
Chapter:37
{RAID}
Pagi Hari.
Terlihat Akhsa, Bintang, Risky, dan Rizal sedang melanjutkan perjalanannya menuju benua Beastkin.
(Akhsa Pov.)
Sekarang kami sedang ada di hutan lalu tidak lama kemudian akhirnya kami keluar dari hutan dan melihat dataran yang sangat luas didepan.
"Uwahhhh bukankah ini terlihat sangat menakjubkan". Ucap Bintang sambil terkagum-kagum.
"Kau benar ini sangat luas sekali". Ucap Rizal.
Kami berjalan menggunakan kuda sambil melihat-lihat pemandangan di sekeliling.
"Hei lihat, bukannya disana ada sebuah kota". Ucap Risky sambil menunjuk kesuatu arah.
"Kau benar, tapi kita tidak akan kesana Karna kita harus sesegera mungkin menuju keBenua beastkin". Ucap Bintang.
"Benar juga, BAIKLAH TAMBAH KECEPATAN". Teriak Risky sambil menambah kecepatannya.
Aku yang duduk di belakangnya kaget dan hampir terjatuh karenanya.
"Woy apa kau bodoh aku sedang melihat pemandangan tadi". Ucap Akhsa.
"Bodoh amat". Ucap Risky sambil menambah kecepatannya.
"UWAAAAAAAAAA". Teriak Akhsa sambil memegang kerah baju belakang Risky.
"Agh....Apa yang egh...kau lakukan uhuk". Ucap Risky sambil kesakitan.
Kami dengan cepat maju kedepan.
"Kenapa sih dengan mereka". Ucap Rizal.
"Biarin ajalah, Baiklah kita juga harus menambah kecepatan juga". Ucap Bintang sambil menambah kecepatannya.
Beberapa Jam Kemudian.
Saat kami melaju dengan cepat, tiba-tiba kami dihadang oleh sekelompok Ksatria yang ada didepan.
"Kalian mau kemana?". Tanya Kepala Ksatria.
"Kami ingin menuju keBenua Beastkin". Jawab Risky.
"Untuk sekarang lebih baik kalian urungkan niat kalian terlebih dahulu". Ucap Kepala Ksatria.
"Kenapa?". Tanya Akhsa.
Tidak lama berselang Bintang dan Rizal datang.
"Ada apa?". Tanya Bintang.
"Mereka melarang kita untuk lewat". Ucap Risky.
"Kenapa?". Tanya Bintang.
"Bukannya kami melarang kalian untuk lewat tapi Karna tidak lama lagi akan ada Raid disini". Ucap Kepala Ksatria.
"Raid? Apa itu?". Tanya Rizal.
"Raid adalah gimana jelasinnya ya...
"...Begini Ribun Monster akan datang dari arah hutan yang ada di jauh sebelah sana, ini terjadi sepuluh tahun sekali". Jawab Kepala Ksatria.
"Jadi begitu, Baiklah kami akan membantumu". Ucap Bintang.
"Tapi ini sangat berbahaya untuk kalian". Ucap Kepala Ksatria.
"Tidak masalah, membantu seseorang adalah pekerjaan kami sang pahlawan". Ucap Bintang.
"Pah...PAHLAWANNNNN". Teriak Kepala Ksatria.
Semua Ksatria yang ada disana kaget setelah mendengar teriakan dari Kepala Ksatria.
"Kalian pahlawan?". Ucap Kepala Ksatria.
"Benar, kecuali satu orang dibelakangku". Ucap Risky sambil menunjuk Akhsa.
"Tapi jangan remehkan dia, dia sangat kuat Lo". Ucap Rizal.
"Tapi apa kau akan membantu juga Akhsa?". Tanya Bintang.
Setelah mendengar kata-kata Bintang aku berpikir, berpikir dan akhirnya aku menemukan jawabannya.
"Ehemm, aku akan membantu kalian jika kalian membayarku". Ucap Akhsa dengan sengat jelas.
"Heh?
"Memang kamu beneran tidak mau membantu?". Ucap Bintang.
"Kalau Kalina membayarku aku akan membantu". Jawab Akhsa.
"Ehemmm, sepertinya kau lupa siapa yang membayar makananmu saat kau lari mencari air". Ucap Risky.
"Ehh
"Siapa?". Tanya Akhsa.
__ADS_1
"ITU AKU TAHU, jadi kau harus membantu kami". Ucap Risky.
"Sial aku tidak bisa mendapatkan uang dong......". Gumam Akhsa dalam hati.
Aku berpikir sebentar dan menemukan ide yang menakjubkan.
"Hei Paman". Ucap Akhsa sambil melihat Kepala Ksatria.
"Paman?
"AKU INI MASIH TIGA PULUH EMPAT TAHUN TAU". Teriak Kepala Ksatria.
"Kalau begitu nama Paman siapa?". Tanya Akhsa.
"Oh aku hampir lupa memperkenalkan diri..
"Nama Robert Pattins seorang Kepala Ksatria". Ucap Robert.
"Paman bisa memanggilku Akhsa". Ucap Akhsa.
"Lalu ada apa?". Tanya Robert.
Aku turun dari kuda dan mendekati Robert dan menyuruhnya menundukkan sedikit kepalanya biar aku bisa membisikkan sesuatu.
Lalu Robert menundukkan kepalanya kemudian aku membisikkan sesuatu.
"Paman aku akan membantumu kalau kau membayarku". Bisik Akhsa sambil menunjukkan kartu Guild Petualang miliknya.
Robert yang melihat itu kaget Karna kartu Guild milikku menunjukkan kelas A.
"KAU PETUALANG KELAS A?". Teriak Robert.
"Sebenarnya aku bisa saja menjadi petualang kelas S tapi aku males ngikutin uijannya". Ucap Akhsa.
"Bagaimana apa kau butuh bantuan ku?". Ucap Akhsa.
"Kau mau dibayar berapa?". Tanya Robert.
"Lima Ratus Keping Emas". Jawab Akhsa.
"Itu terlalu banyak kakak, Bagaimana kalau dua ratus lima puluh?". Ucap Robert.
"Itu terlalu sedikit, bagaimana kalau tiga ratus? Dan kenapa kau memanggilku kakak?". Ucap Akhsa sambil menjulurkan tangannya.
"Setuju tiga ratus keping emas kakak". Ucap Robert sambil menjabat tangan Akhsa.
"Hentikan jangan memanggilku kakak". Ucap Akhsa sambil menjabat tangan Robert tanda dia menyetujuinya.
Rizal, Rizky, dan bintang yang melihat itu merasa sinis melihat akhsa.
"Bukannya dia mata duitan". Ucap Rizal.
Lalu kami menunggu beberapa jam sampai Raidnya datang.
[Tiga Jam Kemudian].
Aku melihat kalau Robert menyiapkan lima ratus pasukannya dan bersiap menaklukan Raid.
"Ingat Raidnya akan ada dua gelombang, biasanya gelombang yang kedua monsternya akan lebih banyak". Ucap Robert.
"MENGERTI". Teriak Robert.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya pasukan pengintai datang.
"KEPALA KSATRIA, RAIDNYA SUDAH DIMULAI PARA MONSTER JUGA SUDAH MULAI BERDATANGAN". Teriak salah satu pasukan.
"Itu dia mereka datang". Ucap Robert.
Aku melihat sekita tujuh ratus lebih dan ada berbagai macam Monster disana, mulai dari High Orc, Fire Wolf, High Wolf, kelelawar yang bentuknya sangat aneh, dan berbagai macam Monster lainnya.
"Pasukan, SERANG!!!!!". Perintah Robert sambil berteriak keras.
Dengan cepat aku berteriak.
"STOPPPPPPP". Teriak Akhsa.
Semua pasukan berhenti termasuk Bintang, Rizal, dan Risky.
"Biar aku yang mengurus ini". Ucap Akhsa.
"Tapi ini terlalu banyak untuk mu". Ucap Robert.
"Simoan energi Kalian urus gelombang yang kedua nanti". Ucap Akhsa.
Meskipun aku berkata begitu tapi sekarang aku hanya bisa menggunakan Explosion sekali saja, tapi itu lebih dari cukup untuk melenyapkan Monster-monster ini.
"Hah....Padahal baru dalam masa pemulihan". Ucap Akhsa sambil mengeluh.
"Berjuanglah diriku, Demi bayaran aku akan berjuang". Ucap akhsa mengepalkan tangannya kebahu sambil mengeluarkan air mata.
Aku maju kedepan dan bersiap mengeluarkan sihirku, aku memfokuskan kekuatan sihirku dan membayangkan sebuah ledakan yang sangat besar, setelah semua selesai aku berteriak.
"EXPLOSION". Teriak Akhsa.
Sebuah bola api kecil sekecil kelerang keluar dari tangan Akhsa dan menuju ke tengah-tengah monster dan tidak lama setelah itu bola api kecil itu membesar dan menghasilkan sebuah ledakan yang sangat besar.
DUAAAARRRRRR. (Suara ledakan).
Dalam sekejap mata monster yang tadinya ada ratusan sekarang lenyap taktersisa.
"WOOOOWWWWWWWWW". Teriak semua pasukan.
__ADS_1
"Apa-apaan tadi itu". Ucap prajurit 1.
"Semua monsternya, lenyap semuanya". Ucap prajurit 2.
"Jadi ini kekuatan petualang kelas A". Ucap Robert.
"Aku tau kalau Akhsa itu kuat, tapi aku tidak menyangka dia akan sekuat ini". Ucap Rizal.
"Benar". Ucap Bintang.
Karna sudah mengeluarkan semua kekuatanku yang tersisa aku merasa kelelahan dan mengantuk.
Aku terjatuh lalu mengangkat tanganku dan mengacungkan jempulku dan berkata.
"Sisanya kuserahkan pada kalian". Ucap Akhsa sambil menunjuk kearah gelombang kedua.
(Akhsa Pov. End).
Terlihat Akhsa yang sedang tertidur didepan Kelapa Ksatria dan pasukannya karna telah menghabiskan sisa kekuatannya.
Semua yang melihat itu bersemangat dan maju menuju ke gelombang kedua sambil menghindari Akhsa supaya tidak terinjak.
Dan terjadilah pertempuran Lima ratus empat manusia melawan sembilan ratus dua puluh monster.
Di kedua belah pihak sudah ada yang gugur dan ada juga yang terus menyerang sampai menang.
Terlihat bintang yang menggunakan sihir anginnya untuk membuat tornado yang sangat besar.
Lalu Risky juga terlihat sedang mengendalikan ribuan besi tajam miliknya untuk menyerang Monster-monster itu, monster yang terkena serangan Risky langsung terpotong-potong akibat besi yang sangat tajam dari serangan Risky.
Dan terlihat Rizal yang menggunakan Shadow untuk berpindah-pindah tempat untuk menbunuh para monster dengan cepat, Rizal juga menggunakan berbagai skill lainnya untuk membunuh para monster, contohnya Skill 'Black Wind Bullet' untuk menyerang monster dari jarak jauh dan dia juga menggunakan Skill 'One Slesh' monster yang terkena tebasan Rizal akan langsung mati akibat skill ini.
Pasukan yang melihat mereka tambah bersemangat karna bisa bertempur bersama para pahlawan sekaligus bisa melihat kekuatan luar biasa mereka.
Terlihat bintang yang sedang membunuh monster didepannya.
"Kalau begini terus akan berlangsung lama...
"Tidak ada pilihan lain". Ucap Bintang.
Jam yang ada ditangan bintang bersinar berwarna hijau, Tiba-tiba muncul seorang wanita didekat Bintang, itu adalah arwah yang membuat kontrak dengannya, kemudian mereka berdua menyatu, seketika muncul semacam garis hijau disekitar tubuh Bintang dan rambut yang awalnya hitam sedikit biru ditengahnya berubah menjadi hitam sedikit hijau, dan mata Bintang muncul sebuah pola berbentuk bintang berwarna hijau.
"Mode ARWAH". Ucap Bintang.
Itu adalah mode Arwah milik Bintang, kekuatan yang dia miliki dari dunia asalnya.
Disisi lain.
Akhsa bangun Karna merasakan kekuatan yang sangat besar dari arah pertempuran, dan dia melihat sekeliling untuk mencari pemilik kekuatan itu dan akhirnya dia menemukan Bintang.
"Fufufu, Menarik". Ucap Akhsa sambil tertawa kecil dan melihat pertarungan Bintang.
Bintang.
Terlihat bintang yang sedang bertarung melawan Monster Dengan bentuk arwahnya.
Bintang mengeluarkan serangan yang sangat besar yang disebut lontaran cahaya arwah, monster yang ada didepannya langsung lenyap taktersisa, Bintang juga menggesernya dan mengenai monster disekitarnya, kemudian Bintang berputar sambil mempertahankan serangannya dan mengatur agar serangannya tidak terlalu berefek pada manusia.
Ratusan monster lenyap taktersisa akibat serangan Bintang.
Beberapa jam kemudian akhirnya mereka berhasil mengalahkan semua monster yang disana dan manusia yang gugur ada sekita dua ratus lebih.
Terlihat Akhsa yang diberi bayaran oleh kepala Ksatria.
"Ini sekantong emas yang berisikan tiga ratus keping emas". Ucap Robert sambil memberikan kantong emas kepada Akhsa.
"Thank you". Ucap Akhsa sambil mengambil kantong emas itu.
"Ini untuk kalian juga Karna telah membantu kami". Ucap Robert sambil memberikan kantong berisikan emas kepada Rizal, Risky, dan Bintang.
Tapi mereka menolak dan berkata.
"Tidak perlu, lagian menolong orang adalah tugas kami sebagai pahlawan, benarkan". Ucap Bintang sambil melihat kearah Risky, dan Rizal.
"Benar, lagi pula kami juga masih punya uang pemberian yang mulia raja". Ucap Rizal.
"Kalau begitu emas ini tidak perlu". Ucap Robert.
Dengan cepat Akhsa mengambil tiga kantong emas yang awalnya akan diberikan kepada Bintang, Risky, dan Rizal.
"Sudahlah jangan malu-malu biar aku yang membawa punya kalian". Ucap Akhsa sambil membawa kantong-kantong emas itu dan menaiki kuda.
"Ayo kita berangkat". Ucap Akhsa.
"Ini bocah gak punya sopan santun apa?". Ucap Risky.
"Kami sangat minta maaf atas kelakuan dia". Ucap Bintang.
"Tidak perlu minta maaf, apa lagi kalian sudah membantu kami untuk menghadapi gelombang Raid". Ucap Robert.
"Kalau begitu kami permisi dulu". Ucap Bintang sambil menaiki kuda.
"Apa kalian tidak mampir terlebih dahulu". Ucap Robert.
"Sepertinya tidak, kami masih ada sesuatu yang harus dikerjakan, kalau begitu kami pergi dulu". Ucap Bintang.
"Yah, hati-hatilah dijalan". Ucap Robert sambil melambai kan tangannya.
Dan mereka berempatpun melanjutkan perjalanannya kembali.
Bersambung.....
__ADS_1