
Chapter: 36
{Barang keramat Milik Anaya}
[Satu Minggu kemudian].
(Akhsa Pov.)
Sudah seminggu perjalananku bersama dengan Rizal, Risky, dan Bintang untuk menuju ke benua Beastkin bersama.
Saat ini kami sedang berada didepan gerbang kota Antrea.
Kami menunggu giliran untuk masuk kekota ini, saat masuk kami diharuskan menunjukkan kartu identitas(Kartu Guild) kami, setelah menunjukkannya kami masuk dan mencari sebuah penginapan.
Setelah mencari penginapan kami mencari sebuah tempat makan.
Dan akhirnya kami menemukan restoran Mirror.
"Hoho, jadi disini juga ada cabang perusahaan Mirror ya....
"Aku gak nyangka mereka bisa sampai membuat cabang sampai sejauh ini". Gumam akhsa dalam hati.
Setelah melihat restoran Mirror kami masuk dan memesan makanan.
"Hei Akhsa kau pesan apa?". Tanya Bintang
"Bentar biar aku melihat menunya". Ucap Akhsa
Lalu Akhsa mengambil menu makanan dan melihatnya.
"Aku tidak menyangka di dunia ini terdapat sebuah restoran". Ucap Risky
"Apakah hanya perusahaan Mirror yang membuat semacam restoran?". Tanya Rizal.
Benar juga, sebelum Luna dan Alice membuat restoran, sebelumnya tidak ada yang membuatnya bahkan kata restoran terdengar asing di dunia ini.
Lagi pula yang menceritakan tentang restoran kepada Luna dan Alice adalah aku jadi masuk akal kalau di dunia ini sebelumnya tidak ada restoran.
"Menu-menu yang ada disini juga aku". Gumam Akhsa dalam hati.
"Aku pesan daging chili pedas". Ucap Akhsa
"Hem, beneran kamu mau pesan itu". Ucap Risky
"Beneran, memang kenapa?". Ucap Akhsa
"Memang kenapa! Lihat disebelah sana". Ucap Risky sambil menunjuk salah satu meja.
Terlihat seorang pria yang keluar asap dari kepala, hidung kuping dan terlihat sedang sekarat(kepedesan).
"Gileeee, kenapa bisa jadi gitu orangnya". Ucap Akhsa.
"Makanya jangan pesan itu, lihat kan orang yang ada disana...
".....Wahhhhh keluar api dari mulutnya apa dia naga". Ucap Risky.
"Tenang saja aku ini kuat soal pedas". Ucap akhsa.
"Terserah kaulah, kalau begitu aku pesan daging panggang sepesial". Ucap Risky.
"Aku sama saja lah, daging panggang sepesial". Ucap Bintang.
"Kalau begitu aku sama seperti kalian berdua". Ucap Rizal.
"Jadi tiga daging panggang sepesial dan satu daging Chili pedas". Ucap Bintang.
Beberapa menit kemudian.
Makanan yang kami pesan akhirnya datang.
"Wowwwhhh, ini terlihat mematikan". Ucap Akhsa sambil melihat makanan didepannya.
"Baiklah kita coba satu gigitan dulu". Ucap Akhsa sambil memotong daging didepannya.
Saat aku memakannya, yang kurasakan pertama kalinya adalah manis, gurih, dan sedikit pedas.
"Bagaimana rasanya?". Tanya Risky.
"Manis-manis gurih dan sedikit pedas". Jawab Akhsa.
"Benarkah?". Tanya Rizal.
Tiba-tiba terasa panas bercampur pedas di lidahku.
"Benar huwah... apa kamu mau huwah..". Ucap Akhsa sambil kepedasan.
"Kalau enggak pedas kenapa mukamu begitu". Ucap Rizal.
"Kalau gak mau ya udah". Ucap Akhsa sambil memakan semua daging sekaligus.
"Oioioi, apa kamu gila". Ucap Risky.
Perlahan terasa pedas dan beberapa saat kemudian pedasnya sampai ke tenggorokan ku, saat merasakan pedas itu keluar air dari mataku.
"MINUM, BERIKAN AKU MINUMAN". Teriak Akhsa.
"Oh iya, kita lupa memesan minuman". Ucap Bintang.
"APAAAAAAAA?". Teriak Akhsa.
Lalu aku berlari menuju pintu keluar dan mencari air dimanapun, saat aku berlari aku menemukan sebuah danau di depanku, tanpa pikir panjang aku melompat ke danau itu dan meminum beberapa airnya.
Dan tanpa aku sadari aku berada ditengah danau, dan disaat itulah aku baru ingat kalau aku tidak bisa berenang, lalu aku tenggelam didasar danau.
"Sial...egh..blub..blubb.blubb.."
Beberapa jam kemudian.
"Sa.....ngu...".
"Akh....ngun..".
Aku mendengar sebuah suara.
"Akhsa bangun sadarlah".
Aku sadar dan mengeluarkan banyak air dari mulutku.
"Apa yang terjadi". Ucap Akhsa
"Apa kau lupa, kau melopat ke danau Karna kepedesan". Ucap Risky.
"Oh benar tadi aku melompat ke danau". Ucap akhsa
"Untung ada Bintang yang mengikutimu kalau tidak kau mungkin sudah mati tenggelam". Ucap Rizal.
Lalu aku menoleh kearah Bintang dan memeluk kakinya.
__ADS_1
"Oh, terimakasih bintang kaulah penyelamatku, sebagai tanda terima kasih akan kuberi tahu kau warna kesukaan ****** *****(CD), milik Anaya". Ucap Akhsa sambil menangis.
"AP...APAAAAAAAA". Teriak Bintang, Risky, dan Rizal.
"Sini biarku bisikin". Ucap Akhsa sambil mendekat ke telinga bintang.
"WOYYY, KENAPA CUMA BINTANG YANG DIKASIH TAU". Teriak Risky.
"Anak kecil jangan ikut urusan orang dewasa". Ucap akhsa
"Tapi umurku dan Bintang tidak jauh berbeda". Ucap Risky.
"Oh, berapa umur kalian?". Tanya Akhsa.
"Lima belas tahun, bukannya itu umur dewasa di dunia ini". Jawab Risky.
"Benar di dunia ini umur lima belas tahun adalah umur dewasa, tapi kalau di duniamu berapa?". Ucap Akhsa.
"Heh? Mungkin delapan belas tahun". Jawab Risky.
"Itukaaaan, kau masih bocah, bocah". Ucap Akhsa.
"APAAAAAAAA, kalau begitu Bintang juga kan". Ucap Risky sambil menunjuk Bintang.
"Benarkah, tapi aku melihat ada aura tua dari dalam dirinya?..
"Apa itu cuma firasatku saja yah". Ucap Akhsa sambil memandang Bintang.
Aku melihat kearah Bintang dan Bintang mencoba mengalihkan pandangannya.
"Biarlah mungkin cuma perasaanku saja". Ucap Akhsa.
Lalu aku membisikkannya keliling Bintang.
Saat aku membisikkannya, tiba-tiba keluar darah yang banyak dari hidung Bintang dan Bintang pingsan.
"Ehhhh, kanapa dia pingsan dan kenapa keluar begitu banyak darah dari hidungnya?". Tanya Akhsa.
"Kau bodoh yah..
"Itu tandanya dia bukan pria sejati, coba bisikkan juga kepadaku akan kutunjukkan gimana pria sejati itu". Ucap Risky sambil membanggakan dirinya.
"Benarkah, oke akan kubisikkan". Ucap Akhsa.
"Semoga saja Anaya tidak mengetahui ini semua". Ucap Akhsa dalam hati.
Lalu aku membisikkan hal yang sama yang kubisikkan ke Bintang, dan Risky juga mengalami hal yang sama seperti bintang, keluar darah dari hidungnya jatuh dan pingsan sambil tersenyum bahagia.
Lalu aku melihat kearah Rizal dan berkata.
"Apa kamu mau dengar juga". Ucap Akhsa sambil melihat kearah Rizal.
"Ampun bos!". Ucap Rizal sambil mengangkat kedua tangannya.
"Sepertinya kita harus membawanya kembali kepenginapan". Ucap Akhsa.
"Baiklah masing-masing membawa satu orang". Ucap Akhsa.
Lalu aku dan Rizal membawa Risky dan Bintang kembali kepenginapan.
Beberapa jam kemudian kami akhirnya sampai dai penginapan dan aku menaruh Risky ditempat tidurnya dan Rizal menaruh Bintang ditempat tidurnya.
"Bisa kau jaga mereka sebentar Rizal?". Ucap akhsa.
"Memangnya kamu mau kemana?". Tanya Rizal.
"Bukannya tadi kau sudah makan". Ucap Rizal.
"Tadi sangat pedas dan aku masih merasa lapar..
"Seperti kata karakter yang kubaca dibuku komik 'Kalau kau lapar makanlah". Ucap akhsa.
"Kata-kata dari mana itu". Ucap Rizal.
"Baiklah aku akan pergi dulu mencari makanan". Ucap Akhsa sambil meninggalkan Rizal.
"Terserah kau sajalah....
"Tunggu, bagaimana dia bisa tahu soal komik? Apa di dunia ini ada buku komik?". Ucap Rizal.
Diluar.
Sekarang aku sedang berjalan-jalan untuk mencari makanan, aku melihat ada yang menjual jagung bakar dan aku membeli dua untuk kumakan.
Setelah membelinya aku duduk dipinggir air mancur ditengah kota dan memakannya disana.
Aku melihat berbagai macam orang yang berjalan disana.
Beberapa menit kemudian.
Saat aku sedang makan tiba-tiba kelelawarku menghampiriku dan memberi informasi kalau dalam jarak dua kilo meter ada seribu dua ratus iblis yang datang untuk menyerang kota ini.
Setelah mendengar kata iblis aku langsung lari menuju keluar kita, setelah diluar aku terbang sambil mengganti pakaianku dengan jubah Pemimpin Night Month dan menggunakan topeng, lalu aku juga mengembalikan warna rambutku menjadi warna putih.
Aku menambah kecepatanku dan sekencang mungkin dan akhirnya aku melihat segerombolan iblis biasa yang sangat banyak.
"Apa tidak ada pemimpinnya? Ini sangat aneh". Ucap Akhsa dalam hati.
Lalu aku mulai mengeluarkan sihirku, aku memfokuskan sekitar empat puluh persen kekuatan sihirku dan berteriak.
"EXPLOSION". Teriak Akhsa.
Duarrrrrr....
Muncul ledakan ditengah-tengah para iblis itu, dan sekitar setengah dari mereka terbakar menjadi abu.
Iblis yang melihat itu lalu menembakiku dengan panah yang sangat banyak, tapi aku menahannya dengan skill barierr.
Kemudian aku meluncur kebawah dan menggunakan lima puluh persen kekuatan sihirku.
Aku memfokuskan energi yang banyak keseluruhan tubuhku lalu menggunakan skill Freezing.
"FREEZING". Teriak Akhsa.
Keluar energi dingin dari dalam tubuh kan dan mengarah kearah para iblis, dalam sekejab iblis-iblis itu membeku tak bersisa, kemudian aku menjentikkan jariku dan semua iblis itu hancur tak bersisa.
"Karna telah mennggunakan seluruh energi sihirku, aku menjadi kelelahan dan dan mataku mulai meredup tapi sebelum aku benar-benar pingsan aku membuat ruangan dibawah tanah menggunakan energi ku yang masih tersisa lalu aku beristirahat(tidur) disana.
(Akhsa Pov. End).
Disisi lain.
Terlihat Rizal yang sedang duduk di kamarnya sambil melihat-lihat statusnya.
Nama: Rizal Salsabila
__ADS_1
Kelamin: Laki-laki
Ras: Manusia
Level: 760
Usia: 15 Tahun
Job: Assassin (Hero)
Tittle: Human from another world, heroes from another world
Element: Dark Magic, Wind Magic
•Stat:
Hp: 400,000
Mp: 700,000
ATK: 54,000
DEF: 8,000
VIT: 20,000
MAGIC POWER: 52,000
•Skill:
-Aprasial
-All Languages
-Black Fog
-Black Wind Bullet'
-Body Cleanser
-Existence Remover
-One Slash
-Shadow
(Rizal Pov.)
Sudah berjam-jam sejak Akhsa keluar untuk mencari makanan, sekarang aku sedang melihat Statusku.
"Aku heran padahal statusku sudah setinggi ini tapi kenapa saat aku melihat status Akhsa tidak terlihat". Gumam Rizal sambil melihat statusnya.
"Sebenarnya seberapa kuatnya sih dia". Gumam Rizal dalam hati.
Saat aku sedang melihat-lihat statusku, tiba-tiba Risky datang ke kamarku dan bertanya.
Krek ciiiuuttt(suara pintu terbuka).
Terlihat Risky yang sedang membuka pintu.
"Oh, akhirnya kau sudah bangun". Ucap Rizal.
"Iya, ohiya dimana Akhsa?". Tanya Risky.
"Dia keluar untuk cari makan, memangnya kenapa". Ucap Rizal.
"Ehemm, ingat yang tadi aku belum mendengar semuanya". Ucap Risky.
"Haisss kau ini, ohya apa di dunia ini ada buku komik?". Tanya Rizal.
"Tidak tahu, sejauh ini sih menurutku tidak ada, memangnya kenapa". Jawab Risky.
"Oh begitu, tidak kenapa-napa". Ucap Rizal.
"Kalau komik memang tidak ada, lalu
kenapa Akhsa bisa tahu ya". Gumam Rizal dalam hati.
Setelah beberapa menit berpikir tiba-tiba Akhsa kembali dan masuk kekamarnya.
"Bukannya itu suara pintu kamar Akhsa". Ucap Rizal
"Sepertinya dia sudah kembali". Ucap Risky.
Lalu Risky pergi menuju Kekamar Akhsa untuk menanyakan kelanjutan yang tadi.
Aku juga mengikutinya dari belakang, saat Risky masuk aku mengintipnya dari luar dan aku mendengar percakapan mereka.
"Hei Akhsa bisa kamu lanjutin yang tadi". Ucap Risky.
"Yang tadi.....
"Oh maksudmu barang keramat milik Anaya". Ucap Akhsa.
"Kenapa kau menyebutnya barang keramat?". Ucap Risky.
"Habisnya saat aku bisik kan kekamu dan Bintang kalian berdua mengeluarkan darah dan pingsan". Ucap Akhsa.
"Emang kau tidak". Ucap Risky.
"Tidak tuh, aku sering melihat Anaya menjemur pakaian dibelakang Villa". Ucap Akhsa.
"APAAAAA, Apa kalian tinggal bersama". Ucap Risky.
"Tentu bahkan aku tidak pernah mencuci pakaianku dan kau tahu siapa yang mencucinya". Ucap Akhsa.
"Siapa?". Tanya Risky.
"Coba dekatkan telingamu kesini". Ucap Akhsa.
Lalu Risky mendekatkan telinganya ke Akhsa dan Akhsa membisikkan sesuatu.
"Ra~ha~sia~". Bisik Akhsa.
Setelah mendengar kata itu Risky berdiri lalu dengan cepat tangan Risky memegang leher Akhsa.
"Mati". Ucap Risky.
"Bercanda-bercanda Jagan emosi dong". Ucap akhsa.
"Mati". Ucap Risky.
Aku yang melihat itu lalu pergi meninggalkan mereka berdua dan menuju Kekamarku untuk berpikir kalau mereka berdua itu sama-sama idiot.
(Rizal Pov. End).
Bersambung..........
__ADS_1