
Dua tahun sudah perkenalan Ami dengan Topo semenjak masuk SMP. Banyak kenangan indah yang mereka ukir dalam kenangan. Tanpa mereka sadari, perasaan tumbuh berkembang dalam hati keduanya.
Hari ini adalah pesta kelulusan dan perpisahan angkatan Topo. Semua anak menyambut dengan antusias kegiatan ini, kecuali Topo. Wajahnya yang sendu, menyiratkan sesuatu telah terjadi. Walaupun kehadiranya tetap menghiasi meriahnya pesta hari itu.
Ami yang sibuk menjadi panitia, tak menyadari perubahan sikap Topo. Ia berangkat lebih dulu, mempersiapkan pesta yang di adakan di gedung serbaguna lingkungan sekolah mereka.
Bangku Gedung Serbaguna
"kenapa wajahmu, tumben tumbenan murung... putus sama Ami?" Tawa Adi, bercanda... setengah berharap.
"Apa maksudmu...?" Tanya Topo sambil memandang tajam anak di sebelahnya. mereka sedang duduk di bangku dalam gedung serbaguna sambil mengawasi kesibukan panitia yang lalulalang.
"Wajahmu yang tidak biasa, dari tadi melihat Ami kayak sedih mau nangis gitu... Ada masalah?" Tanya Adi lagi, hanya mereka berdua yang berasal dari kota tetangga yang duduk di kelas tiga.
.....
__ADS_1
Untuk beberapa waktu, hanya keheningan di antara mereka. Topo seakan berat mengungkapkan apa yang ia rasakan. Pikiranya berkecamuk, antara menceritakan atau tidak. Danbpada akhirnya, ia memutuskan...
"Aku akan ke Kalimantan, Di..." Ungkapnya, lirih.
Adi yang kaget, berusaha mencerna maksud Topo. "Pindah ke Kalimantan, maksudmu...?" Tanyanya ragu. Karena jika hanya untuk sementara, Topo tak akan se gelisah itu.
"Iya, besok lusa kata bapak ku. Baru tadi pagi aku dapat kabar dari paman. Mereka sudah mempersiapkan segalanya". Ujar Topo. Matanya tak lepas dari gerak gerik Ami yang keluar masuk gedung, menyiapkan peralatan panggung.
"Mendadak sekali, apa Ami sudah tahu...?" Tanya Adi, ragu.
Ami yang merasa di perhatikan, menolehkan kepala mencari cari. Matanya tertambat pada sosok Topo, lalu melambaikan tangan sambil tersenyum lebar. Hari ini, senyum cantik Ami mematri di kepalanya. Topopun membalas lambaian itu, dengan senyum di paksakan.
"Lihat, apa aku tega menghapus senyum itu? Kalau bisa, aku akan menghentikan waktu sampai hari ini saja. Selamanya." Ucap topo tanpa sadar.
Mau tak mau, Adipun tertawa. Di ikuti tatapan heran Topo 'apa omonganku salah' pikirnya.
"Kamu itu, mimpi di siang bolong. Sudah, bilang aja terus terang. Paling sehari dua hari kamu berangkat saja Ami murung, lama lama paling lupa sama kamu! HAHAHAHA" Tawa keras Adi menggema di ruang serbaguna yang belum terisi penuh, menarik perhatian orang orang sekitarnya.
__ADS_1
Ami yang telah selesai mempersiapkan acara, mengambil waktu istirahat sejenak menghampiri keduanya. Dengan tatapan bertanya yang di lontarkan untuk Adi, Ami duduk di sebelah Topo sambil meminum air yang ia bawa.
"Ada hal menarik apa?" Tanya Ami kepada keduanya yang terdiam saat ia mendekat. "Kok diam, ada rahasia apa?" Tanyanya lagi.
Adi hanya mengankat bahu sambil berdiri. Ia berpamitan dengan senyum kepada Ami, dan tepukan kepada Topo lalu melangkah meninggalkan kedua sejoli itu.
Tatapan Topo tak lepas dari wajah Ami, membuat gadis itu salah tingkah. Ami merasakan ada yang sesuatu yang ingin Topo katakan, tapi ia tak berani menanyakanya. Karena jika hal baik, pemuda itu pasti langsung mengatakan padanya tanpa di minta.
🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸💮🌸
Hi readers😊 maaf lama gak up ya😅
sebetulnya berat mau memulai, bab selanjutnya ada sedikit mellow dan kesananya mungkin ada sedikit konflik😬 juga maaf, hanya satu foto saja di bab ini. 🤔 karena berisi obrolan ringan😅🙏
Lagian, beberapa hari kemaren maraton kejar baca novel temen temen😂 akhirnya kekejar beberapa...
Jangan lupa, jaga kesehatan. Minum banyak air putih, dan tetap bahagia😉😘
__ADS_1