
Pak Soemany dan bu Widji memiliki 5 anak, sulung lakilaki duduk di bangku STM bernama Usi, lalu kakak perempuan Ami SMP bernama Nar, Ami adalah anak ke 3 duduk di kelas 6 SD, lalu adik Ami bernama Sri baru saja masuk SD dan terakhir si bungsu Kus yang baru genap satu tahun di minta oleh adik perempuan pak Soemany untuk di adopsi.
Selain mereka ber 6, dalam rumah itu juga dihuni oleh nenek Ami dari pihak ibu. Mbah Jah namanya, badanya masih sehat hanya terlihat sangat keriput termakan usia. Untuk mengidupi seisi rumah, hanya mengandalkan penghasilan pak Soemany yang bekerja di gudang Kopra (daging buah kelapa yang di keringkan).
Sore itu, Ami makan nasi dengan lauk pisang sambil menatap sendu pada sepiring perkedel jagung di tengah meja. Dia berusaha menelan semua suapan nasi dengan pisang yang dia makan menggunakan tangan.
keheningan terjadi di sekitar ruangan itu. Usi, sang kakak meliriknya iba. Seluruh keluarga sudah mengetahui perihal kecelakaan yang terjadi tadi siang. Sang adik Sri, memberikan separuh lauk miliknya pada kakaknya yang langsung di rampas sang ibu.
"Tidak!" Kata ibu ketus, mengagetkan semua. Sang ayah hanya menatap tajam pada Sri lalu melanjutkan makannya.
Sang nenek yang merasa kasihan, menyembunyikan lauknya dalam sewek nya (kain batik sebagai baju bawahan yang biasanya di padukan dengan atasan kebaya).
Jarit atau Sewek
Malam hari, di saat semua telah terlelap... Mbah Jah yang biasa tidur dengan Ami memberikan potongan perkedel kepada anak itu. Dalam kamar yang di terangi lampu minyak, Ami menerima pemberian mbah Jah lalu memakanya perlahan.
__ADS_1
"Trimakasih mbah". Ucap Ami.
"Makanya, gak usah maksa naik sepeda. Kakak kakakmu saja masuk SMP baru belajar sepeda." Ucap mbah Jah lembut sambil mengelus kepala Ami.
"Aku mau gantikan mbak Nar antar makan siang bapak, mbah..." sahut Ami.
"Tidak usah, kamu serius belajar saja. Mbah tau niatmu, penasaran sama isi gudang kopra kan?" kata mbah jah sambil menahan senyum.
"hehe... mbah tau aja..." sahut Ami salah tingkah.
Dalam keheningan malam di luar rumah, di temani sinar temaram rembulan... Ami melihat sesosok samar tetangganya bernama Bu Tumiyem mengendap-endap dalam kamar mandi.
'Bu Yem kenapa jauh-jauh ke sini ya? Apa kamar sumurnya kehabisan air'. Ucap Ami dalam hati. Ami yang tadinya mau ke kamar mandi, mengurungkan niatnya dan menunggu sambil bersandar di tembok rumah.
Tibatiba terdengar bisikan-bisikan suara dalam kamar mandi...
"....."
__ADS_1
"Sabar, mas... Aahhh...." suara lirih bu Yem sontak membuat mata Ami terbelalak kaget. Dia reflek menutup mulutnya yang ternganga, setengah tak percaya. Mencoba mempertajam pendengaran, Ami perlahan mendekati kamar mandi.
Dengan jarak hanya 10 meter, dan suasana yang hening membuat suara samar dalam kamar mandi terdengar jelas. Ami berjongkok mencoba mengintip pintu kamar mandi bagian bawah. Ada jarak selebar telapak tangan pada pintu kayu tersebut, memperlihatkan 2 pasang kaki dengan jarak berdekatan.
"Eugghhh... kok sempit banget yu (panggilan 'mbak' di daerah itu), padahal sudah basah... Ah... Ah..." bisikan suara seorang pria yang Ami kenal, membuat bulu kuduk Ami seketika meremang. Langsung saja dia kembali berdiri dan nafasnya seakan berhenti, jantungnya mulai berdebar keras.
" Ah, suamikuh... akhh... gak pulang, akhh... lamah..." pekik bu Yem.
Ami yang sadar dari kagetnya, langsung membalikan badan menuju rumah. Berusaha tidak menimbulkan suara, melangkah perlahan menuju pintu bambu rumahnya. Saat membuka pintu, ujung matanya menangkap sosok bayangan di balik ujung tembok rumah mbak Anti. Dengan cepat dia menoleh, melihat seorang misterius berpostur tinggi sedang menatapnya. Ami masuk dan menutup rapat pintu rumah, melupakan niatnya semula.
💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸
Hi riders😊 tadinya bagian ini mau skipp saja, tapi ada hubunganya dengan Bab yang akan datang... Lagipula di sini kita tahu, perselingkuhan itu ada di manamana dan dengan siapa saja😅.
Biarpun ini benar kisah nyata, tapi nama masing masing pemeran di samarkan ya😊. Semoga Almarhum dan Almarhummah tengang di alam sana🙏 amin😇.
Tetap jaga kesehatan ya guys😘
__ADS_1