
Luna keluar dari toilet dengan mata yang masih sembab dan pipinya juga masih terlihat memerah padahal dia sudah berulang kali mencuci wajahnya agar tak terlalu terlihat jika dia habis menangis .
Luna pun dengan cepat berjalan menuju ruangan Rion tapi pada saat Luna telah sampai di depan pintu ruangan Rion dia tiba tiba menghentikan langkahnya dan mengurungkan niatnya untuk masuk karena dia berpikir mungkin sarah masih berada di sana . Dan bukankah jika Luna kembali ke hadapan sarah saat ini akan semakin membuat sarah menghinanya kembali .
Luna pun keluar dan saat di depan kantor dia melihat ke sekeliling guna mencari tempat duduk yang sekira nyaman untuknya menenangkan pikirannya dan mulai memikirkan apa yang akan dilakukannya kedepannya .
Matanya pun tertuju pada sebuah taman yang berada di dekat area kantor , dan taman itu tidak begitu ramai hanya ada beberapa orang dengan jarak yang saling berjauhan satu sama lain . Luna pun pergi ke sana dan duduk di kursi taman yang berada tepat di bawah pohon besar yang sangat rindang . Suasana tenang dan sejuk sejenak dapat merilekskan pikiran dan hatinya yang saat ini sedang sangat rapuh dan frustasi .
Sementara di balik pohon yang berada di samping Luna terdapat seorang pria sedang duduk dan terlihat sedang menunggu seseorang karena pria itu berulang kali melihat ke sekitar dan kemudian melihat arlojinya , sesekali dia pun melihat ke arah kantor GRACHINE GROUP . Mungkinkan seseorang yang di tunggu pria itu bekerja di sana . Baik Luna ataupun pria itu tak bisa saling lihat karena terhalang pohon besar diantara kursi mereka .
Luna menyandarkan kepalanya nya di bahu kursi taman dia pun mulai berpikir apakah dia masih harus tetap bertahan setelah mendengar penghinaan dan tuduhan yang sarah lontarkan padanya karena jika Luna masih terus bertahan tak menutup kemungkinan dia akan selalu menjadi sasaran kemarahan sarah dan sarah pasti akan menganggapnya sebagai gadis penggila harta meskipun Luna tak pernah punya niatan seperti itu .
" Bagaimana ini..., Aku benar-benar ingin keluar dari siksaan bedebah itu . Tapi resikonya sangatlah besar . " Gumam Luna dalam hati sembari memijat kepalanya yang terlihat pening .
" Jika aku nekad , pasti singa itu akan menangkap ku dan menerkam ku , belum lagi jika dia akan memenjarakan ku . Lalu bagaimana dengan ibu dan kevin jika aku di penjara . CEO tidak waras itu pasti akan menyengsarakan hidup mereka karena tidak bisa menawanku lagi . "
Luna terus berpikir tentang kemungkinan buruk apa yang akan terjadi jika dia melarikan diri , karena menurut Luna akan sangat mudah bagi seorang yang berkuasa seperti Rion jika hanya untuk menghancurkan dirinya dan keluarganya .
Luna semakin frustasi kini pikirannya berada dalam dua cabang disisi lain Luna sungguh tak ingin keluarga nya terlibat dengan Rion hanya karena dirinya , tapi jika mengingat kata kata menyakitkan sarah padanya tadi jujur saja hatinya tak bisa menerima semua itu .
"Tapi jika aku masih tetap menjadi asisten nya , maka itu artinya aku harus selalu mendengarkan ucapan jahat ibunya itu . Dan seakan semua yang di tuduhkan ibunya padaku benar semuanya .., chahhh..tapi jika aku tidak bertahan maka.. "
Sejenak Luna menghentikan kata katanya dan mulai berpikir tentang resiko apa yang akan dia dan keluarganya alami jika dia memutuskan untuk berhenti bekerja .
" Ahh....,mengapa aku bisa terjebak begini ! Aishh...ini sungguh membuatku gila . " Gumam Luna sembari mengacak acak rambutnya , wajahnya terlihat sangat stres saat ini .
Luna pun kembali menyandarkan kepalanya pada bahu kursi taman . Kemudian dia mulai menarik nafas dan menghembuskannya dengan perlahan agar sedikit bisa membuatnya rileks . Selang beberapa menit kemudian Luna pun tertidur karena hembusan angin dan suasana teduh yang membuat hati dan pikirannya yang lelah menjadi terileksasi .
Sementara pria yang sedari tadi telah menunggu lama namun seseorang yang di tunggunya tak kunjung datang akhirnya memutuskan untuk pergi , namun saat dia akan berdiri datanglah Reno yang berlari ke arahnya dengan tergesa-gesa . Ternyata Reno lah orang yang ditunggu pria itu sedari tadi .
" Maaf aku terlambat , banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan tadi . Ada apa tiba tiba kau ingin bertemu dengan ku . " Ucap Reno dengan nafas yang tersengal-sengal .
Pria itu pun kembali duduk dan mempersilahkan Reno untuk duduk di sampingnya . Reno pun duduk dan mulai mengatur kembali nafasnya .
" Emm...begini apa kau ada pekerjaan untukku , apa saja..., Aku sedang membutuhkan banyak biaya Ren . "
Ucap pria itu dengan wajah sendu . Pria itu tak lain adalah Andre sahabat SMA Reno dulu . Setelah mereka lulus Andre kuliah di luar negeri , jadi mereka jarang sekali bertemu hanya beberapakali saja saat Andre berkunjung ke Indonesia . Namun kembalinya Andre kali ini berbeda , perusahaan ayahnya yang berada di luar negeri mengalami kebangkrutan . Dan ayahnya dengan terpaksa harus menjualnya untuk menutupi semua hutang hutang perusahaan . Semua teman teman Andre tak ada yang mau membantunya dan malah seakan tak mengenalnya setelah dia bangkrut . Ayah andre terkena serangan jantung setelah perusahaannya gulung tikar hingga harus di rawat .
" Pekerjaan ? Apa kau bercanda ? Untuk apa seorang sepertimu membutuhkan pekerjaan . "
__ADS_1
Ucap Reno yang memang belum mengetahui apa yang terjadi dengan Andre .
Andre pun menceritakan semuanya pada Reno . Dan hal itu sontak membuat Reno syok , tapi dia sebisa mungkin bersikap tenang di depan Andre agar Andre tak semakin terpuruk mengingat kebangkrutannya itu .
" Emm sebenarnya ada , tapi hanya untuk posisi staf yang kosong . Sedangkan kau kan lulusan luar negeri dan juga mantan direktur apa tidak papa jika harus bekerja sebagai staf biasa "
Ucap Reno kemudian dengan apa adanya . Reno juga sedikit tak enak saat menawarkan posisi itu pada Andre namun dia pun tak bisa membantu banyak karena hanya posisi staf dan OB saja yang masih kosong dan tidak mungkin Reno menawarkan posisi OB pada Andre .
" Benarkah ! Baiklah aku mau . Untuk sekarang tidak ada masalah bagiku bekerja apa saja , tenanglah aku akan bekerja dengan baik pak bos . "
Ucap Andre dengan antusias dan penuh semangat , hal itu membuat Reno terkekeh sekaligus lega karena sahabatnya ini tak serapuh yang dia pikirkan .
" Aku suka semangatmu ini.., Baiklah besok kau mulai bekerja dan jangan terlambat oke " Ucap Reno yang dibalas oleh acungan jempol oleh Andre .
Kemudian mereka pun mengobrol , membahas kekonyolan kekonyolan mereka waktu SMA dulu dan hal itu membuat mereka tertawa terbahak bahak hingga seketika Reno menghentikan tawanya dan menanyakan hal yang membuat Andre seketika terdiam mendengar pertanyaan itu dari Reno .
" Hey bagaimana dengannya ? apa kau menjaganya dengan baik ? Aku melepaskannya padamu karena saat itu aku tau jika dia sangat mencintaimu . " Ucap Reno yang seketika teringat oleh seseorang di masa lalu .
" Em... sebenarnya aku sudah putus dengannya lama . Tidak ada kecocokan diantara kami itulah sebabnya kami memutuskan untuk menjalani kehidupan masing masing . "
Sahut Andre dengan santai namun dari matanya terlihat jelas ada hal yang disembunyikan nya .
" Mengapa tidak memberitahu ku saat kau putus dengannya ? "
Ucap Reno kemudian dengan wajah terkejutnya dan sedikit menunjukan ekspresi kekecewaan . Melihat raut wajah Reno ini membuat Andre kembali terkekeh .
" Mengapa ? Apa kau akan datang dan menawarkan bahu mu untuk menjadi sandaran nya "
Tanya Andre dengan meledek . Namun alih alih kesal Reno malah menimpali ledekan Andre ini .
" Lebih dari itu , aku akan mengejarnya dan memintanya untuk menikahi ku " Ucap Reno dengan ekspresi wajah yang dibuat seolah terlihat serius .
" Hei Reno seperti nya cintamu dengan mantan kekasih ku itu telah menjadi obsesi , itu sangat membahayakan kau harus hati hati "
Sahut Andre dengan mengerutkan keningnya , dia tak menyangka jika cinta sahabatnya itu begitu besar dengan mantan kekasih nya .
" Dasar berandal bukan kah kau sudah tau sejak SMA dulu " Ucap Reno dengan sedikit terkekeh .
Kemudian Andre pun menyilangkan kedua tangannya dan sedikit merapikan rambutnya sembari berkata...
__ADS_1
" Aku tau.., tapi dia lebih tertarik dengan pesonaku dan kau bahkan melarikan diri karena tidak sanggup bersaing denganku kan ? Cahahahh..." Ucapnya dengan penuh kesombongan di selingi gelak tawanya .
Mendengar ucapan Andre ini Reno pun hanya menghela nafasnya dengan pelan dan sedikit tertawa .
" Cahahahh..., Aku bukanlah pengecut kau tau.., aku hanya tidak bisa memaksanya untuk mencintaiku karena meskipun aku memberikan seluruh kebahagiaanku padanya . Tetap saja kebahagiaan nya ada bersamamu . Dan aku rasa matanya memang sedikit minus waktu itu hingga dia bisa memilihmu ." Ucap Reno .
" Dan kau sendiri apakah sampai sekarang masih sama ? " Tanya Andre tiba tiba dengan nada yang terdengar serius .
" Apa maksudmu ? " Tanya Reno kembali , dia tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Andre .
Andre sengaja memasang ekspresi yang seserius mungkin , dan membuat Reno semakin menunggu jawabannya , hingga pada akhirnya dia membuka suaranya dan menjawabnya .
" Masih jomblo...,hahahahahah..."
Jawabannya dengan tawa terbahak-bahak . Reno pun mendengus kesal karena sedari tadi dia sudah mendengarkan Andre dengan sangat serius .
" Sialan.., tapi ucapan mu ini ada benarnya , tapi...em.. " Ucap Reno yang kemudian menghentikan kata katanya .
Andre sedikit menaikan alisnya seolah meminta Reno meneruskan ucapannya yang menggantung barusan .
" Seperti nya aku sudah menemukan seorang gadis . " Ucap Reno dengan santai dan sedikit tersenyum .
Andre pun seketika mengerutkan keningnya dan berpikir jika gadis yang Reno bicarakan ini adalah mantan kekasihnya .
" Siapa ? Apa kau benar benar akan mencari mantan kekasih ku itu ? Apa kau benar benar sudah tergila gila padanya ? "
Ucap Andre dengan penuh penasaran apakah Reno benar benar akan mengejar kembali mantan kekasihnya seperti apa yang di katakan Reno padanya tadi .
" Tentu saja tidak , aku rasa aku telah menemukan cinta yang baru " Ucap Reno masih dengan nada santainya .
" Apa benar begitu ? Cihh..., Aku bahkan tidak yakin , tapi..jika itu benar kau harus memastikan nya . " Ucap Andre
" Memastikan apa ? " Tanya Reno
🦉🦉🦉🦉
Bersambung.....
🦉🦉🦉🦉
__ADS_1