
Chapter:19
{ Guild Ibu Kota }
(Ange Pov.)
Sekarang aku sedang mengantar orang yang baru saja aku temui menuju ke Guild Petualang. Namanya adalah Akhsa dia bilang kalau dia adalah petualang.
"Hei Akhsa...". Ucap Ange
"Ada apa...". Ucap Akhsa
"Aku mau tanya, udah berapa lama kamu jadi petualang". Tanya Ange
"Entahlah....., aku lupa kalau kamu". Jawab Akhsa
"Aku baru beberapa hari...". Ucap Ange
"Jadi kamu masih di Kelas E". Tanya Akhsa
"Tidak, aku ada dikelas C". Jawab Ange
"Apa kau bilang, bukannya kamu bilang kamu baru beberapa hari jadi petualang". Tanya Akhsa sambil kaget
"Itu Karna aku dipromosikan ". Ucap Ange
"Dipromosikan, kenapa bisa langsung ke kelas C". Tanya Akhsa
"Tentu saja itu Rahasia". Ucap Ange
"Apa kamu membayar Guild Master". Tanya Akhsa
"Tentu saja tidak, aku dipromosikan Karna kemampuanku". Jawab Ange
"Jadi begitu...., jadi kamu itu kuat ya". Ucap Akhsa
"Yah lumayanlah, bagaimana denganmu". Tanya Ange
"Aku, kenapa denganku". Tanya Akhsa
"Kenapa kamu malah balik nanya, Bagaimana dengan Tingkat Kelas mu". Tanya Ange
"Oh aku, aku ada dikelas berapaya,Entahlah". Ucap Akhsa
"Kenapa kamu tidak memberitahuku". Tanya Ange
"Yah..., nanti kamu juga akan tahu". Ucap Akhsa
Kami ngobrol sambil berjalan ke Guild Petualang, beberapa menit kemudian kamipun akhirnya sampai.
(Ange Pov. End)
Guild Petualang
(Akhsa Pov.)
Aku di antar oleh perempuan yang bernama Ange menuju Guild Petualang, dan sekarang kami berada didepan pintu Guild Petualang
Saat aku masuk aku melihat berbagai macam petualang, aku melihat kebanyakan memiliki level di atas 100
"Petualang di ibukota memang Bedaya". Gumam Akhsa dalam hati
Aku juga mendengar beberapa dari mereka menyapa Ange
"Wah.... ada dik Ange, apa kamu mau menjalankan misi". Ucap petualang 1
"Iya begitulah.....". Ucap Ange
"Ange manis kayak biasanya ya...". Ucap petualang 3
"Tentu saja, dia adalah Dewi kita....". Ucap petualang 2
Itulah yang kudengar, aku juga mendengar beberapa hal tentang ku
"Siapa dia, beraninya masuk bersama Dewi Ange". Ucap petualang 4
"Aku juga tidak tahu". Ucap petualang 2
"Apa kita harus membunuhnya". Ucap petualang 1
Itulah yang mereka bicarakan, tapi aku hanya mengabaikannya dan menuju ke meja resepsionis.
"Apakah ada yang bisa saya bantu". Ucap resepsionis
__ADS_1
Saat aku melihat resepsionis itu, aku seperti melihat Amanda
"Hai...hai...apa kamu dengar...". Ucap resepsionis
"Ah...maaf, wajah mu sangat mirip dengan seseorang yang aku kenal". Ucap akhsa
"Seseorang yang kamu kenal, apa mungkin itu saudariku Amanda". Ucap resepsionis
"Oh, benar dia adalah kak Amanda, jadi kalian saudari lalu....". Ucap Akhsa
"Ah, aku lupa memperkenalkan diri, namaku Amandi saudari kembar Amanda". Ucap Amandi
"Bagaimana dengan kabar amanda". Ucap Amandi
"Dia baik-baik saja". Ucap Akhsa
"Syukurlah kalau begitu". Ucap Amandi
"Ehem...kenapa kalian malah ngobrol". Ucap Ange
"Ahaaha, maaf ternyata ada Ange disitu. Jadi apa yang bisa aku bantu , eh...siapa namau". Ucap Amanda sambil melihat ke akhsa
"Ah maaf, namaku Akhsa aku ingin tanya apa kartu petualang ku berlaku disini". Ucap tanya Akhsa
"Tentu saja laku, kartu petualang bisa digunakan di Guild Petualang mana saja, bisa aku lihat kartu petualang mu". Ucap Akhsa
Lalu aku menunjukkan kartu petualang ku ke kak Amandi
"Akhsa sini sebentar dekatkan kupingmu". Bisik Amanda
Lalu aku mendekatkan kupingku
"Apa kamu petualang kelas A". Bisik Amandi
"Begitulah tapi tolong jangan teriak, bersikaplah seperti biasa aku tidak ingin terlalu mencolok". Bisik Akhsa
"Baiklah serahkan padaku....". Bisik Amandi
Setelah itu aku ke papan misi dan mencari misi yang sekiranya bisa aku kerjakan.
(Akhsa Pov. End)
(Ange Pov.)
"Kak apa yang kamu bisikkan ke Akhsa". Tanya Ange
"Apa kamu mau tahu". Ucap Amandi
"Iya....". Ucap Ange
"Tapi kamu harus janji jangan teriak". Ucap Amanda
Lalu aku menganggukkan kepala tanda aku mengiyakannya
"Apa sih yang mereka bisikkan sampai tidak boleh Teriak". Gumam Ange dalam hati
Lalu kak Amandi membisikkan sesuatu
"Sebenarnya Akhsa adalah petualang kelas A". Bisik Amandi
"Ap-".teriak Ange tapi mulutnya ditutup dengan cepat
"Apa kenapa malah dirahasiakan, bukankah petualang Kelas A itu langka". Bisik Ange
"Dia tidak merahasiakannya, dia hanya ingin tidak membuat dirinya terlalu mencolok". Ucap Amandi
"Apa kau yakin dia Petualang Kelas A, lihatlah tubuhnya aja tidak kekar". Ucap Ange
"Aku juga tidak tau, tapi di kartu Petualangnya dia Kelas A". Ucap Amandi
"Aku tidak percaya dia Petualang Kelas A, coba kak Amandi tanyakan pada saudari kakak lewat kristal komunikasi". Ucap Ange
"Baiklah aku akan bertanya padanya". Ucap Amandi
Lalu kak Amandi mengambil kristal komunikasi dari bawah mejanya, dan menghubungi saudarinya, tapi sebelum dia menghubungi saudarinya tiba-tiba Akhsa datang dan membawa kertas misi.
"Kak aku ingin mengambil misi ini". Ucap Akhsa
Lalu Akhsa memberikan kertas misi itu ke kak Amandi
"Kau mau menjalankan misi penaklukan Labirin". Ucap Amandi
"Iya.....". Ucap Akhsa
__ADS_1
"Baik kau bisa mengambilnya tapi hati-hati disana banyak jebakan". Ucap amandi
"Baik kalau begitu aku pergi dulu". Ucap Akhsa sambil menuju pintu keluar
Aku masih belum percaya kalau dia adalah petualang Kelas A, lalu aku memutuskan untuk mengikutinya
"Kak aku pergi dulu". Ucap Ange sambil menuju pintu keluar
"Kau mau kemana, apa kamu tidak mau tahu dia beneran kelas A atau tidak". Ucap Amandi
"Aku akan melihatnya Dengan mata kepalaku sendiri". Teriak Ange meninggalkan Guild Petualang
Lalu aku mengikuti Akhsa menuju ke labirin
(Ange Pov. End)
Ruangan Guild
"Apa yang kamu bicarakan tadi Amandi. Petualang Kelas A". Tanya petualang 1
"Iya aku juga dengar, kamu bilang bocah tadi petuang kelas A". Ucap petualang 3
"Aku tidak percaya kalau dia Petualang Kelas A". Ucap petualang 2
"Tenanglah, sekarang aku sedang menghubungi kak Amanda". Ucap Amandi
Lalu amandi memegang kristal komunikasi dan menyalurkan 'Mana' kedalamnya
"Hai..hai.., ada apa Amandi tumben sekali kamu menghubungiku". Ucap Amanda
"Aku cuma ingin tanya". Ucap Amandi
"Tanya apa, kakakmu ini akan menjawabnya". Ucap Amanda
"Apa kakak tau sesuatu tentang petualang yang bernama Akhsa". Tanya Amandi
"Aku tau soal dia, tapi untuk memastikan dia orang yang sama atau tidak, bisa beritahu aku ciri-cirinya". Ucap Amanda
"Ciri-ciri, dia memiliki rambut berwarna hitam, lalu mata kanannya berwarna merah dan mata kirinya berwarna hijau, umurnya kira-kira 15 tahun". Ucap Amandi
"Ah~ jadi dia orang yang sama, jadi apa yang mau kamu tanyakan tentangnya". Ucap Amanda
"Apa dia memang petualang Kelas A". Tanya Amandi
"Benar dia memang petualang kelas A, bukannya dulu aku pernah menceritakan soal dia". Ucap Amanda
"Cerita soal dia, kapan?". Tanya Amandi
"Apa kamu lupa, beberapa tahun yang lalu aku pernah cerita soal anak kecil berumur tujuh tahun yang memotong tangan petualang Karna menghina ibunya bukan". Ucap Amanda
"Jadi maksudnmu Akhsa....". Ucap Amandi
"Benar tahu, Akhsa adalah anak itu. Jadi jangan sekali-sekali membuatnya marah oke". Ucap Amanda
Seketika suasana di ruangan menjadi tegang
"Bukannya tadi aku mengatakan, aku akan membunuhnya". Ucap petualang 1 sambil gemetaran
"Aku juga mengatakan sesuatu...". Ucap petualang 4
"Tenang saja, selagi kalian tidak menghina ibunya dia tidak akan marah". Ucap Amanda
Seketika suasana yang awalnya tegang menjadi tenang kembali
"Apa ada yang mau kamu tanyakan lagi Amandi". Ucap Amanda
"Tidak terima kasih, kakak boleh tutup komunikasinya". Ucap Amandi
Lalu Amanda menutup komunikasinya
"Kalian semuanya, jangan sampai kalian mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak kalian katakan mengerti". Teriak Amandi
"Siap MO~OM". Teriak semua petualang
"Semoga kamu baik-baik saja Ange". Gumam Amandi
Disisi lain
Labirin Asca
Terlihat Ange yang sedang mengikuti Akhsa.
Bersambung.....
__ADS_1