
Chapter: 01
{Bereinkarnasi, dan Gift}
Di Suatu tempat, terdapat desa tersembunyi. Desa itu bernama *Moon Village*
Disalah satu rumah ada anak laki-laki yang baru lahir, anak itu memiliki rambut berwarna putih dan sedikit biru laut, mata berwarna hijau zamrud.
"Wah, mau dikasih nama apa"ucap Lucy,
Atau sang ibu.
"Hemmmm... nama..."gumam argen, atau sang ayah.
"Bagai mana kalau Akhsa" ucap argen.
"Wahh..., Akhsa"ucap Lucy sambil melihat ke bayi.
"Emang apa artinya" ucap Lucy, sambil melihat argen.
"........".
".......".
"........".
"Apa tidak ada artinya". Ucap Lucy sambil melihat argen dengan tatapan tajam.
"Yah.. gak papa yang penting namanya cocok". Ucap Lucy sambil menggendong Akhsa.
(Pov. Akhsa)
Sudah satu Minggu sejak aku bereinkarnasi, disini aku memahami beberapa hal yaitu aku bereinkarnasi di dunia pedang dan sihir.
Ya pedang dan sihir, atau dunia fantasi.
Entah kenapa aku bisa memahami bahasa disini, dan setiap malam orang tuaku selalu menceritakan sebuah cerita, entah apa yang dia pikirkan menceritakan buku ke bayi berusia satu Minggu. Yah meskipun aku paham sih.
Orang tuaku menceritakan sebuah buku yang terdapat berbagai macam ras, antara lain.
Manusia, ras terlemah tapi memiliki paling banyak populasi, meski terlemah namun mereka bisa menjadi kuat asal bekerja keras
Elf, ras rupawan yang biasa tinggal di hutan terpencil, yah meski ada yang pergi keluar untuk mencari informasi
Dwarf, ras seperti manusia tapi memiliki tubuh yang lebih kecil dari manusia, juga bisa disebut kurcaci. Mereka pandai membuat senjata dan armor
Beastkin, ras memiliki penampilan hewan di bumi dan memiliki tubuh manusia, seperti gadis kucing, dan yang lain
Dragon, ras yang memiliki kekuatan paling kuat, ngomong-ngomong ras naga memiliki tingkat, dan tingkat tertinggi adalah Dragonoid yaitu pencipta dunia ini
Iblis, ras ini memiliki kekuatan yang cukup besar tapi masih di bawah ras dragon, ras ini memiliki tanduk di kepalanya ada yang satu, dua, atau lebih
Vampir, ras ini memiliki taring di giginya, memiliki telinga lancip seperti Elf tapi lebih pendek, ras vampir hampir punah dan tinggal menyisakan lima sampai sepuluh vampir
Ngomong-ngomong ibiku adalah vampir, dan tentu saja aku termasuk.
Dewa, ini bisa juga bukan sebuah ras tapi.... yah, karena mereka yang tertinggi dari semua ras....intinya, tingkat lanjutan dari semua ras. Ada yang dari manusia, elf, beastkin, iblis, naga, dan berbagai ras lainnya.
Monster, makhluk yang tercipta dari mana, tersebar ke seluruh dunia,
Dan sangat ganas, ada juga yang jinak dan dijadikan familiar
(Author: itu aja ras umum, tapi masih ada ras yang lainya kok.
Pembaca:"Tapi kok vampir di masukin, kan Gk ras umum".
Author: "kan rasnya si Mc".)
[ 5 TAHUN KEMUDIAN ]
Disini aku sedang membaca mengenai klan bulan atau klan ku.
Ciri-ciri klan bulan disini tertulis memiliki rambut berwarna putih, memiliki tanda lahir di tubuhnya.
{CONTOH}
Ngomong-ngomong aku memiliki tanda lahir di bahu tangan kiriku..?
Lanjut, mata khusus yang memiliki kekuatan. Biasanya kekuatannya akan bangkit jika mengalami suatu tragedi.
Tapi entah kenapa mataku sudah bangkit, tapi aku tidak memberi tahu siapapun.
"apa karna aku mengalami kecelakaan". Gumamku dalam hati
Ngomong-ngomong mataku memiliki kekuatan yang bernama:
-{Auto Perfect Copy}-
Skill ini memiliki kekuatan untuk menyalin skil lain secara otomatis, dan memiliki kekuatan persis atau lebih kuat.
Skill ini juga bisa meniru teknik lawan, sihir, dan saat membunuh monster, otomatis skill monster itu akan menjadi milik pemilik skill ini
"Emang skill yang benar benar op". Ucapku sambil memegang mataku
Lanjut
Klan bulan dulu adalah klan terkuat,
Bisa dikatakan klan bulan dulu sering membunuh iblis. Tapi sekarang tinggal desa ini saja karna dulu pernah terjadi perang antara klan bulan dan raja iblis, mengakibatkan 100 Ribu pasukan iblis mati dan raja iblis tersegel. Dan klan bulan sendiri tinggal desa ini.
Aku dengar juga segel raja iblis hampir lepas, atau udah lepas.
Aku kurang yakin karna desa ini dilindungi oleh pelindung penyembunyi, supaya iblis tidak menyerang.
Dan saat aku asyik membaca ibu memanggilku
"Akhsa.... dimana kau". Ucap ibu sambil berteriak
"Iyaaa.... aku datang". Ucapku sambil berdiri semangat
Kenapa aku bersemangat, karna hari ini adalah hari upacara pemberian Gift?
Gift biasanya diberikan pada saat anak umur tujuh tahun, tapi kenapa aku sekarang
Karna klan bulan lebih unik dari kebanyakan ras
"........ kalian akhirnya tiba". Ucap kepala desa
"Maaf membuat kalian menunggu...". Ucap ibuku
Aku menuju ke tengah desa, yang disana ada empat anak, termasuk aku berarti lima.
Disana sudah tersedia bola kristal berwarna perak.
"Kalian maju secara bergantian...". Ucap kepala desa sambil berteriak
Yang pertama maju adalah aku
"Jangan gugup". Ucap ibuku,dan ayahku
Ngomong-ngomong ayahku ada disebelah kepala desa
"Iyaa...". Ucapku
Saat aku menyentuh nya, kristal itu bercahaya
Dan muncul sebuah layar, layar itu seperti layar game yang pernah kumainkan dulu.
Saat aku melihat setatusku
Nama: Akhsa Month
Kelamin: Laki-laki
Ras: Vampire Moon
Level: 1
Usia: 5 Tahun (***)
Job: none
Tittle:none
Element: Water Magic, Wind Magic
•stat:
Hp: 45.000
Mp: 30.000
ATK: 350
DEF: 350
VIT: 500
MAGIC POWER: 35.000
•Skill
-Auto Perfect Copy[ Hidden]
-Wind Slash
-Wind inpact
-Water bool
-Water slash
-blood root
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Uwwaaawwww Jani Ini Statusku,
"aku memang hebat". Ucapku dalam hati
"Hemmmm... ada yang aneh tentang ras nya". Ucap orang1
"Iyaa..... kenapa rasnya Vampire Moon". Ucap orang2
"Bukankah seharusnya, manusia Vampir…". Ucap kepala desa
"Aku tahu mungkin ras Vampir Jenis baru". Ucapku sambil teriak
__ADS_1
"Pffft...". Kepala desa sambil nahan tawa
"Hhhhhhhhhhhhhhhh........?". Semua warga desa
Aku langsung menutupi mukaku dengan tangan
"Agh.. malunyaa". Ucapku dalam hati
"Iya..iya.. ras jenis baru". Ucap ibuku sambil mengelus kepalaku
"Hhhhhhh..... hah.. tapi sungguh itu kekuatan cukup besar untuk level 1". Ucap orang 2
Apa kalian heran kenapa warga desa tidak takut kalau aku vampir, itu Karna ibuku dulu pernah menyelamatkan ayah saat dalam bahaya, dan sering membantu warga desa.
Yah.... gitulah, intinya mereka semua sudah tahu.
Saat aku ingin minum darah, biasanya ayahku yang ngasih, saat aku main dengan teman seusiaku atau lebih, aku sering dikasih darah oleh mereka.
Begitulah
"Sudah...ha.. sudah...". Ucap kepala desa sambil bernapas
"Lebih baik kita lanjutkan". Ucap kepala desa
Sekarang giliran perempuan yang memiliki rambut panjang berwarna putih, mata berwarna biru. Namanya adalah Luna Month
"Silahkan pegang bola kristalnya". Ucap ayahku
Saat dia menyentuh kristal, kristalnya bersinar
Nama: Luna Month
Kelamin: Perempua
Ras: Manusia
Level: 1
Usia: 5 Tahun
Job: Archer
Tittle: smartest in the village of the moon
Element: Fire Magic, light Magic
•stat:
Hp: 5.000
Mp: 3.000
ATK: 55
DEF: 42
VIT: 200
MAGIC POWER: 3.000
•Skill
-Fire Bool
-Light Nova
-Heal
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Oy oy oy apa apaan tittlenya itu". Ucapku dalam hati
Dan secara otomatis skill dan Magic miliknya tersalin oleh skill mataku
"Maaf". Gumamku dalam hati
Aku merasa bersalah Karna mengcopy skilnya
"Hahahaha...... Cucu kepala desa memang hebat dapet tittle kayak gitu". Ucap orang 2
"Hehe.. cucuku memang Genius". Ucak kepala desa
Oke selanjutnya adalah laki-laki berambut putih ada sedikit warna hitam, dan bermata emas namanya adalah Luck Month
Seperti tadi dia menaruh tangannya dan kristalnya bersinar
Nama: Luck Month
Kelamin: Laki-laki
Ras: manusia
Level: 1
Usia: 5 Tahun
Job: Swordman
Tittle: none
Element: Earth Magic
•stat:
Hp: 8.000
Mp: 6.000
ATK:100
DEF:100
VIT: 200
MAGIC POWER: 200
•Skill
-ground spear
-ground bullets
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dan seperti tadi skill ku mengcopy skill miliknya
Dan dilanjutkan oleh Sikembar.
Yang kiri memiliki rambut panjang berwarna putih, dan bermata merah berlian namanya adalah Anaya Month
Dan yang kanan adiknya memiliki rambut pendek berwarna putih, dan bermata biru lautan namanya adalah shanaya Month
Merekapun bergiliran menyentuh bola Cristal dan menunjukkan statusnya
Nama: Anaya Month
Kelamin: Perempuan
Ras: Manusia
Level: 1
Usia: 5 Tahun
Job: MagicSwordman
Tittle: none
Element: Fire Magic
•stat:
Hp: 10.000
Mp:8.000
ATK:150
DEF:145
VIT:300
MAGIC POWER:4.000
•Skill
-Fire Nova
-Fire Bool
-Fire Arrow
-Fire Explosion
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dan untuk Shanaya
Nama: Shanaya Month
Kelamin: Perempuan
Ras: Manusia
Level: 1
Usia: 5 Tahun
Job: Mage
Tittle: none
Element: Fire Magic, Wind Magic
•stat:
Hp: 10.000
Mp:8.000
ATK:150
DEF:145
VIT:300
MAGIC POWER:6.000
•Skill
-Fire Nova
-Fire Bool
-Fire Explosion
-Wind Arrow
-Wind Slash
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
begitulah Status mereka berdua.
Mereka juga memiliki Job masing-masih, tapi kenapa aku gak punya job sendiri,
"Yah.... gak apa lah yang penting Skill kalian aku Copy...hehehehe.....". Ucapku tertawa dalam hati
Ngomong-ngomong Skill mereka berdua juga aku Copy
Setelah upacara pemberian Gift selesai, aku mengelilingi desa untuk mengcopy skill warga desa, dan kekuatan khusus mata bulan. Oh dan sekalian aku minta minuman,
Dah Taulah minumannya apa, Yap minumnya DARAH.
[ Seharian Kemudian ]
•KAMAR•
"Ha.....ha.... akhirnya selesai". Ucapku sambil bernapas
__ADS_1
"Seharian aku keliling desa akhirnya selesai". Ucapku
Didesa ini hanya ada limapuluh orang termasuk aku, maka dari itu sehari sudah cukup untuk mengcopy skill mereka,
Seki aku merasa bersalah Karna mengcopy skill mereka.
"Baiklah waktunya mengecek Status ku". Ucapku
Tapi sebelum aku cek ibu memanggilku
"Akhsa....... waktunya makan...?". Ucap ibuku sambil teriak
Sontak aku langsung menjawabnya
"Iyaa Aku akan kesanaa". Ucapku
Apa kalian heran kenapa aku makan makanan juga, ya Karna aku ingin merasakan bagaimana rasanya makanan,
Apalagi masakan ibuku wah. -Number one-
Aku langsung menuju keruang makan
"Wah... pasti enaknih". Ucapku
"Hehe... bisa aja kamu, cepat makan keburu dingin". Ucap ibuku
"Baik Bu...". Ucapku sambil duduk
Saat makan, aku melihat ayah makan dengan cepat, sontak aku bertanya
"Ayah kenapa makan cepat- cepat begitu". Ucap ku sambil melihat ayah
Ayah lalu batuk dan berkata
"Ogh.... oh habis ini ayah mau latihan mauikut". Ucap ayah sambil minum
"Oh apa boleh aku ma-". Belom selesai bicara ibu langsung memotong
"Tidak boleh kau itu masih kecil, nunggu umurmu sampai tujuh tahun". Ucap ibu sambil teriak
"Ba ba baik Bu". Ucapku sambil ketakutan
"Aku tidak akan pernah membuat ibu marah". Ucapku dalam hati
Ayah juga diam gemetaran dan lanjut makan
Selesai makan aku melihat ayah latihan pedang dari jendela, ayah menyempurnakan skill barunya yang bernama
-Ded and Rembow-
Skill ini menggunakan gabungan antara Pedang dan Sihir Pelangi, skill ini memiliki serangan tujuh tebasan, saat musuh mengenai serangan ketujuh dia akan mati,
Kenapa begitu, Karna skill ini menyerang langsung Roh mereka.
Ngomong-ngomong Sihir Pelangi adalah kekuatan khusus mata ayahku, jadi hanya dia dan aku yang bisa menggunakan skill ini,
Kenapa aku juga bisa, Karna aku mengcopy skill miliknya dan sihir pelanginya.
"Maaf... ayah". Ucapku meminta maaf dalam hati
Saat aku bosen liat ayah latihan aku pergi ke gudang dan melihat lihat barang, aku melihat ada zirah, pedang, tombak, dan sejenisnya.
Saat aku berjalan aku tidak sengaja menjatuhkan sebuah kotak, kotak itu terbuka
"Hah.. batu". Ucapku sambil melihat kotak itu
didalamnya terdapat batu berwarna hitam gelap. Karna aku penasaran, aku ambil dong, aku melihat batu itu dari dekat, dan tiba-tiba batu itu masuk kedalam kepalaku
"Agh... agh.. agh..". Ucapku sambil kesakitan
Aku memaksakan diriku untuk berjalan Kekamar tidur, dan tidak memberitahu orang tuaku, takut aku membuat mereka khawatir.
Sesampainya dikamar, aku langsung menutup mataku, Karna aku merasa seakan mau pingsan aku menutup mataku
"Agh... bukankah tadi aku-".
Aku berhenti bicara sejenak lalu
"Di di di dimana aku". Ucapku sambil teriak
Ruangan yang kotak-kotak bewarna hitam dan putih
"Yo..... kau udah bangun tukang tidur?". Ucap orang itu
Aku kaget ketika ada orang dibelakangku yang berbicara, saat aku menoleh kebelakang, aku terkejut karna dia mirip dengan ku. Perbedaannya cuman di rambut dan mata, dia memiliki rambut berwarna hitam dengan sedikit warna biru, dengan mata berwarna merah.
"Si siapa kau". Ucapku Karna kaget
Lalu dia menjawab
"Aku... aku adalah kau".
"Hah dia adalah aku". Ucapku dalam hati
"Iya... aku adalah kau".
"Kau kau bisa membaca pikiranku". Ucapku sambil kaget
"Iya... aku bisa membaca pikiranmu". Jawab orang itu
Aku langsung bertanya
"Kok bisa....". Ucapku
"Kok bisa.. ya, Karna kita orang yang sama,
Kau adalah aku, dan aku adalah kau". Jawab orang itu
"Jadi kau adalah aku yang lain". Ucapku
"Ya... tapi menurutku kau adalah aku yang lain".
"Lalu kenapa kau tiba-tiba muncul". Ucapku
"Oh... apa kau ingat batu yang ada di gudang".
"Maksudmu batu hitam itu". Ucapku
"Iya.... kemungkinan batu itu".
"Emang batu apaan itu". Ucapku Karna penasaran
"Emang kau lupa saat membaca buku tentang Magic stone".
Aku mengingat ingat kembali
"……".
"Oh aku ingat, buku yang di berikan ibu itukan". Ucap ku sambil bangga
"Iya.. buku itu, lalu apa kau ingat tentang
{ Mind Stone }".
"Kalau tidak salah, mind Stone itu batu yang membuat penggunanya membangkitkan pemikiran terdalam atau pemikiran lain, dan batu itu sangat langka". Ucapku dengan memandang dia
"Jadi maksudmu". Ucapku
"Iya.... penyebabnya adalah batu itu, dan aku adalah pemikiran terdalam mu".
"Heh.... apa kita tidak membutuhkan nama untukmu". Ucapku
"Nama..".
"Iya nama, dari pada aku selalu memanggil mu, kau". Ucapku
"Emang mau kau kasih aku nama apa?".
"......hemm........."
"Bagai mana kalau {Kuro}?". Ucapku
"Kuro.....".
"Iya.. artinya hitam, kan rambutmu warna hitam". Ucapku
"Hemm.... bolehlah, tapi kau harus diberi nama". Ucap Kuro
"Nama" . Ucapku
"Bagai mana kalau Shiro". Ucap Kuro
" Hah... Shiro, kenapa shiro". Ucapku sambil kaget
"Karna rambutmu warna putih". Ucap Kuro
"Tapikan shirokan nama perem-". Sebelum selesai bicara dia memotong omonganku
"Sudah diputuskan namamu adalah Shiro". Ucah Kuro sambil tersenyum
"Tapikan kuro, itu nama perem-". Di memotong omonganku lagi
"Hei Shiro kau gak mau bangun, sudah tiga hari kau tidur". Ucap Kuro
"Hah.. tiga hari". Ucapku
"Iya tiga hari". Ucap Kuro
"Lalu bagai mana aku bangun". Ucapku
"Oh itu mudah kau tinggal menampar pipiku". Ucap kuro
Tanpa pikir panjang aku langsung menampar pipiku
Plass
"Agh... sakit". Ucapku
"Oy oy oy aku hanya bercanda, kenapa kau menampar pipimu". Ucap Kuro
"Kau bilang harus menampar pipi". Ucapku sambil ngelus pipi
"Hahah.. aku hanya bercanda, kau tinggal tidur disini, dan disana kau akan terbangun". Ucap Kuro
"Ha... cuma gitu". Ucapku
"Iya.. cuma gitu, emang kau mau gimana?". Ucap Kuro
"Cih awas aja kau". Ucapku
"Iya.. iya... sampai ketemu lagi". Ucap Kuro
Aku mengabaikannya lalu tidur
Dikamar
Aku membuka mataku dan disana ada kedua orang tuaku, disebelah kasur
"Apa yang kalian lakukan". Ucapku
"Akhsa.... akhirnya kamu bangun....". Ucap ibu sambil nangis
"Kau ngagetin aku aja nak". Ucap ayah
"Emang aku kenapa". Ucapku sambil pura-pura gak tau
"Kamu pingsan selama 3hari". Ucap ibu sambil ngelap air mata
"Hahh.. tiga hari". Ucap aku pura-pura kaget
"Emang kamu ngapain aja sampai sampai pingsan tiga hari". Tanya ibuku cemas
"Eh em, aku cuma belajar sihir, lalu ngikutin gerakan pedang ayah, dan aku tidak pingsan aku cuma tidar". Ucapku sambil melihat kebawah
Maaf ayah, ibu, aku berbohong
"Oh jadi gitu, makanya udah ibu peringati jangan belajar terlalu awal, Karna kurang baik pada kesehatan". Ucap ibu Karna cemas
"Dengerin tu kata ibumu". Ucap ayah
"Baik". Ucapku
"Hemm... emang dia begini Karna lihat latihan siapa". Ucap ibu sambil memasang muka marah
Ayah langsung kaget gemetaran, dan mengatakan
"Ohhhh..... maafkanlah ayahmu ini sayang". Ucap ayah
"Cih baiklah kumaafkan". Ucap ibu
"Baiklah ayo kita makan kamu belom makan kan". Ucap ibu
"Iya... aku lapar". Ucapku
"Baiklah ayo bangun aku akan menggendongmu". Ucap ayah
__ADS_1
Setelah itu, aku pun digendong ayah sampai ruang makan, dan kamipun makan bersama.
Bersambung...