Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 27


__ADS_3

" Ya memastikan apakah wanita itu memiliki kekasih atau barangkali dia sudah bersuami . Atau saat perasaan mu sudah terlalu dalam nantinya kau akan menyesal saat mendapati dia sudah memiliki hubungan lain . "


Ucap Andre dengan tatapan penuh ledekan pada Reno sahabatnya itu .


Reno pun hanya terkekeh mendengar ucapan Andre ini , dengan santainya Reno menyandarkan kepalanya ke bahu kursi taman sembari berkata ....


" Memangnya kenapa jika dia memiliki pacar atau jika dia istri orang sekalipun aku tidak masalah . Kau tau kan kita tidak bisa memilih tempat di mana cinta ini akan berlabuh . "


Ucap Reno dengan tersenyum jail . Tentu saja dia tak bersungguh-sungguh dengan ucapannya itu .


" chahhh..., kau benar benar bercita cita menjadi simpanan rupanya . " Sahut Andre dengan tersenyum kecut dan tatapan tajam ke arah Reno .


****


Sementara Rion telah menyelesaikan rapat dadakan nya dan bergegas kembali ke kantor bersama dengan Bimo . Di dalam mobil Bimo mencoba menyampaikan pada Rion mengenai laporan yang sedari tadi ingin di beritahukan nya .


" Tuan ada yang ingin saya bicarakan . " Ucap Bimo yang mulai membuka suaranya .


" Bicaralah . " Sahut Rion dengan ekspresi wajah datar .


" ini mengenai nona Luna asisten pribadi tuan . "


Ucap Bimo kembali dengan menyampaikan judul laporan yang akan dia sampaikan . Mendengar nama Luna seketika ekspresi wajah Rion berubah menjadi terlihat serius .


" Apa kau sudah mendapatkan semua informasi tentang nya ? " Tanya Rion .


Bimo pun melanjutkan laporannya .


" Sebelumnya dia adalah seorang staf di kantor kita tuan , dia menggantikan temannya yang recent tapi.."


Ucap Bimo yang kemudian menghentikan bicaranya karena ragu saat dia akan mengatakan hal selanjutnya .


Ucapan Bimo yang menggantung membuat Rion semakin penasaran , Rion pun melirik Bimo dengan tajam mengisyaratkannya untuk segera melanjutkan bicaranya dengan jelas .


" Dia hanya lulusan SMA saja tuan dan bukan sarjana seperti apa yang dikatakan karyawan sebelumnya , saya tidak tau mengapa kita bisa kecolongan begini . "


Ucap Bimo dengan sedikit menunduk , takut jika laporannya ini akan membuat bos mudanya yang terkenal dingin dan kejam menjadi mengamuk karena Bimo tau benar bahwa Rion memiliki sikap sebelas dua belas dengan Antony yaitu tidak akan mentolerir kesalahan apapun apalagi dengan penipuan seperti ini . Meskipun Bimo sendiri masih tak percaya jika gadis selugu Luna bisa masuk GRACHINE GROUP dengan kebohongan nya , namun fakta yang dia temukan justru mengatakan itu . Dan yang lebih membingungkan bagi Bimo adalah bagaimana Luna bisa sampai menjadi asisten pribadi Rion hal itu terus saja berputar di otaknya .


Rion memasang ekspresi datar saat mendengar hal itu dari Bimo , Meskipun dia juga baru mendengar hal mengejutkan ini dari Bimo entah mengapa dia tak memperdulikan nya .

__ADS_1


Bimo sedikit terkejut saat melihat ekspresi Rion yang biasa saja seolah tak masalah dengan fakta bahwa Luna yang merupakan asisten pribadinya hanyalah seorang gadis yang tidak berpendidikan tinggi . Yah karena memang tujuan awal Rion menjadikan Luna asistennya bukanlah semata mata untuk pekerjaan jadi diapun tak memperdulikan hal lainnya .


" Sembunyikan identitas nya dari siapapun terutama ayahku . Jika perlu palsukan semuanya . " Ucap Rion dengan cepat .


Bimo di buat melongo mendengar titah tuan mudanya ini karena ini sungguh di luar dugaannya . Dia semakin yakin jika kemungkinan besar tuan mudanya itu benar benar memiliki hubungan dengan Luna dan posisi asisten hanyalah kedok saja agar mereka bisa selalu bersama .


" Lalu bagaimana dengan latar belakang keluarganya ? "


Tanya Rion yang ingin mendengar laporan lain dari Bimo mengenai keluarga Luna.


" Dalam keluarganya hanya ada ibunya dan juga keponakannya yang masih berumur 7 tahun tuan . Ayahnya sudah lama meninggal , sebenarnya nona Luna memiliki kakak tapi menurut informasi yang saya dapat kakaknya telah memutuskan hubungan dengan mereka setelah menikah dengan lelaki kaya yang usianya jauh lebih tua darinya tuan . "


Jawab Bimo dengan jelas dia pun memberikan amplop coklat yang di ambilnya dari dalam saku jas nya dan memberikannya pada Rion .


Amplop itu berisi foto foto anggota keluarga Luna beserta nama namanya . Rion melihat satu persatu wajah dalam foto foto itu , seketika matanya terfokus pada foto salah satu wanita yang sepertinya pernah dilihatnya .


" Steyla..., Bukankah ini wanita yang di bar waktu itu , jadi inilah alasan perubahan sikapnya waktu itu karena wanita ini adalah kakaknya . " Gumam Rion sembari menatap foto Steyla yang di pegangnya .


Bimo hanya diam mendengar gumaman Rion yang tak dapat dimengerti sama sekali olehnya . Beberapa saat kemudian Bimo pun kembali membuka suaranya karena masih ada hal yang ingin dia sampaikan pada Rion .


" Setelah kakak nya meninggalkan mereka , nona Luna terpaksa tidak melanjutkan kuliah karena terkendala biaya tuan , dia mengambil banyak sekali pekerjaan paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya . "


Ucap Bimo sembari memberikan selembar kertas yang berisikan semua daftar pekerjaan yang pernah Luna jalani .


Sebenarnya dia tak menyangka jika gadis yang berniat ingin disiksa nya itu sudah sangat menderita sebelumnya . Dan hidupnya tentu tidak lah mudah , Rion sebenarnya tidak sekejam itu jika harus tetap menekan dan menyulitkan Luna hanya untuk sekedar memuaskan hatinya saja . Bahkan Rion pun sudah tau jika Luna hanyalah korban dari kelicikan vivi hingga dia bisa berteriak padanya waktu itu . Namun hati Rion seakan tak ingin membiarkan Luna pergi dia pun memutuskan untuk tetap menjadikan Luna asistennya meski apapun yang telah di dengarnya , dia masih ingin membuktikan jika dia tak memiliki perasaan apapun pada Luna . Meskipun sejauh ini dia selalu kalah dengan apa yang coba dia yakini , namun karena egonya Rion tetap saja tak ingin mengakui cinta dalam hatinya itu dan malah ingin semakin menantang dengan tetap berada di dekat Luna .


******


Setelah cukup lama Reno dan Andre berbincang akhirnya Andre pun pamit pergi begitu pun dengan Reno yang segera akan kembali ke kantor . Namun seketika dia menghentikan langkahnya saat melewati sebuah bangku taman dimana seorang gadis tengah tertidur dengan tenangnya .


Sedari tadi Luna tertidur dengan pulasnya hingga tak mendengar apapun saat kedua pria itu saling mengobrol bahkan tertawa bersama . Reno juga tak menyadari jika dari balik pohon itu ada Luna , yah karena memang terhalang pohon besar diantara mereka jadi Reno tak melihat , apalagi sedari tadi Reno hanya fokus bercanda dengan Andre .


Reno tiba-tiba duduk di sebelah Luna dan memandangi wajah cantik gadis di sampingnya itu . Wajahnya terlihat sangat teduh dan menyejukkan hati . Angin berhembus sehingga membuat rambut Luna berkibar kesana kemari menutupi wajah cantik nya , dan dengan sigap Reno pun perlahan menyilakan beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya itu. Reno terus tersenyum melihat wajah Luna , entah mengapa hatinya selalu merasa tenang saat memandang nya seakan wajah Luna ini mengingatkannya akan seseorang.


Merasa ada sesuatu di wajahnya Luna pun mengerjapkan matanya dengan perlahan dan seketika dia terkejut saat mendapati Reno tiba tiba ada di sampingnya .


" Ren.., kau disini..,sejak kapan ? "


Tanya Luna dengan tergagap . Dia masih terkejut dengan keberadaan Reno ini .

__ADS_1


" Hmm..., Sudah sejak tadi . " jawab Reno dengan tersenyum ke arah Luna .


Wajah Luna seketika berubah menjadi pias saat mendengar ucapan Reno barusan . Dia pun kembali merutuki kebodohannya seperti biasanya .


" itu artinya sedari tadi dia memperhatikan ku tidur . Hiks...bodoh sekali aku.., mengapa aku bisa tertidur di tempat umum begini . Astaga.., " gumam Luna dalam hati .


Melihat perubahan ekspresi Luna yang seperti sedang menahan malu ini membuat Reno seketika terkekeh .


" Ha..ha...ha.. tenanglah aku baru saja disini , dan bahkan saat tertidur pun kau masih terlihat cantik jadi jangan risau kan itu . " Ucap Reno dengan penuh senyuman yang sulit untuk diartikan .


Luna pun hanya membalas ucapan Reno dengan tersenyum kikuk , sungguh dia masih merasa malu karena kepergok tidur di tempat umum begini .


" Mengapa sampai bisa tertidur disini hem ? Apakah jam kerjamu sudah selesai ? Bukankah ini belum waktunya ? Apa tuan Rion yang menyuruhmu pulang lebih awal ? . ". Ucap Reno yang langsung mencecar Luna dengan beberapa pertanyaan .


Mendengar nama Rion Luna pun tersentak kaget dan seketika raut wajahnya berubah menjadi panik .


" Tuan Rion..., Ouh astaga..aku sampai melupakan sesuatu . Aku harus cepat cepat .. " Ucap Luna sembari berdiri dengan tergesa-gesa .


" Baiklah ayo , kita satu tujuan kan ? "


Ucap Reno yang langsung menggenggam tangan luna dan berjalan cepat menuju ke arah kantor . Luna yang memang masih panik mengiyakan saja ucapan Reno sembari terus berjalan mengikutinya .


Saat mereka telah sampai di depan pintu masuk perusahaan di saat yang bersamaan Rion dan Bimo pun baru saja sampai . Mereka pun saling berpapasan saat hendak masuk ke dalam .


Ekspresi keempat orang itu sama sama terkejut saat mereka saling lihat satu sama lain .


Rion memicingkan matanya dengan tajam saat melihat kembali Luna bersama dengan Reno terlebih tangan Reno saat ini masih menggenggam tangan Luna .


Rion menatap tajam ke arah tangan yang masih saling menggenggam itu hingga membuat Luna yang menyadari maksud dari tatapan tajam Rion itu seketika reflek melepaskan tangan Reno . Luna juga tak sadar sejak kapan Reno menggenggam tangannya itu .


Rion melirik sinis ke arah Reno kemudian tanpa aba aba dia pun menarik tangan Luna dan membawanya ke ruangannya .


Reno hanya bisa menghela nafas dan tak berani bicara sepatah kata pun sedari tadi . Dia pun kemudian masuk dan kembali ke ruangannya .


Sedangkan Bimo yang masih berada di sana pun akhirnya terkekeh sendiri menyadari sikap tuan mudanya yang terlihat seperti seorang kekasih yang sedang cemburu itu .


Menyadari beberapa karyawan yang sedang lalu lalang mulai memperhatikan nya yang tersenyum senyum sendiri Bimo pun kembali menormalkan keadaan dan kemudian dia pun masuk ke dalam .


🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


Bersambung.....


🌾🌾🌾🌾


__ADS_2