Night Month

Night Month
Chapter: 26 {STRATEGI}


__ADS_3

Chapter : 26


{Strategi}


[Tiga Hari Kemudian]


Penjara Bawah tanah kerajaan


Terlihat disalah satu sell ada tiga orang yang sedang dipenjara.


"Kenapa bisa jadi begini....". Teriak Akhsa


"Tenanglah!". Ucap Baen


"Bagaimana aku bisa tenang, sudah tiga hari aku dipenjara padahal aku tidak salah apa-apa". Ucap Akhsa sambil memegang sell penjara.


"Sebenarnya ini tidak sepenuhnya buruksih!, Karna saat aku melihat status mereka berdua, aku melihat kalau mereka adalah Ksatria suci. Jadi aku tinggal menunggu kesempatan untuk membunuh mereka berdua". Gumam Akhsa dalam hati.


"Hhahahahhahahahhahahahaha". Tawa Akhsa


"Apa kamu sudah gila dan ketawa seperti itu?". Ucap Marta


"Heh?, Lalu aku harus bagaimana?". Ucap Akhsa


"Untuk sekarang kita harus menunggu penyelidikan mereka selesai!". Ucap Baen


"Tapi kapan?". Tanya Akhsa


"Entahlah?". Jawab Baen


"Uwaaaaaaaaaaa". Tagis Akhsa sangat keras


"Sekarang kamu malah nangis?, Mana sikap sombongmu tiga hari yang lalu?". Ucap Marta


Lalu ada tahanan didepan mereka yang merasa terganggu.


"Bisa kamu diam brengsek, aku disini sedang tidur!". Ucap tahana berbadan besar memiliki bekas goresan di mukanya.


"Uwaaaaaaaaaaa, kenapa mukanya jelek banget?". Teriak akhsa sambil menangis kencang


"Sialan akan aku bunuh kau brengsek!". Teriak tahanan berbadan besar itu dengan kesal.


Baen dan Marta hanya menutup kupingnya menggunakan kedua tangannya.


Akhsa nangis terus menerus sampai ada seseorang yang datang.


"Wah...wah....wah..., sepertinya kalian sedang bersenang-senang". Ucap orang itu.


Orang itu adalah Ksatria suci Gell.


Saat Akhsa melihat Gell, dia langsung berlari kebelakang.


"Apa yang kamu lakukan disini Gell?". Ucap Marta


"Aku hanya ingin melihat penghianat sebelum dipenggal!". Ucap Gell


"Siapa yang kamu panggil penghianat?". Ucap Marta


"Menurutmu siapa?". Ucap Gell


"Gell kenapa kamu jadi seperti ini?". Tanya Baen


"Apa yang kamu katakan!, Dari dulu aku memang seperti ini". Jawab Gell


"Tidak! Gell yang dulu tidak akan seperti ini!, Siapa kamu sebenarnya?". Ucap Baen


"Apa yang kamu katakan?, Aku Gell Ksatria suci Gell!". Ucap Gell


"Tapi itu dulu". Ucap Gell dengan muka menyeramkan


"Siapa kau?, Cepat keluar dari tubuh Gell!". Ucap Baen


"Hahahaha, manamungkin aku mau!". Ucap Gell


"Biar aku beri tahu siapa aku sebelum kalian dipenggal didepan umum". Ucap Gell


"Siap kau?". Tanya Marta


"Aku adalah salah satu dari tujuh jendral iblis 'Envy' ". Ucap Envy


"Apa?, Aku akan memberi tahu raja soal ini!". Ucap Marta


"Hahahhaa!, Raja tidak akan percaya kepada kalian!, Karna raja sudah mendapatkan bukti bahwa kalian lah yang membunuh Ksatria Suci lainnya". Ucap Envy


Lalu Envy pergi meninggalkan mereka.


"Sial kenapa jadi seperti ini?". Ucap Baen


"Aku juga tidak tahu!". Ucap Marta


Tiba-tiba dari belakang Akhsa menusuk jantung mereka berdua menggunakan pedang es yang dia buat.


Baen dan Marta kaget saat jantung mereka ditusuk dari belakang.


"Apa yang kamu lakukan Akhsa?". Ucap Marta sambil menahan rasa sakit


Lalu mereka berdua terkapar mati akibat ditusuk Akhsa.


"Baiklah sekarang menjalankan rencana B". Ucap Akhsa


Disisi lain

__ADS_1


Terlihat Ange yang sedang duduk di kamarnya.


(Ange Pov.)


Tiga hari yang lalu aku melihat akhsa ditangkap oleh prajurit. Menurut rumor kalau dia terlibat dalam pembunuhan Ksatria Suci.


"Apa benar dia terlibat dalam pembunuhan Ksatria Suci?". Gumam Ange dalam hati


"Akhsa memang kuat!. Tapi manamungkin Akhsa berani membunuh orang kan!". Gumam Ange dalam hati.


"Apa sebaiknya aku keistana dan menemuinya secara langsung?, Tapi aku males kembali keistana". Ucap Ange


Lalu aku berbaring di kasur sambil berpikir, setelah beberapa menit berpikir. Aku memutuskan untuk kembali keistana.


Beberapa jam kemudian.


Depan gerbang istana


Aku sekarang sudah ada didepan gerbang istana.


"Biarkan aku masuk!". Ucap Ange


"Anda siap?, Anda dilarang masuk sebelum membuat janji dengan keluarga kerajaan". Ucap penjaga gerbang.


Lalu aku mengembalikan warna rambutku menjadi warna yang aslinya.


Rambutku berubah yang awalnya hitam menjadi berwarna emas.


"Apa kalian lupa dengan Putri ini?". Ucap Ange


Saat melihat rambut Ange berubah menjadi emas penjaga itu kaget.


"Pu..Putri Charlotte?, Maaf atas kelancaran saya Putri". Ucap penjaga gerbang.


Lalu penjaga gerbang membukakan gerbang lalu aku masuk ke istana.


(Ange Pov. End)


Disisi lain


Ruang raja


"Benarkah Charlotte sudah kembali". Ucap raja


"Benar yang mulia! Sekarang dia sedang ada di ruang singgasana bersama Yang mulai ratu". Ucap pengawal raja


"Aku akan segera kesana!". Ucap raja


Lalu raja bergegas menemui Putrinya itu.


Ruang ringgasana raja.


Terlihat ratu yang memeluk Putri Charlotte sambil menangis.


"Aku tidak kemana-mana ibu, aku cuma ingin sedikit menikmati hidup diluar istana!". Ucap Charlotte


"Yang Mulia Raja akan memasuki ruangan singgasana". Teriak prajurit


Lalu raja masuk dan langsung memeluk Charlotte.


"Kemana saja kamu pergi selama ini nak, aku sudah mengerahkan prajurit tapi tidak ada yang bisa menemukanmu?". Ucap raja


"Aku hanya ada dikota ayah!, Sebelum itu ayah! Ada yang ingin aku tanyakan". Ucap Charlotte


"Apa itu?". Tanya raja


"Beberapa hari yang lalu aku melihat temanku dan dua orang lainnya dibawa oleh prajurit? Ada apa sebenarnya ini?". Tanya Charlotte


"Temanmu?, Apa anak muda yang memiliki rambut berwarna hitam?". Ucap raja


"Banar itu dia! Kenapa para prajurit menangkapnya?". Tanya Charlotte


"Terbukti bahwa dia terlibat dalam pembunuhan Ksatria suci!". Jawab raja


"Manamungkin dia membunuh manusia! Dimana dia sekarang aku ingin berbicara langsung dengan nya". Ucap Charlotte


"Dia berada dipenjara bawah tanah bersama dengan Ksatria suci Baen dan Marta!". Ucap raja


"Kenapa mereka berdua disana? Bukannya mereka ksatria suci?". Tanya Charlotte


"Mereka berdua juga terbukti telah membunuh ksatria suci lainnya". Jawab raja


"Apa?". Teriak Charlotte


Lalu Charlotte menuju ke penjara bawah tanah ditemani raja dan ratu beserta beberapa pengawalnya.


Penjara bawah tanah.


Saat mereka melihat sell yang ditempati Akhsa Dan Ksatria suci Baen dan Marta.


Mereka melihat darah dimana-mana, tubuh ketiga orang itu terdapat luka sayatan pedang di sekujur tubuhnya.


"Apa-apaan ini?". Ucap raja


Beberapa jam sebelumnya.


Terlihat Akhsa yang sedang menggores tubuhnya sendiri menggunakan pedang es yang dia buat, Akhsa juga menggores tubuh kedua Ksatria suci.


"Dengan ini tinggal menebarkan darah kemana-mana dan menunggu seseorang datang". Ucap Akhsa


Lalu Akhsa melihat tahanan yang ada didepannya ketakutan.

__ADS_1


"Hei muka jelek!". Ucap akhsa


"Hi..hi..hi....hiya". Ucap tahana itu sambil ketakutan


"Seandainya kalau ada seseorang yang bertanya kepadamu siapa yang membunuh mereka berdua. Kamu tinggal Jawab kalau Ksatria suci Gell yang melakukannya, dan kamu juga bilang kalau di dirasuki oleh iblis, mengerti". Ucap Akhsa sambil menunjukkan wajah yang menyeramkan.


Saat ini.


"Apa-apaan ini?". Ucap raja


Semua orang yang melihat itu merasa mual, Dan ketakutan.


"Kenapa mereka semua berdarah sampai seperti ini?". Ucap ratu


"Akhsa.... dimana Akhsa?". Tanya Charlotte


Terlihat Akhsa yang dipenuhi luka di sekujur tubuhnya sambil ketakutan.


"Buka, buka sellnya sekarang!". Teriak Charlotte


"Tapi itu berbahaya Putri". Ucap prajurit


"Kubilang buka!". Teriak Charlotte


Lalu pintu sellnya dibuka dan Charlotte masuk untuk melihat akhsa.


"Apa yang terjadi Akhsa?". Ucap Charlotte


"Hiii..hiya...jangan mendekat!". Teriak Akhsa memegang kepalanya sambil ketakutan.


"Tenang ini aku Ange!". Ucap Charlotte


Lalu Akhsa melihat ke wajah Charlotte.


"Ange?". Ucap Akhsa


"Iya ini aku kamu bisa tenang sekarang!". Ucap Charlotte


Lalu terlihat akhsa yang mulai tenang dan mengeluarkan air matanya.


"Huwaaaaaa, aku takut sekali Ange!, Ak...aku...aku..Mel...meli..melihat....Uwaaaaaaaaaaa". Ucap Akhsa ketakutan sambil menangis.


"Tenangkan dirimu dulu Akhsa, coba jelaskan apa yang terjadi". Ucap Ange


Lalu Akhsa mulai tenang.


"Apa kamu sudah tenang sekarang?". Ucap raja


Lalu Akhsa menganggukkan kepalanya.


"Jadi bisa kamu jelaskan apa yang terjadi!". Ucap raja


Lalu Akhsa menjelaskan kalau beberapa jam yang lalu Ksatria Suci Gell datang ke penjara bawah tanah dan menyiksa mereka bertiga, dan Karna Ksatria suci Baen dan Marta melindungi akhsa, mereka dibunuh dan membiarkan Akhsa hidup supaya bisa di jadikan kambing hitam.


(Note: kambing hitam artinya seseorang yang dituduh dalam suatu kesalahan).


"Apa?, Panggil Ksatria suci Gell keruang tahta sekarang!". Teriak raja.


"Sebelum membunuh ksatria suci Baen dan Marta, dia juga berkata kalau dia bukan Ksatria suci Gell, tapi iblis yang merasuki tubuh ksatria suci Gell ". Ucap Akhsa


"Apa? Iblis kita harus membunuhnya sekarang". Ucap raja


Lalu mereka menuju ke ruang tahta dan menunggu Ksatria suci Gell datang.


Lalu ksatria suci Gell masuk dengan tangan yang diikat.


"Apa maksudnya ini yang mulia?". Tanya Gell


"Kamu telah terbukti membunuh para ksatria suci". Ucap raja


"Apa?, Manamungkin yang mulia!, Mana buktinya kalau aku telah membunuh para ksatria suci?". Tanya Gell


Lalu Akhsa datang bersama Charlotte.


"Itu dia buktinya!". Jawab raja


Gell kaget melihat akhsa yang dipenuhi luka-luka di sekujur tubuhnya.


"Akhsa berkata kalau kau menyiksa mereka bertiga dan membunuh Baen dan Marta, apa aku salah?". Ucap raja


"Apa? Mana-"sebelum selesai berbicara raja melanjutkan ucapannya


"Akhsa berkata kalau kamu bukanlah Gell Melainkan Iblis didalamnya!". Ucap raja


"Prajurit tangkap dia sekarang!". Teriak raja


Lalu para prajurit menangkap Gell. Tapi Gell membunuh mereka semua dalam satu ayunan pedang.


"Kukukukuku!, Perkenalkan aku adalah Envy Salah satu dari tujuh jendral iblis, Sepertinya aku sudah ketahuan ya, kalau begitu aku akan membunuh kalian semua!". Teriak


Semua orang yang mendengar itu pada ketakutan.


"Dimulai dari kau bocah!". Teriak Envy


Lalu Envy melompat ke Akhsa, Akhsa yang melihat itu mendorong jauh Charlotte agar tidak terluka.


Akhsa mencoba melawan tapi Akhsa keburu di cengkram lehernya oleh Envy.


"Agh.....!". Ucap Akhsa


"Akhsa......". Teriak Charlotte

__ADS_1


"Akan kubunuh kau bocah". Ucap Envy sambil menambahkan tenaganya.


Bersambung........


__ADS_2