Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 8


__ADS_3

Luna yang telah sampai pada alamat yang di berikan oleh sahabatnya itu , seketika dibuat melongo saat mendapati dirinya berada tepat di depan sebuah gedung pencakar langit yang begitu besar bertuliskan GRACHINE GROUP . Luna pun sempat berpikir kalau temannya itu memberikannya alamat yang salah . Dia pun hanya bengong terkagum kagum , matanya terus saja melihat setiap sudut gedung itu dengan takjub ,hingga sebuah teriakan dari kejauhan seketika membuyarkan lamunannya .


"Luna ! "


Dan ternyata Dewi lah yang memanggil Luna , kemudian dia pun langsung menghampirinya.


Karena masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya Luna pun memastikannya pada Dewi.


" Dewi apa kau benar benar bekerja di perusahaan yang sebesar ini ? "


Tanya Luna seakan tak percaya , namun juga ada rasa kagum terpancar jelas di wajahnya .


"Tentu saja dan mulai sekarang kau yang akan bekerja di sini "


Sahut Dewi dengan penuh antusias.


" Aku bahkan sulit untuk mempercayainya . Lalu apakah aku akan di terima di sini ? kau tau kan aku ini tidak berpendidikan tinggi bagaimana jika mereka mempermasalahkannya . "


Ucap Luna yang masih terpesona , di sisi lain dia mengkhawatirkan mengenai riwayat pendidikan nya yang mungkin tidak akan bisa masuk ke dalam kriteria perusahaan sebesar dan sehebat GRACHINE GROUP.


"Tidak akan..., tenanglah ! aku sudah mengatakan pada bos ku kalau kau sarjana , dia bahkan sangat percaya padaku ! Dia tidak akan menanyakannya lagi karena ini sangat mendesak. "


Ucap Dewi dengan santainya , seketika ucapannya itu membuat Luna membulatkan matanya karena terkejut .


"Apa ? Kau membohongi nya.., apa kau sudah gila ! Bagaimana mungkin kau mengatakan kalau aku ini sarjana sedangkan aku hanya lulusan SMA ."


Ucap Luna dengan meninggikan suaranya .


"Astaga ! Kau pasti akan membunuhku hari ini , jika mereka mengetahui kalau aku menipu mereka pasti akan memenjarakanku ."


Sambung nya dengan raut wajah kesal .


"sutttt..., sudah jangan banyak bicara dulu . "


Ucap Dewi dengan tangan yang sudah membungkam mulut Luna karena jika tidak sudah bisa di pastikan akan ada banyak ledakan petasan lagi yang keluar dari mulut sahabat nya itu. Dewi langsung menarik tangan Luna dan membawa nya ke tempat lain karena takut semua orang akan mendengarnya .


"Kau ini terlalu banyak menonton drama ya . Lagi pula jika kau bekerja dengan baik meskipun mereka tau nantinya , aku yakin mereka akan menutup mata dan tetap membiarkanmu bekerja disini "


Ucap Dewi dengan penuh keyakinan .


"Aku mengenalmu.., kau itu sangat pekerja keras meskipun kau hanya lulusan SMA tapi kau bisa menyelesaikan pekerjaan ku bukan ? apa kau ingat.., saat kau membantuku waktu itu ? "


Sambung nya yang terus memberikan semangat pada Luna karena dia tau sahabatnya itu mampu melakukannya . Karena Luna pernah membantu menyelesaikan semua pekerjaannya dulu saat dia sedang sakit.


" Ta...ta..pi dew aku..."


Mendengar semua ucapan temannya itu luna masih saja ragu , karena dia tidak ingin memulai pekerjaannya dengan kebohongan.


"Mungkin jika semua wawancara yang pernah kau ikuti sebelumnya tidak membutuhkan gelar ataupun pendidikan tinggi dan hanya melihat kemampuanmu saja aku yakin kau pasti sudah di terima sejak lama . "


Dewi terus berusaha untuk membujuk Luna dan membuatnya mengerti .


"Ayolah Lun..., Bukankah kau pernah bilang bahwa impianmu adalah bekerja di perusahaan besar lalu saat semuanya sudah ada di depanmu mengapa kau menolaknya anggap saja ini kesempatan untukmu "


"Setidaknya lakukan lah demi keluargamu dan juga aku..., karena kalo hari ini juga aku tidak menemukan penggantiku maka aku tidak akan bisa menikah besok mereka tidak akan membiarkanku kemana mana . "


Dewi terus saja membujuknya dan memohon agar dia mau menggantikannya . Kerena disisi lain Dewi juga sudah terdesak dengan pernikahannya.


" Apa ? besok ? Aishh...,mengapa aku selalu di posisi begini . "


Luna semakin di buat pening setelah mendengar jika sahabatnya itu benar benar terdesak disisi lain dia sangat takut jika harus memulainya dengan kebohongan tapi dia juga tidak bisa melihat keputusasaan di mata sahabat nya itu , dan mungkin ucapan Dewi ada benarnya juga jika dia harus melakukannya demi keluarganya .

__ADS_1


Sebenarnya Luna juga tidak mempunyai pilihan lain saat ini karena dia sudah keluar dari semua pekerjaan paruh waktunya , setelah dia tau bahwa dia akan mendapatkan pekerjaan tetap .


Setelah lama dia berpikir akhirnya dia mengambil satu tarikan nafas dan menghembuskan nya dengan kasar .


" Baiklah Luna , pada akhirnya kau memang sudah terjebak , apa salahnya untuk nekad . "


Batin Luna yang bicara dengan dirinya sendiri .


Kemudian dia menatap ke arah sahabatnya itu dengan tersenyum tipis.


" Baiklah ! aku akan melakukannya , kau senang sekarang ? "


" ouhhh..., terimakasih banyak ! kau memang teman yang terbaik ."


ucap Dewi dengan ceria setelah mendengar keputusan Luna dia pun terus memeluk Luna dengan erat hingga Luna melepaskannya karena merasa engap .


Beberapa saat kemudian datanglah sebuah mobil yang di iringi dengan beberapa mobil yang berisikan pengawal . Semua staf dan pegawai yang lainnya pun segera berkumpul dan memberi hormat .


Dari kejauhan Luna yang melihatnya pun langsung menanyakan nya pada Dewi .


" Dewi siapa mereka mengapa semua orang bersikap sebegitu hormatnya . Apakah mereka bos besar di perusahaan ini ? "


Tanya Luna dengan pandangan yang terus mengarah ke kedua pria yang baru saja turun dari mobil yang telah disambut oleh beberapa pegawai yang sudah berbaris di sana .


" Dia adalah CEO di sini tuan Antony Destriov dan pria tampan yang ada di sebelahnya itu adalah putranya tuan Rion Destriov . Aku dengar mulai hari ini tuan Rion akan mengambil alih perusahaan dan menggantikan posisi CEO ."


Jawab Dewi yang juga menatap ke arah sana.


"Sepertinya aku pernah melihatnya.., tapi dimana ya ? "


Gumam luna dengan mata yang tertuju pada sosok pria tampan dan tinggi itu .


Ucap Dewi yang mendengar temannya itu bergumam sendiri.


" Ha.. aku rasa begitu ! "


Antony dan Rion segera masuk ke dalam kantornya diikuti dengan beberapa pengawalnya.


Setelah memastikan bahwa pimpinan perusahaan telah masuk . Dewi pun Segera mengajak Luna masuk ke dalam perusahaan untuk menjelaskan pekerjaan nya dan juga mengenalkan nya kepada atasannya .


" Baiklah sekarang ikuti aku ! aku akan mengenalkanmu pada atasanku dan akan menjelaskan semua pekerjaanmu . "


Luna pun mengangguk dan mengekor di belakang Dewi .


________


Dewi menjelaskan semua pekerjaan yang harus Luna kerjakan mulai hari ini . Tak lupa dia juga mengenalkan Luna pada atasannya yaitu Reno.


" Maaf tuan Reno ini Luna karyawan baru yang akan menggantikan saya mulai hari ini."


Reno menatap Luna dengan tatapan intens kemudian dia mengulurkan tangannya pada Luna.


"Selamat datang di GRACHINE GROUP semoga kau betah bekerja disini . "


Luna pun menjabat tangan Reno dengan gugup .


"Terimakasih tuan , saya akan berusaha bekerja dengan sebaik mungkin ."


Ucap Luna dengan tersenyum .


Melihat ekspresi gugup Luna Reno pun seketika tersenyum .

__ADS_1


Setelah itu Dewi mengantarkan Luna ke meja kerja nya dan dia pun segera pamit pada Luna dan teman kerjanya yang lain .


"Baiklah sekarang aku serahkan ini padamu . Dan dengarkan ini ! Jangan pernah merasa takut lagi karena aku yakin kau pasti bisa melakukannya dengan sangat baik . "


ucap Dewi sembari memegang tangan Luna.


"Dan jangan lupa besok malam setelah bekerja kau harus datang ke pesta pernikahanku . Aku sudah mengirimkan undangannya ke rumahmu jangan lupa ajak bibi dan kevin juga."


Seketika Luna langsung memeluk sahabatnya itu dengan erat dan air mata tiba tiba mengalir begitu saja dari pipinya .


"Terimakasih Dewi , kau sudah begitu banyak membantuku . Aku pasti akan datang besok malam . "


Ucapnya dengan terisak meskipun menurutnya cara Dewi salah dengan berbohong mengenai latar belakangnya tapi disisi lain dia melihat niat tulus sahabat nya itu .


Mendengar isak tangis Luna Dewi pun seketika mengurai pelukannya dan dengan cekatan menghapus air matanya .


" Sudahlah.., aku tidak melakukan apapun , justru kau yang membantuku , jika tidak aku tidak bisa menikah bukan ? Jadi jangan ada air mata di hari bahagia ini hem..,"


Sesaat kemudian Dewi pun berpamitan pada semua teman temannya dan bergegas pergi .


"Baiklah.., aku pergi dulu ! Semuanya aku pamit "


Seperginya Dewi Luna pun duduk di kursinya dan mulai mengerjakan semua pekerjaannya . sesaat dia tak percaya bahwa saat ini dia benar benar bekerja di perusahaan sebesar GRACHINE GROUP sebuah mimpi yang tak pernah di bayangkan sebelumnya .


Hingga hari berlalu dengan begitu cepat . Banyaknya pekerjaan yang Luna kerjakan membuat tubuhnya seakan remuk namun dia mengerjakannya denga perasaan senang meskipun di sisi lain dia juga takut jika identitas nya ketahuan . Saat Luna ingin bergegas pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore , tiba tiba dia di kejutkan dengan seorang wanita cantik dan seksi yang berjalan ke arahnya dengan membawa sebuah map berwarna biru .


" Ahh.., aku lelah sekali ,ternyata begini rasanya bekerja di kantor "


Gumam Luna sembari meregangkan sedikit tubuhnya . Setelah itu dia pun berdiri dan berniat untuk pulang tapi tiba tiba...


"Hei.., anak baru apa kau ingin pulang ? "


Ucap salah satu karyawan wanita yang bernama Vivi .


"Emm...,i..iya "


Jawab Luna dengan lembut.


"Tunggu sebentar , sebelum kau pulang antar kan ini ke ruangan Tuan Rion untuk di tanda tangani ."


Ucap vivi sembari menyodorkan sebuah map tersebut pada Luna .


"Baiklah ."


Saat Luna hendak melangkahkan kakinya tiba tiba vivi mendekat ke arahnya dan membisikkan sesuatu .


"Dengar , saat ini Tuan Rion sedang mengalami masalah pendengaran jadi pastikan untuk berbicara dengan lebih keras , kau mengerti kan ? "


Luna hanya mengangguk pelan dengan apa yang di beritahukan vivi padanya dia pun langsung pergi ke ruangan CEO .


Seperginya Luna Vivi pun mengulas senyum licik di wajahnya seolah semua berjalan sesuai dengan yang dia inginkan .


" Luna ..., Gadis cantik dan manis , tapi terlalu cantik dan itu mengangguku .., lihat saja kau akan tamat hari ini ."


Batin vivi yang langsung menyilangkan kedua tangannya .


Sebenarnya Vivi sengaja mengerjai Luna agar Luna mendapat amukan dari Rion CEO nya yang terkenal arogan dan dingin , dan akhirnya dia di pecat .


Bersambung....


🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2