Nikmatnya Ikhlas

Nikmatnya Ikhlas
BAKMI GORENG


__ADS_3

Setelah kepergian pesta kelulusan kelas 3, dunia Ami serasa hampa. Tak ada lagi sepeda romantis yang menghantar jemputnya saat keluar rumah kemanapun ia pergi. Tak ada lagi canda tawa pemuda berparas manis, baik di sekolah maupun sanggar pewayangan.


Yang ada hanya bayang semu perpisahan. Terakhir kali Topo mengantarnya pulang dalam keheningan. Terakhir kali pelukan hangat yang sedikit lebih lama dari biasanya. Terakhir kali kecupan di dahi, tanda perpisahan. Terakhir kali lambaian tangan, senyum lebar dan tatapan lembut yang menyesakan.


Banyak sekali, kata dan tanya yang tak terucap. Terpendam bersama rasa yang mungkin akan hilang di telan waktu. Lamunan dan rasa sesal yang terbawa dalam kehidupan Ami selanjutnya, yang harus di jalani dengan atau tanpa ia sadari.


Sebetulnya, perubahan sikap Ami cukup dirasakan oleh orang orang sekitarnya. Baik orang tua, saudara maupun sahabatnya. Hanya, mereka memilih diam dan memperhatikan. Asalkan Ami makan dengan baik, beraktifitas seperti biasa dan tidak menangis. Itu semua sudah cukup. Hanya sahabat Ami yang tak terima...


"Mi, kamu masih mikirin mas Topo ya? Sejak dia gak kemari, wajahmu gak enak di pandang." celetuk Asih, di suatu siang setelah pulang sekolah.


Seperti biasa di hari Jum'at, mereka akan berkumpul untuk bermain atau sekedar mengobrol. Menceritakan hari-hari kegiatan sekolah, atau yang lainya. Karena, sekolah mereka tidak sama.


"Gak enak ya jangan di makan..." Timpal Ami, tersinggung bukan karena kata katanya. Terlebih karena mengingatkanya pada kepergian sang kekasih hati.


"Ngomongin yang enak-enak, aku lapar Mi. Di rumahku ada Bakmie mentah, tapi aku gak punya bumbunya... Adik ki juga masih tidur, jadi walau lapar aku tahan... Tapi kok perutku jadi perih..." ucap Surti.


Bakmie

__ADS_1



"Kebetulan... Kita bikin Mie goreng aja, di rumahmu ya Mi? Tak ambil bumbu dulu..." Sambar Asih yang memang hobi makan. Memang, hanya di rumah Ami mereka bisa bebas memasak. Karena kebaikan ibu Widji yang selalu memanjakan teman Ami kalau main ke rumahnya.


"Hm! Cepet dia, kalau soal makanan" Dengus Ami menatap punggung Asih lalu beranjak ke arah Pawon. mereka membubarkan diri untuk mengambil perlengkapan masing-masing.


Ami lantas menghidupakan pawonan, dan menyiapkan peralatan dapur. Ia menunggu teman temanya sambil merenung, kebiasaan baru setelah di tinggal kekasih.



"Mi! Ngelamun lagi..! Kesambet, baru tau rasa kamu..." Tegur Asih sambil meletakan bumbu dapur yang ia bawa. "Mana surti, belum datang?" Tanyanya.



"Aa..."Belum sempat menjawab, datang Surti membawa bakmi yang di bungkus daun pisang.


"Banyak sekali kalian bawa, emang kita mau pesta?" Ucap Ami dengan nada tinggi, kaget melihat apa yang temanya bawa ke pawonnya.

__ADS_1


Ketiganya melihat ke arah amben, tempat meletakan bakmie dan bumbu dapur. Memang terlalu banyak untuk mereka bertiga.


"Mmm.... Sepertinya terlalu banyak..." Ujar Surti. "Tapi kalau tidak di masak sekarang, mubazir..." Sambungnya.


"Masak aja, Mi. Wajan ibumu kan besar, bisa buat masak semua. Kalau gak habis, kita bawa pulang sebagian..." ucap Asih yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Ami.



Merekapun mulai meracik sebagian bumbu dan memasak. Suasana pawon Ami menjadi ramai oleh ocehan ketiga remaja yang beranjak dewasa. Tanpa mereka sadari, pikiran Ami mulai terpecahkan.


Setelah bakmie goreng matang, mereka baru mengingat tidak membawa wadah dari tempat masing-masing. Asih dan Surti berlari pulang dan Ami pergi ke arah sumur. Karena peralatan makan yang sudah di cuci, masih belum di letakan kembali ke pawon.


Tapi ada yang mereka lupa, tidak menutup pintu pawon... Sehingga Bakmie matang yang masih berada dalam wajan, terbengkalai di atas amben tanpa pengawasan.


🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮


Hi readers😊 Apa kabar? Semoga baik dan sehat ya, amin....

__ADS_1


Tidak ada catatan di sini, cuma kalau suruh bahas masalah Topo... Terus terang, author pun jadi melow😢. Aku ngetik perpisahan mereka sambil ngempet low, bener... Ngempet nangis, bukan buang angin😁 (kidding).


Masih lanjut cerita Bakmi ini😅, jangan lupa bahagia😘


__ADS_2