
Chapter: 54
{Melawan Bos Lantai 100}
•Labirin Oslo•
•Lantai 100•
Terlihat Akhsa yang Sedang berhadapan dengan naga berkepala delapan.
"Kenapa ada serangga disini?".
"Kenapa makhluk kecil sepertimu ada disini?"
"Apa kamu ingin mati?!".
"Makhluk rendahan".
Ucap Yamato no orochi secara bergantian, dengan muka yang merendahkan.
"Apa kamu bertanya kenapa aku disini?". Ucap Akhsa sambil melihat kearah Yamato no orochi.
"Tentu saja untuk mengalahkan mu". Ucap Akhsa tersenyum sambil melihat kearah Yamato no orochi.
"Ha! Makhluk kecil sepertimu?".
"Jangan bercanda".
"Apa kamu meremehkan ku?!".
"Kubunuh kau!".
"Kubunuh". Ucap Yamato No orochi secara bergantian.
"Sepertinya kamu salah paham...
"Aku tidak meremehkanmu, tapi...
"Merendahkanmu". Ucap Akhsa tersenyum sambil melihat Yamayo no orochi.
Yamato no orochi yang melihat itu terlihat sangat marah.
"Sebelum itu, aku ingin bertanya sesuatu?..
"Apa kekuatanmu bisa sebanding dengan Dragonoid?". Tanya Akhsa sambil melihat Yamato no orochi.
"Ha?, Karna kau sebentar lagi akan mati, akan kuberi tahu. Kekuatanku ini sebanding dengan tiga Dragonoid, tapi kekuatanku masih dibawah dewa naga". Ucap Yamato no orochi.
"Oh, jadi begitu. Kalau seandainya aku bisa mengalahkanmu dengan kekuatanku ini, itu artinya kekuatanku yang asli bisa mengalahkan dewa naga". Bisik Akhsa sambil tersenyum kecil.
"Apa yang lucu Hah?!!". Ucap Yamato no orochi.
"Aku hanya tersenyum Karna lucu, dan Karna kamu tidak bisa mengalahkan dewa naga itu". Ucap Akhsa sambil melihat kearah Yamato no orochi.
"Apa?!!!!". Ucap yamato no orochi dengan muka yang marah.
Lalu Yamato no orochi mulai menyemburkan api dari salah satu kepalanya. Semburan itu menuju kearah akhsa tapi Akhsa tetap diam saja.
Saat semburan itu hampir mengenai Akhsa, tiba-tiba ada akar yang membentuk perisai dan melindungi akhsa. Akar itu terbakar dan mulai menghilang.
Lalu tiba-tiba muncul bunga mawar yang sangat besar dibelakang Akhsa. Lalu bunga itu menyemburkan api yang sama seperti milik Yamato no orochi.
Semburan itu mengenai salah satu kepala Yamato no orochi. Tapi semburan itu tidak terlalu berpengaruh padanya.
"Kau, apa kau meniru seranganku?". Ucap Yamato no orochi dengan muka yang marah.
Aku yang mendengar itu hanya tersenyum kecil dan berkata."Entahlah, bagaimana menurutmu". Ucap Akhsa sambil melihat kearah Yamato no orochi.
Yamato no orochi yang mendengar itu menjadi sangat marah dan menyemburkan api dari delapan kepalanya.
Akhsa juga tidak mau kalah, Akhsa mengeluarkan bunga mawar besar lainnya dan menyemburkan delapan semburan api yang sama seperti milik Yamato no orochi.
Semburan-semburan itu saling berbenturan dan menyebabkan ledakan yang sangat besar.
Lalu saat orochi melihat kearah tempat akhsa berdiri. Akhsa sudah tidak ada disana.
"Apa dia sudah hangus terbakar?". Ucap Yamato no orochi sambil melihat kearah tempat akhsa berdiri.
Tapi tiba-tiba salah satu kepala Orochi terpotong dan terjatuh ketanah. Itu adalah Akhsa yang memotongnya dari belakang.
__ADS_1
"Ap..Apa!!". Ucap Yamato no orochi dengan kagetnya.
"Bagaimana rasanya kepalamu dipotong..
"Apa terasa ringan". Ucap Akhsa sambil menginjak kepala Yamato no orochi yang terpotong.
"Sialan ku". Ucap orochi dengan muka marah.
Tiba-tiba muncul kepala yang keluar dari leher Yamato no orochi yang terpotong.
"Oh, regenerasi super". Ucap Akhsa sambil melihat kepala Orochi yang terpotong.
"Akan kubunuh sekarang kau mahluk kecil". Ucap yamato no orochi dengan muka yang marah.
Lalu tiba-tiba muncul lingkaran sihir yang sangat besar dari bawah Akhsa. Kemudian sebuah ledakan yang sangat besar keluar dari lingkaran sihir itu.
Batu-batu yang ada di langit mulai runtuh satu persatu.
Dan tidak lama kemudian ledakan itu mulai redup. Dan bayak asap yang menutupi tempat akhsa berdiri.
Tidak lama berselang asap itu mulai hilang dan terdapat akar yang membentuk sebuah telur, dan akar itu tidak terbakar sedikitpun akibat ledakan barusan.
Lalu akar itu mulai membuka dan Akhsa keluar dari akar itu.
Yamato no orochi yang melihat itu kaget, Karna Akhsa mampu menahan ledakan itu
"kau tahu, akarku ini lebih keras dari pada kulitmu itu tahu". Ucap Akhsa sambil melihat kearah orochi.
"Apa? Apa kau meremehkanku". Ucap Orochi dengan muka marah.
Tiba-tiba muncul akar yang besar dan banyak muncul dari bawah kaki Orochi, akar itu melilitnya sampai tidak bisa bergerak.
Orochi yang tubuhnya dililit akar, mulai menyemburkan api dari mulutnya dan membakar akar-akar itu. Tapi akar-akar itu tidak terbakar dan malah semakin menjepit tubuh orochi.
Lalu Akhsa dengan cepat menebas bagian-bagian yang tidak terlilit oleh akar miliknya.
Dan tebasan yang dibuat Akhsa meninggalkan goresan yang cukup dalam.
Orochi yang melihat itu hanya bisa menahan sakitnya. Kemudian orochi memfokuskan delapan semburannya kearah satu titik dan membakar akar yang melilitnya. Akar yang melilitnya pun terbakar dan mulai terputus.
Lalu orochi mengayunkan ekornya kearah akhsa dengan cepat. Akhsa yang melihat itu melompat untuk menghindarinya dan langsung memotong ekor itu.
Ekor itu pun terpotong, tapi ekor orochi yang terpotong tumbuh kembali.
Dan saat kepalanya mulai tumbuh kembali, Akhsa memotong bagian-bagian yang lain, dan sama seperti tadi bagian-bagian itu mulai tumbuh kembali. Dan Akhsa juga mulai memotong bagian-bagian lainnya lagi dan seperti itu seterusnya.
.
.
.
Beberapa saat kemudian.
"Apa kau hah...su..dah hah..mulai menyerah mahkluk kecil?". Ucap orochi.
"Hahaha, kau membuatku tertawa. Lihatlah dirimu itu yang mulai kelelahan, bego". Ucap Akhsa sambil melihat kearah orochi.
Terlihat orochi yang mulai kelelahan karna kehabisan 'Energi Mana'. Orochi kehabisan 'Mana' Karna terlalu sering menggunakan regenerasi super miliknya.
"Jangan sombong dulu makhluk lemah". Ucap orochi sambil mulai melancarkan serangannya.
Lalu semua kepala Orochi memfokuskan 'Energi Mana' miliknya menjadi satu. Dan terbentuklah bola yang sangat besar didepan kepala Orochi.
Akhsa yang melihat itu mulai mengeluarkan semua kekuatannya, saat Akhsa mulai mengeluarkan semua kekuatannya pola bunga mawar yang ada dimuka kirinya mulai merambat ke muka sebelah kanan Akhsa. Dan mata kanannya yang berwarna merah berubah menjadi abu-abu menyala.
Akhsa dengan cepat berada diatas orochi, saat diatas orochi Akhsa memfokuskan sebagian besar 'Energi Mana' miliknya kepedangnya dan mulai mengayunkan pedangnya kearah orochi.
Orochi yang melihat itu, tidak tinggal diam dan menembakan bola raksasa yang dia buat kearah akhsa.
Lalu tebasan Akhsa dan bola raksasa milik orochi saling berbenturan. Dan akibat kedua serangan itu yang saling berbenturan. Ledakan yang sangat besar terjadi.
Dari ledakan itu, menyebabakan lubang yang sangat besar.
Disisi lain.
Dari luar Labirin Oslo, lebih tepatnya di langit.
Terlihat Alonza dan Ao yang melihat dari luar ledakan yang sangat besar itu.
__ADS_1
"Ledakan apa itu?". Tanya Alonza.
Lalu saat alonza sedang melihat berbagai tempat. Alonza melihat akhsa yang berada ditengah-tengah ledakan itu.
Disisi lain.
"Sepertinya kau tidak terluka sedikitpun". Ucap orochi sambil melihat akhsa.
"Ya, beda denganmu yang hanya menyisakan satu kepala saja". Ucap Akhsa sambil melihat orochi yang semua bagian tubuhnya hancur akibat ledakan barusan.
Lalu Akhsa berjalan kearah kepala Orochi yang tinggal satu itu.
Saat Akhsa sudah sampai, Akhsa melihat-lihat kepala Orochi yang sangat besar itu.
"Hei, kira-kira kalau aku menjual kepalamu, aku akan dapat berapa emas ya?". Tanya Akhsa sambil melihat kepala Orochi.
"Apa?!!!, Setelah kau mengalahkanku dan menghinaku, lalu kau juga mau menjual ku gitu!?, Mending aku mati sekarang ini dari pada dijual oleh orang sepertimu". Ucap orochi dengan marah.
Setelah mendengar kata-kata orochi, Akhsa kemudian berkata."Hei, yang menentukan disini Aku, bukan dirimu kepala". Ucap Akhsa sambil melihat mata besar orochi dari dekat.
Orochi yang melihat itu merasa ketakutan untuk yang pertama kalinya.
"Ka..kau. Sebenarnya apa kau itu sebenarnya?". Ucap orochi sambil merasa ketakutan.
"Entahlah?!". Ucap Akhsa sambil menyiapkan ancang-ancang untuk memukul kepala Orochi yang tersisa.
"Dasar, Monster". Ucap orochi.
"Aku tidak mau mendengar itu dari monster yang sebenarnya". Ucap Akhsa.
"Hahah, sebelum kau membunuhku, apa aku boleh tau siapa nama yang telah membunuhku ini". Ucap orochi.
"Fufufu, nama? Kau bisa memanggilku Akhsa". Ucap Akhsa sambil melihat kearah orochi.
Lalu Akhsa memukul kepala Orochi yang tersisa dengan keras, kepala itupun hancur berkeping-keping.
Tiba-tiba muncul cahaya dari kepala itu dan kemudian.
"Aku akan membalas semua ini Akhsa". Ucap orochi.
Aku yang melihat itu cukup terkejut, karna orochi bilang kalau dia akan membalasku. Yang artinya dia bisa saja hidup kembali.
Kemudian terlintas ide aneh di kepalaku.
Aku melompat dan mengambil jiwa orochi.
"Apa, apa yang kamu lakukan. Dan bagaimana kau bisa menangkapku". Ucap orochi sambil terkejut.
Lalu aku memasukkan jiwa orochi kedalam senjataku dan menyatukan keduanya.
Lalu warna senjataku mulai berubah menjadi hitam pekat dan gagangnya membentuk delapan kepala naga.
“Ap..Apa yang kau lakukan padaku?”. Ucap orochi.
Aku yang mendengar orochi mengomel hanya mengabaikannya, dan mencoba mengayunkan senjataku.
Senjataku terasa semakin kuat dan lebih ringan dari sebelumnya.
Kemudian aku mencoba mengayunkan senjataku kearah awan dan mengayunkannya secara vertikal.
Saat aku mengayunkan pedangku. Awan yang ada diatas terbelah menjadi dua dalam sekejap.
Lalu tidak lama kemudian, Alonza dan Ao datang dari atas menuju kearahku.
Aku mengubah kembali senjataku menjadi bentuk Belati dan memasukkannya ke sarung Belati.
Alonza yang sudah sampai di depanku melompat dari punggung Ao kearahku. Aku yang melihat itu kemudian menangkapnya.
"Papa, apa yang terjadi barusan?". Tanya Alonza.
"Itu bukanlah hal yang besar!". Jawab Akhsa.
"Tapi lubang ini sangat besar, bahkan setengah dari benua ini berlubang". Ucap Alonza.
"Oh, begitu, itu artinya lubang ini sangat besar ya". Ucap Akhsa sambil membingungkan Alonza.
"Iya, jadi apa Papa yang menyebabkan semua ini?". Tanya Alonza sambil melihat akhsa.
"Oh, tidak semuanya perbuatanku. Baiklah dari pada memikirkan itu, lebih baik sekarang kita pergi dari sini". Ucap Akhsa sambil menggendong Alonza.
__ADS_1
Lalu aku dan Alonza naik kepunggung Ao dan terbang keatas langit.
Bersambung...........