Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 3


__ADS_3

Keesokan paginya Rion dan Dean terbangun oleh suara bel yang terus saja berbunyi . Rion pun berusaha bangkit dari tempat tidur dan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya . Sementara Dean yang merasa terganggu dengan bunyi bel yang masih terus saja terdengar mencoba mengintip dari balik tirai jendela kamarnya yang terletak di lantai atas .


"Aishh...,siapa yang bertamu pagi pagi begini ! Hwahhh.."


Gumam Dean sembari menguap dan meregangkan otot-otot tubuhnya .


Mata Dean seketika membulat setelah melihat banyaknya pengawal di depan rumahnya itu . Dean pun langsung berlari ke arah pintu kamar mandi dan mengetuknya dengan keras .


" Hei..,Rion cepat keluarlah , Gawat nih !!Rion .... Cepat keluar . "


Tak lama kemudian Rion pun membuka pintunya dengan ekspresi wajah yang kesal.


"Ada apa ? Kau berisik sekali ! aku tau kau tuan rumah disini tapi apa kah...."


Belum selesai Rion mengatakan kata kata pedas nya seketika Dean langsung menarik tangannya dan menyuruhnya mengintip dari balik tirai.


Akan tetapi bukannya mengintip , Rion justru menarik tirai nya dengan keras hingga terbuka hampir setengahnya . Dia pun melihat para pengawal yang di perintahkan Ayahnya . Tapi dia menyikapinya dengan santai dan biasa saja . Bahkan tidak ada raut wajah panik sedikitpun .


"Chahh....,Orang tua itu selalu saja begini , benar benar menyebalkan . Dia tidak pernah membiarkan ku hidup dengan tenang rupanya ."


Melihat ekspresi dari sahabatnya itu Dean pun langsung menanyakan tentang apa yang akan Rion lakukan sekarang . Karena Dean merasa bahwa Antony tidak akan mengampuni Rion kali ini terlebih dengan masalah di pestanya semalam.


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang ? Apa kau ingin dia menelan mu hidup hidup ? Aku yakin kali ini dia tidak akan main main lagi ".


Tanya Dean dengan serius namun sedikit kesal karena sikap dari Rion itu, Sedangkan suara bel terus saja berbunyi dari tadi .


"Sudahlah...,aku akan mengurusnya ."


Jawab Rion yang kemudian pergi untuk membuka pintunya .


"Kau itu memang menjengkelkan dan sulit sekali ditebak . " batin Dean sembari berjalan mengikuti Rion .


Begitu Rion membuka pintu terlihat Bimo yang sudah berada tepat di hadapannya beserta dengan beberapa pengawal yang di lihatnya tadi . Bimo pun membungkukkan sedikit punggung nya untuk memberi hormat pada Rion tuan muda nya itu .


"Maaf tuan Rion...,Tuan Antony memerintahkan saya untuk..."


Saat Bimo ingin menjelaskan maksud kedatangannya , Rion memotong ucapannya dengan sinis karena dia sudah bisa menebak dengan jelas apa yang akan Bimo katakan .


"Jangan basa basi padaku ! Dimana dia sekarang ?"


Tanya Rion dengan ketus .


Meskipun Rion tidak mengatakan dengan jelas siapa orang yang di maksudnya , Bimo tau benar bahwa yang di maksud Rion adalah Ayahnya .


"Tuan Antony saat ini sedang berada di kantornya tuan "

__ADS_1


Jawab bimo dengan nada bicara yang sangat sopan . Dia tidak terkejut lagi mengenai sikap dingin tuan mudanya itu .


"Baiklah ,kita ke sana sekarang ! ".


Ucap Rion dengan tatapan tajam dan dingin .


Dean yang berada di sebelah nya pun tidak bisa berkata apa apa , dia bahkan tidak bisa memahami apa yang di pikirkan Rion saat ini karena biasanya Rion selalu menghindari Ayahnya itu.


Kemudian Rion langsung berjalan ke arah mobil yang terdapat dua pengawal tepat di depan pintunya . Kedua pengawal itu pun membukakan pintu sembari mempersilahkan Rion masuk ke dalam.


Sementara Bimo yang masih berada di teras rumah Dean segera berpamitan padanya .


"Tuan Dean kami pamit dulu . Maaf atas ketidaknyamanan nya " .


Dean pun hanya menganggukkan kepalanya tanpa bicara sepatah kata pun . Kemudian Rion dan Bimo segera pergi menuju ke kantor Antony di ikuti dengan beberapa mobil yang mengawalnya .


*****


Terdengar ketukan pintu di sebuah Rumah yang sangat kecil dan sederhana .Terlihat seorang wanita paruh baya yang membuka pintu itu .


Sontak wanita tua itu terkejut dan seketika membulatkan matanya . karena dia dikejutkan dengan Seorang wanita yang terlihat sangat berantakan dengan kemeja yang kotor dan juga rambut yang sedikit berantakan bahkan ada beberapa lembar daun kering yang tersangkut di rambutnya .


Wanita berantakan itu tak lain ialah Luna Anjani dan wanita tua yang membukakannya pintu adalah ibunya yang bernama Aida .


Tanya ibunya dengan penuh kepanikan sembari memeriksa tubuh Luna . Kemudian dia mengajak putrinya itu masuk dan mengambilkan nya segelas air .


"Bagaimana ini bisa terjadi ? Kau seperti habis terjatuh ke dalam lumpur saja . Tadi pagi kau pergi dengan sangat rapi, lalu mengapa pulang pulang jadi begini ? "


Sembari memberikan Luna segelas air Aida mencecar beberapa pertanyaan pada putrinya itu . Karena yang dia tau pagi itu Luna bersiap dengan sangat rapi untuk melakukan sebuah tes wawancara kerja .


Luna pun meminum habis segelas air yang ibunya berikan , kemudian dia menghela nafas nya sejenak dan memijat kepalanya .


"Huhh..., mereka semua benar benar membuatku kesal . Aku bahkan kehilangan kesempatan wawancaraku karena bedebah sombong itu ".


Ucap Luna dengan kesal dan terlihat pening.


"Bedebah ? Siapa yang kau bicarakan ini , katakan apa yang terjadi ? ."


Tanya ibunya yang masih tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan nya."


Luna pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi .


"Saat aku berangkat tadi , sebuah mobil menyerempet ku hingga aku terjatuh ke dalam genangan air yang kotor . Bahkan seakan semua itu belum cukup , saat menuju pulang ada orang yang tak sengaja melempar sampah ke arahku sehingga aku jadi begini ".


Mendengar cerita putrinya itu sontak membuat Aida merasa prihatin . Namun setelah itu dia mengatakan hal lain yang tak terduga.

__ADS_1


"Astaga...., putriku yang malang , kasian sekali nasibmu ini . Aku juga sedikit kasian dengan pemilik mobil itu . "


"Kenapa ? Kenapa ibu malah mengasihani bedebah itu ? "


Seketika Luna pun bingung dan bertanya-tanya mengenai ucapan ibunya barusan . Kemudian ibunya mengatakan sesuatu sembari sedikit tertawa mengingat karakter dari putrinya yang sedikit bar bar .


"Karena kau pasti tidak akan melepaskannya begitu saja bukan ? Aku yakin telinganya saat ini sedang bermasalah karena kau pasti memakinya dengan sangat keras "


Namun luna mengatakan hal lain , dengan raut wajah kesalnya seolah dia memikirkan sesuatu .


" Jika bisa aku pasti akan menghajarnya . Tapi..., sangat mustahil bagi ku melakukannya . Aku bahkan tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena di hadang oleh dua pengawal nya ,dan saat aku mulai berteriak pengawalnya yang lain mulai berdatangan . Jika aku nekad , itu sama saja dengan menggali kuburan ku sendiri . "


"Astaga....,benarkah ! Dia pasti orang yang sangat kaya tentunya hingga di dampingi pengawal ."


Ucap ibunya yang sedikit penasaran.


"Ya aku rasa begitu , Akhhhh sungguh menyebalkan ! Aku rasa aku harus mandi sekarang ".


gumam Luna sambil melihat kemeja dan juga rambutnya yang sangat kotor . Dengan raut wajah kesal dia terus saja mengingat kesialan yang di alaminya.


Sementara di perusahaan GRACHINE Group tepatnya di ruangan CEO sedang ada perdebatan hebat antara Rion dan Ayahnya . Antony meluapkan amarah dan makian nya kepada Rion yang hanya menjawab dengan kata kata yang semakin membuat nya kesal .


" Apa kau merasa bersalah dan ingin meminta maaf atas ulah mu semalam ? " .


Tanya Antony dengan raut wajah kesalnya . Dalam lubuk hatinya dia berharap Rion menyadari kesalahannya dan meminta maaf padanya " .


Namun sepertinya apa yang dipikirkan dan di harapkan Antony itu sangat bertolak belakang dengan jawaban yang Rion lontarkan .


"Tidak ! Aku ke sini untuk menghentikan Ayah melakukan hal itu lagi , jadi jangan lakukan ! "


Sontak emosi Antony memuncak hingga membuatnya berteriak .


"Rion !!! "


"Ayah tau aku tidak akan pernah menghadiri pesta seperti itu...,jadi mengapa masih di lakukan .Dengan begitu tidakkah ayah mempermalukan diri sendiri ! Lalu kenapa aku harus minta maaf ? Aku tidak melakukan kesalahan apapun dalam hal ini." Ucap Rion dengan raut wajah dingin nya.


Plakkk ....


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan Rion hingga membuat pipinya itu seketika memerah .


Akan tetapi Rion tidak menghiraukan tamparan dari ayahnya itu , dia malah membuang muka dan pergi . Hal itu membuat Antony semakin kehilangan kesabaran hingga membuatnya harus mengambil sebuah keputusan yang tak terduga.


🍁🍁🍁


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2