
Flashback....
8 tahun yang lalu....
Terlihat Luna yang saat itu masih mengenakan seragam sekolah menengah pertama mendatangi apartemen Andre dengan wajah yang sudah pucat pasi , badan gemetar dan juga penampilan yang sudah acak acakan karena saat di perjalanan dia tak sengaja terserempet motor hingga dia terjatuh .
Sebelumnya Luna nekat mendatangi Andre dengan berjalan kaki setelah mendapati kakaknya terisak di dalam kamarnya dan mengatakan jika dia sedang hamil namun kekasihnya tidak mau bertanggungjawab dan malah akan pergi ke luar negeri untuk meneruskan kuliahnya . Seketika emosi Luna memuncak saat itu juga .
Karena kondisi ekonomi keluarganya yang sangat memprihatikan Luna jarang sekali menggunakan transportasi umum .
" Brak...brak....brak..." Luna mengetuk pintu dengan sangat keras hingga akhirnya muncullah seorang pria yang cukup tampan dan gagah dihadapannya .
Awalnya pria itu sangat marah karena suara ketukan pintu yang menurutnya sangat kurang ajar ini .
" Hei apa masalahmu ! Kenapa kau mengetuk..." Makiannya seketika terhenti tatkala melihat siapa orang yang ada di depannya ini . Yah dia mengenali Luna karena steyla sering bercerita padanya tentang adiknya itu dan juga menunjukkan beberapa foto foto mereka saat tengah bersama .
" Apa kau yang bernama Andreas Dinata ? " Tanya Luna dengan tatapan tajam .
" Ya . " Jawab Andre dengan singkat .
Luna pun seketika tersenyum sinis , tangannya mengepal menahan amarah .
" Aku adiknya Steyla . Aku tidak ingin basa basi ! jika dilihat dari usia , kau jauh lebih dewasa dari ku . Jadi kau pasti sudah tau apa yang membuat ku mendatangimu kan ? " Ucap Luna .
Andre membuang nafasnya dengan kasar kemudian berkata ...
" Steyla.., Apa dia mengadu padamu ! Cec..., jadi dia yang menyuruhmu datang kemari ? Dia itu terkadang sangat bodoh ya , bagaimana bisa dia meminta anak kemarin sore untuk berdebat dengan ku . "
Ucapnya dengan tatapan yang sangat meremehkan dan terlihat tak perduli sama sekali . Andre tau betul apa yang membuat adik dari kekasihnya itu mendatanginya dan itu pasti karena kehamilan Steyla .
Andre menolak dan mengusir Steyla saat gadis itu memohon bahkan sampai berlutut di kakinya agar dia mau bertanggungjawab . Namun Andre tetap tidak mau dan saat itu juga dia memutuskan hubungannya dengan Steyla , karena baginya dia masih muda dan masa depannya masih panjang dia bahkan baru lulus SMA dan akan melanjutkan kuliah . Dan bagaimana jika papanya tau , bukankah itu akan mencoreng nama baik keluarga besar nya . Papa Andre yang merupakan seorang pengusaha yang cukup terkenal dengan sangat hati hati menjaga image dan nama baiknya . Dia sangat wanti wanti pada putranya itu agar tidak pernah terlibat skandal apapun . Papa Andre telah melakukan banyak pencitraan selama ini untuk menjaga nama baiknya itu .
" Kau yang bodoh ! Apa kau tidak malu saat mengatakan semua itu hah ! " Teriak Luna dengan menunjuk ke wajah Andre , Luna semakin meledak ledak mendengar ucapan Andre barusan .
Andre sejenak berpikir , jika dilihat lihat karakter Luna dan Steyla memang sangatlah berbeda jauh , jika Steyla yang ada dihadapannya saat ini dia pasti sudah menangis dan terus memohon belas kasihan nya .
" Aku sudah menawarkan uang pada kakakmu itu untuk menggugurkan kandungannya tapi dia mengatakan jika dia tidak mau melakukannya , lalu apa kesalahan ku ? Aku sudah berusaha untuk bertanggungjawab tapi kakakmu yang bodoh itu justru malah menolaknya . " Sahut Andre dengan arogannya .
Luna begitu geram mendengar ucapan Andre yang seakan mengobrak abrik perasaannya sebagai seorang wanita . Dia ingin sekali membunuh pria di hadapannya ini jika bisa .
Mata Luna sudah berkaca kaca , namun terlihat sekali dari raut wajahnya jika dia sedang menahan kemarahannya . Luna menarik nafasnya dan menghembuskan nya dengan pelan .
__ADS_1
" Aku mohon ! Kali ini aku meminta dengan baik baik , aku hanya ingin kau bertanggungjawab pada kakak ku bagaimanapun juga anak yang di kandungnya adalah darah daging mu sendiri . " Luna sudah begitu lelah berdebat , mendengar ucapan ucapan Andre yang menyakitkan seolah membuat tenaganya terkuras karena emosi yang dia tahan .
" Lalu aku tidak perduli ! " Sahut Andre dengan sinis sembari membuang muka ke arah samping .
" Baiklah ! Kalau begitu aku akan menuntut mu di depan banyak orang , keluarga mu yang terhormat itu pasti akan malu sekali jika kelakuan bejat putranya sampai tersebar dan menjadi trending topik . "
Ancam Luna , dia tau dari cerita kakak nya jika Andre berasal dari keluarga yang kaya dan cukup disegani . Luna berharap ancamannya ini akan berhasil membuat Andre takut dan akhirnya dia mau bertanggungjawab dan menikahi Steyla .
Namun diluar dugaan Andre malah menertawakan nya seolah ancaman Luna ini tidak berpengaruh sama sekali baginya .
" Hahah...kau mengancam ku ? Anak di bawah umur seperti mu berani mengancam ku ? " Ucap Andre diiringi tawanya . Luna pun menatapnya dengan tatapan aneh dan penuh tanya .
" Baiklah lakukan saja ! Tapi jika hal itu terjadi bukan aku yang akan dirugikan melainkan kakakmu sendiri , dan keluarga mu pasti akan menderita karena rasa malu . Kau tau bagaimana uang berkuasa atas segalanya bukan ? Bahkan seorang korban pun dengan sangat mudah menjadi tersangka hanya karena kekuatan uang . '' Sambung Andre dengan penuh penekanan .
Seketika tubuh Luna bergetar dia baru sadar jika dia bodoh dengan memberikan ancaman itu pada Andre mengingat dia dan keluarganya bahkan tidak memiliki uang ataupun kekuasaan untuk melakukan semua itu , bisa di pastikan mereka akan menjadi bualan semua orang jika nekat melakukannya . Tidak ada yang akan mempercayai ucapan mereka mengingat Steyla dan Andre bak bumi dan langit jika di lihat dari status sosial nya . Semua orang pasti akan menganggap Steyla sebagai wanita penipu yang berniat untuk mengincar harta Andre .
Melihat ekspresi Luna yang seketika berubah setelah mendengar ucapannya membuat Andre tersenyum menyeringai .
" Hemm...mari pikirkan judul apa yang cocok , aha... Seorang wanita gila yang mencoba mengambil keuntungan dengan memfitnah putra dari seorang pengusaha terkenal , Bagas Dinata . Bagaimana ? " Ucap Andre dengan tersenyum licik , penuh kemenangan .
Luna hanya bisa menatap Andre dengan penuh kebencian , dia benar benar jijik dengan cara Andre membuatnya terpojok hingga dia pun tak bisa berbuat apa-apa .
" Sudah...sudah jangan buang tenagamu lebih baik kau belajar saja dengan benar . Kau masih sangat kecil untuk mengerti dunia yang kejam ini ck.., " bisik Andre di telinga Luna sembari menepuk pelan bahunya .
Dengan tenaga yang masih tersisa Luna berusaha terlihat kuat di depan pria yang telah menghina dan menginjak injak harga diri keluarganya itu . Dia menatap mata Andre dengan begitu tajam , sembari mengusap sedikit ujung matanya yang basah dan dengan tersenyum getir Luna berkata .
" Yang kau katakan memang benar aku hanyalah anak kemarin sore . Tapi kau melupakan satu hal tuan Andreas Dinata yang terhormat ! aku juga merupakan seorang wanita dan sebagai sesama wanita aku tidak terima kau merendahkan dan menghina kakak ku bahkan kau sudah membuang nya seperti sampah ! Kau itu benar benar pengecut , tindakan mu sangatlah menjijikkan dan tidak bermoral . " Ucap Luna dan Andre hanya memutar bola mata malas seperti mendengar ceramah yang sangat tidak penting baginya .
" Ck.., sikap mu ini benar benar menguji kesabaran ku kau tau ! Tapi kau benar ! aku tidak bisa berbuat apa apa sekarang , tapi untuk terakhir kalinya pasanglah telingamu itu lebar lebar dan dengar kan apa yang akan anak kecil ini katakan . " Sambung Luna .
" Ck.., sudah cukup dramamu !! pulang dan kemudian menagislah dirumah mu sendiri . " sahut Andre dengan jengah , dia sudah malas meladeni gadis di depannya ini . Andre pun masuk kedalam meninggalkan Luna dan segera menutup pintu apartemen nya . Namun sebelum dia benar benar masuk Luna mengatakan hal yang entah mengapa sedikit menganggunya .
" Tertawalah selagi masih bisa ! Tapi aku mewakili semua wanita yang lemah yang tertindas hanya karena kekuasaan seorang pria bajingan sepertimu . Kami semua mengutukmu ! Kau akan menderita seumur hidupmu Andreas ! Kau merasa di atas angin hanya karena harta dan kekuasaan kan ? maka lihat saja bagaimana kau akan di hancur kan oleh semua itu . Karma itu masih berlaku brengsek ! kau harus ingat itu !!! " Ucap Luna dengan mengepalkan tangannya . Dia pun segera pergi meninggalkan apartemen Andre .
Sedangkan di di dalam Andre terngiang-ngiang dengan apa yang di ucapkan Luna barusan .
" Apa dia mengutukku tadi ? Cih..sungguh mendramatisir sekali . Tidak akan berpengaruh apa apa padaku ck.., " Gumam Andre , sebenarnya ucapan Luna tadi entah mengapa sedikit membuat nya gemetar namun dengan cepat dia menepis semua ketakutannya itu karena apa yang di ucapkan Luna hanyalah omong kosong yang tak berguna pikirnya .
Flash on.....
Luna menceritakan semuanya pada Reno alasan yang membuatnya sebegitu bencinya pada Andre .
__ADS_1
Reno terdiam , tubuhnya seakan lemas setelah mendengar cerita Luna itu . Sedari tadi hanya ada satu hal dalam benaknya , mungkinkah kakak Luna itu adalah wanita yang saat ini tengah Reno pikirkan .
" Aku tidak menyangka Andre melakukan hal bejat seperti itu , tapi a..apakah aku boleh tau siapa nama kakak mu itu ? " Tanya Reno dengan sedikit terbata , dia takut jika apa yang ada dalam pikirannya ternyata adalah benar .
" Namanya Steyla . " jawab Luna .
Deg...
Bagaikan tersambar petir di siang bolong , dia masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya ini . Sungguh rasanya Reno tak ingin mempercayai nya . Dia pun memastikan nya lagi pada Luna dengan menunjukkan sebuah foto , berharap jika itu bukanlah orang yang sama dan hanya namanya saja yang mirip .
" A...apakah ini kakak mu ? "
Dengan tangan gemetar Reno mengarahkan ponselnya ke arah Luna dan menunjukkan foto seorang wanita yang selama ini dia cintai dan sulit bagi nya untuk melupakan wanita itu . Cinta pertama Reno , yang dengan sangat berat dia harus merelakannya dengan sahabatnya sendiri yaitu Andre lantaran wanita yang dicintainya itu ternyata sangat mencintai sahabatnya .
" Apa kau mengenalnya ? bagaimana bisa kau memiliki fotonya ? " tanya Luna sedikit terkejut karena Reno memiliki foto Steyla , namun pertanyaannya ini merupakan sebuah jawaban bagi Reno .
Seketika itu dada Reno menjadi sangat sesak hatinya bagaikan ditusuk ribuan pisau secara bersamaan . Dia merelakan Steyla untuk bersama Andre demi kebahagiaan Steyla , wanita yang sangat dia cintai itu tapi apa yang di dengarnya ini . Dia tidak menyangka Andre sahabatnya itu malah menyakiti Steyla dengan begitu teganya .
Reno pun menyalahkan dirinya sendiri karena dulu Reno lah yang membuka jalan untuk hubungan mereka , Reno lah yang mendekatkan Andre dengan Steyla karena dia tau Steyla sangat mencintai Andre pada saat itu . Steyla selalu berusaha untuk dekat dengan Andre jadi Reno pun membantu Steyla untuk mengejar cintanya meskipun hatinya sendiri terluka dia ingin melihat wanita yang dicintainya itu bahagia .
Tapi ternyata keputusan nya itu salah besar . Sahabatnya itu telah menghancurkan kepercayaannya selama ini .
" Arghhhhh !!! " Teriak Reno dengan sangat frustasi . dia memukul mukul dada bidangnya seolah merutuki kebodohannya yang tidak bisa melihat sifat asli Andre saat itu .
Luna seketika panik melihat Reno yang tiba tiba menangis dan terlihat seperti orang depresi ini .
" Ren... Reno apa kau baik baik saja ! Reno.., kau kenapa ? " Luna mengguncang lengan Reno sembari terus bertanya .
Namun Reno hanya diam saja , air matanya masih terus mengalir . Luna tidak tau apa yang menyebabkan Reno menangis , dia langsung mengambil tisu dari dalam tasnya dan mengusap air mata Reno .
Saat Luna masih mengusap air mata Reno , Reno menghentikan nya dan tiba tiba berdiri dengan sudah mengepalkan tangannya wajahnya pun terlihat begitu marah , dia langsung berjalan keluar tanpa berkata sepatah kata pun . Luna semakin panik dan bingung , dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada Reno , dia pun segera mengejar nya .
Rion yang sedari tadi masih berkeliling mencari Luna seketika dia membulatkan matanya saat melihat Reno keluar dari ruang penyimpanan bersama dengan Luna yang berusaha mengejar Reno dengan begitu panik .
"Ren...Reno ! Tunggu ! . " Dengan sedikit berlari Luna mengejar Reno sembari terus memanggilnya . Tanpa dia sadari dari belakangnya dengan jarak yang tak begitu jauh ada sepasang mata yang memperhatikan nya dengan tatapan tak suka .
" Untuk apa dia menemui nya ? Bukannya bekerja malah berduaan di tempat sepi , sial !!! bedebah itu selalu saja mencari cari kesempatan untuk mendekati Luna . '' Gerutu Rion dengan tatapan kesal , dia pun mengikuti mereka dari belakang .
🐌🐌🐌🐌🐌🐌
Bersambung.......
__ADS_1
🐌🐌🐌🐌🐌🐌