
Ceklek....
" Rion sayang.., ibu datang ! "
Teriak sarah dengan penuh antusias namun seketika dia dibuat terkejut dan syok tatkala melihat pemandangan di depannya ini dimana putranya tengah berada sangat dekat dengan seorang gadis dalam posisi yang membuat orang yang melihatnya pun jadi berpikir yang tidak tidak .
Bimo juga tak kalah terkejutnya dari sarah karena yang di lihatnya kali ini lebih parah dibandingkan dengan apa yang dilihatnya tadi sebelum dia keluar dari ruangan Rion .
" Astaga , kenapa menjadi semakin parah begini . Bagaimana jika nyonya sarah melaporkan hal ini pada tuan Antony , maka hidup gadis ini pasti akan tamat . "
Ucap Bimo dalam hati , seketika dia pun terpikir akan nasib Luna karena Antony pasti tidak akan tinggal diam jika mengetahui Rion memiliki hubungan dengan gadis biasa seperti Luna . Yah meskipun Bimo hanya menduga duga saja jika Rion dan Luna memiliki hubungan lain selain dari hubungan pekerjaan .
Rion dan Luna tersentak kaget saat pintu tiba tiba terbuka dan Luna pun secara reflek langsung mendorong tubuh Rion dan kemudian secepatnya berdiri dengan sangat gugup , wajahnya seketika pucat menahan malu karena lagi lagi dia seakan sedang tertangkap basah bersama dengan Rion .
Sarah menatap Rion dengan intens dan penuh tanya , kemudian sarah pun menatap ke arah Luna dengan sangat tajam seakan ingin menerkam dan mencakar Luna habis habisan . karena sarah berpikir jika Luna telah menggoda putranya itu dan ingin memanfaatkan nya seperti apa yang dialami anak dari teman arisannya yang akhirnya terpaksa menikah karena di jebak oleh karyawan kantornya yang licik dan gila akan harta . Sarah pun langsung menghampiri Rion dan mencecarnya dengan beberapa pertanyaan .
" A..apa ini , apa yang kalian lakukan , ss...siapa gadis ini ? Mengapa bisa begini ? Dan kau..apa hubungan mu dengan nya ? kau tidak melakukan kebodohan seperti dulu kan Rion ? Jawab ibu..., katakan !!! "
Tanya sarah yang masih terlihat syok sembari tangannya terus menunjuk nunjuk ke arah Luna .
Luna pun hanya diam saja sembari menunduk karena dia pun tak tau mengapa sampai bisa bosnya itu berada di atasnya tadi . Dia pun merasa sangat malu dengan semua itu , terlebih tatapan tajam sarah padanya membuatnya semakin tak berani untuk membuka mulutnya .
Rion masih diam dengan raut wajah datar saat ibunya menanyainya . Melihat ekspresi putranya yang seakan tak ingin menjawab pertanyaannya sarah pun menghampiri Bimo dan menatapnya dengan tajam dan penuh amarah , karena dia berpikir Bimo tau tentang hubungan mereka berdua dan berusaha untuk menutupinya . Dia tak menyangka jika Bimo orang kepercayaan suaminya itu telah berani menyembunyikan hal sebesar ini darinya dan juga suaminya .
" Apa ini yang coba kau sembunyikan dariku Bimo ? Jadi.., inilah alasan mengapa kau melarang ku masuk tadi . "
Ucap sarah dengan nada ketus pada Bimo karena merasa telah di bohongi , terlihat jelas dari wajahnya jika dia sangat kecewa dengan Bimo .
Bimo pun hanya bisa diam tak bergeming saat Sarah meminta jawaban padanya karena dia memang tak tau apakah yang sebenarnya terjadi antara Rion dan Luna karena setahunya Luna hanyalah asisten pribadi Rion . Dia pun juga sama terkejutnya dengan sarah .Tapi setelah melihat ini Bimo sendiri jadi meragukan jika hubungan Luna dan Rion hanyalah sebatas pekerjaan saja .
Rion yang sedari tadi hanya diam akhirnya membuka suaranya namun tak satupun dari ucapannya ini dapat menjawab pertanyaan yang diberikan ibunya padanya .
"Ibu ini tidak seperti yang ibu pikirkan , dan mengapa ibu kesini tanpa memberitahu ku terlebih dahulu , ibu tau kan sekarang aku sangatlah sibuk . "
Mendengar putranya yang akhirnya mau membuka mulut dan bicara sarah pun melepaskan tatapan nya dari Bimo dan kemudian kembali menghampiri Rion .
" Sibuk apa ? Sibuk dengan gadis tidak jelas ini ? Dari yang ibu lihat sepertinya dia itu salah satu karyawan kantormu . Apa yang kau lakukan dengannya tadi ? Jangan bilang jika kau kembali jatuh cinta dengan gadis rendahan sepertinya . "
Ucap sarah dengan melihat secara detail penampilan Luna yang memang sangatlah sederhana dan terlihat seperti staf biasa . Terlihat jelas dari tatapannya jika dia sangat tak suka akan keberadaan Luna .
Rion sedikit memijat kepalanya , dia pun berpikir untuk apa menyembunyikannya lagi karena lambat laun ayahnya pun pasti akan mengetahui jika Luna adalah asisten nya . Rion pun menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar , kemudian dia pun mulai bicara dan menjawab pertanyaan pertanyaan ibunya tadi dengan berterus terang , namun Rion tak sepenuhnya mengatakan hal yang sebenarnya .
" Dia asisten pribadi ku , aku tersandung dan tak sengaja terjatuh di atasnya tadi jadi hal yang kalian pikirkan itu sama sekali tidak terjadi . Lagi pula mustahil bagiku untuk sengaja melakukannya terutama dengan gadis bodoh seperti nya . Dan hubungan ku dengannya hanyalah sebatas atasan dan bawahan saja tidak ada yang lainnya dan tidak akan pernah ada ." Ucap Rion dengan sedikit melirik sinis ke arah Luna .
Mendapat lirikan sinis dari Rion , Luna pun mendengus kesal dalam hati , dia pun bingung dan masih tak mengerti karena disini dia merasa dialah korban nya yang tak tau apa apa tapi sarah terus saja menatap tajam dan sinis ke arahnya seolah Luna lah yang bersalah dan Rion korbannya disini . Dia pun semakin jengkel saat Rion mengumpatnya barusan .
Namun lain hal nya dengan sarah , sarah merasa sangat lega mendengar penjelasan dari putranya itu , memang jawaban inilah yang ingin didengar nya sedari tadi meskipun dia juga sedikit kaget saat mendengar ucapan Rion yang menyebut Luna sebagai asisten pribadi nya . Karena dilihat dari penampilannya yang sangat sederhana sungguh tak pantas jika harus dia yang menjadi asisten pribadi putranya itu . Sarah pun mulai berpikir bagaimana mungkin Rion bisa menerima Luna . Bahkan meskipun hatinya lega mendengar jika Rion dan Luna tak memiliki hubungan apa apa tapi dia masih sangat curiga dengan Luna asisten pribadi putranya itu .
Beberapa saat kemudian......
__ADS_1
" Ibu mengapa tidak menelpon ku terlebih dahulu sebelum datang kemari ? " Tanya Rion kembali .
" Eh...ibu kan hanya ingin memberikan mu kejutan apa tidak boleh ? Lagian ibu kan ingin melihatmu , ibu sangat merindukan putra ibu ini "
jawab sarah dengan nada manja dan penuh kelembutan tangannya ingin membelai wajah Rion namun dengan segera Rion menghindar karena merasa sikap ibunya padanya sudah sangat berlebihan .
"Baiklah sekarang aku sudah sangat terkejut hingga hampir mati , dan ibu juga sudah melihat ku kan , jadi ibu pulang saja ya karena pekerjaan ku sangat banyak hari ini . " Ucap Rion dengan datar .
Luna hanya bisa menghela nafas dengan pelan mendengar pembicaraan ibu dan anak ini , dia pun tak habis pikir jika sikap Rion dengan ibunya juga sangat menyebalkan .
" Apa dia selalu bicara begini pada ibunya , bahkan ibunya terlihat begitu perhatian dan sangat sayang padanya . Tapi pria arogan ini sama sekali tak bisa bersikap lembut sedikitpun meskipun dengan ibunya , ekspresi wajah nya masih saja menyebalkan . " gumamnya dalam hati.
*****
Rion akan pergi untuk menghadiri rapat dadakan yang baru saja Bimo beritahukan padanya . sebenarnya Antony lah yang seharusnya menghadiri rapat itu tapi karena saat ini Antony sedang tidak berada di sini Rion pun harus menghadiri nya karena hanya dialah yang bisa mewakili Antony untuk memulai rapat itu .
" Tuan kita berangkat sekarang ? . " Tanya Bimo dengan pelan .
" Baiklah " jawab Rion .
Kemudian Rion berjalan ke arah Luna yang masih dengan berkas berkas nya . Karena setelah beberapa ketegangan tadi Rion pun kembali memerintahkan Luna untuk menyelesaikan pekerjaannya . Sarah yang duduk agak jauh dari Luna terus saja memperhatikan setiap gerak geriknya dan bagaimana cara Luna bekerja , karena dia masih tak percaya gadis seperti Luna menjadi asisten putranya .
" Kau selesaikan laporan yan tadi kau buat , dan jangan lupa lanjutkan memeriksa berkasnya juga . Lakukan dengan benar !!! "
Titah Rion pada sang asisten , Luna pun mengangguk paham dengan perintah bosnya itu .
" Ibu aku pergi rapat dulu , ibu pulanglah karena aku akan lama . kita bicara di rumah saja " Ucap Rion .
" hmm... baiklah , sebentar lagi ibu akan pulang . " Ucap sarah dengan tersenyum tipis pada putranya itu .
Rion pun kemudian pergi bersama dengan Bimo . Sarah yang tadi mengatakan pada Rion jika dia akan segera pulang justru masih tetap di sana karena dia masih banyak sekali yang ingin di katakan pada Luna asisten pribadi putranya itu . Sarah pun menghampiri Luna dan berdiri di sebelahnya sembari menyilangkan kedua tangannya.
" St...st.., apa kau tidak memiliki ruangan mu sendiri ? Berani sekali mengerjakannya di ruangan putraku saat dia tidak ada . " Tanya Sarah dengan nada tajam .
" Yah..karena putramu itu tak memberiku ruangan lain dan terus membuatku menempel dengannya . "
Ucap Luna dalam hati , batinnya sangat tertekan karena merasa dirinya selalu saja terintimidasi .
" Emm...tuan Rion sendiri yang meminta saya satu ruangan dengannya nyonya . "
Jawab Luna kemudian dengan nada lembut dia masih berusaha sabar menghadapi sikap sarah yang terlihat sangat tidak suka padanya .
" Apa !!! "
pekik sarah terkejut dan merasa tak percaya dengan ucapan Luna .
" Benar nyonya , tuan Rion meminta saya untuk selalu berada di dekatnya agar memudahkan nya untuk menyuruh saya . "
Ucap Luna mengulangi ucapan Rion padanya beberapa waktu lalu yang mengatakan alasannya menyuruh Luna untuk selalu berada di dekatnya adalah agar dia bisa dengan mudah menyuruh Luna , Rion pun mengatakan pada Luna agar tidak salah paham dan berpikir jika dia menyukai Luna , padahal tidak pernah terbesit sekalipun dalam otak Luna memikirkan hal seperti itu .
__ADS_1
" Dengar ! Kau pikir gadis rendahan sepertimu bisa membodohiku . Apa kau pikir aku percaya begitu saja . Ku pasti ingin menjebak putraku bukan ? Oleh sebab itu kau menggodanya tadi ."
Ucap sarah dengan kesal , dia pun menarik Luna hingga Luna tersentak dan kemudian berdiri sembari memegangi pergelangan tangannya yang terasa sakit karena sarah menariknya dengan kasar .
" Ta..tapi saya tidak pernah .."
Ucap Luna yang berusaha membela diri karena semua yang dituduhkan sarah padanya itu sangat tidak benar .
Sarah pun semakin jengah dengan sikap Luna yang menurutnya hanya bersandiwara saja menjadi gadis sok lugu . Dia pun melepaskan tangan Luna dengan kasar dan...
Plakkk....
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Luna hingga membuat pipi kirinya memerah . Dan tamparan itu seketika memotong ucapan Luna yang berusaha menjelaskan tadi .
Luna meringis sembari memegangi pipinya , rasa perih akibat tamparan sarah padanya tak sebanding dengan luka hatinya saat sarah mengatakan hal yang begitu menyakitkan setelahnya .
" Aku sudah melihat gadis gadis seperti mu ini yang haus akan kekayaan , sehingga kau mengincar putraku ." teriak sarah dengan sangat geram dan tatapan jijik ke arah Luna .
" Cihhh..., aku tidak tau bagaimana kau bisa berani menghayal begitu tinggi hingga kau melangkah sejauh ini , Apa di rumahmu tidak ada cermin ? Apa orang tuamu tak pernah mengajari mu arti dari kata sadar diri , Tapi aku rasa keluarga mu tak jauh berbeda dari mu ya , mereka sama sama menginginkan kehidupan yang mewah tanpa harus bersusah payah , benar benar keluarga yang tidak tau malu . "
Sambungnya dengan penuh penekanan , hati sarah saat ini sedang sangat emosi dan pikirannya pun terus mengingat tentang apa yang di lihatnya tadi saat baru masuk ke ruangan Rion dan hal itu semakin membuat Sarah kesal pada Luna .
Mata Luna seketika berkaca kaca , dadanya merasa sangat sesak mendengar ucapan sarah yang menghina orang tuanya , harga dirinya terasa di injak injak saat itu juga . Meskipun Luna sering sekali mendapat hinaan seperti itu dari Sally ataupun orang orang yang tidak suka dengannya sebelumnya , entah mengapa hatinya begitu sakit saat mendengar kata kata itu keluar dari mulut sarah .
Luna pun tak bisa lagi menahan air matanya yang sudah ingin keluar , karena ucapan sarah tadi seketika mengingatkan nya dengan mendiang ayahnya .
Tanpa berkata apapun Luna langsung berlari keluar dari ruangan Rion karena tak ingin menangis di hadapan sarah karena itu sama saja membuat harga dirinya semakin jatuh .
Sarah hanya tersenyum sinis tanpa rasa bersalah sedikitpun melihat kepergian Luna . Dia merasa dengan tamparannya ini pasti sudah membuat Luna sadar akan posisinya dan statusnya . Dia pun kemudian mengambil tasnya dan berlalu pergi dari ruangan Rion .
Dengan air mata yang terus mengalir dan pipinya yang merah padam akibat tamparan keras sarah padanya tadi Luna menutupi wajahnya dengan salah satu tangannya agar tidak ada orang yang melihatnya menangis , dia pun terus berjalan cepat menuju ke arah toilet agar bisa melepaskan tangisnya di sana .
sesampainya di toilet Luna pun langsung masuk dan mengunci pintunya dari dalam , dia pun melepaskan rasa sesak di dadanya dengan
menangis sejadinya jadinya dia membungkam mulutnya dengan erat agar tangisannya tak terdengar dari luar .
"Bagaimana ibunya bisa menuduhku seperti itu , aku bahkan tidak pernah menginginkan pekerjaan ini . Seharusnya dia bisa menanyakan sendiri pada putranya itu , mengapa harus menuduhku dan menghina orang tuaku . " Ucap Luna dalam hati dengan terus terisak .
Luna pun semakin terisak saat mengingat sang Ayah yang tak lagi bersamanya .
" Ayah..., apa ayah lihat bagaimana orang orang begitu jahat pada Luna . Hati Luna sakit yah.., Luna ingin di peluk ayah sebentar saja..., Luna merindukan ayah hiks...hiks...hiks.."
Ucapnya dengan sangat lirih bahkan suaranya hampir tak terdengar karena isak tangisnya yang berusaha dia tahan .
🍂🍂🍂🍂
Bersambung.....
🍂🍂🍂🍂
__ADS_1