Night Month

Night Month
Chapter: 50{MENJELAJAH LABIRIN OSLO}


__ADS_3

Chapter: 50


{Menjelajah Labirin Oslo}


Labirin Oslo.


Lantai 1.


Saat ini aku dan Alonza sedang memasuki labirin yang dibilang paling besar di dunia, dan sekarang aku dan alonza sedang melawan Ribuan Semut raksasa. Dan diantara semut raksasa itu ada ratu yang memerintahkan mereka.


Aku menyuruh Alonza melawan Bawahan-bawahannya dan aku yang akan melawan Ratu Semut raksasa itu.


"Aku serahkan Bawahan-bawahannya kepadamu Alo". Ucap Akhsa sambil melihat Ratu Semut.


"Baik, serahkan kepadaku!". Ucap Alonza dengan lantangnya.


Aku berlari menuju Ratu Semut itu dan menyerangnya menggunakan Belati yang ku ubah menjadi pedang.


Aku dengan cepat memotong Semua kaki Ratu Semuat itu, setelah aku memotong kaki Ratu Semut. Aku melompat dan memenggal kepalanya dengan pedang milikku. Dalam sekejap mata kepala ratu semut raksasa itu jatuh ketanah.


Disisi lain


Sebelum Akhsa mengalahkan Ratu semut.


Terlihat alonza yang sedang melawan Ribuan Semut raksasa.


Alonza melompat ditengah-tengah semut raksasa itu sambil melancarkan serangan." Ground Attack!!!". Ucap Alonza sambil melancarkan serangan.


Semut raksasa yang terkena serangan Alonza menjadi remuk, lalu Alonza melancarkan serangannya yang berikutnya.


"Ground bullet!!". Ucap Alonza sambil mengangkat tangannya keatas.


Lalu muncul lingkaran sihir yang sangat besar dari atas kepala Alonza dan menembakkan batu besar yang sangat tajam. Batu-batu itu menyerang kearah semut raksasa dan menancap ditubuh mereka, ratusan semut raksasa mati akibat serangan itu.


Setelah selesai menggunakan 'ground Bullet' Alonza menggunakan tombaknya untuk menyerang Kawanan Semut raksasa itu.


Alonza menusuk, memotong dan melempar semut-semut itu dengan sangat cepat.


Lalu tiba-tiba semut-semut itu mulai kebingungan, Karna ratu mereka sudah dibunuh oleh Akhsa.


Melihat kesempatan itu, Alonza menggunakan 'Ground Bullet' untukku menyerang mereka.


Lalu muncul puluhan lingkaran sihir yang memenuhi ruangan itu dan menembakan batu besar yang sangat lancip.


Ratusan semut saksasa yang terkena serangan hancur ada juga yang tertusuk dan membuat mereka mati satu persatu. Dan akhirnya semua semut saksasa yang ada disana mati taktersisa.


Aku melihat Alonza yang telah mengalahkan semua semut raksasa itu sendirian merasa bangga padanya.


"Bagaimana, apa kamu mengalami kesulitan?!!". Ucap Akhsa.


"Tidak, tadi itu bisa dibilang mudah". Ucap Alonza dengan santainya.


"Begitu! Baiklah sekarang kita menuju kelantai selanjutnya". Ucap Akhsa sambil bersemangat.


"Iya!!". Sambung Alonza dengan bersemangat.


Setelah selesai mengalahkan Semut raksasa itu, aku menyerap mereka semua menggunakan 'Gluttony' Milikku, namun levelku tidak menambah dan hanya kekuatanku yang meningkat sedikit.


Tapi aku hanya mengabaikannya dan menuju kelantai selanjutnya sambil menggunakan 'Detection' untuk menghindari jebakan.


Setelah cukup lama berjalan.


Setelah cukup lama kamu berjalan, kami akhirnya sampai kelantai dua.


Saat dilantai dua kami disambut oleh kawanan Nyamuk Raksasa dan yang memimpin mereka adalah Tiga Ratu Nyamuk Raksasa.


"Huh! Sama-sama penyedot darah nih". Ucap Akhsa sambil melihat Nyamuk-nyamuk itu.


Dan seperti tadi aku yang akan mengurus Ratu mereka dan Alonza yang akan mengurus Bawahannya.


Terlihat Alonza yang sedang menghindari semua serangan nyamuk, Nyamuk-nyamuk itu menyerang menggunakan mulut lancipnya.


Alonza menangkis semua serangan itu dan menyerang balik. Alonza mengayunkan tombaknya kearah salah satu nyamuk dan melemparnya kearah nyamuk yang lainnya.


Lalu Alonza memutar tombaknya dan menyerang semua Nyamuk-nyamuk raksasa itu. Mulut Nyamuk-nyamuk itu patah akibat serangan yang dilancarkan oleh Alonza.


Lalu Alonza memotong satu persatu tubuh nyamuk itu, tubuh nyamuk itu terbelah menjadi dua akibat Serangan Alonza.


Alonza melompat diantara Nyamuk-nyamuk itu dan menyerang mereka satu persatu dengan tombak hitam miliknya. Nyamuk-nyamuk yang terkena serangan itu terbelah menjadi dua dan pada akhirnya mati.


Disisi lain.


Terlihat Akhsa yang sedang menghindari serangan Ratu Nyamuk.


Akhsa melompat dan memotong Sayap salah satu Ratu Nyamuk, dan ratu nyamuk itu terjatuh akibat sayapnya yang dipotong oleh Akhsa.


Saat nyamuk itu jatuh, aku melompat dan akan melancarkan serangan, tapi sebelum aku melancarkan serangan. Ratu nyamuk yang lain muncul dan akan menyerangku.


Aku yang melihat itu dengan cepat menghindarinya dan memotong tubuh ratu nyamuk itu.


"Nah, sekarang tinggal dua lagi". Ucap Akhsa sambil menginjak Ratu Nyamuk yang dia bunuh.


Dua Ratu Nyamuk yang lainnya terlihat marah Karna kelakuan Akhsa yang membunuh saudara mereka.


Ratu nyamuk yang tidak bisa terbang, berlari dengan cepat menuju kearah akhsa dan siap melancarkan serangan.


Tapi Akhsa menghindari serangan itu dan memotong tubuh Ratu semut itu menjadi dua. Kemudian Akhsa melompat kearah ratu semut satunya lagi dan memotongnya menjadi kecil-kecil.


Disisi lain Terlihat Alonza yang sudah selesai mengalahkan semua nyamuk raksasa.


Setelah mengalahkan Nyamuk raksasa itu, aku menyerap mereka dengan 'Gluttony' Milikku, tapi levelku tidak naik dan hanya kekuatanku yang sedikit meningkat.


Lalu kami berdua menuju kelantai selanjutnya.


Setelah cukup lama berjalan.


Saat kami dilantai tiga. Kami disambut oleh kawanan lebah raksasa, dan seperti biasa mereka dipimpin oleh Ratu Lebah yang berjumlah lima Ratu.


Dan seperti tadi, aku yang akan mengurus Ratunya dan Alonza yang akan mengurus Bawahannya.


Aku mengeluarkan sayap kelelawarku dan terbang kearah ratu lebah itu.


Dan sekarang kami sedang bertarung sambil terbang. Aku mengayunkan sabitku secara vertikal kearah ratu lebah yang ada di depanku. Tapi ratu lebah itu mampu menghindari serangan ku, tiba-tiba dari belakang ratu lebah yang lainnya menyerangku dengan dengannya, dan disaat yang bersamaan dari bawah ratu lebah yang lainnya menyerangku dengan sengatannya.


aku mampu menghindarinya serangan mereka dengan mudah. Dan saat aku menghindari serangan mereka, sengat mereka saling menusuk. Aku yang melihat ada kesempatan langsung menebas mereka berdua sekaligus.


Kemudian dari atas ratu lebah yang satunya menyerangku dari atas. Tapi aku mampu menghindarinya, tapi serangannya menggores mata kiriku. Dengan cepat mata kiriku sembuh, tapi luka gores yang ada di kulit tidak sembuh.


Lalu aku menggunakan 'Peek Apraisal' untuk mengecek apa penyebabnya. Dan aku menemukan kalau sengatan Ratu Lebah mengandung racun, dan ketika sengatan lebah menggores bagian kulit, goresan itu tidak akan dapat disembuhkan.


Aku yang mengetahui itu tidak merasa marah tapi merasa senang, Karna aku bisa berjuang lebih keras lagi agar tidak mengalami hal yang serupa.


Saat aku sedang tidak fokus, tiba-tiba ratu lebah menyerangku dari belakang. Tapi dengan cepat aku memotong sengatan itu dan membelah ratu lebah menjadi beberapa bagian.


Disisi lain terlihat Alonza yang menggunakan 'Ground Bullet' untuk menyerang Kawanan lebah raksasa dari jauh.

__ADS_1


Ratusan lingkaran Sihir muncul dan menembakkan batu besar dan lancip.


Alonza sangat fokus menyerang Kawanan lebah dari jarak jauh, Alonza menjaga jarak dari kawanan lebah Karna dia tidak ingin mengambil resiko untuk melawan mereka dari jarak dekat.


Ratusan Lebah raksasa mati akibat serangan yang dilancarkan oleh Alonza, dan pada akhirnya Alonza mampu mengalahkan mereka semua.


Setelah kami mengalahkan Lebah raksasa, kami beristirahat sebentar. Setelah kami beristirahat sebentar kami melanjutkan perjalanan menuju kelantai selanjutnya yaitu lantai empat.


Setelah cukup lama berjalan.


Saat kami sampai dilantai empat, kami disambut oleh Satu katak yang sangat besar. Itu adalah Frog Emperor.


"Baiklah Alo, aku yang akan mengurus ini. Kamu tetap disini dan berlindung lah dengan sesuatu". Ucap Akhsa sambil berjalan menuju kearah Frog Emperor.


"Baik!!". Ucap Alonza dengan tegas.


Akhsa berjalan kearah Frog Emperor dan menyiapkan pedang miliknya. Lalu lama kelamaan Akhsa mulai berlari dengan cepat kearah Frog Emperor dan mulai melancarkan serangannya.


Frog Emperor yang melihat itu, menyerang Akhsa menggunakan lidah panjang miliknya. Tapi Akhsa menghindari serangan itu, lalu Akhsa mengeluarkan sayap kelelawarnya lalu terbang memutari lidah Frog Emperor sambil memotongnya.


Lidah Frog Emperor pun terpotong-potong menjadi beberapa bagian. Setelah Akhsa memotong lidah Frog Emperor.


Akhsa mengambil pisgun yang ada di 'Blood Inventori' miliknya, lalu Akhsa memasukkan tangannya yang memegang Pisgun kedalam mulut Frog Emperor dan menembakan peluru Api didalamnya.


Saat Akhsa menembakan Peluru api kedalam mulut Frog Emperor, seketika tubuh Frog Emperor meledak dan hancur berkeping-keping.


Disisi lain.


Terlihat Ao yang mendapatkan wujud manusianya Karna telah melewati level tiga ribu.


"Aku tidak sabar menunjukan wujud baruku kepada Master, pasti Master akan terkejut melihat aku yang sudah memiliki wujud manusia". Ucap Ao Sambil tersenyum.


"Tapi sebelum itu..


"Aku harus membereskan semua monster yang ada luar Labirin Oslo ini". Ucap Ao Sambil Melihat Ribuan Monster yang berlari dan siap menyerang kearah Ao.


"KEMARILAH KALIAN SEMUA!!!!". Teriak Ao Dengan Sangat keras.


Disisi lain.


Terlihat Akhsa dan Alonza yang sedang melawan Tiga Kadal Raksasa yang memiliki serangan yang berbeda-beda yaitu Api, Angin dan Tanah.


Aku menyuruh Alonza untuk melawan Kadal yang memiliki Element Tanah, dan aku sisanya.


Terlihat Alonza yang sedang melawan Kadal Raksasa yang berelement tanah.


Kadal raksasa itu, menembakkan batu yang tajam dari ekornya kearah Alonza. Alonza yang melihat itu memutar tombaknya untuk menangkis serangan dari kadal itu.


Kemudian Alonza melompat diantara dinding dan menyerang Punggung Kadal itu dengan tombak miliknya. Tapi serangan Alonza tidak menggores punggung kadal itu karna terlalu keras.


Tiba-tiba muncul batu yang tajam dari punggung kadal itu, Alonza yang melihat itu dengan cepat melompat dan menghindarinya. Batu-batu itu mengikuti kemanapun Alonza pergi. Alonza yang diikuti ratusan batu yang tajam hanya bisa melompat diantara dinding dan menghindarinya.


Disisi lain.


Terlihat Akhsa yang sedang menahan semburan gabungan antara api dan angin dari kedua kadal raksasa.


Setelah semburan itu berhenti, akhsa dengan cepat berlari menuju kedua kadal raksasa itu dan bersiap melancarkan serangan.


Saat Akhsa sedang berlari menuju kemeraka berdua, kadal api menyemburkan Lava dari mulutnya, tapi Akhsa mampu menghindari setiap serangan kadal itu.


Kemudian Akhsa menggunakan Skill Freezing untuk membekukan kadal api itu. Lalu kadal api itu membeku, tapi tidak lama kemudian es yang membekukan kadal itu mulai cair Karna, kadal itu menaikkan suhu tubuhnya agar menjadi sangat panas.


Akhsa yang melihat esnya dicairkan merasa tidak terima dan membekukan Kadal Api itu terus menerus.


Disini terlihat Akhsa yang bisa membekukan Kadal Api atau kadal api itu bisa mencairkan es milik Akhsa.


Tapi tiba-tiba dari samping kadal angin menyemburkan anginnya kearah akhsa dan menyebabkan Akhsa kehilangan keseimbangannya, dan kadal api mampu mencairkan es milik Akhsa.


Tapi sebelum es akhsa benar-benar cair, Akhsa melesat dengan cepat kearah kadal api dan memotongnya menjadi dua lalu memutar tubuhnya kearah kadal angin dan menembakkan peluru Es menggunakan PisGun kearah Kadal Angin. Kadal Angin yang terkena tembakan itu membeku kemudian dipukul oleh Akhsa dan kadal angin itupun hancur.


Disisi lain.


Terlihat Alonza yang masih kesulitan mengurus batu-batu yang mengejar kearahnya.


Lalu Alonza terpikirkan sebuah ide untuk mengarahkan batu-batu ini kepada kadal tanah.


Setelah terpikirkan hal itu, Alonza menuju kearah kadal tanah. Kadal tanah yang melihat Alonza menuju kearahnya menembakkan batu-batu yang lain kearahnya.


Alonza yang terkepung diantara dua sisi melomat keatas. Lalu ratusan batu itu saling bertabrakan dan hancur. Kemudian Alonza menyalurkan 'Energi Mana'nya ketombak yang dia pegang dan melancarkan tusukan kearah kepala Kadal itu.


Kepala Kadal itu tertusuk dan mulai kesakitan, Alonza yang melihat kadal itu masih belum mati, menambah kekuatannya dan menekan dengan keras tombak yang dia tancapkan kekepala Kadal itu, darah bercucuran sangat bayak dari kepala Kadal itu. Kemudian kadal itu mati Karna kehabisan darah.


Setelah mereka selesai mengalahkan Tiga Kadal Raksasa itu, mereka membakar daging itu dan memakannya.


"Bagaimana Alo, Apa dagingnya enak?". Ucap Akhsa sambil memutar daging yang lain.


"Nyam....nyam..lumayan!". Jawab Alonza sambil memakan daging kadal itu.


Setelah selesai makan, kami melanjutkan perjalanan dan menuju kelantai enam.


Setelah cukup lama berjalan.


Saat kami sampai dilantai enam, kami disambut oleh kawanan laba-laba Raksasa yang dipimpin oleh Satu Ratu yang sangat besar.


Seperti biasa aku menyuruh Alonza untuk mengurus Bawahannya dan aku yang akan mengurus Ratu mereka.


Aku berlari kearah Ratu Laba-laba itu dan bersiap melancarkan serangan, lalu ratu laba-laba itu menyerang menggunakan jaring yang keluar dari belakang tubuhnya.


Aku yang melihat itu menggunakan 'Black Shadow' dan masuk kedalamnya. Lalu aku keluar dan berada dibawah badan Ratu Laba-laba itu dan menyerangnya menggunakan pedang.


Aku menyalurkan 'Energi Mana' ku dan menusukkannya diperut Ratu Laba-laba itu, saat pedangku menusuk perutnya aku menambahkan 'Energi Mana' ku, dan dari pedangku keluar Aura yang besar dan sangat tajam. Lalu tubuh Ratu Laba-laba itu terbelah menjadi dua.


Disisi lain.


Terlihat Alonza yang membuat dinding untuk mengurung Kawanan Laba-laba itu. Setelah Alonza mengurung laba-laba itu. Alonza menyempitkan dinding itu dengan dinding yang lainnya.


Karna dinding yang saling menyempit, laba-laba yang ada didalam mulai hancur satu persatu dan pada akhirnya mereka hancur semua dan mati.


Setelah kami mengalahkan laba-laba raksasa itu, aku menyerap Mayat Dari Ratu Laba-laba menggunakan 'Gluttony' Milikku, saat aku menyerapnya, aku hanya naik dua level dan kekuatan ku bertambah.


Setelah itu kami beristirahat sebentar. Setelah kami beristirahat sebentar, kami melanjutkan perjalanan menuju kelantai selanjutnya, yaitu lantai tujuh.


Saat kami sampai kelantai tujuh, kami disambut oleh Dua kumbang yang sangat besar.


Aku menyuruh Alonza untuk bersembunyi dibelakang dan melindungi dirinya.


"Alo tetap dibelakang dan lindungi dirimu". Ucap Akhsa sambil menyuruh Alonza.


Alonza yang mendengar perkataan ku mengagguk tanda dia memahaminya.


Setelah itu, aku menyalurkan 'energi mana' kepedang milikku. Setelah itu aku menebas kedua kumbang raksasa itu dengan sangat cepat menjadi dua dalam sekali tebas.


"Baiklah, ayo kita menuju kelantai berikutnya Alo". Ucap Akhsa sambil berjalan.


"Baik!". Jawab Alonza sambil mengikuti Akhsa dari belakang.

__ADS_1


Setelah berjalan cukup lama, akhirnya kami sampai dilantai delapan.


Disini kami disambut oleh Dua Ular Yang Sangat Besar.


Seperti tadi, aku tidak menyuruh Alonza untuk bertarung melainkan berlindung dibelakang sambil mengamati bagaimana caraku bertarung dan untuk membuatnya cukup beristirahat.


Akhsa melompat kekepala salah satu ular raksasa itu, saat Akhsa sudah ada dikepala ular itu, Akhsa bersiap menancapkan pedangnya kearah kepala itu, lalu dari belakang ular yang satunya lagi bersiap memakan Akhsa. Dengan cepat akhsa menghindari serangan itu. Dan gigitan ular itu terkena ular yang satunya lagi.


Ular yang terkena gigitan itu mulai kesakitan Karna efek racun dari ular yang satunya. Tidak lama kemudian ular yang terkena racun perlahan mulai tumbang dan pada akhirnya mati.


Setelah melihat itu, aku menuju kearah ular yang satunya lagi dan memotongnya menjadi beberapa bagian.


Aku yang melihat sisik ular itu yang terlihat sangat keras memasukannya kedalam 'blood inventori' untuk kuserahkan kepada 'Night Month' supaya mereka bisa membuat perlengkapan yang kuat.


Setelah itu aku dan Alonza menuju kelantai selanjutnya yaitu lantai sembilan.


Setelah cukup lama berjalan.


Kami akhirnya sampai dilantai sembilan, disini kami disambut oleh Satu beruang raksasa, aku menyuruh Alonza untuk melawan beruang itu.


Terlihat Alonza yang sedang melawan Beruang Raksasa. Alonza menghindari setiap pukulan dari beruang itu, lalu Alonza memotong salah satu kaki beruang itu, kaki beruang itu terpotong dan beruang itu kehilangan keseimbangan.


Alonza yang melihat itu, memotong tiga kaki lainnya dengan cepat, setelah Alonza memotong Semua kakinya, Alonza melompat keatas badannya dan memotong kepala beruang Raksasa, keluar darah yang sangat banyak dari bekas tebasan Alonza dan pada akhirnya beruang itu mati.


"Bagaimana, apa kamu kesulitan melawannya?". Tanya Akhsa kepada Alonza.


"Aku sedikit kesusahan tadi, tapi semuanya beres!". Jawab Alonza dengan tenang.


Setelah itu, aku menyerap tubuh beruang Raksasa itu menggunakan 'Gluttony' Milikku, saat aku menyerapnya, aku naik satu level.


Setelah itu kami menuju kelantai selanjutnya yaitu lantai sepuluh.


Saat diperjalanan aku mengobrol dengan Alonza.


"Apa kamu kelelahan Alo?". Tanya Akhsa Karna khawatir kepada Alonza.


"Tidak, aku baik saja". Jawab Alonza.


"Beneran kamu baik-baik saja, jangan memaksakan dirimu". Ucap Akhsa kepada Alonza.


"Papa tidak perlu khawatir kepadaku, aku masih bersemangat kok!". Ucap Alonza sambil memeluk Akhsa.


"Baiklah, tapi kalau kamu ingin istirahat, bilang kepadaku oke!". Ucap Akhsa sambil mengelus kepala Alonza.


"Oke!!". Jawab Alonza.


Setelah beberapa saat berjalan, kami akhirnya sampai dilantai sepuluh.


Saat kami sampai dilantai sepuluh, bukan monster yang menyambut kami, Tapi.


"EMASSSS!!!!!!". Teriak Akhsa sambil melihat ada milyaran emas didepannya.


"Alo, ayo kita Ambil semua Emas Yang Ada disini!!". Ucap Akhsa sambil berlari kearah milyaran emas itu.


Lalu dari belakang Alonza juga berlari menuju emas-emas itu.


"Alonza kumpulan emas-emas itu kedalam kantong ini!". Ucap Akhsa sambil mengeluarkan kantong yang sangat besar dari 'Blood inventori' miliknya.


"Baik!!". Ucap Alonza dengan keras sambil mengambil kantong yang diberikan Akhsa.


Saat kami sedang mengumpulkan Emas-emas kedalam kantong. Aku tidak sengaja melihat meja yang diatasnya ada sebuah buku. Karna aku penasaran aku menuju kemeja itu dan berniat mengambil buku itu.


Saat aku menyentuh buku itu, tiba-tiba muncul lingkaran sihir mengelilingi ku.


Aku mencoba meloloskan diri dari situ tapi lingkaran sihir ini tidak normal, lalu sebuah suara muncul entah dari mana.


[Individu terkunci, taget akan dikeluarkan dari sistem dunia. Semua statusnya akan dihilangkan dan semua Stat/Skill akan diubah menjadi energi sihir untuk diberikan kearah target. Dan target akan diubah menjadi hal sesuatu yang berbeda. Terkunci]


Lalu lingkaran sihir yang mengelilingi ku mulai bercahaya, dan tubuhku mulai merasakan sesuatu yang aneh, seperti dipotong-potong.


Dari kejauhan Alonza berteriak dan sambil menangis karena takut akan ditinggalkan oleh Akhsa.


Disisi lain.


Hutan Sihir.


Terlihat Penghalang Yang dibuat Akhsa menghilang dan kelelawar Akhsa juga mulai menghilang satu persatu.


Petinggi 'Night Month' yang melihat itu mulai khawatir kepada Akhsa, Karna penghalang yang dibuat Akhsa menghilang.


"Apa yang terjadi?!". Ucap Nacht Sambil Melihat penghalang Akhsa yang mulai menghilang.


"Apa terjadi sesuatu kepada Akhsa?". Ucap alica sambil melihat kearah penghalang yang mulai menghilang.


"Apa yang terjadi denganmu Akhsa. Jangan sampai mati, kalau kamu mati mungkin kami semua akan merasa kehilangan untuk kedua kalinya!". Ucap Lukas sambil melihat Kearah penghalang Yang dibuat oleh Akhsa.


"Kenapa tiba-tiba kelelawar Akhsa menghilang". Ucap Arthur yang sekarang sedang ada diatas Pohon.


Disisi lain.


Terlihat Alonza yang sedang berlari kearah akhsa yang dikelilingi oleh lingkaran sihir.


Lalu suara yang tadi muncul entah dari mana mulai terdengar.


[Pelepasan Sistem Dunia Selesai, Sekarang Individu Akhsa Tidak Bisa Menggunakan Semua Skill dari Sistem Dunia.]


Lalu lingkaran yang mengelilingi Akhsa mulai menghilang, Alonza yang melihat itu langsung menuju kearah akhsa.


Saat Alonza menuju kearah akhsa, Alonza kaget melihat bentuk Akhsa yang sekarang.


Aku membuka mataku dengan perlahan, dan saat aku membuka mataku aku melihat Alonza yang sedang kaget sekaligus senang.


Lalu pikiranku terasa tercampur dengan pikiran Kuro, tunggu Kuro? Tidak pikiranku tercampur dengan pikiran Shiro, tidak kami berdua menyatu seutuhnya."Apa yang terjadi". Ucap Akhsa dalam hati.


Lalu aku mulai bertanya."Alo, ada apa? Kenapa kamu memasang muka kaget". Tanya Akhsa sambil melihat Alonza.


Saat aku mengeluarkan suaraku, suaraku menjadi lebih tinggi dari pada biasanya.


Lalu aku melihat rambut yang panjang berwarna putih melilit tanganku."Tunggu apa ini rambutku?!". Ucap Akhsa sambil melihat rambut itu.


"Papa!". Ucap Alonza.


"Ada apa Alo?". Tanya Akhsa sambil melihat kearah Alonza.


"Papa, Papa berubah menjadi Mama!!". Ucap Alonza dengan keras.


Aku yang mendengar kata-kata Alonza hanya bisa berkata.


"Apa?!". Ucap Akhsa kebingungan.


"APAAAAA!!!!!". Teriak Akhsa setelah itu pingsan.


Dan kehidupan Akhsa menjadi perempuan pun dimulai dari sekarang.


Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2