Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 9


__ADS_3

Luna mengetuk sebuah pintu berukuran besar dengan papan nama bertuliskan Rion Destriov .


" Tok...tok...tok.."


Ketuk Luna dengan sangat pelan namun seketika dia teringat sesuatu .


"Aishhh..., Mengapa aku bisa lupa , bukankah tadi nona Vivi mengatakan jika tuan Rion mempunyai masalah pendengaran "


Luna pun menarik nafasnya dan menghembuskan nya kasar setelah itu dia mengetuknya dengan lebih keras .


Di dalam ruangan itu sendiri Rion sedang duduk di kursi kebesarannya sembari memeriksa beberapa dokumen penting .Seketika dia kesal dengan suara ketukan pintu yang begitu keras .


"Siapa yang berani bersikap tidak sopan begini , dia pasti ingin cari mati ! "


Gumam Rion dengan wajah yang menahan geram .


" Masuk ! "


Seketika Luna berhenti mengetuknya setelah mendengar sebuah suara , dia pun membuka pintu itu dengan pelan dan segera masuk .


Luna yang merasa gugup dan takut menutupi sebagian wajahnya dengan dokumen yang ada di tangannya tadi . Bayangan bahwa identitas nya akan ketahuan terus saja membuat jantungnya berdetak kencang . Terlebih lagi saat ini dia harus berhadapan dengan sang pemilik perusahaan langsung .


Rion yang melihat sikap aneh salah satu karyawan nya itu seketika mengerutkan dahinya .


" Tuan !!! saya membawa sebuah dokumen yang harus anda tanda tangani . "


Teriak Luna pada Rion bos besar nya itu dengan wajah yang masih menunduk Luna pun memberikan dokumennya .


Rion yang mendengar itu seketika langsung melotot ke arah Luna karena selama hidupnya tak pernah ada seorang pun yang berani berteriak padanya . yahh..,kecuali ayahnya tentunya .


" Apa kau sudah gila..,beraninya kau berteriak padaku , kau sudah bosan hidup ! "


Bentak Rion dengan tangan yang sudah mencengkram kedua bahu Luna .


Luna yang tadinya hanya takut jika identitas nya terbongkar seketika gemetar dan kaget dia pun tak berani menatap wajah marah bosnya itu dia hanya menundukkan wajahnya dan terus mengumpat dirinya sendiri dalam hati .


"Astaga mati lah kau Luna . Sepertinya telinganya baik baik saja ...., Tapi mengapa nona vivi mengatakan hal itu tadi ...., Sekarang riwayat ku sudah benar benar tamat ..."


gumam Luna dalam hati , jantungnya seakan lepas begitu saja saat menyadari dirinya telah memancing kemarahan singa yang sekarang berada sangat dekat dengan wajahnya yang terus menunduk takut .


" Angkat wajah mu dan lihat diriku ! kau tadi berani berteriak padaku kan ..., lalu mengapa sekarang hanya menunduk . "


Ucap Rion dengan nada tinggi dan raut wajah penuh dengan kemarahan .


Mendengar itu Luna pun perlahan mengangkat wajahnya dengan bibir yang terus gemetar ketakutan.., dan saat ini keduanya sedang bertatapan.


Deg...


Seketika jantung Rion terus berdegup kencang saat menatap wajah Luna dengan sangat intens bahkan sejenak dia melupakan emosinya tadi , Rion terus menatap lekat wanita cantik di hadapannya itu tanpa berkedip sedikitpun . Seketika dia pun mengingat jika Luna adalah wanita wonder woman yang ada di bar saat itu .


"Kau...,"


Ucap Rion dengan tangan yang menunjuk ke wajah Luna .


Luna yang memang merasa pernah bertemu dengan bos besarnya itu sebelumnya , akhirnya mengingatnya dengan jelas bahwa pria di hadapannya inilah yang telah menolongnya dari tamparan laki laki tua brengsek suami dari kakaknya itu .


" Apa kau bekerja di sini ? "


Tanya Rion dengan tatapan tajam.


"I.. iya , tolong maafkan atas kekurangajaran saya tuan . Dan tolong ampuni saya kali ini "


Jawab Luna dengan gemetar wajahnya pun seketika menjadi pucat .


Rion yang awalnya masih menatap Luna seketika memalingkan wajahnya , dan memegangi dadanya . Entah mengapa ada perasaan yang aneh saat dia menatap gadis itu .


Melihat Rion yang memalingkan wajahnya membuat mata Luna seketika berkaca kaca dia mengerti bahwa dia telah melakukan kesalahan besar dan akan sangat fatal akibatnya karena dia berurusan dengan seorang petinggi seperti Rion Destriov . Bayangan kesengsaraan pun mulai bermunculan , terlebih karena Luna sering menonton drama penindasan orang kaya yang berakhir dengan hancurnya keluarga yang miskin membuatnya semakin frustasi dan sangat takut jika keluarganya terkena dampaknya .


"Tolong tuan , jika memang saya harus di pecat bisakah anda melepaskan saya dan tidak memenjarakan saya , atau setidaknya biarkan keluarga saya tetap hidup tuan ."


Luna memohon dengan menyatukan kedua tangannya dan dengan mata yang sudah berkaca kaca .


Rion yang mendengar itu terlihat sedikit bingung , biasanya Rion tidak akan bisa menerima kesalahan sekecil apapun dan tidak akan mengampuni siapapun . Namun entah mengapa ada sedikit rasa kasihan pada gadis yang terus terisak itu dan isak tangis Luna ini seketika membuat hati Rion menjadi perih . Rion masih tidak bisa mengerti dengan semua nya . Dia pun akhirnya memutuskan untuk membalas nya dengan cara lain . Sebenarnya dia juga ingin menyakinkan hatinya sendiri bahwa dia tidak akan kasihan pada siapapun.


" Aku akan mengampuni mu tapi dengan syarat ! "


Ucap Rion dengan pandangan yang mengarah ke lain entah perasaan seperti apa yang membuatnya enggan atau mungkin lebih tepatnya tidak berani menatap gadis cantik di dekatnya ini.


"Apa syarat nya tuan ? "


"Mulai sekarang kau akan menjadi asisten pribadiku.., tugasmu hanya mengikuti semua perintah ku , apa kau mengerti ! "


ucapan Rion barusan seketika membuat Luna tercengang .


" Asisten pribadi tuan..., tapi aku hanya..."


Luna pun segera menghentikan bicaranya ,hampir saja dia keceplosan kalau dia hanyalah lulusan SMA . "


" kenapa ? jika kau menolak.., kau tentu tau akibatnya ! Jadi jangan banyak bicara lagi dan ikuti saja perintahku ."


Titah Rion dengan tatapan dingin dan penuh penekanan.


Luna pun hanya mengangguk sembari mengusap air matanya ada sedikit rasa lega dalam hatinya karena bos besarnya itu tidak memperpanjang masalah ini tapi disisi lain dia masih sedikit bingung mengapa justru dia dijadikan asisten pribadi dari bosnya itu , sebuah posisi yang bahkan tidak sembarang orang bisa menempati nya .


Rion seketika mengulas senyum dingin yang sulit diartikan dalam pikirannya dia bisa dengan mudah menyiksa Luna saat dia menjadi asisten pribadinya itulah cara untuk Rion membalas sikap kurang ajar Luna padanya .


Beberapa saat kemudian Luna pun menunduk hormat pada Rion dan segera ijin untuk pulang . Namun saat akan berlalu Rion menghentikan langkahnya .


"Berhenti..., Mau kemana kau ? "


"Mau pulang tuan ."

__ADS_1


"Malam ini kau tidak akan pulang , kau akan ikut dengan ku ."


Titah Rion yang langsung mengambil jas yang berada di kursi dan memakainya .


"Ta..tapi tuan , "


"Apa kau lupa , kau sudah menjadi asisten pribadi ku ,jadi kau harus mengikuti semua perintahku ! "


Luna pun hanya bisa pasrah dan mengikuti perintah bos nya itu .




Rion mengemudikan mobilnya seperti seorang pembalap . Dia merasa puas saat melihat gadis yang duduk di sampingnya itu terlihat sangat ketakutan .



Luna yang sudah gemetar dan sangat takut karena bosnya mengemudikan mobil dengan sangat kencang meskipun jalanan terlihat sepi tapi tetap saja jantungnya seakan copot .



" *Apa dia akan membunuhku dengan cara seperti ini ..., Aku benar benar takut ..owhh* "


Batin luna yang terus berpegangan erat memeluk jok tempat duduknya dengan mata yang tak berani dia buka .



Rion semakin terkekeh melihat tingkah Luna itu dalam hatinya dia tertawa puas dan beginilah caranya balas dendam atas kekurangajaran Luna padanya . Dan tentunya masih akan terus berlanjut .



Rion menghentikan mobilnya di sebuah bangunan yang tidak terlalu besar . Disinilah tempat anak anak AZORY berkumpul lebih tepatnya saat ini mereka sedang berada di depan basecamp AZORY .



Setelah mobil berhenti Luna pun segera keluar dengan tangan yang sudah membungkam mulutnya dan dengan raut wajah panik . Dia berlari ke arah selokan yang berada di dekat gerbang rumah yang menjadi basecamp AZORY itu dan seketika memuntahkan isi perutnya .



Rion yang melihat kondisinya dengan cepat menyusulnya namun saat tangannya akan meraih pundaknya seketika pikiran nya menyadarkan nya .



" *Tunggu.., bukankah ini bagus , bukankah aku memang harus membalasnya , seharusnya aku senang kan* . "


Batin Rion yang kemudian kembali memasang ekspresi dingin .



" *Ikuti aku* ! "


Titah Rion tanpa menghiraukan keadaan Luna yang menderita karena ulahnya .




" *Cihhh.., dasar pria gila ,dia bahkan masih bisa mengatakan itu setelah membuatku begini* "


Gumam Luna lirih namun masih bisa di dengar oleh Rion .



" *Kau hanya muntah tidak mati , jadi cepatlah* ! "


ucap Rion dengan ekspresi dingin dan kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah itu .



Dengan mendegus kesal Luna pun mengekor di belakangnya .



\_\_\_\_\_\_



Seketika Revan , Garry dan anak anak yang lain pun dibuat melongo saat melihat Rion masuk dengan diikuti seorang gadis cantik di belakangnya .



"*Tutup mulut kalian , ini tidak seperti yang kalian pikirkan* . "


Ucap Rion yang langsung mengerti apa yang ada di pikiran mereka .



Sedari tadi Luna masih kebingungan karena hanya dia satu satunya wanita dalam ruangan itu , hal itu membuat Luna terus berpikir yang tidak tidak .



" *Mengapa banyak sekali pria disini , dan hanya aku satu satu nya wanita disini* . "


Batin luna dengan menatap beberapa pria di hadapannya secara bergantian .



" *Apa karena dia tidak berhasil membunuhku ,lalu dia akan menjual ku apa dia benar benar akan melakukannya* "


gumam Luna lirih , dengan raut wajah panik dan penuh kewaspadaan .

__ADS_1



Dia terus saja melamun membayangkan hal buruk yang mungkin akan terjadi , hingga suara Rion membuyarkan lamunannya.



"*Hei , duduk di sana* "



Perintah Rion sembari menunjuk ke arah sofa kosong di dekatnya .



Dengan langkah pelan Luna pun duduk di sofa itu , tiba tiba Rion dengan santainya duduk tepat di sampingnya dan menyandarkan kepalanya di bahu sofa .



Baik Revan maupun Garry serta anak anak AZORY lainnya hanya bisa saling menatap melihat Rion dan Luna karena masih tidak mengerti .



Sesaat kemudian Rion menatap tajam ke arah Luna dan mulai mendekat padanya . Luna yang mengamati pergerakan bosnya itu mulai bergeser agar tidak terlalu dekat .



Mata Luna seketika membulat saat melihat Rion membuka jasnya dan membuka beberapa kancing kemejanya . wajahnya semakin panik saat melihat tangannya mengarah pada celananya .



"*Aku ingin kau*..."


Ucap Rion yang seketika di potong oleh Luna .



"*Tidakkk..., Aku tidak mau . Kau bisa memenjarakan ku saja , karena aku tidak akan pernah melakukan nya* ."



Ucap Luna dengan sedikit berteriak dan menyilangkan tangannya di atas dadanya .



" *Memang apa yang akan aku lakukan* ? "


Tanya Rion yang bingung dengan sikap aneh asisten barunya itu.



"*Kau harus memeriksa semua email yang masuk , dan juga kau atur semua jadwalku untuk besok . Dan kau harus memeriksa laporannya juga* . "


Titah Rion sembari mengambil sebuah ponsel yang ada di saku celananya dan memberikannya pada Luna .



Revan dan Garry yang menyaksikan drama itu pun hanya terkekeh menahan tawa mereka tau benar apa yang sedang di pikiran gadis cantik dan lugu itu .



\_\_\_\_\_\_\_



Rion dan teman temannya duduk di sofa lainnya . mereka pun bercanda dan mengobrol seperti biasanya dengan di temani beberapa minuman namun sedari tadi Rion hanya menunjukkan ekspresi datar dan terus memperhatikan ke arah sofa di mana sang asisten cantiknya bekerja.



Sedangkan Luna yang memang sudah kelelahan dengan pekerjaan nya saat berada di kantor kini harus benar benar memacu tenaganya untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang di berikan bos nya itu , meski ada beberapa pekerjaan yang tak ia mengerti karena ini pengalaman pertama nya menjadi seorang asisten pribadi apalagi di perusahaan sebesar GRACHINE GROUP namun dia tetap berusaha untuk memutar otaknya dan mengerjakan nya .



" *Huff , yahh ini lah Luna kehidupan baru mu sekarang.., jadi nikmatilah.., Aku benar benar menggali makam sekarang* ! "


Gumam Luna dengan berdecak kesal dia terus merutuki kebodohan nya yang dengan mudahnya percaya pada vivi hingga meneriaki pimpinannya di kantor . sesekali Luna menggaruk kepalanya karena pusing dengan pekerjaan yang begitu banyak .



Melihat Luna yang terus memanyunkan bibirnya dan terus ngedumel sendiri membuat Rion terkekeh menahan tawa .



Hal itu seketika menarik perhatian Revan salah satu temannya yang melihat sikap tidak biasa Rion ini.



"*Woahhh..., apakah Rion benar benar sudah hilang akal setelah menjadi pimpinan . Lihatlah dia mulai tertawa sendiri* "


Bisik Revan sembari menyenggol lengan Garry yang ada di sebelahnya itu .



"*Hei Revan apa kau tidak lihat sedari tadi dia terus memandangi gadis manis itu . Aku yakin dia mulai menyukainya*."


Ucap Garry dengan lirih , ternyata dia juga mengamati temannya itu sedari tadi .



Bersambung......


__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2