
Chapter: 24
{Ange Vs Ular air}
Pagi hari
Terlihat Akhsa yang masih tertidur
"Hei Akhsa cepat bangun ini sudah pagi". Teriak Ange sambil menarik selimut Akhsa.
"Aaa?. Bukannya ini muawwsih terlalu pagi". Ucap Akhsa sambil menguap
"Heh!. Bukannya kamu janji kalau hari ini kamu akan membantuku berlatih pedang!". Teriak Ange
"Tunggu satu hari...". Ucap Akhsa
"Hah?. Itu terlalu lama!, Cepat bangun". Teriak Ange sambil menjatuhkan Akhsa dari kasurnya
Akhsa terjatuh dari tempat tidurnya.
"Hah~ kamu ini bisa sabar sedikit gak sih, Baiklah aku akan cuci muka dulu". Ucap Akhsa sambil menghela nafas
"Baiklah aku akan keluar dulu". Ucap Ange
Ange keluar dan menuju halaman rumah lalu Akhsa keluar dari kamar dan mencuci mukanya dikamar mandi.
(Akhsa Pov.)
Sudah satu Minggu aku menginap dirumah Ange, dan hari ini aku berjanji akan melatih dia untuk mempelajari beberapa teknik pedang.
"Kira-kira aku akan mengajarinya teknik apa ya?". Gumam Akhsa sambil menuju ke halaman.
Halaman rumah
Aku melihat Ange yang sedang mengayunkan pedangya. Lalu ange melihat kearahku dan menghampiriku.
"Jadi teknik apa yang akan kamu ajarkan padaku?". Ucap Ange
Setelah berpikir, berpikir, dan berpikir akhirnya aku menemukan teknik yang cocok untuk Ange.
"Teknik Seribu tebasan!". Ucap Akhsa
"Teknik ini membutuhkan tangan yang bekecepatan tinggi". Ucap Akhsa
"Biar ku tunjukkan agar kamu paham". Ucap Akhsa
Lalu aku menuju ke pohon yang agak jauh dari rumah.
"Perhatikan Ange!. Pusatkan kecepatanmu pada tangan dan pandanganmu harus fokus pada musuh yang ada di depanmu". Ucap akhsa
"Setelah semua itu, ayunkan pedangmu sekencang mungkin sampai gerakan pedangmu tidak terlihat". Ucap Akhsa
"Teknik Seribu Tebasan...". Teriak Akhsa
Tiba-tiba pohon yang ada didepan Akhsa tumbang dan memiliki banyak bekas tebasan.
"Bagaimana?". Ucap Akhsa
"Bukankah itu hebat, aku bahkan tidak melihat kamu bergerak sedikitpun". Ucap Ange
"Baiklah sekarang giliran mu!. Sebelum itu aku ingin melihat seberapa cepat kamu mengayunkan pedang". Ucap Akhsa
"Seberapa cepat aku bisa?." Ucap Akhsa
"Iya!. Coba ayunkan seperti yang kamu lakukan tadi pagi". Ucap Akhsa
Lalu ange mengayunkan pedangnya keatas dan kebawah terus-menerus.
"Begini?". Tanya Ange
"Lebih cepat". Jawab Akhsa
Lalu ange menambahkan kecepatannya.
"Lebih cepat lagi". Ucap Akhsa
Lalu Anda menambahkan kecepatannya lagi.
"Lebih, lebih, lebih, lebih cepat lagi". Teriak Akhsa
[Satu jam kemudian]
"Aku capek Akhsa, sepertinya aku akan ping-"belum selesai bicara Ange pingsan.
"Sepertinya dia sudah mencapai batasnya". Ucap Akhsa dalam hati
Lalu aku mengangkat Ange dan membawanya Kekamar.
(Akhsa Pov. End)
[Dua jam kemudian]
Terlihat Ange yang sudah membuka matanya.
"Agh...., aku lapar". Ucap Ange
"Bukannya biasanya orang kalau habis pingsan akan bilang' agh...aku dimana' bukan malah ' agh... aku lapar ". Ucap Akhsa
Terlihat Akhsa yang sedang duduk sambil membaca buku.
"Berisik....!. Aku lapar!". Ucap Ange
__ADS_1
"Hem". Ucap Akhsa
"Aku lapar!. Buatin aku makanan dong". Ucap Ange
"Bukannya makanan yang kemarin masih ada". Ucap akhsa
"Itu sudah basi!, Buatin yang baru dong~". Ucap ange
"Heh?. Baiklah aku akan pergi kepasar dulu dan membeli bahan-bahannya!, Dan kamu jaga rumah". Ucap Akhsa
"Baiklah~". Ucap Ange
Lalu Akhsa pergi kepasar dan membeli bahan makanan.
(Ange Pov.)
Apa yang harus aku lakukan sekarang.
"Rasanya aku sangan kelelahan dan ingin tidur lagi". Gumam Ange dalam hati
Lalu aku memutuskan untuk tidur lagi.
[Satu Jam kemudian]
Aku mencium bau yang enak saat aku sedang tidur, lalu aku membuka mata dan melihat ada makan didapat mataku.
"Makanannya sudah siap, aku bawakan kemari Karna kulihat kamu sangat kelelahan". Ucap Akhsa
"Memang siapa yang membuatku sampai kelelahan". Ucap Ange
"Yaaaa, kukira kamu akan bertahan, tapi kamu malah pingsan". Ucap Akhsa
"Kamu terlalu keras melatih seorang perempuan". Ucap Ange
"Hah?. Apa itu terlalu keras untuk perempuan, kukira itu hal yang biasa". Ucap Akhsa
"Biasa dari mananya?. Sudah jelas itu sangat tidak biasa". Ucap Ange
"Tapi didesaku itu hal yang biasa bahkan untuk anak umur tujuh tahun". Ucap Akhsa
"Seperti apa sebenarnya desamu itu?". Ucap Ange
"Lupakan tentang desaku, cepat makan nanti keburu dingin". Ucap Akhsa sambil makan
"Kamu makan juga?". Ucap Ange
"Tentu saja tadi kan aku belum makan, cepat nanti aku habisin Lo". Ucap Akhsa sambil makan
"Tunggu....jangan dimakan semuanya sendi dong". Ucap Ange sambil mengambil makanan
Setelah selesai makan, Akhsa membawa dan mencuci piringnya.
(Ange Pov. End)
(Akhsa Pov.)
"Hei Akhsa!. Kenapa kita harus pergi ke Guild Petualang?". Tanya Ange
"Kita akan lanjutin latihanmu". Jawab Akhsa
"Hah?, Bukankah lebih baik kalau kita istirahat dulu". Ucap Ange
"Tidak!. Kita tidak akan istirahat sampai kamu bisa menguasainya". Ucap Akhsa
"Apa?". Teriak Ange
Setelah beberapa jam berjalan akhirnya kami sampai ke Guild Petualang.
Lalu kami menuju ke papan misi.
"Misi apa yang akan kita ambil". Tanya Ange
"Kita akan ambil misi tingkat B". Jawab Akhsa
Lalu aku mengambil Kertas misi yang bertuliskan 'Kalahkan Ular air'
Dan membawanya ke meja resepsionis
"Aku ingin mengambil misi ini". Ucap Akhsa
"Baik kamu akan mengambil misi ini". Ucap Amandi
Setelah itu kami menuju ketempat ular itu berada.
Goa Air
"Sepertinya ini tempatnya, ayo masuk". Ucap Akhsa
"Apa beneran aku harus melawannya sendiri?. Ular ini sangat besar lo Akhsa, terlebih lagi didalam air!, Bukankah itu akan sangat sulit". Ucap Ange
"Benar kalau bertarung di air memang sangat sulit, bahkan untuk mengayunkan pedang bisa sangat sulit. Tapi disitulah intinya". Ucap akhsa
"Maksudnya?". Tanya Ange
"Bayangin kalau kamu mengayunkan pedang didalam air itu pasti sangat lambat, tapi kalau kamu sudah terbiasa mengayunkan pedang didalam air, saat didarat pedang yang kamu ayunkan pasti sangat ringan dan kecepatanmu juga akan menambah". Jawab Akhsa
"Jadi begitu!, Tapi kenapa kita harus melawan ular air bukannya kita tinggal ke danau dan berlatih didalamnya". Ucap Ange
"Apa kamu bodoh?, Kita juga membutuhkan uang kan". Ucap akhsa
"Uang?. Buat apa". Tanya ange
__ADS_1
"Ya buat makan lah, Ayo kita masuk". Jawab Akhsa
Lalu kami masuk dan melihat ada danau yang lumayan besar didalam gua.
"Sekarang kamu masuk dan kalahkan ular air raksasa itu". Ucap Akhsa
"Baiklah!". Ucap Ange
(Akhsa Pov. End)
(Ange Pov.)
Saat ini aku sedang ada di bawah air, aku sedang melawan ular air tapi aku belum menemukannya.
Aku menyelam sedikit lebih dalam, menoleh kiri dan kanan, tapi aku masih belum menemukannya.
Tiba-tiba dari belakang ada sesuatu yang akan menyerang ku. Itu adalah ular air yang sangat besar.
Aku berhasil menghindarinya tabp juga terkena luka gores.
"Sulit sekali bergerak dibawah sini". Gumam Ange dalam hati
Lalu ular itu mendatangiku sekali lagi, dan aku menyerangnya menggunakan pedang, tapi ular itu berhasil menghindarinya, aku berenang ke arah luar itu dan menyerangnya tapi ular itu sangat kencang, ular itu menyerangku terus-menerus dari depan belakang kiri dan kanan, lalu saat dia akan menyerang dari depan lagi aku menusuk mulutnya dan menyebabkan ular itu kesakitan, ular itu membawaku menuju ke daratan, saat aku sampai di udara aku menusuk mata ular itu dan menyebabkan ular itu kesakitan.
Aku melompat dan menyerang tubuh ular itu tapi tubuh ular itu sangat keras, aku menyerangnya berkali-kali tapi tetap saja tidak berefek.
Lalu aku tidak sengaja melihat Akhsa yang sedang membakar jamur.
"Woy kenapa kamu malah asyik-asyiknya membakar jamur disini aku sedang kesusahan tau". Teriak Ange
"Kalau begitu!, Semangat ya". Teriak Akhsa
"Aku bersumpah tidak akan dilatih olehmu lagi". Teriak Ange
"Kalau begitu baguslah....". Teriak Akhsa
"Kamu orang paling brengsek yang pernah aku temui". Teriak Ange
Aku ditarik kedalam air oleh ular itu, tapi aku juga menyerang mata yang satunya lagi, ular itu pun kesakitan dan membawaku ke daratan lagi, lalu ular itu melemparku keudara, saat di udara aku mencoba menggunakan 'teknik Seribu tebasan'.
Aku memfokuskan kecepatan ketanganku dan menyerang ular itu.
"Teknik Seribu Tebasan". Teriak Ange
Lalu muncul goresan yang sangat bayak ditubuh kemudian ular itu mati.
Lalu aku menuju ke tempat Akhsa berada.
"Hei aku sudah mengalahkannya". Ucap Ange dengan pakaian yang basah kuyup
"Kerja bagus!. Gimana apa kamu sudah menguasainya?". Tanya Akhsa sambil memberikan jamur bakar
"Tentu saja!, Kalau tidak mana mungkin aku bisa membunuhnya, menggoresnya saja sudah mustahil apa lagi membunuhnya". Jawab Ange
"Tapi kamu cuma bisa menebas sebayak empat ratus dua kali buak seribu". Ucap Akhsa
"Hah?, Cuma empat ratus dua, dan bagaimana kamu bisa tahu aku hanya menebas segitu?". Tanya Ange
"Tentu saja aku menghitungnya". Jawab Akhsa
"Kamu bisa menghitungnya?, Aku menebasnya sangat cepat Lo!". Ucap Ange
"Tidak cepat namanya kalau aku masih bisa menghitungnya!, Kesampingkan itu copot pakaianmu". Ucap Akhsa
"Hah?. Kenapa aku harus melakukannya?". Tanya Ange
"Aku akan mengeringkan pakaianmu". Jawab Akhsa
"Tapi entar aku bugil". Ucap Ange
"Hah~ kamu bisa memakai bajuku". Ucap Akhsa
Lalu aku melepaskan pakaian ku dan memakai baju berwarna merah milik Akhsa.
"Bagaimana caramu mengeringkannya". Tanya Ange
"Tentu saja menggunakan 'Wind Magic' ". Jawab Akhsa
Lalu Akhsa menerbangkan pakaianku menggunakan angin dan berputar seperti gangsing.
Beberapa menit kemudian pakaian sudah kering.
"Ini pakai sudah aku keringkan". Ucap Akhsa
Lalu aku melepaskan baju milik Akhsa dan memakai pakaian ku.
(Ange Pov. End)
Lalu Akhsa mengambil kristal monster yang ada di kepalanya, lalu menyuruh Ange untuk menunggu diluar.
"Ange biskah kamu menungguku sebentar diluar aku akan mengurus mayat ini". Ucap Akhsa
"Baikalah!". Ucap Ange sambil berjalan keluar.
Disini terlihat Akhsa sedang mengambil kristal monster dan setelah kristal Monster itu diambil dia menyerap mayat ular itu menggunakan Gluttony dan level Akhsa naik menjadi level 1060.
Lalu Akhsa keluar dan menemui Ange.
"Ayo kembali ke Guild Petualang". Ucap Akhsa
"Ayo". Ucap Ange.
__ADS_1
Lalu mereka kembali keguild petualang dan memberikan hasil penaklukan ular air dan mendapatkan 12 keping emas.
Bersambung........