Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 41


__ADS_3

Ucapan Rion terhenti karena tiba tiba saja...


" Dorrr...!!! Hayo kalian tertangkap basah lagi . Kalian berkencan secara diam diam ya . "


Secara tiba-tiba entah dari mana , Dean datang dan mengejutkan mereka , hal itu sontak membuat ucapan Rion tercekat dan Rion pun seketika menjadi sangat kesal pada Dean .


Luna yang hampir mengetahui alasan sebenarnya dibalik semua ucapan Rion tadi serta jawaban dari pertanyaan yang dia lontarkan pada Rion sebelumnya , tepatnya sebelum Dean datang dan mengacaukan semuanya . Dia harus dibuat penasaran dengan semua itu karena kedatangan yang mengejutkan dari teman bosnya ini .


Rion terus melayangkan tatapan tajamnya pada Dean seolah ingin menerkamnya karena muncul di saat yang kurang tepat .


" Ada apa ? " Tanya Dean tanpa merasa bersalah sedikitpun saat mendapat tatapan mengerikan dari sahabatnya itu .


Luna pun memperhatikan tatapan Rion pada Dean yang seperti sedang menahan kesal itu .


" Sepertinya dia sudah sadar dan kembali ke mode arogannya . " Gumam Luna dalam hati .


Dean tak menghiraukan Rion dan malah sekarang fokus nya mengarah pada Luna . Dia sangat yakin jika sahabatnya itu telah jatuh cinta kembali pada seorang gadis dan gadis itu adalah Luna . Selama bertahun-tahun semenjak Tiffany meninggalkan Rion , Dean tidak pernah melihat Rion memperhatikan ataupun tertarik pada gadis manapun . Rion membenci kata cinta dan tak lagi ingin mempercayai nya , seiring berjalannya waktu Rion berubah menjadi sosok yang dingin, arogan , dan juga kejam .


Dean hanya berharap Luna bisa mengembalikan tawa dalam hidup sahabat nya itu , setelah bertahun-tahun Rion tenggelam dalam kegelapan kini dia telah menemukan seseorang yang akan menariknya keluar . Dean pun ikut bahagia melihat itu .


" Hai.., kita bertemu lagi ! Bukankah ini sebuah kebetulan . "


Ucap Dean pada Luna sembari melambaikan tangannya dan dengan ekspresi yang di buat seimut mungkin . Dia sengaja melakukan itu untuk membakar hati pria dingin yang ada di sampingnya itu . Yah sebuah hiburan baginya saat melihat raut wajah Rion yang memerah karena ulahnya itu .


Luna pun membalas Dean dengan senyuman dia hanya ingin bersikap ramah padanya karena menurutnya Dean adalah orang yang baik .


Dengan sedikit melirik ke arah Rion , Dean mengulurkan tangannya dan mendekatkannya ke arah Luna sembari berkata ...


" Untuk pertemuan yang kebetulan ini bagaimana jika kita berjabat tangan lagi . " Ucap Dean dengan sedikit menyeringai saat menyadari seseorang di sampingnya sedang menahan kesal . Dia jadi semakin bersemangat untuk menggoda sahabatnya ini .


Luna sebenarnya masih sedikit canggung dengan Dean , dia ragu untuk membalas uluran tangan Dean terlebih di depan Rion yang sepertinya terlihat tak suka .


" Ekhm.. sebelumnya adalah salam perkenalan dan sekarang aku rasa akan menjadi salam persahabatan . "


Ucap Dean lagi dengan menaikturunkan alisnya . Sedangkan Rion hanya bisa mendengus kesal melihat Dean yang seolah sedang tebar pesona di hadapannya Luna .


Dengan masih sedikit ragu Luna akhirnya meraih uluran tangan Dean , namun hanya sekilas karena Rion dengan cepat menepisnya saat dia melihat Dean sedikit mengeratkan tangannya pada Luna .


" Sudah selesai basa basi nya ! aku banyak pekerjaan ! Jika ingin melakukan salam persahabatan , di sini ada banyak pelayan dan kau bisa bersalaman dengan mereka sampai kau puas ! " Ucap Rion dengan cepat , tatapan sinis dan nada bicara yang penuh penekanan.

__ADS_1


Dean hanya terkekeh dalam hati melihat sikap sahabatnya itu yang terlihat seperti kebakaran jenggot .


" Chahh.., berandal ini ! " gumamnya dalan hati .


Sementara Luna hanya diam saja melihat Rion dan Dean , dia sudah cukup di buat bingung hari ini , dia juga tak tau akan mengatakan apa .


Hingga suara seseorang memecah obrolan mereka .


" Dean.., Sepertinya kau melupakan aku ya ! " Seru Dara yang kemudian datang dan bergabung bersama mereka .


Yah saat perjalanan pulang dari airport Dara mengatakan jika dia ingin makan di restoran favoritnya . Jadi mereka memutuskan untuk mampir ke restoran yang di sebutkan Dara . Namun sesampainya di sana Dara berubah pikiran dan menyuruh Dean untuk membeli dan membungkus nya saja sementara dia menunggu di mobil . Dean yang tidak menyangka jika akan bertemu dengan Rion dan juga Luna pun begitu terkejut tadi sampai sampai dia lupa dengan tujuan awalnya . Menyadari Dean tak kunjung kembali membuat Dara memutuskan untuk menyusul nya ke dalam . Sama halnya dengan Dean , Dara pun terkejut saat melihat mereka bertiga terlebih dengan sosok perempuan cantik di sebelah Rion sahabat dari kekasihnya itu , karena selama yang dia tau Rion itu berhati dingin dan tak pernah dekat dengan wanita manapun .


" Dara , sejak kapan kau disini . Tidak ! lebih tepatnya sejak kapan kau pulang ke Indonesia ? " Tanya Rion , dia sedikit terkejut dengan kehadiran Dara karena yang dia tau dari Dean , Dara pergi ke rumah tantenya yang berada di Amerika .


" Ehmm....baru saja . " Sahut Dara dengan lembut , namun matanya tak henti menatap Luna yang berada di samping Rion .


" Surprise ! "


Seru Dean dengan penuh semangat dan mata berbinar-binar . Hal itu membuat Rion seketika lupa dengan kekesalannya tadi .


" Kau tau Dara , temanku yang jelek ini sudah seperti orang depresi hanya karena kau pergi selama beberapa hari , dan mungkin jika kau tidak secepatnya kembali kurasa dia akan bunuh diri . " Ledek Rion melihat Dean dengan sedikit menarik ujung bibirnya .


Entah mengapa Dara tidak terlalu mendengarkan ucapan Rion dan masih terus menatap Luna dengan tatapan yang sulit diartikan . Sementara yang di tatap tidak menyadari hal itu karena sedari tadi Luna hanya menunduk karena merasa seperti nyamuk yang tak tau harus bicara apa .


" Lalu dia ? "


Tanya Dara menunjuk ke arah Luna membuat Luna sedikit mengangkat kepalanya . Merasa terpanggil , Luna pun berinisiatif memperkenalkan dirinya .


" Saya Luna , asisten pribadi tuan Rion . " Ucap Luna dengan sopan dan sedikit tersenyum .


" Ouh begitu , senang bertemu dengan mu ! aku Dara ." Sahut Dara yang juga membalas Luna dengan senyuman .


Tiba-tiba Dean menarik tangan Dara dan sedikit memeluknya sebenarnya dia hanya ingin membisikkan sesuatu pada Dara .


" Hei..apa yang kau lakukan ! " Pekik Dara terkejut dengan tindakan spontan dari Dean .


" Dengar , sebenarnya asisten pribadi itu hanyalah kedok saja ! Aku rasa Rion sudah jatuh cinta pada gadis itu . " Bisik Dean dengan sangat pelan .


Deg...

__ADS_1


Jantung Dara seakan copot mendengar ucapan Dean ini , sebegitu terkejutnya kah dia hingga tak lagi bisa berkata sepatah kata pun hanya terdiam dengan tatapan kosong .


Sementara Rion hanya tersenyum sinis melihat sikap Dean yang menurutnya selalu pamer kemesraan ini .


Rion melihat ke samping dimana Luna tengah menatap ke arah meja dan kursi di sekitarnya secara bergantian .


" Jika bisa aku hanya ingin waktu berlalu dengan cepat hari ini . "


Batin Luna sembari menghela nafasnya dengan pelan . Dia merasa kikuk saat melihat pemandangan sepasang kekasih di hadapannya itu jadi dia memilih mengalihkan pandangannya .


" Dasar gadis aneh , jika tidak nyaman seharusnya dia memberitahuku bukannya malah menghitung meja dan kursi . " Gumam Rion dalam hati .


Beberapa saat kemudian....


" Ekhmm..." Rion berdehem sehingga membuat Dean langsung melepaskan pelukannya pada Dara .


" Seperti yang aku bilang tadi , aku banyak pekerjaan hari ini jadi aku harus segera kembali ke kantor . " Sambung nya dengan ekspresi datar .


Dia melihat ke arah Luna memberikan kode agar asistennya itu segera mengikutinya .


" Tuan Dean , nona Dara kami permisi dulu . " Pamit Luna .


Dean mengerutkan keningnya karena sebelumnya dia pernah meminta Luna untuk bicara dengan tidak formal padanya lalu apa yang baru saja di dengarnya ini .


" Tuan ? Bukankah aku pernah bilang padamu untuk tidak bersikap formal padaku . "


Luna pun memberi isyarat pada Dean dengan sedikit melirik ke arah Rion sembari tersenyum kaku , dan Dean hanya terkekeh menyadari maksud dari Luna ini .


" Baiklah ! lain kali kita akan bertemu lagi , aku rasa saat itu kita akan melakukan double date . "


Ucap Dean dengan tersenyum jail , hal itu sontak membuat wajah Luna menjadi merah merona karena malu . Entah hal gila apa yang ada di pikiran sahabat dari bosnya ini , tapi sungguh hal itu membuat Luna malu sekali , terlebih Dean pernah seolah menangkap basah dirinya dengan Rion saat di kantor tempo hari , meskipun itu hanyalah kecelakaan dimana saat itu Luna saling berebut pisau dengan Rion hingga mengakibatkan dia terjatuh di atas tubuh Rion dan di momen yang sangat tidak tepat itu Dean tiba tiba masuk dan melihat mereka . Luna takut jika Dean akan berpikir yang bukan bukan.


Rion tak menghiraukan ucapan Dean dan langsung berlalu pergi diikuti oleh Luna yang mengekor di belakangnya . Mereka pun kembali ke kantor GRACHINE Group .


Sementara Dean dan Dara segera memesan makanan sesuai dengan tujuan awal mereka . Dan setelah pelayan membawakan pesanan mereka Dean pun segera membayar nya , kemudian mereka pulang ke rumah Dara .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Bersambung.....

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2