Nikmatnya Ikhlas

Nikmatnya Ikhlas
PINCUK


__ADS_3

Tuuut tuuuuuut..... Jessjessjessjesss.....


Suara kereta api yang melintas, menyambut pagi.



Jarak rumah Ami dengan Stasiun Tulungagung hanya berjarak 500 meter. Sehingga terdengar jelas jika ada kereta yang singgah atau hanya sekedar melintas.


Dengan perasaan waswas dia keluar rumah menajamkan indra pengelihatan dan pendengaranya. Matanya memidai sekeliling pelataran rumah, termasuk rumah mbak Anti (sebelah kiri) dan bulik Tumiyem (sebelah kanan). Dirasa aman, Ami pun berpamitan mengeraskan suaranya.


"Buuuuk, Ami berangkaaaat!" teriak Ami, langsung lari keluar gerbang pekarangan rumah. Bu Widji yang kala itu sedang menata tempat tidur hanya menggeleng kepala tanpa berhenti dari aktifitasnya.


"loh, buk... Ami sudah berangkat to?" Tanya si sulung sambil menggosok rambutnya debgan handuk. Biasanya dia yang mengantar Ami kesekolah, karena satu jurusan naik sepeda.


"Iya, katanya buru buru" sahut sang ibu.


"Tumben..." guman Usi.


Selain rumah pak Soemany yang paling sederhana, berdiri pula rumah tembok setengah kayu milik orang tua Anti.


Sedangkan rumah mewah di antara ketiganya itu rumah bu Tumiyem yang merupakan anak dari kepala sekolah dan memiliki suami seorang angkatan laut. Rumahnya tembok yang memiliki 4 kamar tidur dan kamar mandi dalam, walaupun habya ditinggali seorang diri. Suaminya jarang pulang karena dinas dan mereka belum di beri momongan, ini yang sering membuatnya merasa kesepian.



Di jalur beraspal, Ami berhenti berlari dengan napas tersengal. Dirasa aman, dia meneruskan perjalanan dengan mengatur nafas. Dia teringat kejadian semalam dan berfikir bagaimana cara mengurangi kegiatan di rumah.

__ADS_1


Ami sadar, dia berangkat terlalu pagi. Ia terus berjalan menuju pasar kaget, yang satu arah menuju sekolahnya. Karena di sekitar situ lah tetangganya bu Bardiyah berjualan nasi pecel.


Dengan pengalaman makan nasi lauk pisang, Ami berinisiatif untuk mencari sedikit penghasilan. Karena dia tahu, dengan usianya yang masih sangat muda dan statusnya sebagai pelajar tidak mungkin mencari pekerjaan.


Lebih dari 1KM perjalanan, akhirnya Ami sampai di warung Kopi dan Nasi bu Bardiyah.


Warung yang biasa ramai pembeli itu terlihat lenggang, 'ini kesempatan untuk berbicara pada


bu Yah' pikirnya.


"Pagi bu Yah..." sapa Ami saat memasuki warung. Ia langsung duduk di satu satunya bangku panjang berhadapan langsung dengan bu Bardiyah.


Bu Bardiyah yang sedang mengelap daun pisang lantas mendongakan kepala. Melihat siapa yang datang dan tersenyum.


"Iya bu yah, saya ada perlu. Em... Boleh saya bantu-bantu jualan, bu? atauu.... sekedar bantu beres-beres..?" Tanya Ami memberanikan diri.


Bu yah sedikit memiringkan kepalanya dan bertanya “Apa kamu mau kerja? Kamu masih sekolah, nduk..." ucapnya sambil meramu nasi pecel di atas pincukan.


Pincukan



"Iya bu, saya bisa bantu kalau sudah pulang sekolah." Sahut Ami, bersamaan dengan datangnya 2 orang pembeli. Ami bergeser mempersilahkan kedua orang itu untuk duduk, setengah menganggukan kepala memberi salam.


"Pecel pincuk 2 makan sini, lek Yah" ucap salah satu dari mereka.

__ADS_1


Pecel Pincuk



"Iya, siyaaap..." sahut bu Bardiyah, lantas menoleh ke arah Ami. "Kamu pulang sekolah nanti ganti baju dan bilang sama ibumu kalau mau bantu-bantu ditempatku. Sekarang sarapan dulu." ucapnya sambil memberikan nasi pecelnya pada Ami.


Ami menerimanya ragu dan terus melihat raut wajah bu Bardiyah, tapi tatapanya seakan mengatakan 'Tidak apa, ini geratis'...


"Trimakasih bu Yah" kata ami, tersenyum lebar.


🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮


catatan author:


mungkin ada beberapa readers yang tidak asing dengan beberapa kata berikut.., tapi di sini saya jelaskan kembali.


Pasar kaget, yaitu pasar dadakan. Mungkin hanya terdiri dari beberapa penjual, atau mungkin bisa jadi banyak. Juga saking banyaknya pembeli, sehingga terlihat seperti pasar.


Pincukan bisa dengan bahan daun jati, kertas nasi ataupun bahan lain yang berbentuk segitiga kerucut. Tapi pada umumnya kita menggunakan daun pisang.


Terimakasih untuk readers yang mau sabar menunggu🙏😁 karena saya super duper sibuk selama Imlek sampai Capgo (hari ke 15) untuk acara bos saya.


Mohon maaf jika ada typo atau sensor😂 saya coba ralat, gagal revew😪.


Semoga kita selalu diberi sehat 🙏dan jangan lupa bahagia😘

__ADS_1


__ADS_2