
Chapter: 40
{Familiar Baru}
Istana Bawah Laut.
Terlihat Akhsa dan Shark sedang menuju keruang makan.
Beberapa menit berjalan akhirnya mereka berdua sampai diruang makan.
Dirunga makan terdapat meja yang berbentuk persegi panjang, Shark duduk di paling ujung dan disebelah depan Shark ada Akhsa, lalu diikuti oleh Risky.
Bintang duduk didepan Akhsa dan disebelahnya ada Rizal.
(Akhsa Pov.)
Saat ini aku sedang makan bersama Guru dan Para Pahlawan.
Disini dihidangkan Ikan Salmon yang sangat besar dan untuk minumannya.
Aku mengambil minumanku dan mengangkatnya.
"Minuman apa ini". Ucap Akhsa dalam hati sambil memandang segelas minuman yang berwarna merah darah.
Aku melihat minuman yang lain tapi minuman mereka terlihat bisa-bisa saja, lalu aku meminumnya.
Saat aku meminumnya, tenggorokanku terasa sangat segar dan rasanya sangat nikmat.
Minuman itu adalah darah dari Guru, aku melihat kearah guru, saat guru melihat aku sedang melihatnya dia tersenyum dan melanjutkan makannya.
"Guru memang yang terbaik". Ucap Akhsa dalam hati sambil bersyukur.
Lalu aku melanjutkan makan ikan salmon ku, saat aku sedang makan tiba-tiba Risky bertanya.
"Akhsa, minuman apa itu yang kamu minum?". Tanya Risky sambil mengambil gelas Akhsa.
Saat Risky hampir mengambil gelas minumanku, aku dengan cepat mengambil duluan dan langsung meminumnya tanpa sisa.
"Kenapa kau serakah sekali sih". Ucap Risky.
"Dimeja ini tertera peraturan' Semua barang yang ada diatas meja akan menjadi milik Akhsa dan barang milik Akhsa akan tetap menjadi milik 'Akhsa' begitu". Ucap Akhsa dengan Jelas dan sedikit panjang.
"Sejak kapan ada peraturan kayak gitu". Ucap Risky sambil memakan salmon miliknya.
"Baru saja". Ucap Akhsa sambil memakan salmonnya.
Shark yang mendengar itu hanya tersenyum lalu melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan kami melakukan kegiatan kami masing-masing.
Saat ini aku sedang menuju keperpustakaan untuk mengambil beberapa buku.
Aku berjalan sambil melempar Pure Ice Rock dan menangkapnya kembali seperti itu berulang kali sampai keperpustakaan.
Beberapa menit kemudian aku sampai di perpustakaan, aku melihat-lihat buku mana yang akan aku baca duluan, aku melihat ada rak buku yang paling kecil, Rak itu berisikan seribu buku didalamnya, aku memasukkan semuanya kedalam 'blood inventori', setelah aku memasukkannya aku menuju Kekamar Guru dan membacanya.
Setelah beberapa jam berjalan akhirnya aku sampai dikamar guru, aku masuk dan menaruh semua buku yang ku ambil kelantai, aku mulai membaca satu persatu.
(Akhsa Pov end).
Disebuah kamar terlihat bintang yang sedang melihat statusnya.
(Bintang Pov.)
Setelah selesai makan aku menuju Kekamarku dan berbaring disana, lalu aku kepikiran untuk melihat statusku Karna sudah lama sejak aku mengeceknya.
"Status Open". Ucap Bintang.
Lalu muncul Sebuah layar yang berisikan status milik Bintang.
Nama: Bintang Eka.
Kelamin: Laki-laki.
Ras: Manusia.
Level: 600.
Usia: 15 Tahun.
Job: Element (Hero).
Tittle: Heroes From Another World, Enthusiastic in Reaching His Dream.
Element: Wind, Spirit Light.
•Stat:
Hp: 315,680
Mp: 533,200
ATK: 47,000
DEF: 14,000
VIT: 9,000
MAGIC POWER: 46,000
•Skill:
-All Anguages
-APRASIAL
-Body Cleanser
-Tornado
-Spirit Form
-Spirit Flash
-Spirit Blast
-Wind Cuter
"Wind Slash
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=≠
Saat aku melihat Statusku aku sedikit sedih Karna levelku berada di bagian paling bawah diantara Risky dan Rizal.
Aku juga belom mengetahui secara pasti berapa level Akhsa, Setiap kali aku menggunakan Skill Aprasial untuk melihat statusnya, Selalu saja Aprasial ku seperti diblokir oleh Sesuatu.
"Apa yang kamu pikirkan Eka?". Tanya Aria yang muncul secara tiba-tiba.
"Hemm, aku sedang berpikir bagaimana cara untuk melihat status milik Akhsa". Jawab Bintang.
"Jadi kamu tidak bisa melihat Statusnya..
"Itu Artinya levelmu tertinggal jauh darinya". Ucap Aria.
"Benar juga, Sekarang levelku memang tertinggal dari mereka dan aku masih terlalu lemah...
"Tapi aku akan menjadi kuat dan melampaui mereka semua...
"Lagi pula aku masih memiliki cita-cita untuk menjadi pengguna elemen terhebat didesa Keirena". Ucap Bintang dengan semangat.
"Kamu memang sangat lemah tanpa aku iyakan". Ucap Aria
"Berisik, lebih baik kau diam saja". Ucap Bintang.
"Tenang lah jangan marah..
"Ngomong-ngomong soal Desa Keirena, apa kau tau caranya untuk keduniamu kembali". Ucap Aria
"Benar juga, mereka bilang sedang dalam masa penelitian, mungkin membutuhkan beberapa tahun". Ucap Bintang sambil berleha-leha dikasur.
"Jadi akan membutuhkan waktu yang lama dong". Ucap Aria.
Saat kami sedang mengobrol tiba-tiba ada seseorang yang masuk Kekamarku.
Krietcc...3×(suara pintu dibuka)
Saat aku melihat kearah pintu, yang membuka adalah Rizal.
"Ada apa?". Tanya Bintang.
"Ayo kita mandi di pemandian istana". Ucap Rizal sambil mengajak Bintang.
"Boleh juga, lagian selama ini aku selalu menggunakan Skill Body Cleanser, jadi sekali-kali mandi menggunakan air yang segar boleh juga". Ucap Bintang.
Aku berdiri dan menuju kearah Rizal dan kami menuju ke pemandian istana, saat ditengah perjalanan aku bertanya kerizal.
"Dimana Akhsa dan Risky?". Tanya Bintang.
"Risky sudah ada di pemandian kalau Akhsa, dia bilang disuruh Yang Mulia Ratu untuk membaca semua buku diperpustakaan, jadi dia tidak ikut mandi". Jawab Rizal.
"Semua buku diperpustakaan! perpustakaan yang sangat besar itu". Ucap Bintang dengan muka kaget.
"Benar". Ucap Rizal.
"Wuohhh, apa dia bisa menyelesaikan semua itu". Ucap Bintang.
"Entahlah aku juga gak tau". Ucap Rizal.
"Bukannya disebelah perpustakaan masih ada perpustakaan yang lebih besar lagi". Tanya Bintang.
"Benar". Jawab Rizal.
Aku hanya bisa berdoa agar otak Akhsa tidak konslet membaca semua buku itu.
Kami melanjutkan mengobrol sambil berjalan menuju ke pemandian istana.
(Bintang Pov. End).
Disisi lain.
Pemandian istana.
Terlihat Risky yang sedang berendam di kolam air panas beserta Dengan para prajurit bawah air.
(Risky Pov.).
Sekarang aku sedang mandi di pemandian air panas di istana lebih tepatnya pemandian umum bawahan Ratu, aku berendam dan melihat ikan yang memiliki kaki dan tubuh seperti manusia disini.
Mereka adalah prajurit bawah laut milik Ratu Shark.
Sekarang aku sedang menunggu Rizal, dan Bintang.
__ADS_1
"Hei apa kau pahlawan". Ucap prajurit 1
"Hei Punyamu Kecil, Kecil sekali tuh". Ucap prajurit 2
"Apa kau bodoh, itu disebut jantan". Ucap prajurit 3
Dan aku harus mendengarkan ocehan mereka.
"Kenapa mereka lama sekali sih". Ucap Risky sambil menyelupkan dirinya kedalam air.
(Risky Pov. End).
Disisi lain.
Terlihat Akhsa yang sedang membaca buku sambil tiduran dilantai.
(Akhsa Pov.).
Sudah lebih dari satu jam aku membaca dan berhasil menyelesaikan lima buku saja.
Saat aku sedang membaca tiba-tiba aku mendengar langkah kaki dari salah satu ruangan yang ada dikamar Guru.
Lalu ada pintu yang terbuka, itu adalah guru yang sudah habis mandi dan hanya memakai sehelai handuk berwarna putih.
"Kenapa ada kamar mandi dikamar guru". Ucap Akhsa dengan datar.
"Tentu saja untuk mandilah...
"Bagaimana, apa kamu tersipu melihat gurumu yang hanya memakai sehelai handuk ini kan". Ucap Shark sambil berpose.
Aku yang mendengar kata-katanya lalu memperhatikan sesaat kemudain berkata.
"Tubuh guru seperti lantai yang aku singgahi! Datar!". Ucap Akhsa dengan jelas dan singkat.
Guru mengangkat tangannya dan tiba-tiba Trisula miliknya terbang kearahnya dan dia langsung memegangnya.
Lalu dia mengarahkan tombaknya kearahku dan siap melontarkan serangan.
Aku yang melihat itu langsung berkata.
"Guru! Kalau guru menyerangku semua buku ini akan ikutan hancur". Ucap Akhsa dengan panik.
"Benar juga, Baiklah kali ini kubiarkan saja kamu Achi". Ucap Shark sambil mengurungkan niatnya melontarkan serangan.
"Tapi kamu masih tidak tertarik dengan perempuan yah?". Ucap Shark sambil melihat akhsa.
"Apa maksud guru?". Tanya Akhsa sambil membaca buku.
"Ya, contohnya saat kamu melihat perempuan yang cantik, kamu selalu bilang 'Wah Perempuan memiliki wajah Yang Cantik' setelah itu kamu hanya bersikap biasa-biasa saja, tidak ada jatuh Cinta Atau Hal yang berbau romantis gitu". Ucap Shark sambil mempraktekannya.
"Jatuh Cinta, Romantis, kenapa aku harus melakukan hal yang seperti itu?". Ucap Akhsa sambil memperlihatkan wajah yang tidak tertarik.
"Hah~kamu ini, kalau kamu tidak tertarik dengan perempuan bisa-bisa kamu nanti malah jadi perempuan". Ucap Shark sambil berjalan menuju kelemari pakaiannya.
"Mana mungkin hal itu bisa terjadi, lagian guru bicara soal Romantis dan jatuh cinta, tapi sampai sekarang guru masih saja tidak memiliki suami". Ucap Akhsa sambil melihat kearah Shark.
"Benar juga, kenapa aku tidak terpikirkan soal ituya...
"Berarti aku sama seperti Achi yang tidak tertarik dengan lawan jenis dong.....
"Memang Guru dan murid tidak beda jauh". Ucap Shark sambil memilih-milih pakaian.
Aku melanjutkan membaca buku dan guru memilih-milih pakaian.
"Guruuuu, ini terlalu banyak aku tidak dapat menyelesaikan ini dengan cepat". Ucap Akhsa sambil mengeluh.
"Hemm, bagaimana kalau kamu menggunakan Skillmu". Ucap Shark sambil memilih Pakaian.
"Bagaimana dengan pakaian ini bagus gak". Ucap Shark sambil memperlihatkan gaun yang mewah.
"Skill?, Skill apa?". Tanya Akhsa.
"Gaun itu terlalu mengkilap guru". Ucap Akhsa sambil melihat gaun yang ditunjukkan Shark.
"Gunakan saja Skill Klonmu itu, kalau kamu membuat banyak klon lalu menyuruh mereka membaca semua buku diperpustakaankan akan selesai dengan sepat cepat, Saat mereka membaca buku diperpustakaankan semua informasinya akan sampai kekamu bereskan". Ucap Shark sambil memilih-milih pakaian.
"Bagaimana dengan yang ini saja". Ucap Shark sambil menunjukkan gaun yang terlihat terbuka.
"Benar juga yang guru katakan, akan kugunakan skill klon milikku". Ucap Akhsa sambil berdiri bersemangat.
"Gaun itu terlalu terbuka untuk guru jadi entar terlihat jelek". Ucap Akhsa sambil menilai gaun itu.
"Oh, benarkah aku akan memilih yang lebih sederhana lagi". Ucap Shark sambil mengembalikan gaun itu dan memilih yang lain.
Aku langsung menggunakan klon, tapi saat aku mau menggunakan klon aku melihat guru yang sedang memilih-milih baju, jadi aku mengurungkan niatku sebentar.
"Ada apa Achi kok gak jadi?". Tanya Shark.
"Aku menunggu guru selesai berpakaian dulu". Jawab Akhsa sambil duduk diatas kasur.
"Kenapa harus menungguku?". Tanya Shark sambil memilih-milih baju.
"Kalau saat aku mengunakan klon dan menyuruh klonku keluarkan pintunya harus dibuka....
"Kalau seandainya ada yang melihat Guru bugil Bagaimana". Ucap Akhsa.
"Kau benar, Baiklah aku akan memilih dengan cepat..................
".....Bagaimana dengan yang ini?". Ucap Shark sambil menunjukkan baju yang simpel tapi terlihat elegan.
"Ohhh, itu bagus, mending yang itu saja". Ucap Akhsa sambil melihat kearah baju itu.
Lalu guru mengenakan baju itu dan memperlihatkan pose yang imut.
"Klon". Ucap Akhsa.
Lalu muncul klon yang sebanyak, Tiga Ribu Klon, Akhsa menyuruh sebagian besar menuju keperpustakaan, dan empat tetap dikamar untuk membantunnya membaca sisa buku yang tersisa.
[Tiga Jam Kemudian].
Aku disini ditemani oleh empat klonku untuk membantuku membaca buku dan guru yang terlihat sedang membaca buku juga.
Saat aku sedang membaca aku teringat akan sesuatu.
"Guru!". Ucap Akhsa sambil melihat Shark.
"Apa?". Tanya Shark.
"Guru bilang, kalau guru sudah hidup sejak dunia ini terbentuk". Ucap Akhsa.
"Benar, kenapa?". Tanya Shark.
"Kalau guru sudah hidup sejak lama, pasti guru tau soal kutukan yang menimpa klan Month bukan?". Tanya Akhsa sambil melihat kearah Shark.
"Benar Lalu". Ucap Shark sambil membaca buku.
"Kalau begitu kenapa Guru tidak menceritakannya kepadaku". Ucap Shark.
"Dulu bukan waktu yang tepat untuk diceritakan kepada anak kecil, jadi aku menunggu waktu yang pas untuk menceritakannya kepadamu". Ucap Shark menutup buku yang dia baca sambil melihat akhsa.
"Tapi kenapa kamu bisa tau, padahal aku masih belum memberi taumu kan?". Tanya Shark sambil melihat kearah akhsa.
"Neli Yang memberitahuku". Jawab Akhsa .
"Neli? Siapa itu?". Tanya Shark.
"Leluhur Pertama dari Ras Vampir". Jawab Akhsa.
"Maksudmu Vampir tua itu". Ucap Shark sambil duduk diatas kasur.
"Guru kenal dia". Ucap Akhsa sambil melihat Shark.
"Dulu aku tidak sengaja bertemu dengannya saat sedang berkeliling dunia untuk menulis buku". Ucap Shark sambil mengingat-ingat masa lalu.
"Kalau guru tahu soal kutukan ini, apa guru juga tau cara menghilangkannya". Ucap Akhsa sambil melihat Shark.
Guru berdiri dan menuju kearahku dan berkata.
"Mudah saja". Jawab Shark.
"Mudah!". Ucap Akhsa dengan kaget.
"Dulu sebelum Ras Month dikutuk, Alis mereka berwarna putih, tapi setelah mereka dikutuk alis mereka berubah menjadi warna hitam". Ucap Shark sambil memegang alis Akhsa.
"Jadi intinya untuk menghilangkan kutukan harus membuat sihir penangkalnya". Ucap Shark.
"Apa guru bisa membuatnya?". Tanya Akhsa sambil berharap.
"Tidak bisa". Jawab Shark dengan padat dan jelas.
"Eh....
"Tapi guru bilang itu mudah". Ucap Akhsa dengan wajah kagetnya.
"Benarkah, kalau begitu aku tarik kata-kataku tadi". Ucap Shark dengan membentuk pose lucu.
"Hilang sudah harapanku". Ucap Akhsa terlihat lesu.
"Sudah-sudah, kamu baca saja semua buku itu, mungkin salah satu dari buku itu ada cara yang lebih mudah". Ucap Shark sambil menyemangati Akhsa.
"Baiklah, aku akan membaca semuanya". Ucap Akhsa sambil bersemangat.
Aku membaca buku-buku itu dengan semangat supaya dapat menemukan cara untuk menghilangkan kutukanitu.
[Tujuh Jam Kemudian].
Aku dan semua klonku sudah selesai membaca semua buku diperpustakaan dan yang ada dikamar ini, tapi aku masih belum menemukan kutukan yang berkaitan dengan Ras Month.
"Uwahhhh, ngantuknya". Ucap Akhsa sambil menguap.
Aku berdiri dan menuju ketempat tidur, aku melihat guru yang sedang tertidur lelap.
Karna disini hanya ada satu kasur jadi aku tidur dikasur yang sama dengan guru.
Aku naik Keatas kasur dan tidur disebelah guru.
(Akhsa Pov. End).
Pagi Hari.
Terlihat Shark yang mencoba membangunkan Akhsa.
"Achi bangun, Achi bangun". Ucap Shark sambil menggoyang tubuh akhsa.
Akhsa mulai membuka matanya.
"Uwahhhh, ada apa Guru?". Tanya Akhsa.
"Lihat Telur Es Yang kamu bawa akan menetas". Jawab Shark sambil menunjukkan kota yang didalamnya berisikan telur es yang hampir menetas.
"Eh, mana-mana". Ucap Akhsa dengan semangat.
Akhsa melihat telur itu dan perlahan-lahan telur itu mulai menetas, tidak lama kemudian telur es itu menetas dan memunculkan Se,ekor Monster yang berbentuk burung berwarna biru es.
__ADS_1
"Wah menetas". Ucap Akhsa dengan semangat.
Burung itu melompat kearah akhsa, Akhsa yang melihat itu menangkapnya.
Akhsa mengangkat keatas Burung itu dan melihatnya kalau burung itu memiliki mata yang berwarna hijau dan ada tanduk kecil di dahinya.
"Jadi apa yang akan kamu lakukan dengan monster es itu?". Tanya Shark.
"Aku akan membuat kontrak dengan monster kecil ini". Jawab Akhsa.
"Meski aku bilang kecil tapi dia sudah sebesar burung elang yang ada di duniaku yang dulu". Gumam akhsa dalam hati.
"Kontrak, boleh juga tuh, kalau membuat kontrak dengan monster sejak mereka masih kecil". Ucap Shark.
"Meskipun begitu, kenapa monster es ini tidak berbicara sama sekali, padahal dulu monster ini yang nyaranin untuk membuat kontrak dengannya". Gumam akhsa dalam hati.
Lalu Akhsa menggigit jempolnya, dan keluar darah dari jempol Akhsa, Akhsa lalu menaruh jempol itu kedahi monster es itu, monster es itu terkena darah Akhsa.
Setelah terkena darah Akhsa Monster Burung Es itu bersinar begitu pula dengan Akhsa.
Lalu muncul pola didahi monster burung es itu yang sama seperti pola dipergelangan tangan kiri Akhsa.
"Oh tinggal Memberi nama saja". Ucap Akhsa.
"Menurut guru nama yang cocok dengannya apa?". Tanya Akhsa sambil melihat kearah Shark.
"Nama yang bagus, mungkin 'Ao' bagus". Jawab Shark.
"Ao yang berarti biru, Baiklah sekarang namamu Ao, mohon kerjasamanya Ao". Ucap Akhsa sambil mengangkat Ao.
Ao terlihat senang dengan nama itu.
Beberapa menit kemudian.
"Aku penasaran ingin melihat Ras Ao Guru". Ucap Akhsa sambil melihat Ao.
"Benar juga, kamu menetaskannya tanpa tau dia itu Monster Ras Apa". Ucap Shark sambil melihat kearah Ao.
Akhsa menggunakan 'Peek Apraisal' dan melihat Status Ao.
Lalu muncul Status Ao.
Nama: Ao
Kelamin: ???
Ras: Dragonoid
Level: 1
Usia: 1,000 Tahun
Job: Familiar Akhsa
Tittle: none
Element: Ice Magic
•Stat:
Hp: 3,800,000
Mp: 2,580,090
ATK: 750,000
DEF: 750,000
VIT: 890,900
MAGIC POWER: 5,890,000
•Skill:
-Ice Manipulation
-Eyes of Destruction
-Stat multiplied by two
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=≠
Akhsa dan Shark kaget melihat Status Ao yang sangat tinggi.
"Apa-apaan ini Statusmu Tinggi Sekali Ao, dan kenapa Rasnya Ras Dragonoid?". Tanya Akhsa Karna kaget.
"Setahuku Ras Dragonoid Cuma ada Empat Yaitu Creator Dragon, Ice Dragon, Earth Dragon, Strom Dragon, Dan Ao tidak terlihat seperti Naga.....". Ucap Shark sambil memperhatikan Ao.
"Tunggu kalau dilihat-lihat dia memang terlihat seperti Naga, Apa lagi tanduk yang ada di dahinya itu, tapi disaat yang bersamaan dia terlihat seperti Burung". Ucap Shark sambil memperhatikan Ao dengan seksama.
"Jadi menurut guru gimana?". Tanya Akhsa melihat kearah Shark.
"Yang terpikirkan olehku hanya satulah, yaitu persilangan". Ucap Shark.
"Persilangan?". Ucap Akhsa dengan bingung.
"Benar, mungkin Ice Dragon melakukan persilangan dengan Monster Yang Bertipekan Burung yang sangat besar, dan burung yang memiliki kekuatan penghancur adalah Monster Rodan Sipenguasa langit, kekuatan Rodan bisa dibilang Setara dengan Ice Dragon". Ucap Shark.
"Jadi begitu, Tapi Ao tidak mewarisi kekuatan api Rodan tapi Ao mewarisi bentuk dan kekuatan penghancur Berupa 'Eyes of Destruction'". Ucap Akhsa sambil melihat Shark.
"Benar, dan dia terlihat sama sepertimu". Ucap Shark sambil melihat akhsa.
"Sama sepertiku?". Ucap Akhsa dengan bingung.
"Iya sama sepertimu, kamu Juga persilangan Antara Ras Vampir Dan Klan Month, dan jadilah kamu saat ini, bedanya kamu terkena kutukan tapi Ao tidak". Ucap Shark sambil menerangkan.
"Jadi begitu". Ucap Akhsa sambil berpikir.
"Kalau seandainya kutukanmu menghilang, kemungkinan besar kekuatanmu akan meningkat pesat". Ucap Shark sambil tersenyum.
"Benar kata Guru, jadi aku harus bersemangat mencari cara untuk melepaskan kutukan klan Month". Ucap Akhsa dengan semangat.
"Betul, makannya berjuanglah terus". Ucap Shark sambil mengelus kepala akhsa.
"Tapi dia mendapatkan Skill 'Stat multiplied by two' dari mana?". Tanya Akhsa.
"Entah, mungkin dia dapatkan Karna tidak menetas selama 1,000 Tahun". Jawab Shark.
Saat mereka sedang mengobrol, aku baru menyadari.
"Guru, kenapa Ao Di Kelaminnya tertulis tanda tanya?". Tanya Akhsa sambil melihat Status Ao.
"Mungkin Karna dia persilangan pertama dari Rasnya". Jawab Shark.
"Persilangan pertama?". Tanya Akhsa Karna bingung.
"Benar, Anak monster yang dipersilahkan bisa menetas atau melahirkan tanpa membutuhkan lawan jenis, Karna monster itu sendiri memiliki dua jenis kelamin". Jawab Shark.
"Jadi, bagaimana dengan ku?". Tanya Akhsa.
"Kenapa kamu tanya terus keaku sih, apa kamu sudah membaca semua buku yang kusuruh?". Tanya Shark.
"Tentu saja sudah Guru". Ucap Akhsa dengan jelas.
"Lalu apa kamu membaca buku diperpustakaan yang ada disebelahnya?". Tanya Shark.
"Eh, memang ada ya guru". Ucap Akhsa.
"ya adalah....
"Hahhhh, itu Karna kamu dikamar terus sih, makanya keluar dan berkeliling agar kamu bisa tau...
"Lihat para pahlawan itu, mereka berkeliling dan mulai terbiasa disini, pada hal baru satu hari mereka disini, dan kamu malah mengurung diri dikamar terus". Ucap Shark sambil menasehati Akhsa.
"Baiklah Guru". Ucap Akhsa sambil lesu.
"Apa kamu tidak mandi dulu?". Tanya Shark.
"Males". Jawab Akhsa dengan singkat dan padat.
Lalu Akhsa menaroh Ao dipundaknya dan berjalan menuju Perpustakaan, sebelum itu dia menyalin Skill milik Ao yaitu :
-Eyes of Destruction
-Stat multiplied by two
Eyes of Destruction: Memilik kekuatan untuk menghancurkan Segalahal yang dia lihat.
Akhsa menaruhnya di mata sebelah kanan miliknya, Akhsa tidak menaruhnya diStatus Skill tapi di Eye Special Powers supaya kalau terjadi sesuatu pada Status, efeknya tidak berdampak pada kekuatan mata itu.
Stat multiplied by two: Saat pemilik dari skill ini naik level, maka Statnya akan dikali menjadi dua contohnya: Ketika pemilik skill ini berada dilevel 10 lalu dia naik tiga level menjadi 13 maka Stat akan dikali menjadi tiga.
Beberapa saat kemudian akhirnya akhsa sampai diperpustakaan, Akhsa mengeluarkan lima ribu klon miliknya dan mulai membaca satu persatu buku.
Terlihat Risky yang sedang berjalan disekitar perpustakaan.
"APA-APAAN INI". Teriak Risky Karna kaget melihat akhsa ada ribuan.
[Delapan Jam Kemudian].
Akhirnya akhsa selesai membaca semua buku yang ada diperpustakaan.
Setelah Akhsa Selesai membaca semua buku diperpustakaan, mereka semua mulai berangkat ke kerajaan Beastkin.
Sebelum keruang Artar Teleportasi Akhsa memasukkan Ao kedalam Tanda lahir yang ada di pergelangan tangan kirinya.
Diruang Altar Teleportasi.
Terlihat Akhsa dan para pahlawan berserta Shark ada diruang Altar Teleportasi.
"Terimakasih Karna sudah memperbolehkan kami menginap disini". Ucap Bintang, Risky, dan Rizal secara bersamaan.
"Tenang saja, aku tidak mempermasalahkannya". Ucap Shark.
"Lagian dari awal memang Guru yang telah menyerat kami kesini". Ucap Akhsa.
"Fufufu, Kamu harus mengantarkan surat itu kepada raja secara langsung Achi~". Ucap Shark sambil menepuk kepala akhsa.
"Baiklah, kami pergi dulu". Ucap Akhsa.
Dan teleportasi pun dimulai.
Tanpa Akhsa sadari, Shark menaruh satu surat lagi dikantong milik Akhsa dan yang mengetahui itu hanya Rizal.
Benua Beastkin.
Kerajaan Beastkin.
Terlihat Akhsa dan para Pahlawan berteleportasi ke Altar Teleportasi, milik kerajaan Beastkin.
Dan mereka terlihat sedang dikepung oleh Ratusan Prajurit Beastkin.
__ADS_1
Bersambung..........