cleanser, Existence Remover, One Slash, Tornado, Tearing Wind, Flash Of Light, Goods Control, Gluttony, Envy, Chastity, Temperance, Charity, Diligence, Patience, Kindness, Humility


"Hoho~ aku tidak menyangka Statusku akan setinggi ini". Ucap Akhsa sambil melihat-lihat Skill miliknya.


"Hemmm, seandainya ada skill berenang, aku tidak perlu pawatir lagi kalau tenggelam". Ucap Akhsa dalam hati.


Akhsa terus merenungkan itu dan tiba-tiba Akhsa terpikirkan oleh orang seseorang.


"Ohya, bukannya Guru bilang dia penguasa lautan...


"Tapi penguasa lautan disebelah mana ya?". Gumam Akhsa dalam hati.


Saat Akhsa sedang memikirkannya tiba-tiba terlihat ada badai yang datang dari jauh.


"Oioioi, bohongkan". Ucap Akhsa sambil melihat badai


"OY, KAPTEN ADA BADAI, PUTAR BALIK KAPALNYA". Teriak Akhsa.


"Tenang saja kita akan melewatinya". Ucap kapten kapal.


"Oi, apa kau bercanda...


"Kalau seandainya kapal ini tenggelam bisa mati aku". Ucap Akhsa sambil tersenyum kaku.


Setelah masuk kedalam badai kapal mereka diserang oleh Gurita Raksasa.


"APA MENURUTMU KITA DAPAT MELEWATINYA KAPTEN SIALANNNNNN!!!!". Teriak Akhsa.


Waktu Saat Ini.


(Akhsa Pov.)


"TERCABIK-CABIKLAH KAU SIALAN". Teriak Akhsa sambil melompat kearah Gurita Raksasa itu.


Aku berhasil memotong salah satu tentakel gurita itu, tapi gurita itu menyerangku dengan tentakelnya yang lain, aku terpental diatas kapal, tidak sampai disitu saja gurita itu melilit kakiku dan membanting ku beberapa kali.


Tiba-tiba tentakel yang melilitku terpotong-potong, itu adalah Risky yang mengendalikan pedangnya dari jauh.


"Jangan ceroboh Akhsa". Ucap Risky.


"Makasih". Ucap Akhsa sambil melompat keatas atap kapal.


Terlihat Rizal yang sedang menggunakan Black Wind Bullet untuk menyerang dari jarak jauh lalu Bintang yang menggunakan Wind Cuter, tapi serangan mereka hanya menggores tubuh gurita raksasa itu.


"Ice Sword Bullet". Ucap Akhsa sambil mengarahkan tangannya ke gurita raksasa itu.


Muncul Puluhan pedang yang terbuat dari es disekitar Akhsa, Lalu pedang itu melesat menuju gurita raksasa dan menusuk bagian-bagian tubuhnya.


Gurita itu kesakitan dan kembali ke dasar laut, tapi sebelum dia kembali ke dasar laut, gurita raksasa itu melilit Akhsa, Bintang, Risky, dan Rizal ikut bersamanya.


"Sial...


"Apa yang kau blub...blubb...blub". Ucap Akhsa mencoba melepaskan dirinya tapi sudah terlanjur dibawa ke dasar laut.


(Akhsa Pov. End).


Terlihat gurita itu yang membawa Akhsa dan yang lainnya menuju kesebuah tempat didasar laut.


Beberapa menit kemudian.


Gurita itu membawa mereka disebuah bangunan yang terlihat seperti istana.


Didalam istana itu tidak ada air yang masuk, gurita raksasa itu menjatuhkan mereka berempat disuatu ruangan.


Terlihat Akhsa dan yang lainnya sudah mulai bangun.


"Uhuk...uhuk...uhuk...". Suara batuk Akhsa sambil mengeluarkan air di mulutnya.


"Uhuk....uhuk....Dimana kita?". Tanya Risky.


Tiba-tiba terdengar suara dari depan mereka.


"Selamat datang di istana bawah laut ku". Ucap seorang Perempuan.


Saat mereka melihat kearah suara itu, terdapat seorang gadis kecil yang memiliki umur sekita dua belas tahun yang duduk diatas sebuah kursi singgasana.


"Salam kenal namaku adalah Gawr Gura biasa dipanggil Shark...


"Aku adalah penguasa dilautan ini". Ucap Shark sambil melihat kearah para pahlawan.


Saat Akhsa melihat kearah Shark dia sangat kaget.


"Penguasa lautan". Ucap Risky sambil melihat kearah Shark.


"Anak kecil in-". Sebelum selesai berbicara Akhsa menutup mulut Bintang.


(Akhsa Pov.)


Aku menutup mulut Bintang sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, Karna bisa saja dia dibunuh.


"Hati-hati semuanya dia sangat berbahaya". Ucap Akhsa sambil menatap tajam kearah Shark.


Bagaimana aku bisa tahu kalau dia sangat berbahaya?, Itu Karna aku sering hampir terbunuh olehnya.


[Tiga Tahun Yang Lalu].


Saat itu aku sedang membunuh beberapa Wyvern, dan Karna sudah waktunya 'Hari Makan' aku meminum darah milik Luna yang ku masukkan ke kantong minum.


Saat aku sedang meminum darah Luna, tiba-tiba datang seorang anak perempuan.


Benar dia adalah Gawr Gura atau Shark, dia mendatangiku dan tidak tahu kenapa dia mengangkat ku sebagai muridnya, dia pernah bilang kalau dia tertarik kepadaku atau sebagainya, dia mengajariku strategi dalam bertempur, mengasah gaya bertarung ku dan lainnya.


Dia bahkan hampir membunuhku menggunakan Trisula miliknya, saat itu badanku hancur tapi untungnya jantungku masih aman Karna dia tidak menyerang area jantung.


Dan alasan kenapa aku tidak bisa berenang adalah Karna dia, dia selalu menenggelamkanku dibawah air dengan cara kakiku diangkat olehnya dan kepalaku ditaruh dibawah air.


Intinya dia mahluk yang sangat menyeramkan, tapi disaat yang bersamaan aku sangat menghormati dia.


(Akhsa Pov. End)


[Waktu Saat Ini].


Shark tersenyum setelah mendengar kata-kata akhsa.


"Kenapa kamu berkata jahat begitu kepadaku Achi~". Ucap Shark dengan wajah yang terlihat kasihan.


Bintang, Risky, dan Rizal kaget plus ketawa Karna mendengar kata-kata Shark.


"Ac...Achi? Pfffft". Ucap risky sambil menahan tawa.


"Bhaahhahhahaha". Tawa Bintang.


"Hahahhahahahha, nama apa-apaan itu". Ucap Risky.


"Pffff hahahhahahahha". Tawa Rizal.


Wajah Akhsa memerah Karna malu.


"Ke..kenapa Guru me..me..menyebutkan nama itu terus". Ucap Akhsa sambil menahan malu.


"Habisnya~ kamu berkata jahat pada gurumu ini sih~". Ucap Shark sambil tersenyum.


"Hahahhah, Achi apa-apaan nama itu hahahaha". Ucap Risky sambil tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Hahahahhahhahhahaa". Tawa Rizal.


"Hhahahahhahahah....uhuk...uhuk..uhuk..". Tawa bintang disertai batuk.


"Mampus Lo gak mati sekalian". Ucap Akhsa.


[Beberapa menit kemudian].


Setelah selesai tertawa Bintang, Risky, dan Rizal dibawa sebuah kamar.


"Tapi aku tidak mengira kalau guru Akhsa adalah penguasa lautan". Ucap Bintang.


"Benar juga, dan lagi gurunya itu sangat imut ya kan". Ucap Risky.


"Oy, apa kau lolicon". Ucap Rizal.


"Tentu saja tidaklah". Ucap Risky.


"Tapi beruntung sekali Akhsa diajar oleh seorang penguasa laut". Ucap Bintang sambil berbaring diatas kasur.


"Berbicara soal Akhsa, dimana dia sekarang?". Tanya Risky.


"Benar juga, dimana dia?". Ucap Bintang.


Disisi lain.


Terlihat Akhsa dan Shark yang sedang berada di suatu ruangan.


"Jadi kenapa tiba-tiba guru membawaku kemari?". Tanya Akhsa sambil melihat Shark.


"Bukannya dulu kau penasaran dimana aku tinggal". Ucap Shark.


"Benar, tapi guru membuatku tidak bisa berenang supaya aku tidak bisa menemukan tempat guru bukan". Ucap Akhsa.


"Kamu ini, sebenarnya saat itu aku mengajarimu caranya berenang tau". Ucap Shark.


"Dilihat dari manapun itu bukan mengajari namanya". Teriak Akhsa.


"Fufufu, kamu ini imut sekali saat marah Achi". Ucap Shark sambil mengelus kepala akhsa.


Akhsa yang diperlakukan seperti anak kecil mencoba memberontak elusan Shark.


"Lalu". Ucap Akhsa.


"Lalu apa?". Tanya Shark.


"Bukan hanya itu saja alasan guru membawaku kemari kan!". Jawab Akhsa.


"Fufufu, seperti yang diharapkan dari muridku...


"Aku hanya sedikit penasaran kenapa muridku ini bisa bersama dengan pahlawan...


"Dan juga aku ingin meminta bantuanmu untuk mengirimkan surat ini kepada raja beastkin besok". Ucap Shark sambil mengeluarkan sebuah surat.


Akhsa mengambil surat itu dan berkata.


"Aku hanya kebetulan bertemu dengan mereka dan kenapa aku harus mengirimkan surat mu ini..


"Kenapa kau tidak memerintahkan bawahanmu saja". Ucap Akhsa sambil melihat-lihat sampul surat itu.


"Jangan dibuka....


"Awalnya aku ingin memerintahkan kleri untuk meengirimkan suratku itu...


"Tapi entah kenapa tiba-tiba tubuh kleri tertusuk-tusuk pedang dan beberapa tentakelnya ada yang putus". Ucap Shark sambil melihat kearah akhsa.


"Tertusuk-tusuk pedang dan tentakelnya putus?...


"Maksudmu kleri itu gurita raksasa yang menyerang kami". Teriak Akhsa.


"Benar dan kamu harus menggantikan tugasnya sebagai pengantar pesan". Ucap Shark.


"Ehh, tapi itu Karna dia yang menyerang kami, aku secara reflek menyerangnya dong Karna aku tidak bisa berenang". Ucap Akhsa.


"Benar juga....


"Itu Karna dia tidak percaya kalau Achi mampu mengalahkannya". Ucap Shark.


"Memang apa yang guru katakan padanya?". Tanya Akhsa.


"Aku cuma berkata' Jangan coba-coba melawannya kalau kau tidak mau mati". Jawab Shark dengan polosnya.


"Eghh, sudah jelas dia merasa tertantang kalau kau mengatakan sesuatu seperti itu". Ucap Akhsa


"Sudah-sudah, jadi kau maukan mengirimkan surat itu kerajaan beastkin?". Tanya Shark.


"Hah~karna guru yang memintanya, mau bagaimana lagi aku akan melakukannya". Ucap Akhsa sambil menghela nafas.


"Terimakasih Achi, kau memang yang terbaik". Ucap Shark sambil memeluk Akhsa dan mencium pipi Akhsa.


"Bisa guru berhenti menganggap ku seperti anak kecil". Ucap Akhsa.


"Oh benar juga...


"Apa kau sudah menguasai semua teknik pedang itu?". Tanya Shark sambil membaca beberapa dokumen.


"Sedikit lagi aku akan menguasai semua teknik itu". Jawab Akhsa.


"Baguslah kalau begitu". Ucap Shark.


"Aku juga berlatih dengan kak Nacht dan yang lain untuk menguasai teknik itu". Ucap Akhsa.


Teknik bulan entah kenapa tidak bisa disalin oleh kekuatan mata akhsa jadi dia mempelajarinya secara bertahap.


"Oh, begitu". Ucap Shark dengan datar.


"Entah kenapa Guru tidak tertarik dengan kak Nacht dan yang lainnya". Gumam Akhsa dalam hati.


"Ohya, aku ingin bertanya sesuatu kepada guru". Ucap Akhsa.


"Tanya apa?". Ucap Shark.


Akhsa mengeluarkan telur es yang dia dapatkan beberapa bulan yang lalu.


"Apa guru tau cara untuk menetaskan telur ini". Ucap Akhsa sambil menunjukkan telur es itu.


Shark mengambil telur itu dan melihat-lihat nya.


"Uh, ini dingin sekali". Ucap Shark.


"Jadi apa guru tau cara menetaskannya". Ucap Akhsa.


"Telur ini berisikan monster apa?". Tanya Shark.


"Monster Burung Es". Jawab Akhsa.


"Burung es?..


"Aku baru tau soal monster yang bertipekan burung es..


"Kalau burung api aku tau seperti Phoenix dan Rodan tapi kalau burung es itu". Ucap Shark.


"Egh, bicara soal Phoenix..


"Guru pernah mengajakku bertemu dengan teman guru yang seekor burung Phoenix dan guru hampir saja memakannya Karna guru sering mengira kalau dia adalah ayam". Ucap Akhsa sambil melihat kearah Shark.


"Benar juga..


"Bicara soal masa lalu, kamu pernah membekukan sebuah kota hanya Karna ada seorang petualang yang menyenggolku...


"Saat itu kamu masih berumur dua belas tahun, kamu lucu sekali saat itu". Ucap Shark sambil tersenyum.


"Kalau bicara soal masa lalu guru sering sekali mencoba membunuhku menggunakan Trisula Poseidon itu..


"Tubuhku sampai tersebar kemana-mana". Ucap Akhsa Karna kesal.


"Itu Karna aku ingin memastikan tubuhmu Sudak kuat atau tidak...


"Sudah-sudah kesampingkan dulu soal masa lalu..


"Sekarang kita Fokus dulu dengan telur yang kau bawa ini". Ucap Shark.


"Benar, jadi apa guru tau cara menetaskannya?". Tanya Akhsa.


"Hemm, ikut aku ke perpustakaan". Ucap Shark.


"Kenapa kita ke perpustakaan?". Tanya Akhsa


"Jelas untuk mencari informasi lah". Jawab Shark.


"Kenapa Guru harus repot-repot, tinggal memerintahkan bawahan guru saja yakan". Ucap Akhsa.


"Mana mungkin aku menyerahkan hal yang bersangkutan dengan muridku kepada bawahanku". Jawab Shark.


Akhsa yang mendengar itu merasa sangat senang.


"Guru memang yang terbaik, aku senang bisa menjadi murid guru". Ucap Akhsa sambil mengangkat Shark menggunakan kedua tangannya.


"Fufufu, aku senang kalau kamu senang..


"Tapi bisa kau turunkan aku sekarang". Ucap Shark sambil melihat kebawah.


Lalu Akhsa menurunkan Shark dan mereka menuju ke perpustakaan.


Beberapa jam berjalan akhirnya mereka sampai di perpustakaan.


Terlihat perpustakaan yang sangat besar. Akhsa yang melihat perpustakaan itu marasa pusing.


"Baiklah kita mulai dari mana". Ucap Shark sambil melihat buku-buku yang ada disana


"Apa guru akan membaca semuanya". Ucap Akhsa.


"Aku hanya akan membaca yang bersangkutan dengan monster burung es..


"Benar juga, Karna kamu sudah ada disini aku ingin kamu membaca semua buku yang ada disini". Ucap Shark sambil menunjuk ke segala buku disana.


"Hah?..


"Aku membaca semua ini". Ucap Akhsa Karna kaget.


"Buku-buku disini berisikan semua informasi yang ada di dunia ini


"Dan aku sendiri yang menciptakan buku-buku ini, aku menulisnya sejak awal dunia ini dibentuk". Ucap Shark.


"Tapi Guru, bukannya aku harus mengirimkan surat ini besok". Ucap Akhsa sambil menunjukkan suratnya.


"Kalau begitu selesaikan dalam satu malam". Ucap Shark.

__ADS_1


"Mana mungkin bisa selesai dalam satu malam guru". Ucap Akhsa.


"Nanti kita pikirkan soal itu..


"Sekarang aku akan mencari tau soal monster es itu dan kamu mulailah membaca". Ucap Shark


Lalu Akhsa mulai membaca satu persatu dari buku di perpustakaan.


Beberapa menit kemudian.


"Ne, guru". Ucap Akhsa sambil membaca buku.


"Hemm". Ucap Shark sambil membaca buku.


"Apa guru akan menjadikan para pahlawan sebagai murid guru?". Tanya Akhsa menutup buku yang dia baca melihat kearah Shark.


"Kenapa kamu sampai berpikir begitu?". Ucap Shark sambil membaca buku.


"Soalnya guru membawa mereka kemari". Ucap Akhsa.


"Bukannya aku pernah bilang kalau aku hanya penasaran kenapa mereka bisa bersamamu". Ucap Shark sambil membaca buku.


Lalu Shark menutub bukannya dan berkata.


"Apa kamu cemburu kalau aku punya murid lain". Ucap Shark sambil melihat akhsa.


"Tidak juga". Ucap Akhsa dengan muka datar.


"Fufufu, tenang saja aku hanya akan memiliki satu orang murid saja...


"Sudak lanjutin baca'an mu". Ucap Shark sambil melihat kearah akhsa.


"Baik". Ucap Akhsa dengan semangat.


[Beberapa jam kemudian].


Terlihat Shark yang sudah menemukan cara untuk menetaskan telur es milik Akhsa.


"Ketemu-ketemu". Ucap Shark.


"Mana guru". Ucap Akhsa bersemangat sambil berjalan kearah Shark.


"Begini Achi..


"Disini tertulis kalau telur monster es dapat menetas kalau disekitarnya terdapat 'Pure Ice Rock' batu ini terbilang sangat langka". Ucap Shark.


"Langka, jadi sulit dong untuk mendapatkannya". Ucap Akhsa dengan wajah yang musam.


Shark tersenyum dan berkata.


"Tenang saja aku memilikinya kok". Ucap Shark.


"Benarkah". Ucap Akhsa dengan muka yang penuh harapan.


"Ikuti aku". Ucap Shark menuju kesuatu tempat.


Akhsa tanpa bertanya mengikuti Shark dari belakang, beberapa menit berjalan mereka sampai didepan kamar Shark.


Shark membuka pintu kamarnya dan menyuruh Akhsa untuk masuk, lalu Akhsa masuk kedalam.


Prajurit yang berjaga di depan pintu kaget Karna tidak ada siapapun yang diperbolehkan masuk Kekamar Ratu Mereka bahkan kepada sesama penguasa sekalipun.


Didalam kamar.


Saat Akhsa masuk Kekamar Shark, dia kagum akan kemewahan yang ada dikamar Shark.


"Kesini Achi". Ucap Shark sambil membawa sebuah peti harta Karun.


"Apa itu guru?". Tanya Akhsa sambil melihat sebuah peti harta Karun.


Shark membuka peti itu dan terlihat isi dari peti itu adalah 'Pure Ice Rock' yang sangat banyak.


"Wah banyak banget Guru". Ucap Akhsa Karna melihat Pure Ice Rock yang sangat banyak.


"Dikotak itu berisikan seratus dua puluh lima 'Pure Ice Rock' Kamu bisa mengambil semuanya". Ucap Shark.


"Benarkah guru". Ucap Akhsa dengan semangat.


"Benar, lagian aku juga tidak membutuhkannya, nah masukkan telur itu kedalam Kotak ini dan tumpuk dengan Pure Ice Rock itu". Ucap Shark.


"Guru memang yang paling hebat". Ucap Akhsa sambil menarus telur itu kedalam Kotak yang berisikan Pure Ice Rock sambil duduk di kasur.


Saat Akhsa sedang fokus menaruh telur kedalam kotak terdengar suara.


Cring..cring..cring(suara panggilan).


"Sepertinya ada panggilan dari kristal komunikasi, biar aku jawab dulu". Ucap Shark menuju meja yang terdapat krista komunikasi diatasnya.


Shark menaruh tangannya diatas kristal itu dan berkata.


"Ada apa?". Ucap Shark.


"Yang mulia ini syhek". Ucap syhek.


"Oh, ada apa?". Tanya Shark.


"Anda bilang akan mengirim Pure Ice Rock ketempat penelitian bawah laut untuk diteliti". Jawab Syhek.


"Sayangnya semua Pure Ice Rock sudah kuberikan kepada muridku jadi kamu bisa mencarinya sendiri ditempat yang sangat dingin". Ucap Shark dengan jelas.


"APAAAAAAAA". Teriak Syhek Karna kaget.


Akhsa yang sedang fokus menaruh telur menjadi kaget.


"Ada apa Guru". Ucap Akhsa sambil melihat kearah Shark.


"Tidak apa-apa tidak perlu khawatir". Ucap Shark melihat kearah akhsa.


Lalu Shark menutup sambungan dari kristal komunikasi, kemudian Shark menuju ketempat tidur dan bertanya apa Akhsa sudah selesai menaruh telur itu.


"Bagaimana, apa kau sudah selesai?". Ucap Shark.


"Sudah guru, lalu aku harus menaruhnya dimana?". Tanya Akhsa sambil melihat kotak itu


"Kamu bisa menaruhnya dimeja sana". Ucap Shark sambil menunjuk salah satu meja.


Akhsa berdiri dan membawa kotak itu kemeja yang ditunjuk Shark dan menaruhnya diatasnya.


"Kemungkinan besar telur itu akan menetas besok". Ucap Shark.


"Tapi apa aman kalau aku menaruhnya disini guru". Tanya Akhsa.


"Tenang, tidak ada seorangpun yang bisa masuk kecuali aku perbolehkan, dan kalau ada yang memaksa masuk dia akan terpotong-potong menjadi beberapa bagian". Ucap Shark sambil terlihat bangga.


"Benarkah?". Ucap Akhsa sambil terlihat kebingungan.


"Kalau kamu masih khawatir, kamu bisa tidur disini, kamu juga bisa mengambil beberapa buku dan memasukkannya ke 'Blood Inventori' milikmu dan membacanya disini". Ucap Shark.


Saat mereka mengobrol tiba-tiba ada seseorang yang masuk.


"Akhsa aku deng-". Sebelum selesai berbicara dia terpotong-potong menjadi beberapa bagian.


Itu adalah Risky yang masuk dan akhirnya terpotong-potong.


Akhsa yang melihat itu berkata.


"Oh, guru benar dia terpotong-potong, tapi aku tetap akan tidur disini". Ucap Akhsa dengan muka datar.


"Benarkan yang gurumu ini bilang". Ucap Shark dengan senang.


Lalu Akhsa dan Shark menuju ketempat Risky terpotong-potong, lalu Akhsa menggunakan Ultimate Skill Mercy untuk menghidupkan Risky kembali.


Seketika tubuh Risky menyatu kembali dan Risky terlihat seperti kebingungan.


"Ada apa Ris?". Tanya Akhsa melihat kearah Risky.


"Tadi aku seperti melihat kucingku melambai-lambai ditepi sungai apa itu cuma mimpi". Ucap Risky sambil menggaruk kepalanya.


"Itu bukan mimpi itu kenyataan". Ucap Akhsa.


"Eh, beneran tapi kenapa aku masih hidup". Tanya Risky.


"Itu Karna guruku yang hebat ini menolongmu, jadi jangan masuk sembarangan Kekamar orang". Ucap Akhsa.


"Ah, Maaf sebenarnya aku datang kesini untuk memberitahu kalian kalau makanannya sudah siap". Ucap Risky.


"Baiklah kami akan segera kesana". Ucap Akhsa.


"Kalau begitu aku akan kesana duluan". Ucap Risky sambil berjalan menuju keruang makan.


"Ingat untuk memberitahu yang lain untuk tidak masuk Kekamar guru sembarangan". Ucap Akhsa.


"Okeeeeee!!". Ucap Risky.


Lalu Akhsa menutup pintu kamar itu.


"Seperti biasa kamu selalu berbohong kesemua orang bahkan kemeraka juga". Ucap Shark sambil berjalan menuju kasur.


"Lalu bisa kamu jelaskan bagaimana caramu memiliki Ultimate Skill Mercy itu?". Tanya Shark


"Memang aku belum memberi tahu guru". Ucap Akhsa.


"Belum". Ucap Shark.


"Oh, benarkah..


"Aku membunuh para ksatria suci yang ada di kerajaan Anathasia dan mendapatkat semua Ultimate Skill Seven Heavenly Virtues..


"Aku juga memiliki dua Ultimate Skill dari Seven Deadly Sains setelah aku membunuh dua jendral iblis yaitu Gluttony dan Envy". Ucap Akhsa


Shark tersenyum kecil mendengar ucapan akhsa dan berkata.


"Dan kamu tidak bisa berbohong pada gurumu ini". Ucap Shark sambil tersenyum.


"Itu Karna saat aku berbohong guru pasti dengan cepat mengetahui kalau aku berbohong, dan setiap kali aku berbohong guru pasti menyerangku menggunakan Trisula Poseidon dan membuatku diambang kematian". Ucap Akhsa dengan muka kesal.


Shark yang melihat akhsa kesal mengelus kepalanya dan berkata.


"Tapi kamu hebat juga sudah bisa mengalahkan para Ksatria suci dan bahkan bisa mengalahkan Jendral Iblis". Ucap Shark dengan bangga.


"Fufufu, Guru pasti tidak akan kecewa menjadikan aku murid". Ucap Akhsa dengan bangga.


"Baiklah sebaiknya kita menuju keruang makan, pasti mereka sudah menunggu kita". Ucap Shark.


Lalu Akhsa dan Shark menuju keruang makan dan memakan hidangan yang ada.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2