Nikmatnya Ikhlas

Nikmatnya Ikhlas
IJIN LEWAT


__ADS_3

Malam yang hangat, terasa dingin karena kejadian yang barusaja di alami Ami. Ia mengeratkan pelukanya di pinggang Topo, saat di antar pulang menuju rumahnya. Menggigil tidak hanya karena kedinginan, ia juga merasa ketakutan.



"Jangan takut, Mi. Ada aku, nanti aku jaga di rumahmu sampai bapakmu pulang." Ucap Topo, menenangkan. Ia tahu, pak Soemani pulang larut malam jika ada kiriman kopra dari luar Jawa. Ia melihat serangkaian kereta membawa kopra melewati perlintasan kereta, menuju gudang dimana bapak Ami bekerja.


"Mas Po gak kedinginan..?" Tanya Ami heran, Ia merasa suhu udara turun beberapa derajat saat keluar dari area pasar malam tadi.


"Kamu kedinginan..?" Tanya Topo, ragu. Pasalnya, ia merasa udara cukup hangat untuk tidak membawa jaket. Menyesal selalu ada di belakang. Lalu topo menghentikan laju sepedanya.


"Kamu pakai ini saja, mungkin bisa membuatmu lebih hangat." Ujarnya sambil melucuti kancing dan melepaskan kemejanya.


"Jangan, mas! Kamu..." belum selesai berucap, Topo memotong "Jangan protes, mungkin gak se wangi tadi mau berangkat. Laki-laki sudah biasa telanjang dada." Sahut Topo sambil memakaikan kemejanya di tubuh Ami.


"Kalau nanti masuk angin, aku juga yang repot" rengek Ami sambil memanyunkan bibirnya. Perasaanya berkecamuk, antara malu, senang dan merasa bersalah. 'Tahu gini tadi aku gak ngomong'. Pikirnya.


"Jangan manyun kaya bebek, aku sosor nanti kamu ketagihan..." Goda Topo gemas. Ia merasa lega memandang rona wajah Ami yang sudah kembali, bahkan semakin jelas terkena omonganya.


"Ck, gombal! Udah cepet, aku pengen segera sampai rumah. Badanku masih lemes, mas...." keluh Ami, sambil menyadarkan kepalanya setengah menyembunyikan wajahnya di punggung Topo. Malu.

__ADS_1


Dengan senyum merekah, Topo mulai mengayuh sepedanya. Agak jauh memang, pasar malam dengan rumah Ami. Hingga melewati persimpangan jalan, Ia menghentikan lagi laju sepedanya.


"Mi, kita lewat jalan kecil ya... Biar cepat sampai. Aku tahu jalan tetabasan, tapi agak sepi. Kamu percaya aku kan?" Tanya Topo.


"Gelap, ya mas?" Tanya Ami sepontan.


"Gak terlalu, sudah ada lampu peneranganya. Tapi lewat kebon bambu, makanya sepi." Jawab Topo.


"Em.., ya sudah gak papa lewat situ saja. Tapi yang cepet ya." Sahut Ami ragu.


"Siyaaap. Pegangan yang erat. Kalau takut, kamu bisa tutup mata" Ucap Topo, mulai mengayuh kembali sepedanya ke arah jalan yang lebih sempit.


"Mas, kok jalanya ketutup... Bagaimana ini? Apa tidak lebih baik putar balik saja?" Ucap Ami yang saat itu merasakan keanehan kejadian tersebut. Pasalnya, tak ada angin maupun hujan yang bisa mengakibatkan tumbangnya pohon. Apalagi serumpun pohon bambu yang berbatang cukup besar.


"Ketutup..?" Tanya Topo ragu. Lalu ia menghentikan kayuh sepedanya agar melambat. "Kamu tutup mata, Mi. Sekarang, cepat" Ujar Topo, dengan nada mendesak. Dan Amipun menurutinya.


Ami merasakan desiran angin dingin menerpa kulitnya hingga meremang. saat Topo ngayuh kembali sepedanya. Terdengar lirih lantunan tembang sedikit asing di telinga Ami yang keluar dari mulut Topo. Tak lama terdengar suara nyaring, seperti suatu benda yang terseret hingga mengagetkan Ami. Seketika kelopak matanya membuka.


__ADS_1


Aneh... Tidak ada satupun pemandangan ganjil yang terlihat, hanya suasana sepi jalan desa. Ia menengok ke belakang, ternyata mereka telah melewati kebon bambu yang terlihat perbedaan mencolok dengan apa yang ia lihat tadi. Jalan lenggang, tanpa ada satupun pohon bambu yang melintang. Bulu kuduknya semakin meremang, mempererat pelukanya di pinggang Topo.


"Mas... Tadi..." Ucapan ragu Ami membuat Topo melepas satu pegangan tanganya pada setang sepeda untuk memegang tangan dingin Ami, menenangkan.


"Sudah... Aku sudah meminta ijin mereka untuk lewat, tidak apa-apa." Ucap nya menenangkan. "Tidak usah di pikirkan, kita sebentar lagi masuk jalan depan setasiun. Sebentar lagi kita sampai." Sambungnya lagi sambil tersenyum pada Ami.



(Ingat, Topo masih telanjang dada lo ya😆)


🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮


Hi readers😊 Apa kabar hari ini? Saya kedinginan🥶🥶🥶🥶 Taiwan 9℃ saat ini. Tapi semoga kita di beri kesehatan ya🙏


Di bab ini saya yakinkan, pengalaman 'Ami' semua itu nyata😁 karena waktu 'Ami' bercerita, ada pula sang kakak 'Nar' yang bersahutan membenarkan cerita tersebut. Mereka bahkan sibuk sendiri bernostalgia😅 bikin aku keki.


Ada pesan dari 'Ami'... cintai dulu, baru di kerjakan, maka pekerjaanmu akan terasa mudah.


Jangan lupa bahagia😘

__ADS_1


__ADS_2