
Chapter: 31
{Akhsa VS Monster Es}
Nightmare Forest
Terlihat Akhsa yang sedang berjalan menelusuri hutan untuk mencari monster yang dibicarakan.
(Akhsa Pov.)
Sudah dua hari berjalan akhirnya aku sampai di Nightmare Forest, ternyata tempatnya cukup jauh dari kota man'a.
Aku berjalan menuju pusat hutan Karna biasanya Monster yang kuat pasti ada disana.
Saat dalam perjalanan menuju kesana aku melihat sekelompok petualang bertarung melawan due ekor Wyvern, terlihat itu seperti pembantaian sepihak, Wyvern itu terlalu kuat untuk mereka.
Aku mengabaikan mereka dan menuju ke pusat hutan secepatnya.
Setelah beberapa jam berjalan akhirnya aku sampai dipusat hutan. Aku melihat bayak sekali petualang yang membeku disini.
Aku berjalan menuju kedepan lebih dalam dan melihat monster yang sangat besar, monster itu memiliki warna seperti Es dan mata berwarna hijau dengan alis yang sangat penjang, Monster itu terlihat seperti Burung Elang di duniaku.
"Apa dia sedang tidur?". Ucap Akhsa sambil melihat kearah Monster itu
Aku menggunakan 'Peek Apraisal' untuk melihat status monster itu, tapi saat aku menggunakannya monster itu terbangun dan langsung menyemburkan Semburan esnya kearahku.
Dengan cepat aku mengaktifkan barierr untuk menangkis semburan itu, tapi tak membutuhkan waktu lama barierr yang kubuat membeku.
Saat barierr ku hampir pecah aku melompat kebelakang untuk menghindar.
"Wowhhh! Kamu tidak bisa santai apa?". Ucap Akhsa
"Kenapa aku harus santai kepada kalian!". Ucap Monster itu.
Aku kaget setengah hidup saat Monster itu berbicara.
"Tunggu kamu bisa bicara?". Tanya akhsa
"Menurutmu kami para monster tidak bisa bicara!". Ucap Monster itu
"Iyahhh begitulah, biasanya kalian hanya graw gruw gree jadi kukira kalian tidak bisa bicara". Ucap Akhsa
"Kami para monster juga memiliki bahasa kami sendiri! Sudah cukup basa basi nya apa yang ingin kamu lakukan disini?". Ucap Monster itu.
"Aku hanya ingin melihat siapa pengguna elemen Es terhebat". Ucap akhsa sambil mengeluarkan gelombang es yang besar kearah Monster itu.
(Akhsa Pov. End)
Tercipta bukit Es akibat serangan akhsa. Tapi perlahan bukit Es itu mulai retak dan hancur.
"Apa cuma segini kekuatanmu?". Ucap Monster itu.
Monster itu menghancurkan bukit Es yang menguburnya dari dalam, setelah keluar dia menyerang akhsa menggunakan semburannya ke arah akhsa, Akhsa menghindarinya dengan cara melompat ka atas.
Saat diatas Akhsa membuat sayap dari es dan terbang kearah Monster itu, Akhsa menyerang menggunakan pedang es yang dia buat, saat menyerang monster itu menahan menggunakan cakarnya.
Akhsa mengayunkan pedangnya berulang kali, tapi monster itu selalu menangkis serangan akhsa. Akhsa mundur kebelakang dan untuk menjaga jarak.
Monster itu melebarkan sayapnya dan menembakkan bulu-bulu es miliknya kearah akhsa, Akhsa yang sedikit lengah terkena bulu es itu, lalu Akhsa membuat barierr yang terbuat dari es.
Saat barierr es itu akan pecah Akhsa melebarkan sayapnya dan menyerang menggunakan cara yang sama seperti monster itu.
Tembakan antara bulu es pun terjadi, bulu es itu terkena satu sama lain dan pecah.
Akhsa mempercepat tembakannya, monster itu juga tidak mau kalah dia mempercepat tembakannya.
Aura es yang sangat dingin keluar dari tubuh mereka dan membuat sekitar mereka membeku seketika.
[Dua Hari Kemudian]
Terlihat Akhsa terbang kelangit menggunakan sayap es yang disusul monster es dari bawah.
Mereka bertarung menggunakan kekuatan es mereka. Akhsa membuat sabit dari es dan meluncur kebawah mencoba memotong salah satu sayap monster es itu, tapi sayap monster es itu terlalu keras yang membuat sabit es akhsa pecah dan membuat Akhsa kehilangan keseimbangan.
Melihat ada celah monster es itu menendang akhsa kebawah dengan keras, Akhsa mencoba menahan menggunakan kedua tangannya tapi tendangan monster es itu terlalu kuat.
__ADS_1
Akhsa jatuh dari ketinggian 10KM dan menyebabkan tanah yang Akhsa tempati hancur.
Akhsa berdiri dan terbang dengan cepat kearah Monster itu, monster itu meluncur kearah akhsa dengan sangat cepat. Mereka berdua bertabrakan dan menciptakan gelombang yang sangat besar.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terlihat akhsa dan monster itu berbaring bersebelahan sambil menatap langit dengan dikelilingi hutan yang membeku dan mulai hancur satu persatu.
"Sepertinya kita seimbang!". Ucap Akhsa
"Tidak! Aku tahu kamu tidak menggunakan kekuatan penuhmu". Ucap Monster Es
"Benarkah! Bagaimana kamu bisa tahu?". Tanya Akhsa
"Itu Karna aura yang keluar dari tubuhmu sangat besar". Jawab Monster Es
"Bagaimana kau bisa merasakan besar kecilnya aura ku?". Tanya Akhsa
"Itu Karna penglihatan para monster yang bisa merasakan aura seseorang!". Jawab Monster Es
"Oh sebab itulah aku selalu gagal menyerang secara diam-diam". Ucap Akhsa
"Ohya aku punya pertanyaan kepadamu". Ucap Akhsa
"Pertanyaan apa?". Tanya monster es
"Sebenarnya kamu itu monster apa sih?". Tanya Akhsa
"Monster apa? Sebelum itu ikutlah aku". Ucap Monster Es
Monster itu terbang ke suatu tempat diikuti akhsa dibelakangnya.
\=\=\=\=
\=\=\=\=
Mereka masuk disebuah goa yang sangat besar. Mereka berjalan cukup dalam dan sangat gelap.
"Oh tenang saja aku ini Vampir jadi aku bisa melihat dengan jelas". Ucap Akhsa
"Oh begitu, jadi tidak mengherankan kau memiliki kekuatan yang sangat besar". Ucap Monster Es
Beberapa menit kemudian mereka melihat permata berwarna biru es sebesar bola basket.
"Apa ini?". Tanya Akhsa
"Ini adalah telur, lebih tepatnya telurku". Jawab Monster es
"Telurmu? Selamat sebentar lagi kamu akan jadi ibu!". Ucap Akhsa
"Bukan begitu bodoh". Ucap Monster Es
"Siapa yang kamu panggil bodoh". Teriak Akhsa
"Kamu bodoh". Teriak monster es
"Oh begitu". Ucap Akhsa
"Balik ke topik utama! Sebenarnya aku belum menetas dan yang dihadapanmu ini hanyalah tiruan yang aku buat". Ucap Monster Es
"Kau belum menetas?". Ucap Akhsa
"Aku berasal dari labirin yang kalian panggil dengan nama labirin Oslo". Ucap Monster Es
"Lalu kenapa kamu bisa sampai kemari?". Tanya Akhsa
"Itu Karna aku sedang mencari cara agar aku bisa menetap jadi aku meninggalkan labirin Oslo dengan membuat tiruanku dan membawa telurku kemari, tapi sampai sekarang aku belum menemukan caranya". Ucap Monster Es
"Jadi begitu......kasihannya kamu ini". Ucap Akhsa
"Aku juga tidak bisa mempertahankan bentuk tiruan ini". Ucap Monster Es
__ADS_1
"Aku tidak tanya soal itu". Ucap Akhsa
"Aku memiliki firasat buruk tentang ini". Gumam Akhsa dalam hati
"Jadi bisakah kamu membantuku". Ucap Monster Es
"Sudah kuduga kamu akan bicara begitu". Ucap Akhsa.
"Bagaimana kamu mau kan membantuku". Ucap Monster Es
"Aku tidak memiliki cukup waktu untuk itu". Ucap Akhsa
"Kenapa?". Tanya Monster Es
"Karna aku akan menuju kelabirin Oslo". Ucap Akhsa
"Tidak apa-apa aku bisa menuggu, jadi bawalah telurku". Ucap Monster Es
"Tidak mau". Ucap Akhsa
"Kenapa?". Tanya Monster Es
"Karna itu menyusahkan!". Jawab Akhsa
"Ayolah". Ucap Monster Es
"Tidak mau". Ucap Akhsa
"Ayolah". Ucap Akhsa
"Tidak mau ya tidak mau, lagian kenapa harus aku?". Ucap Akhsa
"Karna kamu memiliki kekuatan yang luar biasa". Ucap Monster Es
"Tidak mau". Ucap Akhsa
"Bagaimana kalau begini, saat nanti aku menetas kamu bisa menjadikanku Monster kontrakmu". Ucap Monster Es
"Menjadikanmu Monster kontrakku". Ucap Akhsa
"Bukankah hebat memiliki Monster kontrak yang hebat sepertiku, dan lagi kamu tidak akan rugi Karna seandainya kalau kamu mati aku akan ikutan mati tapi kalau aku yang mati kamu akan baik-baik saja". Ucap Monster Es
"Oh boleh juga, Baiklah aku setuju dengan tawaranmu". Ucap Akhsa
"Jadi siapa namamu". Ucap Akhsa
"Kamu bisa memberikannya kepadaku nanti saat aku sudah menetas". Ucap Monster Es
Monster Es itu perlahan mulai menghilang.
"Sepertinya waktuku sudah habis, tolong jaga baik-baik telurku oke". Ucap Monster Es
"Serahkan saja kepadaku". Ucap Akhsa
Lalu monster es itu berubah menjadi sehelai bulu. Akhsa mengambil bulu itu dan berkata.
"Jadi selama ini aku hanya melawan sehelai bulu saja, jangan bercanda denganku Napa". Ucap Akhsa
Akhsa melihat telur didepannya dan mengangkat telur itu.
"Wow berat sekali telur ini, telur ini juga terlihat cantik". Ucap Akhsa
"Jadi harus kusimpan dimana telur ini". Ucap Akhsa
"Kalau diblood inventori sepertinya tidak bisa Karna Blood inventori tidak bisa menyimpan makhluk hidup". Gimam Akhsa dalam hati.
Setelah beberapa menit berpikir akhirnya akhsa menemuka sebuah ide.
Akhsa menarik kerah bajunya kebawah dan memperlihatkan tanda lahir dipergelangan tangan kirinya.
Dia menempelkan telur itu ketanda lahirnya, seketika telur itu masuk kedalam tanda lahir milik Akhsa.
"Baiklah dengan begini telur itu aman sekarang". Ucap Akhsa
"Baiklah saatnya melanjutkan perjalanan ke Labirin Oslo, lagian aku juga tidak ada keperluan lagi dikota man'a". Ucap Akhsa
__ADS_1
Lalu Akhsa keluar dari goa dan melanjutkan perjalanannya menuju labirin Oslo.
Bersambung.............