
"Dia Andre , Andreas Dinata kekasihnya Steyla dia ayah dari Kevin . " Ucap Luna dengan raut wajah malas .
Deg....
Benar saja Rere sangat terkejut mendengar ucapan Luna barusan . Dia sampai membelalakkan matanya lebar lebar .
" Apa !!! " Pekik Rere .
" Karena itu lah aku hilang kendali tadi . " Sahut Luna .
" Aishh sialan.., seharusnya aku tidak menghentikan mu tadi ! Harusnya kita membunuhnya bersama sama . "
Gerutu Rere berdecak kesal tangannya pun sudah mengepal dengan sempurna . Luna hanya menggelengkan kepalanya melihat ekspresi dari sahabatnya ini .
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dean dalam perjalanan menuju ke airport untuk menjemput Dara kekasihnya yang hari ini pulang dari Amerika . Tak sabar rasanya ingin segera memeluk kekasih yang sangat dirindukannya itu . Meskipun baru berpisah beberapa hari saja rasanya sangat lama bagi Dean .
Sesampainya di airport Dean memarkirkan mobilnya di lobby , saat akan membuka pintu tiba tiba saja ponselnya berdering . Dia pun mengurungkan niatnya dan kembali duduk untuk mengangkat teleponnya .
" Hallo ! Katakan..,apa kau sudah mendapatkan informasi yang jelas tentang keberadaan Tiffany ? "
Tanya Dean langsung ke intinya setelah dia melihat bahwa yang menelponnya adalah salah satu orang bayarannya yang dia tugaskan untuk mencari keberadaan Tiffany.
" Maaf bos kami masih belum menemukan wanita itu tapi..." Ucap seseorang dari sebrang telepon namun dia tak meneruskan bicaranya .
" Tapi apa ? Bicara dengan jelas ! "
Ucap Dean dengan menaikkan nada bicaranya , kesal mendengar ucapan yang menggantung dari orang suruhan nya itu .
" Bos ingat wanita bernama Ghita yang bos minta untuk kami awasi waktu itu ? " Ucap orang suruhan Dean .
Ghita tak lain adalah pacar dari Martin yang pernah Dean interogasi saat mereka tak sengaja bertemu di Mall tempo hari .
" Ya , ada apa dengannya ? " Tanya Dean .
" Sepertinya ada yang telah menculiknya bos , dia hilang bak ditelan bumi . Saya tidak tau pasti bos hanya menduga duga saja , tapi saya yakin ada seseorang di balik semua ini dan dia saat ini sedang mengancam Martin . " Ucapnya
" Apa ! " Pekik Dean .
Dean begitu terkejut dengan apa yang dikatakan oleh orang suruhan nya ini. Dia pun kembali menanyakannya secara pasti .
__ADS_1
" Apa yang membuatmu sangat yakin ? Apa kau menemukan sesuatu ? " Tanya Dean kembali .
" Rekan ku yang aku tugaskan untuk mengawasi Martin.., dia mendapati Martin tengah mabuk di sebuah bar , dia pun mengawasi nya dari jarak dekat dan..., dia mendengar Martin mengatakan sesuatu saat masih dalam pengaruh alkohol . "
Ucapnya memperjelas dugaannya tadi namun masih belum secara mendetail karena Dean langsung memotongnya dengan pertanyaannya .
" Apa yang dia katakan ? " Tanya Dean .
" Dia mengatakan..."
Belum selesai orang itu menjelaskan pada Dean tiba tiba seorang wanita cantik berambut panjang mengetuk kaca jendela mobil Dean hingga membuat nya tersentak kaget dan langsung melihat ke arahnya .
" Dara . "
Pekik Dean begitu terkejut melihat kekasihnya itu telah berada di luar mobilnya tanpa dia sadari kedatangan nya .
" Kita bicara lagi nanti ! " Ucap Dean pada orang yang tengah berbicara dengannya tadi .
Tut...
Dean pun langsung memutuskan sambungan teleponnya dan kemudian dengan cepat dia keluar dari mobilnya .
" Sayang ! Aku sangat merindukanmu . " Ucap Dean yang langsung meraih tubuh Dara ke dalam pelukannya .
" Aku tau..., Dengan begini bukankah terlihat seperti aku yang telah menjeratmu ! Kau bahkan tidak bisa berpaling sedikitpun meskipun aku berada jauh darimu . "
Dean semakin mempererat pelukannya pada Dara . Rasa rindu karena beberapa hari tak bertemu pun dia curahkan semuanya .
" Apa kau begitu mencintai ku Dean ? Apa kau tidak pernah bosan ? Aku tidak pernah mengatakan iya saat kau berkali kali memintaku untuk menikah dengan mu . Meskipun begitu apa kau tidak pernah merasa lelah sedikitpun untuk tetap mencintaiku ? " Tanya Dara yang masih berada dalam pelukan Dean dengan nada bicara yang terdengar begitu dalam .
Mendengar beberapa pertanyaan aneh dari Dara seketika membuat Dean melepaskan pelukannya dan menatap mata kekasihnya itu .
" Aku bukanlah orang yang mudah jatuh cinta dan sekali jatuh cinta aku hanya akan terus mencintai bahkan lebih dari diriku sendiri ! Lagi pula apa kurang mu sehingga aku bisa berpaling pada wanita lain hem ? Kau hanya menolak untuk menikah , bukan mengatakan ingin mengakhiri hubungan kita kan ? Dan itu saja sudah cukup untuk ku . " Ucap Dean tulus dari hatinya yang paling dalam .
" Sejak kapan kau menjadi pria romantis seperti ini tuan Dean William ? "
Tanya Dara , menepuk pundak Dean dengan pelan sembari menyunggingkan senyum manisnya .
" Kau saja yang tidak tau kehebatan kekasih mu ini ! " Sahut Dean dengan penuh bangga .
Kemudian Dean pun membawa koper Dara dan memasukannya ke dalam bagasi mobilnya . Tak lupa dia membukakan pintu untuk Dara , Dean benar benar memperlakukan Dara layaknya seorang ratu .
__ADS_1
Dean segera masuk ke dalam mobilnya dan menancapkan gas nya menuju rumah Dara . Sesekali Dean melihat ke arah samping dimana kekasihnya itu berada . Senyum selalu terukir di wajahnya setiap kali Dean melihat wajah cantik kekasihnya itu .
" Aku sangat mencintaimu Dara hingga aku tak perduli lagi dengan sikapmu yang seakan terus menghindari ku dan selalu membuat ku bingung . Karena sekeras apapun aku berusaha dan mencoba untuk melupakan mu, tetap saja aku tak bisa ." Ucap Dean dalam hati dengan pandangan lurus kedepan .
Seketika Dean tersadar jika sedari tadi tak ada obrolan antaranya dan Dara dia pun mencoba untuk mencairkan suasana di tengah keheningan yang ada .
" Ra ! Apa aku boleh bertanya ? " Seru Dean memecah suasana hening di dalam mobil itu .
" Hmm..katakanlah ! " Sahut Dara , namun dia tak melihat sedikitpun ke arah Dean dia terus menatap ke luar jendela .
" Ra , apa yang akan kau lakukan saat kau mencintai seseorang ? " Tanya Dean , sebenarnya dia hanya iseng saja bertanya.
" Aku akan mendapatkan nya ! Tidak perduli apapun ! bahkan aku akan mengorbankan semuanya demi mendapatkan cinta sejati ku . " Jawab Dara dengan nada bicara yang terdengar sangat serius dan begitu dalam .
Dean tersenyum lebar mendengar jawaban dari kekasihnya ini . Dia tak menyangka cinta Dara begitu besar padanya hingga dia sampai mengatakan akan mengorbankan apapun hanya untuknya , pikir Dean .
" Benarkah ! Kau akan mengorbankan apapun untuk ku , Sebegitu cinta nya kah ? " Ucap Dean melirik ke arah Dara dengan sedikit terkekeh . Berniat untuk menggoda kekasihnya itu .
Mendengar perkataan Dean seketika membuat Dara tersadar dengan apa yang baru saja diucapkannya itu . Karena sebenarnya apa yang diucapannya tadi keluar begitu saja dari mulutnya tanpa sadar .
" Emm...a..aku hanya "
Seketika Dara menjadi gugup dan bicaranya pun terbata bata . Melihat sikap Dara yang Dean pikir sudah salah tingkah karena ucapannya tadi membuatnya malah semakin bersemangat untuk terus menggodanya . Dean menepikan mobilnya dan kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Dara .
" Lalu jika kau sangat mencintai ku mengapa kau tidak ingin menikah dengan ku sayang ! " Ucap Dean dengan tatapan mata yang begitu dalam pada Dara . Jarak antara wajah mereka pun hanya tinggal beberapa centi lagi .
Dara mencoba sebisa mungkin untuk tetap tenang , dia tak ingin terlihat gugup di depan kekasihnya itu .
" Aku hanya tidak siap untuk menikah . " Sahut Dara dengan sedikit tersenyum .
Dean menjauhkan wajahnya dari Dara dan menghela nafasnya dengan kasar , Melihat ke arah Dara dan kemudian mengulas sedikit senyum .
" Ah..iya . Baiklah ! Lagi pula kekasihmu yang tampan ini memiliki banyak sekali waktu untuk menunggu mu nona Dara Kharisma hingga kau benar benar siap untuk menikah dengan Dean William yang tampan ini . " Ucapnya kemudian dengan penuh percaya diri sembari menaikturunkan alisnya.
Dara hanya tersenyum tipis mendengar ucapan dari kekasihnya ini .
"Pandangan kita sama jika menyangkut tentang cinta Dean , tapi sayang..., terkadang cinta tidak berpihak pada kita . Maafkan aku ! " Batin Dara .
Beberapa saat kemudian , Dean pun kembali melajukan mobilnya menuju ke arah rumah Dara .
🦔🦔🦔🦔
__ADS_1
Bersambung.....
🦔🦔🦔🦔