Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 19


__ADS_3

Luna pulang ke rumahnya dengan di antar oleh Rion . Sesampainya di rumah dia pun segera masuk dan membersihkan diri , setelah itu dia menemui kevin yang berada di kamar bersama dengan Aida .


" Kevin bagaimana kondisimu sekarang ? Apakah kau sudah baikan hem ? " Tanya Luna sembari menempelkan tangannya di atas kening Kevin .


" Aku sudah baik baik saja bi , aku hanya sedikit pusing tadi . Lagi pula nenek merawatku dengan penuh kelembutan jadi tidak ada alasan untukku tetap sakit . " Jawab kevin dengan ceria membuat Luna dan Aida seketika tersenyum lega padanya .


Yah karena memang tadi pagi kevin hanya berpura pura saja , dia hanya bersedih karena semuanya terasa tak adil baginya dan juga keluarganya .


Kevin pun berusaha untuk tetap menyembunyikan kesedihannya meskipun Aida dan Luna sudah mengetahui semuanya . Dia tidak ingin nenek dan bibi yang sangat disayangi nya itu bersedih jika melihatnya murung , kevin pun berusaha bersikap seceria mungkin agar nenek dan bibinya tetap tersenyum dan tidak mengkhawatirkan nya .


" Bibi jam berapa kita pergi ke pestanya kak Dewi ? " Tanya kevin dengan mata berbinar nya .


" Kita ? Kevin kau kan baru sembuh sayang , istirahatlah saja nanti kau kecapekan jika ikut dengan bibi . " ucap Luna dengan lembut , dia menasehati kevin agar tetap dirumah .


Mendengar ucapan dari bibinya membuat kevin seketika merajuk dan tetap memaksa untuk ikut . Luna pun berkali kali memberikan pengertian pada kevin namun kevin tetap tidak mau mendengarkan . Hingga akhirnya Luna pun menyerah karena tidak bisa lagi membujuk kevin .


" Ibu bagaimana ini ? " Ucap Luna melihat ke arah ibunya .


" Sudahlah Lun biarkan saja kevin ikut . dia pasti akan senang di sana . Lagi pula sejak tadi siang dia sudah baik baik saja ." Ucap Aida


Luna pun menatap Aida dengan nanar untuk memastikan lagi ucapan ibunya itu . Dalam hatinya juga sedikit keberatan karena takut kevin akan kelelahan nantinya apalagi kevin masih belum sehat betul menurutnya .


" Kalian pergi lah dan sampaikan salam ibu pada Dewi . " Ucap Aida


" Apa ibu tidak ikut ? " Tanya Luna .


" hmm.., sebenarnya lutut ibu sedikit sakit ,tapi kau tidak usah cemas ibu akan istirahat saja di rumah . kalian pergi lah " Jawab Aida sembari menyakinkan Luna untuk tidak terlalu mencemaskannya .


"Apa ibu yakin tidak papa jika aku dan kevin pergi ? "


Ucap Luna yang sebenarnya tak tega jika harus meninggalkan ibunya , namun karena Aida terus mengatakan bahwa dirinya baik baik saja dan terus menyuruh Luna untuk pergi akhirnya Luna dan kevin pun bersiap dan pergi ke pesta pernikahan Dewi.


__________________


Basecamp AZORY


" Hei Rion , dimana gadis yang kau bawa semalam . aku bahkan belum sempat berkenalan . "


seru Garry dengan raut wajah kecewanya , namun ekspresi nya itu malah terlihat sangat konyol hingga membuat Revan dan anak anak lainnya terkekeh , lain halnya dengan Rion yang masih dengan raut wajah datar dan dingin.


" Memangnya kenapa , apa kau ingin menjadikannya pacarmu ? bukankah kau sudah punya banyak . " sahut Revan dengan sedikit tertawa .


" Kenapa kau selalu ikut campur Revan , bilang saja jika kau iri karena aku memiliki banyak pacar , sedangkan kau satu pun tidak . cahahah.." Ucap Garry dengan sindirannya kepada Revan .


Revan pun hanya menggelengkan kepalanya dan menarik sudut bibirnya .


" Dasar si*lan kau . " gumam Revan seakan ter skakmat oleh status jomblonya .


Garry pun tak memperdulikan Revan dan beralih pada Rion yang sedari tadi hanya diam seakan tak perduli jika ada orang lain yang sedang berbicara di dekatnya .


" Rion.., bagaimana jika kau mengajaknya kemari lagi , dan aku akan... " Ujar Garry , namun belum selesai dia bicara Rion segera memotong ucapannya .


" Jangan macam macam atau aku akan membunuhmu ! " Ancam Rion dengan tatapan tajam ke arah Garry .


" Kenapa ? kenapa kau akan membunuhnya ? apa Luna begitu istimewa bagimu sehingga kau tidak bisa membiarkan Garry meliriknya . "


Ucap Dean yang tiba-tiba datang dan bergabung bersama mereka , dia tertawa dalam hati melihat sikap Rion yang seolah cemburu saat Garry berniat mendekati Luna .


Mendengar suara Dean seketika membuat Rion melepaskan tatapan tajamnya pada Garry . Dia pun kembali memasang ekspresi wajah yang datar dan dingin untuk menyangkal perkataan Dean barusan .


" Kau selalu mengatakan hal yang tidak masuk akal ." Ucap Rion .

__ADS_1


" Begitukah ? "


Ucap Dean yang tentu saja tak percaya dengan apa yang dikatakan Rion padanya , dia pun semakin ingin menggoda sahabatnya itu dengan menawarkan nomor telepon Luna pada Garry , padahal Dean sendiri tidak memiliki nomor Luna dia hanya ingin mengerjai Rion saja saat ini .


" Hei Garry kau tadi ingin berkenalan kan pada asisten pribadi Rion yang cantik itu , kemari lah akan ku berikan nomor telepon nya . "


Ucap Dean sembari mengambil ponselnya . dan berpura pura mencari kontak Luna dan hal itu membuat Rion seketika membulatkan matanya dan menatapnya dengan sinis .


" Benarkah ! mana ? "


Ucap Garry dengan antusias dan ingin beranjak mendekati Dean namun dengan cepat Rion menahan nya .


" Kau tidak boleh melakukannya , itu sama saja melanggar hukum privasi dan hal itu bisa menimbulkan kerugian perusahaan ku karena gadis itu bekerja denganku . ''


Ucap Rion dengan sedikit kesal bahkan alasan yang di katakan nya pun sangat tidak masuk akal .


Rion pun mengambil paksa ponsel Dean dan mencari nomor Luna berniat untuk menghapusnya , tapi dia tak menemukannya dan akhirnya Rion pun menyadari sesuatu jika Dean sudah membohongi nya . Dia pun mengembalikan ponsel Dean dengan kesal kemudian bergegas pergi .


Seperginya Rion dari basecamp Dean , Revan dan Garry pun akhirnya dapat tertawa lepas mengingat bagaimana mereka mengerjai Rion tadi hingga membuatnya merajuk dan pergi .


__________________


Di pesta pernikahan Dewi .


Luna dan kevin memasuki sebuah gedung yang tidak terlalu besar dan sudah berhias dengan dekorasi dekorasi pesta yang sederhana namun terkesan elegan .


" Bibi aku mau ice cream . " pinta kevin pada Luna saat dia melihat beberapa ice cream yang terjejer di atas meja .


" Tidak boleh sayang , kau kan baru saja sembuh ambil makanan yang lain saja ya . " tutur Luna dengan lembut .


" Ya ampun , karena aku pura pura sakit jadi tidak bisa memakan ice cream . dan bibi Luna ini benar benar sangat berlebihan ." Batin kevin .


" Hei wanita rendahan ! "


" Nona vivi ."


Luna sedikit kaget dengan kehadiran vivi , namun seketika dia menyadari jika vivi juga merupakan rekan kerja Dewi dulu jadi wajar saja jika Dewi mengundang nya .


" Kenapa ? terkejut melihat ku ? " ucap vivi dengan ketus .


Luna sangat malas meladeni wanita semacam vivi karena sudah bisa di pastikan vivi akan selalu mencari ribut dengan nya , dia pun memilih untuk tidak menghiraukan nya dan melangkah pergi dengan menggandeng tangan kevin .


Melihat sikap acuh Luna membuat vivi seketika naik darah dan langsung menjambak rambut Luna dari belakang dengan sangat kuat hingga membuat Luna meringis kesakitan .


" Aishh...., kau pikir aku akan membiarkan mu begitu saja.., dasar wanita bodoh bisa bisanya kau memprovokasi tuan Rion dan membuatku di pecat .'' Ucap vivi yang masih menggenggam erat rambut Luna dan terus menariknya .


" aw..aw.. lepaskan ." Teriak Luna yang terlihat kesakitan dan berusaha melepaskan rambutnya dari cengkeraman vivi .


Melihat bibinya disakiti oleh vivi kevin pun tak tinggal diam , dia menggigit tangan vivi dengan kuat hingga membuat nya merasa kesakitan dan akhirnya melepaskan rambut Luna .


" Lepaskan bibi ku , dasar wanita jahat " Teriak kevin yang kemudian menggigit tangan vivi .


Vivi mengibaskan tangannya yang terasa perih akibat gigitan dari kevin . Matanya pun tak henti melotot ke arahnya .


" Dasar bocah si*lan , Siapa dia ? Apakah dia anak dari wanita sialan ini , masa bodoh dia siapa , ini adalah kesempatan bagus untuk ku " Batin vivi , seketika terpikir sebuah ide licik di benaknya .


Keributan yang di sebabkan vivi barusan sontak menyita perhatian semua tamu undangan bahkan Dewi pun seketika turun dari pelaminannya dan ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi karena para tamunya saat ini sedang berkerumun seperti sedang ada sebuah tontonan .


" Hei semuanya , Lihatlah Luna datang dengan siapa . "


Teriak vivi dengan lantang kepada para tamu undangan yang sedang menonton mereka , kemudian dia melirik ke arah kevin dan Luna dengan sinis .

__ADS_1


"Dia adalah anak haram dari Luna ." sambungnya melanjutkan ucapannya barusan .


Semua orang pun nampak terkejut mendengar perkataan vivi , namun beberapa orang yang tidak mengenal Luna hanya bisa menggeleng dan melihat Luna dengan tatapan jijik .


Mendengar semua tuduhan yang vivi lontarkan padanya membuat Luna semakin mengepalkan tangannya , namun dia berusaha sebisa mungkin untuk menahan amarahnya . vivi pun semakin tak terkendali dan terus melontarkan fitnahnya pada Luna .


"Apakah kalian tidak bertanya-tanya mengapa pegawai rendahan seperti nya bisa menjadi asisten pribadi pimpinan perusahaan . "


Ucap vivi dengan penuh penekanan dan matanya pun melirik sinis ke arah Luna dengan tersenyum devil . Vivi memang sudah mengetahui jika Luna adalah asisten pribadi Rion setelah dia keluar dari perusahaan.


Kevin yang memang sejatinya masih anak anak tidak terlalu mengerti tentang apa yang di bicarakan vivi , yang dia tau hanyalah vivi sangat jahat karena telah menyakiti bibinya . sedari tadi kevin pun hanya diam dengan wajah polosnya dan sedikit ketakutan saat vivi terus melotot ke arahnya dan bibinya.


Beberapa tamu yang merupakan karyawan GRACHINE GROUP pun mulai berbisik bisik dan menatap tak suka ke arah Luna .


" apa ? asisten pribadi ?"


" Benarkah dia menjadi asisten pribadi ? "


" Bukankah sebelumnya hanya pegawai biasa ,lalu mengapa bisa menjadi asisten pribadi pimpinan . "


" Dia bahkan tidak pantas untuk menjadi asisten pribadi tuan Rion. "


Mendengar beberapa orang sudah mulai memojokkan Luna , vivi pun tak menyia nyiakan kesempatan untuk semakin memprovokasi mereka .


" Itu memang benar dan dia mendapatkan posisi itu karena telah merayu tuan Rion , apa kalian tau apa pekerjaannya sebelumnya ? Dia itu adalah seorang wanita penggoda . "


Teriak vivi dengan lantang tepat di depan wajah Luna hingga membuat kesabaran Luna habis dan langsung menamparnya dengan sangat keras hingga membuat vivi tersungkur .


Plakkkk....


" Cukup vivi cukup !!! aku berusaha untuk menahan agar aku tidak kasar pada mu . Aku benar benar sudah muak dengan mu saat ini , berhenti mengusikku atau aku benar benar akan membunuhmu !!! "


Teriak Luna dengan keras , nafasnya pun tersengal sengal menahan kemarahan dan kejengkelan pada wanita yang tersungkur di hadapannya itu .


Dewi yang berusaha menerobos ke dalam kerumunan orang pun akhirnya dapat melihat jelas apa yang sebenarnya terjadi . matanya seketika membulat saat melihat vivi yang masih tersungkur di lantai , dia semakin terkejut saat mendapati sahabatnya lah yang sedang ribut dengan vivi .


" Kasar sekali dia , mungkin saja yang di katakan vivi benar bahwa Luna memang bukanlah gadis baik baik ,lihat saja betapa beringasnya dia . "


Ucap salah seorang wanita di antara kerumunan orang ,wanita itu tak lain adalah teman dari vivi yang sengaja ingin menyudutkan Luna .


" Aku tidak akan menjelaskan apapun hanya karena mulut sial wanita ini , kalian bebas berpendapat . "


Ucap Luna dengan penuh penekanan matanya pun menatap tajam ke arah vivi sehingga membuat vivi seketika bangkit dan langsung melayangkan tangannya ke arah Luna .


" Berani sekali kau ! "


teriak vivi di barengi dengan gerakan tangannya yang ingin dia daratkan di pipi Luna .


Namun aksinya gagal saat tangannya dicekal oleh seorang pria yang tiba tiba datang dan berusaha untuk melindungi Luna .


setttt......


Seketika vivi membulatkan matanya saat melihat pria yang telah mencekal tangannya itu . Begitupun dengan Luna yang tak kalah terkejutnya saat melihat seseorang yang dikenalnya .


____________


🌱🌱🌱🌱


Bersambung......


_____________

__ADS_1


__ADS_2