Night Month

Night Month
Chapter: 07 {Serangan Wyvern}


__ADS_3

{Serangan Wyvern}


Graaaaa... Graaaaa...


Suara raungan terdengar di hutan Sihir


Burung-burung terbang menjauh Karna ketakutan


Sebelum terdengar suara raungan


Dipinggir sungai terdapat empat anak yang sedang memancing ikan


"Kenapa lama sekali Luck". Ucap ucap Elice dengan wajah bosan


Luck memancing menggunakan pancing yang dia buat bersama lukas saat sampai di sungai


"Yah..... sabarlah mancing ikan itu membutuhkan kesabaran". Ucap luck


Lalu Luck menghadap lukas dan bertanya


"Bagaimana denganmu lukas, apa umpanmu dimakan". Tanya luck


"Apa kau lihat umpanku udah di makan". Jawab lukas dengan muka datar


"Tidak...". Ucap Luck


Mereka berempat menunggu hingga beberapa jam, saat menunggu lama akhirnya umpan Luck dimakan


"Ah... aku dapat....". Ucap Luck sambil menarik pancingnya


"Akhirnya......". Ucap Elice


"Kalau begitu cepat tarik....". Ucap Amelia


"Sudah kucoba tarik tapi berat banget". Ucap Luck


"Kenapa kau tidak menggunakan kekuatan matamu". Ucap lukas


Setelah mendengar kata-kata lukas Luck mengaktifkan kekuatan matanya, kekuatan mata Luck adalah *Strengthening of the body* setelah mengaktifkan kekuatan matanya, Luck memiliki kekuatan setara dengan sepuluh orang dewasa


"Agh.. aaaaaaaaa.....". Teriak Luck sambil menarik pancingnya


Saat menarik pancing, awalnya Luck kesulitan tapi setelah mengaktifkan kekuatannya, tubuh Luck merasa lebih kuat, beberapa menit akhirnya ikan itu ketarik olah Luck ke darat, ikan itu berukuran sepuluh meter ikan yang sangat besar


"Wowwwww besar.....". Ucap mereka berempat bersamaan


"Apa ini saja sudah cukup...". Ucap Elice


"Yah... ikan besar ini lebih dari cukup". Ucap lukas


"Baiklah ayo kita pulang, ngomong-ngomong bagaimana kita membawa ikan sebesar ini". Ucap Luck


"Bukankah kita tinggal menyuruh lukas". Ucap Amelia


"Kenapa harus aku....". Ucap lukas

__ADS_1


"Itu Karna kamu tidak mendapatkan ikan satupun". Ucap Amelia


"Bukankah kalian berdua malah Santai-santai aja dari tadi, jadi kalianlah yang harus membawanya". Ucap lukas sambil menunjuk Amelia dan Elice


"Itukan Karna kami berdua wanita, lagian kamu kan bisa membuat *Clone* menggunakan kekuatan matamu". Ucap Amelia


"Hah, baiklah kalau begitu". Ucap lukas sambil menghela napas


Lukas pun membuat delapan Clone untuk mengangkat ikan hasil pancingan luck, tapi saat sedang dalam perjalanan mereka di serang oleh wyvern dari atas


Graaaaa.....Graaa..


Suara Wyvern


"Ke..kenapa ada Wyvern disini". Ucap Elice sambil ketakutan


"Bukankah sudah jelas, kita kan berada di hutan sihir". Ucap lukas


"Lalu bagaimana ini". Ucap Amelia


"Kita lebih baik lari". Ucap lukas


Mereka pun mengangguk tanda mereka setuju, setelah itu mereka lari dan meninggal kan ikan hasil tangkapan mereka


Tapi saat mereka lari, Wyvern itu terbang mengejar mereka, lalu Luck berbalik dan menembakkan *ground bullets* ke arah Wyvern, tapi semua serangan Luck hancur terkena tubuh wyvern yang keras, Luck kaget lalu berbalik dan berlari menyusul yang lain, tapi tiba-tiba Wyvern itu mendarat dan menyerang mereka berempat sekaligus menggunakan ekornya, Luck dan yang lainya pun terlempar karena serangan Wyvern itu


Di sisi lain


(Akhsa Pov.)


Aku di bawah pohon sedang mengobrol dengan Anaya dan Shanaya, tapi tiba-tiba aku mendengar suara raungan dari arah Luck dan yang lainnya memancing


"Entahlah....". Ucapku berdiri lalu bergerak menuju suara itu


"Kau mau kemana Akhsa". Ucap Shanaya


"Aku mau memeriksa suara apa itu". Ucapku berhenti bergerak sembilan melihat Shanaya


"Kami ikut....". Ucap Anaya


"Tidak kalian tunggu disini aja...". Ucapku


Setelah mengatakan itu aku berlari menuju ke arah suara itu, saat aku sampai di arah suara itu aku melihat Luck akan dimakan oleh seekor Wyvern, saat hampir dimakan aku melompat kearah Wyvern dan menyerang kepalanya menggunakan pedang es yang ku buat, tapi saat pedang es ku menyentuh kepala Wyvern pedang esku hancur berkeping-keping, dan aku diserang menggunakan ekornya dan terlempar ke belakang mengenai beberapa pohon, lalu Wyvern itu di serang lukas menggunakan Fire Ball berukuran bola tenis, tapi serangan itu tidak mempan terhadap Wyvern, Wyvern itu kemudian mengeluarkan bola bola api dari mulutnya, dan menyerang lukas, lukas berhasil menghindar dari serangan pertama dan kedua tapi dia tidak bisa menghindari serangan ketiga, saat terkena serangan ketiga lukas terjatuh dan berbaring di tanah Karna serangan dari wyvern


Saat melihat itu aku terbang kearah Wyvern dan memukulnya sekuat tenaga, Wyvern itu terlempar ke belakang Karna pukulanku, saat itu rambutku yang awalnya putih berubah menjadi hitam dan muncul sepasang sayap kelelawar di punggungku, tapi aku tidak mempedulikan penampilanku, aku membuat sabit yang terbuat dari es dan menyalurkan kekuatan menggunakan skill


*Channeling Blood Power* kemudian aku terbang kearah Wyvern yang terlempar jauh akibat serangan ku, saat aku sampai Wyvern itu mulai menyerang ku menggunakan bola bola api, tapi aku menangkis semua bola api itu dengan memutar sabitku, setelah tau bola api tidak mempan terhadapku Wyvern itu memilih menyerang secara fisik, Wyvern itu menggunakan kakinya untuk menerkam ku tapi aku menahannya menggunakan sabit esku menggunakan tangan kanan, lalu aku membuat tombak yang terbuat dari es dan menggunakan skill *Channeling Blood Power* untuk menyalurkan kekuatanke tomba, kemudian aku menusuk badan Wyvern menggunakan tombak esku menggunakan tangan kiri, tombak es ku berhasil menusuk tubuh wyvern itu, Wyvern itu kemudian terbang kesakitan sambil menjauh dariku, tapi aku tidak membiarkan mahkluk yang melukai teman-temanku lari, aku terbang dan mengejar Wyvern itu menggunakan sayap kelelawarku, saat sudah dekat dengan Wyvern itu, aku memotong kedua sayapnya menggunakan sabit esku, Wyvern itu kemudian terjatuh Karna sayapnya sudah kupotong


"Yo.., mau lari kemana kau...". Ucapku sambil mengeluarkan aura intimidasi


Wyvern itu terlihat ketakutan dan mencoba menyerang menggunakan ekornya, tapi dalam sekejap ekornya ku potong menggunakan sabit


"Apa sudah selesai main-mainya, kalau begitu selamat tinggal". Ucapku sambil mengangkat sabit


Lalu aku memenggal kepala Wyvern itu menggunakan sabit, kepala Wyvern itupun terjatuh ketanah dan mati

__ADS_1


Dari belakang aku mendengar suara memanggilku, tapi aku tidak mendengarnya Karna kelelahan, Rambut ku berubah kembali menjadi warna putih dan sayap yang ada di punggungku menghilang, lalu aku pingsan dan terjatuh ketanah


Beberapa saat kemudian


Diruang bawah tanah


Saat aku membuka mata, aku berada diatas kasur dan aku teringat akan serangan Wyvern


"Hah... apa yang terjadi dengan Wyvern itu". Teriakku sambil terbang dari kasur


"Tenang, Wyvern itu sudah mati...". Ucap Nacht


"Kak Nacht, kanapa kakak ada disini". Tanyaku


"Saat kami dikota, tiba-tiba roh angin milik Amelia mendatangi kami dan mengatakan kalau mereka dalam bahaya, Karna itu kami ada disini". Ucap Yuna


"Oh....,jadi begitu". Gumamku


"Bagaimana dengan lukas, tadi dia diserang oleh wyvern". Teriakku


"Tenang, dia sudah disembuhkan oleh Luna menggunakan *Heal* sekarang dia sedang istirahat di sebelah kasurmu". Ucap Nacht


Aku pun menoleh kesamping dan melihat lukas sedang tidur(istirahat) aku bersyukur dia baik-baik saja


"Kau juga istirahatlah". Ucap Yuna


Aku pun mengangguk tanda aku mengiyakan perkataan kak yuna, kemudian aku berbaring, dan kak Nacht dan kak Yuna pergi keluar ruangan, aku pun tertidur


(Akhsa Pov. End)


Pagi hari


"Bangunan-bangunan, Waktunya sarapan.....". Teriak Yuna


Mereka yang mendengar teriakan Yuna pada bangun dan mencuci muka mereka, setelah selesai mencuci muka mereka keruang tengah untuk makan


"Wah.... ikannya besar sekali". Ucap azrel


"Bukankah itu ikan yang kami tinggalkan kemarin..". Ucap Luck


"Benarkah kami mengambilnya di jalan saat membawa kalian pulang". Ucap Nacht


"Ohya..., lukas dimana..". Ucap Akhsa


"Dia masih istirahat di kamarnya, katanya dia masih kurang enak badan". Ucap Yuna


"Ohhhh". Gumam Akhsa


Merekapun makan ikan goreng yang ada di atas meja


Di kamar


(Lukas Pov.)


Kemaren aku tidak bisa apa-apa saat melawan Wyvern, tapi Akhsa yang lebih muda setahun dariku mampu mengalahkan Wyvern sendirian, aku harus jauh lebih kuat dari pada ini, supaya bisa membalaskan dendam ku kepara iblis itu, Karna telah membunuh orang tuaku, Karna menghancurkan desa, akan ku balas berkali-kali lipat

__ADS_1


(Lukas Pov. End)


Bersambung.......


__ADS_2