Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 6


__ADS_3

Sesampainya Rion di rumahnya dia langsung masuk seperti biasanya bahkan dia tidak menghiraukan keberadaan ayahnya yang sedang duduk di ruang tamu dan hanya melewatinya saja dengan ekspresi dinginnya , bahkan dia tidak menghiraukan pertanyaan dari ayahnya itu .


"Dari mana saja kau ? Apakah sudah puas menghancurkan keluarga mu sendiri hah ? "


Tanya Antony dengan nada santai namun terdengar tajam .


Rion terus saja berjalan dan tak menggubris pertanyaan ayahnya itu . Namun saat dia akan menaiki tangga langkahnya Seketika terhenti mendengar sebuah ancaman tak terduga dari Antony.


"Jika kau terus saja seperti itu dan tidak menuruti perintah ku maka jangan salahkan aku jika aku akan menceraikan ibumu . "


Ucap Antony dengan nada tegas .


Sebenarnya Antony tidak ingin mengatakan itu tapi dia tidak punya pilihan lain karena sebanyak apapun dia marah dan berteriak tetap saja tidak membuat Rion menurutinya . Jadi mau tidak mau dia harus mengancamnya dengan menggunakan istrinya sendiri karena hanya dengan itu Rion akan mau menurutinya .


Mendengar apa yang di ucapkan ayahnya barusan sontak membuatnya terkejut . Kemudian dia menatap ayahnya dengan tatapan penuh kekesalan dan berjalan ke arahnya.


"Kenapa.., Kenapa ayah selalu saja melakukan ini ! Ayah tau betapa memalukannya diri ayah.., bahkan ayah dengan tega menggunakan ibu hanya untuk membuatku menuruti semua perintah ayah ."


Teriak Rion seakan tak percaya bahwa ayahnya tega menggunakan ibunya sendiri hanya agar dia menuruti semua kemauannya .


"Kenapa tidak ! Untuk menghadapi anak yang susah di atur seperti mu aku akan mengorbankan apapun , sekarang kau tidak punya pilihan lain selain menuruti perintah ku ."


Ucap antony dengan raut wajah nya yang penuh kemenangan karena dia tau Rion tidak akan bisa menolak ataupun menghindar lagi darinya ,terlebih setelah mendengar ancamannya itu.


"Mulai besok kau yang akan mengambil alih perusahaan dan jika kau mencoba berulah , kau tau kan apa yang akan terjadi dengan ibu tersayang mu itu . "


Sambung nya dengan tatapan serius seakan menegaskan kembali pada Rion.


"Apakah yang ada di pikiran ayah hanyalah perusahaan ? Apakah ayah pernah memikirkan ku sedikit saja ? Apakah selama ini ayah berusaha mencariku saat aku melarikan diri semata mata hanya karena ayah takut tidak akan ada yang meneruskan bisnis ayah . "


Ucap Rion dengan mata berkaca-kaca dan ekspresi wajah jengkelnya dia terus mencecar Antony dengan beberapa pertanyaan .


" Seseorang mengatakan untuk mencapai semuanya jangan pernah menggunakan perasaan , jadi kau mengerti bagaimana aku kan . Dan apa yang kau katakan.., aku tidak memikirkan mu ? Jika matamu tidak buta seharusnya kau bisa melihat dengan jelas bahwa ayahmu ini akan memberikanmu sebuah berlian ."


Jawab Antony dengan gaya bicaranya yang terdengar santai namun sangat dingin.


Setelah itu Antony berniat pergi meninggalkan Rion namun seketika dia teringat sesuatu dan menghentikan langkahnya .


"Dan satu hal lagi.., jangan coba coba melakukan hal bodoh dengan jatuh cinta pada gadis rendahan seperti yang kau lakukan 6 tahun lalu ."


Sontak ucapan Antony barusan membuat Rion seketika mematung dan kembali teringat akan kenangan kelamnya dengan mantan kekasihnya .


"Kau itu putra seorang Antony Destriov tetapi seleramu itu sangat menjijikan , untung saja aku tidak perlu mengotori tanganku untuk mengurus gadis itu . Dia sendiri yang akhirnya berkaca dan meninggalkan mu . "


Setelah mengatakan itu Antony meninggalkan Rion yang masih saja mematung . Kemudian Rion naik ke kamarnya dengan tatapan kosong dia menutup pintu kamarnya kemudian duduk dengan bersandar ke salah satu dinding . Dalam tatapan yang masih kosong seketika dia teringat akan kilasan masa lalunya .


Flash back....


Terlihat seorang gadis cantik dengan lesung Pipit yang membuatnya semakin manis saat tersenyum sedang duduk di pinggir pantai dengan ditemani sebuah api unggun yang menghangatkan di tengah dinginnya malam yang menambah suasana menjadi sangat menenangkan . Gadis cantik itu adalah Tiffany cinta pertama Rion . Sesaat kemudian Rion datang menghampirinya dan duduk tepat di sebelahnya .


Mereka pun menikmati suasana indah itu bersama sembari melihat bintang bintang yang berhamburan di langit . Tiffany tersenyum dengan manisnya , saat itu hatinya merasa sangat bahagia seakan tak percaya bahwa malam itu dia bisa melihat indahnya bintang bintang bersama dengan kekasihnya .


Seketika senyum manis Tiffany itu membuat hati Rion meleleh dan tak bisa memalingkan pandangannya dari Tiffany . Hingga sebuah pertanyaan keluar dari mulut Tiffany dan membuyarkan semua konsentrasi Rion yang dari tadi terus saja menatapnya .


"Hei Rion..., apakah orang kaya seperti mu masih memiliki impian yang belum tercapai ? "


Seru Tiffany yang kemudian menoleh ke arah Rion .


Rion yang tersadar dari bengong nya tadi seketika tersenyum mendengar ucapan Tiffany barusan .


"Impianku akan tercapai jika kau mengatakan iya . "


Ucap Rion dengan tatapan intens nya ke arah Tiffany.

__ADS_1


"Mengapa begitu..? "


Tanya Tiffany yang merasa bingung dengan ucapan Rion .


Tiba tiba Rion menarik kedua tangan Tiffany dan menyuruhnya berdiri . Kemudian Rion bersimpuh di hadapan Tiffany dan memberikannya sebuah cincin sembari berkata .


" Tiffany...,maukah kau menikah dengan ku ?"


Seketika Tiffany membulatkan matanya melihat hal tak terduga itu dari kekasihnya .


"A..a..aku , bagaimana dengan keluargamu ? bukankah mereka tidak menyetujuinya . "


Ucap Tiffany dengan ragu karena dia tau bahwa keluarga Rion sangat tidak suka padanya .


"Jangan pernah menanyakan hal lainnya.., sekarang cukup jawab aku yang saat ini sedang menunggu jawaban iya dari mu .., nona Tiffany Maharani ".


Ucap Rion dengan mata berbinar nya seakan penuh harap bahkan suaranya pun terdengar sangat romantis . Sontak tatapan dan kata kata Rion membuat Tiffany seketika membisu dan melupakan semua keraguan yang ada dalam hatinya .


Sesaat kemudian Tiffany membungkukkan badannya dan mendekatkan bibirnya ke telinga Rion dan membisikkan sesuatu .


"Aku mencintaimu Rion..."


Bisik Tiffany dengan suara lembutnya yang seketika membuat Rion tersenyum sumringah dan menatapnya .


"Bolehkah aku mengartikannya dengan kata persetujuan ? "


Ucap Rion dengan mata berkaca-kaca pertanda dia sangat bahagia karena Tiffany menerima lamarannya itu.


Tiffany pun mengangguk sembari menatap Rion dengan tersenyum bahagia . Kemudian Rion pun berdiri dan memeluknya .


Flash on....


Kemudian Rion kembali teringat ingatan yang lainnya dimana saat itu dia pergi ke rumah Tiffany dan mendapati sebuah surat beserta beberapa foto panas Tifany dengan seorang pria .


" Rion tolong maafkan aku , seharusnya aku memberitahu mu sejak dulu kalau aku tidak pernah mencintaimu , aku mencintai orang lain dan aku harus pergi bersamanya . Jadi aku harap kau bisa bahagia , karena aku juga pasti akan sangat bahagia bersama dengan orang yang ku cintai . Kau harus melupakanku , itu akan lebih baik untuk mu. "


Tiffany


kilasan masa lalu pun berakhir....


Rion yang sedari tadi melamun sejenak memejamkan matanya dan menghela nafasnya dengan berat .


Siapa yang sangka seorang pria arogan dan dingin seperti Rion ternyata memiliki luka hati yang begitu dalam dan selama ini di simpannya sehingga membuatnya menjadi seperti orang lain .


Bahkan baik Antony maupun Sarah tidak ada yang tau bahwa Tiffany meninggalkan putranya itu dikarenakan hal lain . Selama ini mereka mengira Tiffany meninggalkan nya karena takut pada kekuasaan seorang Antony Destriov . Mereka juga tidak tau bahwa kepergian Tiffany itu bertepatan dengan hari ulang tahun Rion oleh sebab itu Rion tidak pernah datang ke pestanya sendiri karena itu hanya akan mengingatkannya dengan masa lalu nya yang kelam .


*****


Sementara Steyla yang pulang ke rumahnya dengan naik taksi , langsung di sambut dengan tatapan tajam Robert yang seketika membuat tubuhnya gemetar .


" Sayang.., kenapa kau pulang terlambat . Kau tau kan aku sudah menunggumu dari tadi. "


Ucap Robert dengan nada lembut sembari mendekati Steyla . Namun tatapan nya pada Steyla sangat tidak sesuai dengan nada bicaranya itu.


"Tolong maafkan aku kali ini , aku benar benar...."


Dengan terbata bata Steyla menjawab suaminya itu namun seketika ucapannya langsung dipotong oleh Robert .


"Sttt...., Kenapa kau ketakutan begini sayang ! aku ini suamimu bukan ! kau pasti lelah , sekarang istirahatlah ."


Ucap Robert sembari membelai rambut istrinya yang terlihat ketakutan itu.


Kemudian Steyla pun segera masuk ke kamarnya , bahkan saat dia berjalan pun kakinya masih saja gemetar ketakutan .

__ADS_1


" Kau akan membayar dengan mahal atas rasa maluku ini Steyla . ''


Batin Robert sembari menatap tajam ke arah Steyla .


*****


Disisi lain Luna berusaha menutupi tentang kejadian tadi dari ibunya termasuk juga dengan pemecatannya karena dia tidak ingin ibunya cemas dan jatuh sakit . Di dalam kamarnya dia terus memikirkan tentang pekerjaan yang harus segera dia dapatkan . Tanpa sadar dia juga memikirkan Steyla karena meskipun dia kecewa dengannya dia juga menyimpan rasa prihatin pada kakaknya itu .


"Apakah dia itu benar benar sudah buta..., mengapa dia mau menikahi bajingan tua itu ! lihatlah bagaimana dia memukulinya . meskipun demi uang apakah dia tidak bisa memilih pria dengan baik "


Gumam Luna yang kemudian tersadar jika dia sudah mulai memikirkan Steyla.


" Chahhh ..., Kenapa aku memikirkan nya , itu bukan urusanku ! lebih baik aku harus memikirkan cara untuk mendapatkan pekerjaan secepatnya ".


Ring....ring ..ring....


Seketika ponsel Luna berdering dan terlihat nama Dewi sahabatnya yang menelpon , dia pun langsung mengambil ponselnya yang berada tepat di sebelahnya dan kemudian mengangkatnya .


"Hallo Dew..., ada apa ? "


Tanya Luna .


"Hei Luna apakah kau masih mencari pekerjaan ? "


ucap Dewi yang malah berbalik tanya pada Luna.


"Ya...,aku masih mencari nya ,apakah kau ada pekerjaan untukku ? "


Jawab luna kemudian dia menanyakan kembali pada Dewi dengan penuh antusias.


"Sebenarnya aku akan recent dari perusahaan tempat ku bekerja ,karena aku memberitahukannya mendadak jadi aku harus mencari pengganti ku secepatnya . "


Dewi pun menjelaskan bahwa dia menginginkan Luna menggantikan nya di perusahaan tempatnya bekerja.


"Mendadak...,Kenapa ? "


Luna yang merasa bingung dengan keputusan mendadak sahabatnya itu kemudian menanyakannya .


''Aku akan segera menikah , itulah sebabnya aku berhenti bekerja . "


jawab Dewi yang seketika membuat Luna menganga .


"Kau serius ! mengapa baru memberitahuku , Astaga ! Kau tidak melakukan hal macam macam kan dengan kekasihmu sehingga pernikahannya mendadak begini ."


Ucap Luna yang terkejut mendengar kabar mendadak itu , namun dia juga sedikit mengatakan hal jail keada Dewi.


"Dasar kau ini memang sudah gila ya ,apa kau..."


Teriak Dewi dengan nada tingginya hingga membuat Luna menjauhkan ponselnya sejenak dari telinganya , kemudian dia segera memotong ucapan Dewi .


"Astaga aku hanya bercanda...,mengapa kau menganggapnya begitu serius. "


Dewi yang merasa sedikit kesal dengan pertanyaan jail Luna barusan kemudian segera mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah terserah saja ..., Dengar ! kau harus datang besok pagi pagi sekali ke perusahaan tempat ku bekerja kau mengerti , nanti aku akan SMS alamatnya ."


" Baiklah ,kau tenang saja aku pastikan tidak akan terlambat besok ".


Ucap luna sembari menguap karena tak terasa dia sudah merasa mengantuk .


"Baiklah kalo begitu tidurlah sana , sepertinya kau sudah mengantuk.., aku tutup dulu teleponnya dahhh ."


Dewi pun memutuskan sambungan telepon nya ,kemudian Luna meletakan ponselnya di atas meja kamarnya dan beranjak tidur karena matanya sudah tidak kuat lagi.

__ADS_1


__ADS_2