
Dalam keheningan pawon yang di tinggal oleh ketiga gadis remaja, terdapat bakmie goreng yang baru matang. Aromanya yang menggugah selera, menguar hingga ke luar area pawon.
Di pekarangan rumah Ami, terdapat segerombolan ayam yang sedang mengais tanah, mencari sesuatu untuk di makan. Tiga ayam jantan, tiga ayam betina dan empat yang lain adalah anak ayam milik mbak Anti. Lalu mereka tak sengaja mencium aroma lezat yang berasal dari arah pawon rumah Ami. Merekapun mengikuti jejak salah satu ayam yang terlebih dahulu pergi menuju pintu belakang.
Tak selang lama, pawon Ami pun ramai oleh kokokan suara beberapa ayam. Ayam jantan dan dua ayam betina berhasil naik ke atas amben. mereka akhirnya menemukan sumber aroma lezat itu.
Tapi belum sempat mereka mulai mematuk, Ami yang kaget melihat ada ayam masuk ke pawonya langsung histeris.
"HUS..!HUS..! HUS..!"
Ketiga ayam itupun kaget, dan berusaha melarikan diri. Saking paniknya, salah satu ayam menjejak pegangan wajan yang mengakibatkan wajan terguling dan jatuh tengkurap ke bawah amben. Bakmie goreng pun kocar kacir seperti beberapa ayam yang ada di pawon.
"KURANGAJAR! SIAPA SURUH KALIAN MASUK HAH! LIHAT SEKARANG. BAKMIKU, SUDAH TAK BISA DI MAKAN! SINI KALIAN, GANTI MASAKANKU!" Teriak Ami dalam pawon.
Siang itu, suasana sekitar rumah sepi. Orang dewasa masih melakukan aktifitas, biasanya membawa anak yang masih kecil. Dan beberapa pria belum pulang dari masjid untuk melaksanakan shalat Jum'at.
Hanya Asih dan Surti yang telah kembali membawa wadah mereka untuk berbagi bakmi, kaget mendengar teriakan Ami.
__ADS_1
"Aduh, Mi... Suaramu sampek rumahku kedengeran lo..." ucap Asih dan mereka berdua seketika mematung di ambang pintu pawon. Pasalnya, bakmi sewajan tumpah meriah di atas tanah.
"LOH! Emaneeeee..." Teriak Surti, setelah tergugah dari rasa kagetnya.
Ami yang berusaha mengejar satu ayam jantan. tak mengindahkan teman temanya. Ya, hanya tersisa satu ayam, yang lain telah berhasil kabur. Dan ayampun tertangkap setelah asih membantu menghadang si ayam saat di kejar Ami.
"Kokkokokok...petok petok.. kokokokkk!"
"Ketangkap kau! Kita masak aja, Mi! Mumpung mbak Anti belum pulang. Bumbu dapur kan masih ada to?" cerosos Asih, sambil memegang kuat kaki dan sayap ayam.
"Kalian serius...?" Tanya Surti ragu. "Siapa yang nyembelih?" sambungnya.
"Aku aja, sebel! Gara-gara dia, aku gak jadi makan bakmie!" ucap Asih, ketus.
"Ya udah, aku nyiapin airnya. Kalian yang ngurus ayamnya ya, aku nyiapin bumbunya." ucap Ami yang tak mau melihat darah saat ayam di sembelih.
Dan mereka pun melakukan tugas masing-masing. Hingga matahari condong k ufuk barat, masakan pun jadi.
__ADS_1
Sambal goreng ayam jantan milik mbak Anti di bagi beberapa wadah. Mereka menyisihkan satu wadah khusus di berikan empunya ayam.
Setelah membersihkan sisa masakan, Asih dan Surti pulang ke rumah masing masing sambil membawa masakan mereka. Ami yang melihat mas Dukut pulang kerja, sepontan membawa sewadah sambal goreng ayam untuk suami mbak Anti.
"Wah, ada acara apa ini Mi..?" Tanya mas dukut sambil menerima wadah yang di ulurkan oleh Ami.
"Tadi saya sama teman-teman masak bareng, mas Dukut... Masih ada sisa, takut gak habis" Jawab Ami lalu berpamitan dengan menganggukan kepala.
"Makasih ya..." ucap mas Dukut menatap punggung Ami yang pergi sambil melambaikan tangan.
Sore harinya, mbak Anti yang menggiring ayamnya masuk kandang bertanya-tanya. Kemana perginya satu ayam jantan miliknya. Ia menanyakan kepada seisi rumah dan hanya mendapat jawaban gelengan kepala. Mereka tak ada yang menyangka kalau ayam yang mereka jadikan lauk sore itu adalah ayam yang hilang...
🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸
Hallo readers, apa kabar?😊
Ada yang tanya, apa itu nyata? Beneran nyata😁 mereka memang anak-anak jahil dan pemberani dulunya😂 aku pernah bertemu ketiganya, berubah menjadi mak-mak rempong kalo lagi ngomongin nostalgia😂
__ADS_1
Sekarang yang penting jaga diri dan kesehatan🙏 semoga kita terhindar dari penyakit serius dan mara bahaya. Amin...