Night Month

Night Month
Chapter:46 {KOTA YANG MEMBEKU}


__ADS_3

Chapter:46


{Kota Yang Membeku}


Malam Hari.


Terlihat Akhsa yang sedang Terbang Menuju KeBenua Andlan bersama Alonza dan Ao.


(Akhsa Pov.)


Sekarang aku sedang terbang menuju benua Andlan.


Saat ini Alonza sedang bersandar di badanku dan sedang tertidur, mungkin dia kelelahan Karna dianiaya saat menjadi budak.


"Tunggu, apa dia sudah makan?!". Ucap Akhsa Karna kaget.


"Mungkin saat dia bangun aku akan membutkannya makanan". Ucap Akhsa dalam hati sambil mengelus kepala Alonza.


"Ao, percepat perjalanan". Ucap Akhsa sambil memerintah Ao.


Ao menambah kecepatannya setelah diperintah oleh Akhsa.


Pagi Hari.


Saat ini aku sedang membakar daging Beruang yang aku bunuh saat Dalam perjalanan.


Tidak lama kemudian Alonza bangun dari tidurnya.


"Uwahhhh, (Endus-endus), Bau apa ini, harum sekali". Ucap Alonza sambil mengendus bau beruang bakar.


"Sepertinya kamu sudah bangun, kemarilah makan daging ini supaya staminamu pulih". Ucap Akhsa sambil memberikan daging bakar.


Alonza mengambil daging itu dan memakannya dengan lahap.


"Nyam...nyam....nyam...". Alonza mengunyah daging itu.


Tapi tiba-tiba Alonza menundukkan kepalanya dan mengeluarkan air mata.


Aku yang melihat itu kaget sekaligus kebingungan.


"Ad..ada apa Alonza, apa makanannya masih kurang enak". Ucap akhsa sambil


"Ti..hiks...tidak maka...hiks nannya sangat enak kok..hiks.., aku...hiks..sangat senang...hiks bisa bertemu denganmu papa". Ucap Alonza sambil melihat kearah akhsa.


Aku yang melihat itu hanya bisa memeluk Alonza dan mengelus kepalanya.


"Pasti selama ini hidupmu sangat berat yah, mulai sekarang aku akan selalu menjagamu". Ucap Akhsa sambil memeluk Alonza.


"Hiks...Hiks...hiks..".


Aku cuma bisa memeluk Alonza dan menjaganya mulai sekarang.


"Ngomong-ngomong umurku masih 15 Tahun, kenapa kamu memanggilku papa...


"Tunggu sepertinya bulan ini umurku 16 Tahun". Ucap Akhsa.


"Apa Alonza tidak boleh menganggap papa sebagai papa". Ucap Alonza sambil memperlihatkan wajah memelasnya.


Aku yang melihat wajah memelas Alonza yang terlihat sangat imut hanya bisa berkata.


"Hahhh, tentu saja boleh". Ucap Akhsa sambil mengelus kepala Alonza."Baiklah, cepat habiskan makananmu itu, Kamu Juga Ao". Ucap Akhsa sambil melihat Ao.


Ao turun dari pohon dan mendarat dipundak Akhsa, lalu Akhsa memberi Ao daging yang sedikit besar.


Akhsa juga mengambil daging yang lainnya untuk dia makan.


Beberapa menit kemudian.


Aku, Alonza, dan Ao sudah selesai makan dan akan melanjutkan perjalanan kami.


"Sebelum kita pergi". Ucap akhsa sambil membuka 'blood inventori'miliknya dan mengambil sebuah pakaian"Kamu ganti pakaianmu dulu Alonza". Ucap Akhsa sambil menyerahkan pakaian.


Aku membuat pakaian ini menggunakan Skill 'Item Creator', jadi aku tidak tahu pasti apakah pakaiannya akan pas atau tidak.


Alonza mengambil mengambil pakaian itu dan berkata.


"Aku harus memakainya dimana". Tanya Alonza.


Setelah mendengar perkataan Alonza, Aku menciptakan ruangan dibawah tanah menggunakan 'Space Maker'.


"Kamu bisa menggantinya dibawah sini". Ucap Akhsa sambil menunjukkan sebuah tangga menuju ruang bawah tanah.

__ADS_1


"Baik". Ucap Alonza sambil menuju keruang bawah tanah.


Beberapa menit kemudian.


Terlihat Alonza yang sudah memakai pakaian yang aku berikan, dia terlihat sangat imut.


"Bagaimana?". Tanya Akhsa kepada Alonza apakah pakaiannya pas atau tidak.


"Pakaiannya pas dan juga tidak kasar". Ucap Alonza sambil melihat-lihat pakaiannya.


"Fufufu, tentu saja tidak kasar, Karna aku membuatnya menggunakan benang ulat sutra, aku juga menambahkan mantra dibaju itu agar tidak mudah rusak dan dapat membersihkan diri sendiri". Ucap Akhsa dengan muka yang bangga.


"Papa Yang membuatnya, terimakasih". Ucap Alonza sambil menunjukkan senyum senangnya.


"Sama-sama". Ucap Akhsa sambil mengelus kepala Alonza."Ohya, masih ada satu lagi". Ucap Akhsa sambil mengambil sesuatu dari 'blood inventori'.


"Masih ada lagi?". Ucap Alonza sambil melihat kearah akhsa.


"Ini dia". Ucap Akhsa sambil mengeluarkan sebuah kalung yang memiliki bentuk seperti tanda lahir yang ada pada pergelangan tangan kiri Akhsa.


"Kalung?". Ucap alanzo sambil melihat gelang yang ditunjukkan Akhsa.


"Ya, suatu saat kalung ini akan membantumu dalam memecahkan berbagai macam masalah". Ucap Akhsa sambil memakaikan gelang itu kealanzo.


"Memecahkan Berbagai macam masalah?". Tanya Alonza Karna bingung.


"Suatu saat kamu pasti akan mengerti". Ucap Akhsa sambil melihat kearah Alanzo."Baiklah Ayo kita melanjutkan perjalanan kita". Ucap Akhsa.


[Lima Hari Kemudian].


Saat ini kami sedang menuju kota terdekat untuk beristirahat.


Saat kami melewati hutan, aku melihat sebuah kota yang sangat besar, aku menyuruh Ao turun di suatu tempat yang sepi agar tidak menghebohkan warga kota.


"Ao turun disana". Ucap Akhsa sambil menunjuk kesuatu tempat.


Setelah aku memerintahkan Ao turun, aku menyuruhnya untuk masuk kedalam tanda lahir ku.


"Ao, Masuklah kedalam tanda lahir ku". Ucap Akhsa sambil menyuruh Ao.


Lalu Ao masuk kedalam tanda lahir ku, kemudian aku mengambil jubah yang berwarna hitam, untuk kuberikan kepada Alonza supaya identitasnya sebagai Blesteran tidak ketahuan.


"Pakai ini Alonza". Ucap Akhsa sambil memberikan Jubah itu kepada Alonza.


Setelah Alonza memakainya, kemudian kami menuju kekota dengan jalan kaki.


Setelah beberapa jam berjalan akhirnya kami sampai digerbang kota, kami disuruh untuk menunjukkan identitas kami.


Aku menunjukkan kartu petualang ku pada penjaga itu, setelah selesai mengecek kartuku, penjaga itu melihat kearah Alonza dan berkata.


"Lalu mana kartu identitas dia". Ucap penjaga gerbang itu sambil menunjuk kearah Alonza.


"Dia masih Kecil, jadi dia belum mempunyai kartu identitas". Ucap Akhsa sambil memegang Alonza.


Alonza juga memegang Akhsa dengan sangat erat, Karna takut dia ketahuan.


"Kalau begitu, kamu harus membayar lima keping koin perak". Ucap penjaga gerbang itu.


Aku yang mendengar kata-kata itu hanya bisa berkata."ini perampokan ******". Ucap Akhsa dalam hati.


Lalu aku memberikan lima koin perak kepada penjaga gerbang itu.


Setelah selesai memberikan uang kepada penjaga gerbang, kemudian kami masuk dan melihat kota yang memiliki banyak sekali makanan.


"Baiklah, makanan apa yang kamu mau Alonza". Ucap Akhsa sambil melihat berbagai Gerobak makanan.


"Aku mau, itu, itu, itu,dan itu". Ucap Alonza sambil menunjuk beberapa Gerobak.


"Baiklah, kita beli semua makanan yang kamu mau". Ucap Akhsa sambil melihat menunjuk semua makanan yang ada disana.


Lalu kami membeli semua makanan satu persatu, dan memakannya selagi hangat.


[Sepuluh Jam Kemudian].


Kami terlalu asyik membeli makanan dan tidak menyadari kalau hari sudah mulai sore.


"Baiklah, waktunya mencari penginapan". Ucap Akhsa sambil berjalan.


Beberapa menit kemudian.


Saat kami sedang mencari penginapan, tiba-tiba ada Beastkin yang menyenggol Alonza sampai jatuh, Alonza jatuh dan membuat tudung Alonza terbuka.

__ADS_1


Beastkin yang menyenggol Alonza tidak menolongnya malah mulai menghinanya.


"Ke...kenapa ada makhluk menjijikkan ini dikota". Ucap Beastkin itu sambil memasang muka jijik.


Beastkin yang ada disekitar situ juga mulai menghina Alonza.


"Kenapa ada makhluk setengah-setengah disini". Ucap Beastkin lain dengan muka jijik.


"Kanapa ada makhluk seperti itu disini". Ucap Beastkin yang lainnya.


"Menjijikkan"."Menjijikkan"."Menjijikkan" "Menjijikkan"."Menjijikkan"."Menjijikkan". "Menjijikkan"."Menjijikkan"."Menjijikkan". "Menjijikkan"."Menjijikkan"."Menjijikkan". "Menjijikkan"."Menjijikkan"."Menjijikkan". "Menjijikkan"."Menjijikkan"."Menjijikkan". "Menjijikkan"."Menjijikkan"."Menjijikkan".


Aku melihat Alonza yang menutup kupingnya sambil ketakutan. Aku memeluk Alonza dan berkata.


"Tidak apa-apa Alonza, ada papa disini". Ucap akhsa sambil memeluk Alonza dan menutup kepalanya menggunakan tudung.


"Ao, Keluarlah". Ucap Akhsa sambil menyuruh Ao untuk keluar.


Ao yang mendengar panggilan Akhsa langsung keluar.


Semua Beastkin yang melihat Ao Keget dan Merasa ketakutan.


Aku mengangkat Alonza dan menaikannya kepunggung Ao, dan menyuruhnya terbang setinggi mungkin.


Kemudian Ao Terbang setinggi mungkin sambil membawa Alonza.


"Sekarang, Apa kalian tidak mau meminta maaf kepada putriku". Ucap Akhsa sambil mengeluarkan sedikit aura dinginnya.


Beastkin yang ada disana langsung merinding ketika Akhsa mengeluarkan aura dinginnya.


"Me..meskipun kamu mengancam kami, kami te...tet...tetap tidak akan meminta maaf". Ucap Beastkin itu sambil merasa ketakutan.


"Apa semua Beastkin yang ada dikota ini juga sama?". Tanya Akhsa kepada semua Beastkin yang ada disana.


"Ten...ten..tentu saja, kami para Beastkin tidak akan pernah menerima makhluk setengah-setengah seperti Blesteran itu". Ucap Beastkin itu.


Aku yang mendengar kata-kata itu sangat marah dan kemudian.


"30% Kekuatan Sihir, Freezing". Ucap Akhsa sambil mengeluarkan Aura yang sangat dingin.


Seketika, muncul aura Dingin yang sangat pekat dari tubuh Akhsa yang membuat satu kota yang sengat besar membeku dalam sekejab, termasuk semua Beastkin yang ada disana.


"Fufufu, aku membiarkan kepala kalian tidak membeku supaya kalian bisa merasakan bagaimana dinginnya es itu sebenarnya". Ucap Akhsa sambil melihat kesemua Beastkin yang ada di sana.


"Apa, le... lepaskan kami, apa kamu mau membunuh kami". Ucap Beastkin itu.


"Fufufu, aku tidak akan membunuh kalian secara langsung, aku akan membiarkan kalian semua membeku didalam es ku ini. Sampai ketika, jantung, darah, paru-paru, dan serat lainnya yang ada ditubuh kalian membeku, dan pada akhirnya kalian bisa....Ehemm, kalian pasti tahu sendiri lah". Ucap Akhsa sambil melihat para Beastkin itu dengan senyum liciknya.


"Ap..apa..., Kam..kami..minta maaf". Ucap Blesteran itu.


"Kam..kami...tidak akan mengulanginya lagi". Ucap Blesteran itu.


"Hahhahahah hahahhahahahha". Tawa Akhsa sambil terbang dan meninggalkan mereka semua dalam keadaan membeku.


Setelah itu, aku menghampiri Alonza dan Ao yang sedang ada tinggi diatas awan.


Beberapa jam kemudian.


Kami sekarang ada DiHutan yang jauh dari kota yang aku bekukan tadi.


Aku membuat api unggun untuk menghangatkan Alonza, dan Alonza sedang tertidur di tanah sambil mengenakan selimut.


Aku naik ke tangkai pohon yang ada disana, dan duduk sambil memandangi bulan.


"Sudah berapa lama aku meninggalkan Night Month ya...


"Apa mereka semua baik-baik saja". Ucap Akhsa sambil memandangi bulan.


Beberapa jam kemudian.


Saat aku mulai melihat bulan, aku baru menyadari kalau malam ini adalah malam bulan purnama.


Malam bulan purnama mampu meningkatkan kekuatan vampir secara drastis.


Beastkin juga meningkat kekuatannya saat bulan purnama, yang dinamakan Beastification, begitu pula dengan Blesteran, namun Blesteran jarang menggunakan kekuatan itu dan menyebabkan.


Tiba-tiba ada yang menyerang Akhsa dari bawah, tapi Akhsa mampu menghindarinya dengan mudah.


"Mereka hilang kendali". Ucap Akhsa sambil melihat Alonza yang sedang mengamuk.


(Akhsa Pov. End)

__ADS_1


Terlihat Alonza yang sedang mengamuk dengan tiga ekor tambahnya dan mata yang berwarna merah.


Bersambung..................


__ADS_2