Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 15


__ADS_3

Beberapa saat kemudian....


" Hei anak baru apakah kau tidak memberikan dokumennya pada tuan Rion ? "


Tanya vivi dengan menaikan nada bicaranya pada Luna .


Luna yang sedikit terkejut oleh suara vivi yang tiba tiba sudah ada di dekatnya pun menghela nafasnya dengan pelan .


" Aku memberikannya pada tuan Rion bahkan dia sudah menandatangani nya "


Jawab Luna dengan datar bahkan dia sangat malas melihat ke arah vivi .


Melihat raut wajah Luna yang seakan menyepelekan dirinya vivi pun semakin emosi namun dia masih berusaha menahannya .


"Apa kau benar benar sudah menyerahkan dokumen itu secara langsung pada tuan Rion ?"


Tanya vivi kembali , dia masih belum puas dengan jawaban yang di berikan Luna tadi .


Luna hanya tersenyum sinis ke arah vivi setelah mendengar pertanyaan nya itu . Luna sudah tau apa yang ada di dalam pikiran vivi saat ini .


" Aku melakukan sesuai dengan keinginan anda nona Vivi aku berteriak dengan sangat keras tepat di depan wajah tuan Rion . "


Ucap Luna dengan nada santai namun penuh penekanan .


Vivi yang masih penasaran dan tak percaya jika Luna bisa lolos dari amukan Rion pun kembali bertanya padanya .


" Lalu apa yang tuan Rion katakan ? "


Sesaat Luna terdiam dia tidak habis pikir tentang ulah wanita licik ini padanya . Kemudian Luna pun mulai mendekat pada vivi dan menatapnya dengan tajam .


" Sayangnya dia mengatakan hal yang berbeda dari yang kau inginkan ."


Ucap Luna dengan sedikit menaikan alisnya dan tersenyum sinis pada vivi .


Luna yang sudah geram dengan vivi merasa malas untuk tetap bersikap baik padanya karena itu percuma saja , wanita licik seperti vivi tidak akan pernah mengerti dengan sikap baiknya dan sangat salah jika vivi mengartikan bahwa wanita lugu seperti Luna adalah seorang wanita yang lemah .


Melihat tatapan dari Luna Vivi pun seketika menyadari bahwa Luna telah mengerti semua rencananya yang berniat untuk menjebaknya . Vivi pun mengeluarkan watak aslinya dan menyeret tangan Luna dengan kasar dan membawanya ke luar perusahaan .


" Dasar wanita rendahan !! seharusnya kau berterimakasih padaku karena aku sudah memperingatkan mu . karena kau tidak pantas berada di perusahaan ini . "


Ucap vivi dengan sombong dan tatapan penuh amarah .


Melihat kemarahan Vivi tak sedikitpun membuat Luna takut justru dia malah semakin miris melihat sikap dari wanita secantik vivi .


" Cihhh..., memperingatkan ku ? Apa kau tidak salah bicara seperti itu ? Karena faktanya adalah kau takut jika aku bisa melebihimu jadi kau melakukan cara kotor untuk menyingkirkan ku ."


Ucap Luna dengan lantang dan menusuk membuat Vivi semakin geram .


" Dan siapa yang kau bilang rendahan ? ..cec..cec..cec.. dari ulahmu ini kita tau benar siapa yang sebenarnya rendah , jadi berkacalah ! "


Sambungnya yang kemudian akan berlalu pergi namun tangannya segera di cekal dengan kasar oleh vivi .


"Berani sekali gadis rendahan sepertimu bicara seperti itu padaku ! "


Teriak vivi yang langsung mengangkat tangannya dan akan menampar Luna . Namun dia segera mengurungkan niatnya itu ketika melihat Rion datang dan berjalan ke arah mereka berdua . Vivi pun segera melepaskan tangan Luna dan berusaha bersikap seolah tidak terjadi apa apa .


Luna yang tidak menyadari kedatangan Rion seketika menatap vivi dengan aneh karena tiba tiba saja sikapnya berubah . Hingga suara Rion mengejutkannya .

__ADS_1


" Hei mengapa masih disini apa kau tidak dengar ucapanku semalam . "


Ucap Rion yang menatap Luna dengan tatapan tajam .


Melihat tatapan tajam yang diberikan bos besarnya pada Luna , vivi mengira jika Rion telah mengusir Luna semalam namun Luna nya saja yang tidak tau malu dan masih memunculkan wajahnya di perusahaan ini . Vivi pun secepat mungkin membuka suaranya dan mencoba untuk mencari muka di hadapan bos nya itu .


" Tuan Rion saya sudah mencoba untuk bicara baik baik padanya dan menyuruh nya pergi tapi tetap saja wanita ini tidak mau pergi dan malah memaki saya . Dia benar benar tidak tau malu . "


Ucap vivi yang seketika tersenyum puas dalam hatinya karena mengira setiap ucapannya itu dapat mempengaruhi bos besarnya itu namun kenyataannya Rion sama sekali tidak memperdulikannya dan hanya menganggapnya angin saja .


Sebenarnya Rion sedari tadi sudah sampai di kantor dan saat dia ingin masuk tak sengaja dia melihat Luna yang ditarik oleh vivi dengan kasar . Rion pun mulai mendekat ke arah mereka tanpa mereka sadari dan mendengar semua percakapan mereka terutama saat vivi menghina dan memaki Luna . Bahkan saat vivi berniat ingin menamparnya , Rion seketika melajukan langkahnya ke arah mereka karena tadi langkahnya sempat terhenti saat dia mulai mendengar obrolan mereka .


" Siapa kau ? "


Ucap Rion , kini matanya beralih menatap vivi dengan lebih tajam dan terlihat sangat mengerikan .


" Sa..saya vivi tuan . "


Ucap vivi dengan sedikit takut karena melihat tatapan seram yang diberikan Rion padanya , tapi dia berusaha untuk berbicara selembut mungkin pada Rion sang pimpinan perusahaan .


" Untuk apa kau ada disini ? "


Tanya Rion yang terus menatap tidak suka pada vivi .


" Saya bekerja disini tuan . "


Jawab vivi dengan tertunduk karena kali ini dia benar benar ketakutan melihat tatapan dari bosnya itu .


" Bekerja di sini ? Mana mungkin perusahaan ku menerima orang sok tau sepertimu ini . Dan jika di lihat dari caramu bicara sepertinya kau ini seorang penjilat yang pintar bersandiwara ."


" Bimo kau urus dia pastikan aku tidak melihat wajahnya lagi di sini ."Titahnya pada Bimo.


Bimo pun langsung mengerti dan dengan segera memanggil security untuk menyeret vivi keluar dari perusahaan .


Vivi pun hanya bisa pasrah dan terus menatap kesal ke arah Luna , karena dia juga tidak punya nyali untuk memberontak , namun di hatinya kebenciannya pada Luna semakin besar dan bahkan sudah menjadi dendam .


" Tunggu saja pembalasan ku gadis si*lan , aku pastikan hidupmu tidak akan tenang . "


Batin vivi saat dua security menyeretnya keluar .


Melihat vivi sudah hilang dari pandangan nya Bimo pun segera memberi hormat pada tuan mudanya , dan segera pergi .


Luna yang dari tadi masih bengong melihat tindakan dari Rion pada vivi seketika tersadar saat mendengar suara keras dari Rion .


" Dan kau ikuti aku sekarang ! "


Luna pun mengekor di belakang nya hingga mereka sampai di dalam ruangan Rion .


Rion pun segera menduduki kursi kebesarannya itu sementara Luna hanya diam dan berdiri di dekatnya saja .


" Kali ini dia akan menyiksaku dengan cara seperti apa ? "


Batin Luna yang terus menebak nebak tentang hal buruk apa yang akan terjadi padanya .


" Duduk di sana ! "


Titah Rion pada Luna sembari menunjuk ke arah sofa ruangannya . Luna pun hanya mengangguk dan menuruti perintah bosnya ini .

__ADS_1


Melihat Luna yang sudah duduk di sofa yang diperintahkan nya tadi Rion pun perlahan berjalan ke arahnya .


Luna yang melihat Rion menatap ke arahnya pun merasa merinding dan gemetar namun seketika Luna melihat mata Rion fokus ke arah meja yang ada di depannya , Luna pun mengikuti arah mata Rion dan ternyata mata Rion fokus melihat sebuah pisau yang terletak di atas wadah kaca yang didalamnya berisikan buah buahan .


Jantung Luna seketika ingin lepas saat membayangkan apa yang akan terjadi , bahkan karena ketakutannya dan kepanikannya dia hanya berfokus pada pisau dan bukan buah buahannya , bahkan Luna sedikit pun tidak memikirkan tentang kemungkinan lain saat Rion menatap pisau itu . Dia hanya memikirkan satu hal jika Rion akan membunuhnya dengan menggunakan pisau itu . Apalagi Luna masih mengingat jelas ekspresi kejam Rion saat menatap vivi tadi , jadi dia pasti tidak akan segan untuk benar benar membunuhnya .


Saat Rion mengambil pisau itu , secara bersamaan Luna juga segera mengambilnya sehingga keduanya saling memegang pisau yang sama dan terjadi tarik menarik di antara mereka .


" tidak tuan..., Apa kah kau benar benar tidak memiliki hati.., bagaimana mungkin kau akan membunuhku hanya karena kesalahan kecil yang ku perbuat padamu . "


Ucap Luna sembari berusaha merebut pisaunya dari tangan Rion .


" Itu bahkan bukan niat ku , aku hanya di jebak .., tapi aku tidak akan membiarkan mu melakukan ini padaku . "


Sambungnya lagi dengan panik karena dia mengira bosnya akan benar benar berbuat nekad padanya .


Rion pun kebingungan melihat sikap aneh Luna yang terus bicara omong kosong , bahkan tidak ada satupun ucapan dari Luna yang dapat di mengerti olehnya .


" Apa kau tidak waras !!! "


ucap Rion yang terus berusaha menahan pisau yang sedari tadi ditarik tarik oleh Luna .


" Tidak.., berikan ini padaku ..., Aku akan melawan "


Ucap Luna dengan sedikit meninggikan suaranya sehingga membuat Rion makin mempererat pegangannya pada pisau yang sedari tadi berusaha di rebut oleh Luna .


Mereka pun masih terus tarik menarik pisau dan tak ingin saling melepaskan hingga Rion menariknya dengan sangat kuat hingga membuatnya terjatuh dan Luna yang kalah tenaga dari Rion pun ikut terjatuh tepat di atas tubuh Rion .


Brukkk.....


*****


klonteng...


Pisau yang sedari tadi di perebutkan pun terpelanting ke lantai hingga menimbulkan suara namun mereka tak lagi mendengar suara dari pisau itu karena saat ini....


Deg....


Kini keduanya saling bertatapan mereka pun seketika terpaku dengan tatapan satu sama lain yang seakan menghentikan waktu .


" Mengapa ini terjadi padaku ? mengapa jantungku selalu merasa tidak sehat saat dekat dengan pria menyebalkan ini . " Batin Luna


" Tidak..., Tidak mungkin aku memiliki perasaan pada gadis bodoh ini , Apa yang sudah terjadi padaku ? Entah mengapa hatiku selalu saja mengalahkan akal sehat ku saat aku bersamanya . " Batin Rion


Sedetik kemudian Luna pun segera tersadar dari pikirannya yang terhanyut karena bertatapan dengan Rion begitupun dengan Rion dia mulai memasang kembali ekspresi dinginnya .


Saat Luna berusaha untuk berdiri tubuhnya seketika tertarik kembali ke dalam pelukan Rion dikarenakan rambut nya tersangkut pada salah satu kancing kemeja Rion .


Deg....


Jarak antara wajah Luna dan Rion yang semakin terkikis membuat jantung keduanya pun kembali berdetak dengan sangat kencangnya hingga...


ceklek....


🦋🦋🦋🦋


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2