Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 17


__ADS_3

Di negeri sebrang dua wanita nampak sedang duduk berhadapan di ruang tamu sembari meminum secangkir teh .


" Ra apa semuanya baik baik saja antara kau dan Dean ? Jika tante lihat seperti nya kau ingin menghindari nya . "


Tanya tante Maya pada Dara dengan serius karena sejak awal Dara berpacaran dengan Dean dia merasa bahwa hubungan mereka sangat berbeda dari orang orang yang telah berpacaran pada umumnya bahkan hubungan mereka terkesan sangat hambar .


Dara menghela nafasnya dengan kasar sembari meletakkan kembali cangkir teh yang tadi di pegangnya .


" huhh..., tante ini bicara apa , kami baik baik saja dan aku tidak menghindari nya . "


Ucap nya dengan nada santai Dara pun menyangkal perkataan tantenya barusan .


Merasa kurang percaya dengan jawaban yang di berikan Dara padanya . Tante maya pun kembali bertanya dan mengingatkan Dara saat dia berkali kali menolak ajakan Dean untuk menikah .


" Benarkah ? lalu mengapa kau selalu menolak saat Dean ingin serius dengan mu . Bukankah kalian sudah lama menjalin hubungan , dan dari yang tante lihat Dean itu begitu mencintaimu dia juga anak yang baik . "


Terasa sangat aneh bagi tante Maya jika melihat sikap Dara yang begitu cuek dan seakan tak perduli pada Dean , karena dari yang dia tau Dean begitu tulus mencintai Dara bahkan mereka sudah menjalin hubungan selama 3 tahun dan Dara lah yang terlebih dulu mendekati Dean waktu itu hingga mereka berpacaran .


Mendengar pertanyaan itu dari tantenya Dara lebih memilih tak menjawabnya dan secepatnya mengalihkan pembicaraan .


" Tante sudahlah.., Aku kemari karena aku merindukan tante jadi tolong berhenti membahas hal lain . "


Ucap Dara dengan bergelayut manja pada tantenya yang sekaligus pengganti kedua orangtuanya .


Dara memang sudah tidak memiliki kedua orang tua lagi semenjak mamanya meninggal saat dia berusia 17 tahun dan beberapa tahun kemudian Ayahnya juga meninggal karena penyakit gagal jantung yang dideritanya .


Seketika tante maya pun melupakan obrolan mereka tadi dan lebih fokus pada tingkah Dara yang seperti anak kecil saat bermanja padanya .


" Tante juga sangat merindukan mu sayang , mengapa tidak tinggal di sini saja dengan tante bukankah di sana kau juga tinggal sendiri . "


Pinta tante maya sembari memeluk hangat Dara dan sedikit meneteskan air matanya .


Sering kali tante Maya meminta agar Dara tinggal bersama dengan nya namun Dara selalu menolak dengan alasan tak ingin meninggalkan rumah yang menyimpan banyak kenangan bersama kedua orang tuanya .


Dara hanya terdiam di pelukan tantenya yang menenangkan bak di peluk oleh ibunya sendiri .


Begitupun dengan tante maya yang menyayangi Dara seperti anaknya sendiri.


Beberapa saat kemudian .....


Dara seketika di buat pucat dan gugup saat tantenya membicarakan tentang seseorang yang sangat dia kenal .


" hmm.., oh iya tante lupa ! beberapa hari yang lalu dokter citra menelpon tante dan menanyakan kabarmu , dia bilang kau tidak pernah mengangkat telponnya lagi sejak beberapa tahun terakhir "


Dara hanya diam tak bergeming dengan tatapan kosong seolah dia teringat akan sesuatu .


Flash back.....


6 tahun yang lalu .


" Apa kau yakin sudah baik baik saja ? Aku sarankan lebih baik untukmu tinggal bersama dengan Maya , dengan begitu kau tidak akan kesepian lagi . "Ucap dokter citra pada Dara .


Saat itu dia berada di rumah Dara untuk memeriksa kembali kondisi psikologis Dara karena semenjak kematian sang ayah beberapa bulan yang lalu membuat Dara menjadi sangat stres dan sering menyendiri . Tentu saja hal itu membuat tante Maya sangat khawatir , tapi dia juga tidak bisa untuk selalu berada di dekat Dara karena dia juga harus segera kembali ke Amerika mengurus pekerjaan nya yang telah menumpuk karena dia telah beberapa bulan berada di Indonesia untuk menemani Dara , berkali kali dia membujuk Dara untuk ikut bersamanya ke Amerika namun tetap saja Dara menolak untuk ikut . Hatinya selalu tak tenang jika harus meninggalkan Dara dalam keterpurukannya meskipun Dara berkali kali mengatakan jika dia baik baik saja .itulah sebabnya tante maya meminta bantuan dari citra teman SMA nya dulu yang juga berprofesi sebagai dokter psikiater untuk sering menengok Dara dan memeriksa kondisi nya .

__ADS_1


" Aku sudah baik baik saja dok , dokter tidak pelu khawatir lagi padaku . jika tante maya menelpon katakan kalau aku sudah kembali menjadi Dara yang dulu dan mulai besok aku akan kembali mengurus perusahaan papa . "


Ucap Dara dengan tersenyum lebar hal itu membuat dokter citra merasa lega karena Dara sudah bisa melupakan kesedihannya karena kepergian sang ayah .


Beberapa bulan kemudian....


Dokter citra saat itu sedang mengunjungi kerabatnya yang tinggal di dekat rumah Dara dia pun berinisiatif untuk mampir sebentar ke rumah Dara tanpa menghubunginya terlebih dahulu , karena mengingat ini adalah hari minggu jadi Dara pasti tidak akan pergi ke kantor . Dia pun melajukan mobilnya ke arah rumah Dara .


__________


Saat dokter citra berniat untuk mengetuk pintu dia dikejutkan dengan suara yang sangat berisik seperti suara beberapa benda yang pecah . seketika dokter citra menjadi panik dan khawatir pada Dara dia pun berusaha membuka pintunya dan ternyata pintunya tidak di kunci . Dia pun langsung berlari masuk dan mencari keberadaan Dara .


Alangkah terkejutnya dia saat mendapati rumah dara yang sangat berantakan dan banyak sekali pecahan vas yang berserakan . dia pun melihat sekeliling tapi tak menemukan keberadaan Dara hingga dia mendengar suara pintu terbuka .


ceklek....


Dara yang baru keluar dari dalam kamarnya seketika tersentak kaget saat melihat keberadaan dokter citra di rumahnya .


" Ra apa yang terjadi ? "


Tanya dokter citra dengan penuh kecemasan .


" Em..., aku "


Dara menghentikan ucapannya yang terdengar gagap dan sejenak memikirkan sesuatu .


" Tidak..., aku harus bersikap tenang agar dokter citra tidak curiga , dia tidak boleh tau tentang apa yang sebenarnya terjadi . " Batin Dara .


" Sebenarnya aku sangat di sibukkan dengan beberapa pekerjaan kantor , jadi aku tidak sempat membereskan rumahku dan ada seekor kucing yang masuk tadi pagi jadi aku rasa kucing itu yang membuat vas nya terjatuh dan pecah . "


Mendengar itu Dokter Citra seketika mengerutkan dahinya dalam hatinya dia merasa tak percaya karena dengan jelas dia mendengar suara vas pecah itu tadi lalu bagaimana mungkin jika kucing masuk dan menjatuhkannya nya tanpa sepengetahuan Dara , bahkan dia tidak melihat seekor kucing pun di sekitarnya saat ini . Tapi secepatnya dia memasang raut wajah yang biasa saja seolah dia mempercayai semua yang dikatakan Dara .


" Astaga.., kau pasti lupa mengunci pintunya sehingga kucing nakal itu bisa masuk . "


Ucap dokter citra dengan sedikit tertawa .


Dara menjadi sedikit lega karena dokter citra terlihat percaya dengan ceritanya .


" Aku rasa karena terburu buru aku jadi lupa menguncinya . Emm...dok duduklah dulu aku akan mengambilkan minuman . "


Kemudian Dara mengajak dokter citra menuju sofa dia rapikan kembali beberapa bantalan sofa yang berhamburan di lantai .


" Maaf dok masih sangat berantakan , beginilah jadinya kalau tidak ada Bi Ningsih . "


Ucap Dara sembari mempersilahkan duduk .


" Memangnya Bi Ningsih kemana ? "


Tanya dokter citra , karena memang sejak Dara mengatakan akan mengurus kembali perusahaan beberapa bulan lalu dokter citra tak lagi berkunjung ke rumahnya karena dia tau akan kesibukan Dara begitu juga dengannya yan selalu di sibukkan oleh pasien pasiennya . Sesekali dia bertemu dengan Dara saat di jalan dan dia selalu melihat senyum tersungging dari bibirnya menandakan bahwa dia baik baik saja dan benar benar sudah kembali menjalani kehidupan nya . Sejak saat itu dokter citra pun tak lagi terlalu mengkhawatirkan Dara .


" Bibi ijin pulang kampung , tapi sampai saat ini belum kembali . " Jawab Dara .


" Kenapa tidak cari pengganti sementara sampai Bi Ningsih kembali . "

__ADS_1


" Emm.., aku rasa tidak perlu dok . Mungkin dengan ini aku harus belajar lebih mandiri dan aku menyukainya ."


Ucap Dara dengan tersenyum manis . Kemudian dia pun pamit pergi ke dapur untuk mengambil minuman .


" Dok aku tinggal sebentar ya . "


Dokter citra hanya mengangguk pelan dan tersenyum ke arahnya , Dara pun berlalu pergi .


Dari semua yang dilihat dan didengarnya dokter citra sangat yakin jika Dara berbohong dan menyembunyikan sesuatu . Dia pun mengarahkan matanya ke sekelilingnya , melihat beberapa barang yang ada di lantai hingga matanya terfokus pada salah satu pecahan vas yang masih berserakan di lantai . Dia pun langsung berjalan ke arah vas yang berserakan itu dan di ambilnya pecahan vas yang terdapat sedikit darah di sana .


" Darah ."


Gumam dokter citra dalam hati , kemudian dia meletakan kembali pecahan vas yang di pegangnya tadi dan segera kembali ke sofa setelah mendengar langkah kaki Dara dari arah dapur .


" Silahkan di minum dok . "


Ucap Dara sembari meletakan segelas Orange jus di meja yang berada di depan sofa dimana dokter citra duduk .


" Terimakasih ya . "


Dokter Citra pun meminumnya , setelah itu mereka pun sedikit mengobrol hingga dokter citra pamit untuk pulang .


" Baiklah jaga dirimu . Aku pulang dulu ra ."


" hmm.., hati hati dok . "


Dokter citra pun melangkahkan kakinya dan segera keluar namun dia menghentikan langkahnya dan matanya seketika melirik ke salah satu tangan Dara yang seperti tergores dan sedikit mengeluarkan darah .


" Apakah dugaan ku benar . seperti nya aku harus mencaritahu nya . " Batin dokter Citra.


Melihat dokter citra yang masih berdiri di sana dan sepertinya sedang memikirkan sesuatu Dara pun bertanya pada nya .


" Dok...,Dokter ? Apa kau melupakan sesuatu ? ".


Tanya Dara yang seketika menyadarkan dokter citra dari lamunannya .


" Ah..., tidak aku hanya sedang mencari kunci mobilku tapi sepertinya masih tergantung di mobil , aku ini memang pelupa ."


Jawab dokter citra kemudian dia pun berjalan pergi dari rumah Dara .


Dara memastikan jika mobil dokter citra sudah benar benar tak terlihat dari pandangannya . Kemudian dia pun duduk di sofa dan menghela nafasnya dengan kasar .


Flash on....


" Ra.., Dara ? kenapa malah bengong sih . "


Seru tante Maya yang seketika mengejutkan Dara hingga tersadar dari lamunannya .


" Ah tidak tan , apakah dokter citra mengatakan hal lain mengenai Dara pada tante ? " Tanya Dara dengan sedikit penasaran .


" Tidak.., dia hanya bertanya tentang kabarmu saja . kenapa kau tidak pernah mengangkat telponnya ? . " Tanya tante maya .


" Bukannya tidak ingin mengangkat , hanya saja aku terlalu sibuk dengan perusahaan . "Jawab Dara dengan datar dan sedikit gugup .

__ADS_1


🥀🥀🥀


Bersambung....


__ADS_2