Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 10


__ADS_3

Rion yang sedari tadi masih memperhatikan asisten cantiknya itu seketika di kaget kan oleh tingkah jail kedua temannya yakni Revan dan Garry yang memang terkenal sebagai duo gesrek , itu lah sebutan dari anak anak AZORY untuk mereka karena ke bar bar an mereka yang melampaui batas .


"Doorr..., Hayo..., Mikirin apa ? "


Teriak Garry tepat di telinga Rion hingga membuatnya seketika terperanjat dari fokusnya dan langsung menutup telinganya dengan salah satu tangannya . Garry pun langsung duduk di sebelah Rion tanpa merasa berdosa , kemudian di susul dengan Revan yang juga duduk di depannya sembari menyilangkan kedua kakinya .


Sedetik kemudian ekspresi Rion berubah menjadi sangat menakutkan dia pun menatap Garry dengan tatapan tajam .


Garry yang bergidik ngeri melihat tatapan membunuh dari temannya itu seketika melihat ke arah revan seakan memberikannya sebuah kode .


" Oh iya ! Tumben sekali Dean tidak kemari , kemana dia ? "


Seru Revan yang mencoba mengalihkan perhatian Rion yang sudah seperti ingin menelan temannya itu .


" Dimana lagi memang jika tidak bersama Dara , kau tau kan semakin hari dia menjadi ketergantungan pada gadis itu , cihhh..., Dean itu benar benar tidak waras ."


Ucap Garry dengan wajah kesal , seketika membuat kedua teman yang duduk di dekatnya itu menatapnya dengan aneh .


" Dari nada bicaramu seperti nya kau sangat cemburu jika Dean dekat dengan wanita .., bukankah sebaiknya kau harus memeriksakan keadaan mu ini ."


Ucap Rion dengan datar dan sedikit menahan tawa ketika melihat ekspresi kebingungan di wajah Garry .


Garry yang melihat kedua temannya itu saling pandang dengan tatapan aneh seketika menyadari maksud dari ucapan Rion barusan . Dia pun mengerutkan dahinya dan mengacak acak rambutnya sendiri .


"Hei apa kalian pikir aku...., Aishh bagaimana kalian bisa memikirkan hal itu , sungguh menjijikan "


Ucap Garry kesal dengan raut wajah yang menggambarkan dirinya sedang tertindas oleh kedua temannya itu.


"Bwoahhhahaha...ha..ha..."


Rion dan Revan pun tertawa secara bersamaan . Mereka tertawa dengan kerasnya melihat Garry yang sudah sangat frustasi karena ucapan konyol nya tadi .


Luna yang melihat mereka dari sebrang pun seketika menghela nafas nya dengan kasar . Dia terus saja bergumam sendiri sembari memeriksa satu persatu email yang masuk ke ponsel yang di berikan bosnya tadi .


" Di sana dia tertawa dengan lepasnya . Tapi dia menyiksaku disini.., dasar bos kejam "


" Astaga aku sudah mengantuk sekali , Rasanya otakku akan meledak jika seperti ini . "


Ucap Luna sembari menguap dan sesekali memijat kepalanya yang pening .


Sejenak Luna pun berpikir dan mulai memahami alasan mengapa Rion mengangkatnya menjadi asisten pribadi dan itu semata mata hanya untuk membalas dendam padanya . Namun Luna hanya bisa pasrah tak berdaya karena dia takut jika nantinya keluarga tercintanya akan menjadi sasaran dari bos arogannya itu . Dia lebih memilih untuk mengorbankan dirinya dari pada keluarganya harus terlibat .


________


Terlihat seorang pria dengan lesung pipit sedang bersandar di mobilnya sembari terus menekan beberapa nomor dan mengarahkan ponselnya ke telinganya .


Tut...tut...tut...


Namun hanya nada itu yang sedari tadi di dengarnya , pria itu menghembuskan nafasnya dengan kasar sembari memijat kepalanya yang terlihat sangat pening .

__ADS_1


" Kau dimana sih Ra ? Mengapa kau selalu membuat ku berpikir kalau kau tidak pernah mencintaiku . "


Batin pria itu yang tanpa sadar ada lelehan air mata yang seketika menetes di pipinya .


Yaps pria itu tak lain adalah Dean yang saat ini sudah berada di depan rumah Dara . Sejak kemarin Dean datang ke rumah Dara namun dia selalu saja tidak berada di rumah , bahkan sampai saat ini pun Dean tetap tidak bisa menemukan sosok kekasihnya itu . Berkali kali dia menghubunginya namun selalu tidak ada jawaban . Dean juga berkali kali mengirimkan pesan padanya tapi tetap saja hanya terbaca olehnya namun tak ada balasan .


Setelah menunggu cukup lama Dean pun berjalan masuk ke dalam mobilnya karena semua usahanya sia sia dia tetap tidak bisa menemukan atau setidaknya bicara dengan wanita yang sangat dicintainya itu . Namun seketika langkanya terhenti saat mendengar ada sebuah pesan masuk di ponselnya . Dia pun segera mengusap layar ponselnya dan melihat pesan itu . Ada sebuah harapan di hatinya jika pesan itu datang dari Dara kekasihnya .


Isi pesan :


Aku pergi ke Amerika untuk beberapa hari karena harus membantu tante Maya mengurus beberapa bisnis nya .Tolong mengertilah dan berhenti menelponku , aku akan secepatnya kembali .


Hati Dean terasa sedikit lega setelah membaca pesan dari wanita yang sangat dicintainya itu , namun di sisi lain hatinya juga sakit karena Dara seakan tidak pernah menganggapnya ada bahkan tidak pentingkah bagi Dara untuk sekedar memberitahunya atau mengangkat teleponnya . Apakah Dara tidak pernah memikirkan jika kepergiannya tanpa pamit itu akan membuat Dean sangat mengkhawatirkannya .


_________


Sementara yang terjadi di basecamp AZORY .


"Hei masih jam 11 nih .., bagaimana kalau kita ke bar saja ? "


Garry yang sudah menjinjing jaket nya mengajak semua anak AZORY untuk ikut bersenang senang bersamanya .


" Baiklah ..., Ayo kita bersenang-senang malam ini ."


Ucap mereka secara bersamaan dan dengan penuh antusias .


Ucap Rion dengan nada malas dan berusaha untuk terlihat menguap di hadapan teman temannya itu .


Revan yang sudah bisa menebak alasan sebenarnya dari temannya itu hanya bisa terkekeh .


"Sudahlah.., kita kita saja yang pergi . "


Ucap Revan yang kemudian melangkah keluar menyusul anak anak AZORY lainnya yang sudah terlebih dulu keluar .


Garry pun mengekor di belakang Revan namun saat sampai di dekat pintu langkahnya seketika berhenti dan melirik ke arah sofa di mana terlihat seorang gadis cantik yang sedang berusaha untuk tetap terjaga meski dari wajahnya sudah terlihat sangat lelah .


Rion yang tadinya hanya berpura pura tidur seketika membulatkan matanya saat mendapati Garry sedang memandangi asisten cantiknya itu . Saat Garry ingin melangkahkan kakinya ke arah sofa seketika Rion beranjak dan berjalan ke arahnya untuk menghentikan nya .


" Hei mengapa masih disini.., Ayo cepatlah ! Cepat pergi.., para gadis sudah menunggumu di sana kau tidak boleh membuatnya menunggu "


Ucap Rion sembari mendorong dorong tubuh temannya itu keluar dan dengan cepat dia menutup pintunya .


Garry yang saat ini sudah berada di luar hanya bisa terkekeh melihat sikap aneh temannya itu .


" Ada apa dengan nya ? Dia aneh sekali hari ini . "


" Hei Garry..,cepatlah ! "


Teriak Revan yang melihat Garry hanya bengong dan masih berdiri saja di sana .

__ADS_1


Mendengar itu Garry pun segera menyusul teman temannya .


Mereka pun pergi bersama terkecuali Rion yang menolak ikut dengan alasan dia mengantuk dan ingin tidur saja di basecamp.


_________


Waktu sudah menunjukan pukul 01.00 dini hari . Luna yang pada akhirnya mampu menyelesaikan semua pekerjaannya seketika langsung ambruk dan terlelap di sofa karena rasa kantuk yang sudah tak bisa ditahannya lagi .


Rion yang menyadari Luna tertidur berniat untuk membangunkannya dan memberikan beberapa tugas lagi agar dia benar benar begadang . Namun saat langkahnya semakin dekat dengan Luna ada sesuatu yang menganggu hatinya ketika dia menatap wajah polos gadis cantik yang telah terlelap dan terlihat sangat lelah itu , hingga dia mengurungkan niatnya dan malah menggendong Luna menuju ke mobilnya . Sebelum menggendong Luna Rion mengambil jas nya dan memakainya kembali , tak lupa dia juga mengambil ponsel yang berada di atas meja dekat asisten cantiknya itu terlelap .


Saking lelah dan mengantuk nya Luna sama sekali tidak terbangun saat tangan kekar bosnya itu meraih tubuhnya dan membawanya ke dalam mobil .


"Apa yang terjadi padaku ? mengapa dadaku terasa begini saat aku berada dekat dengan gadis bodoh ini . "


Gumam Rion sembari menepuk pelan dada bidangnya itu . Saat ini jantungnya kembali berdetak kencang rasanya seakan sama seperti saat dia bersama dengan Tiffany dulu mantan kekasih yang sangat di bencinya itu . Namun Rion dengan segera menepis kemungkinan yang tidak ingin dia percayai . Dia terus saja menyakinkan dirinya sendiri agar tidak memiliki perasaan yang seperti itu lagi , sebuah rasa yang sangat di benci oleh seorang Rion .


"O iya , aku harus mengantarnya kemana . Aku bahkan tidak tau rumahnya . "


Gumam Rion sembari menatap gadis cantik yang telah terlelap di sebelahnya itu .


Meskipun hatinya terus saja merasa aneh saat menatap Luna namun Rion terus saja memberanikan diri karena hanya dengan itu dia bisa menyakinkan dirinya sendiri jika dia sama sekali tidak ada perasaan apapun pada gadis yang sudah berani berteriak padanya .


Kemudian Rion menatap ke arah jok belakang dan melihat sebuah tas selempang di sana . Dia pun mengambilnya dan berusaha mencari KTP Luna agar mengetahui alamatnya . Setelah KTP nya berhasil di dapatkan dia pun memfokuskan matanya ke alamat yang tertera di KTP itu . Kemudian Rion memasukannya lagi , namun saat akan menutup tas nya matanya tertuju pada sebuah foto , dia pun mengambilnya dan terlihat di situ foto Luna saat masih kecil .


"Apakah ini fotonya ? "


Ucap Rion yang bicara dengan dirinya sendiri karena sang pemilik foto saat ini sudah berada di alam mimpinya .


Rion terus memandangi foto gadis kecil yang ada di tangannya itu sesekali dia pun tersenyum tipis .


"Cantik.., "


Ucapnya seketika saat melihat ke arah asistennya itu dan membandingkan wajah Luna dengan foto yang di pegang nya .


Saat Rion ingin memasukan foto itu kembali ke dalam tas dia tak sengaja melihat sebuah goresan pena di balik foto tersebut.


Teruslah hidup dan carilah kebahagiaan meskipun jalan di depanmu penuh dengan duri tetap berusahalah untuk selalu bernafas .


Setelah membaca tulisan itu seketika Rion terkekeh dan matanya saat ini menatap lekat wanita yang berada di sampingnya itu .


" Cahahahh.., dia memiliki keinginan yang begitu keras untuk hidup , tapi setiap dia melangkah dia selalu mencari masalahnya sendiri . "


Kekeh Rion yang tak habis pikir dengan apa yang baru saja di baca nya , seakan berbanding terbalik dengan sikap Luna yang menurutnya selalu melibatkan diri dengan permasalahan orang lain.


Rion seketika mengingat bagaimana Luna dengan berani dan nekad memaki pria brengsek saat di bar beberapa hari lalu , dia juga kembali mengingat bagaimana Luna meneriakinya saat di ruangannya tadi .


🌻🌻🌻


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2