
Rion memejamkan matanya sembari merasakan pijatan yang begitu nyaman dikakinya . Yah.., siapa lagi yang memijatnya kalau bukan Luna , Rion menghukumnya karena masalah kopi seratus butir gula yang di mintannya tadi . Rion menyuruh Luna untuk memijat kakinya dan dia tak boleh berhenti sampai Rion memintanya . Hal itu membuat Luna sangat kesal namun dia hanya bisa menyimpan kekesalannya itu dalam hati dan saat Rion tiba tiba membuka matanya dan melihat ke arahnya dia hanya mengulas senyum dengan terpaksa sembari terus memijat kaki Rion .
Rion pun kembali memejamkan matanya dan berpura pura tidur , dalam hatinya tertawa dengan sangat puas melihat Luna tertekan begini dibuatnya , Rion terus saja membayangkan bagaimana suara hati Luna yang pastinya sedang berteriak teriak saat ini , dan semakin Rion membayangkannya hal itu membuatnya semakin terkekeh tapi dia berusaha sekuat tenaga menahannya .
" Pasti dia sedang memakiku dalam hati , hatinya pasti saat ini sedang di penuhi dengan uap panas , cahahahh....gadis bodoh ini lumayan menghibur juga . " gumam nya dalam hati .
Rion masih belum menyadari jika dia memang memiliki perasaan terhadap Luna , lebih tepatnya dia selalu berusaha menyangkalnya . Dia terus mencoba berpikir dengan ego dan logikanya jika perasaan itu mustahil ada padanya , namun tentu saja hatinya takkan pernah bisa berbohong , hanya saja sedikit sulit bagi seorang yang arogan seperti Rion menyadari perasaan nya itu . Terlebih lagi masalalu kelam nya dengan Tiffany dulu yang membuatnya sulit percaya dengan cinta meskipun hatinya sendiri telah merasakan cinta itu , namun luka di masalalu seakan terus datang dan mengingatkan nya jika hatinya telah hancur dan takkan bisa tertata kembali seolah tidak ada cinta lagi yang dapat bersarang di hati yang telah hancur tak tersisa itu .
Tangan Luna sudah merasa sangat pegal karena sedari tadi terus memijat Rion namun hal itu tak sebanding dengan kejengkelan dalam hatinya , dia terus memaki Rion dalam hati karena selalu saja menyusahkan nya padahal sebelumnya Luna sudah tau jika niat Rion menjadikannya asisten hanyalah untuk membalas dendam padanya dan Luna sendirilah yang memutuskan untuk siap menerimanya agar keluarganya tidak terlibat . Namun tetap saja dia sangat kesal setiap kali Rion membuatnya stres baik dengan pekerjaan ataupun hukuman aneh yang di berikannya tanpa alasan yang jelas .
"Rasanya ingin sekali ku patahkan kakinya ini . Dasar CEO sakit jiwa , bagaimana bisa pria tidak waras seperti nya memiliki nasib yang seberuntung ini , memiliki harta ,tahta dan wajahnya juga sangat tampan . "
Gerutu Luna dalam hati dan tanpa sadar dia telah megakui ketampanan Rion . sedetik kemudian Luna seketika mengerutkan keningnya dan mengingat kembali apa yang ada dalam pikirannya tadi karena merasa ada yang aneh .
" Eh tunggu dulu , apa yang telah ku katakan tadi.., apa aku menyebutnya tampan secara tidak sadar ? Otakku pasti saat ini tidak dalam posisi yang benar karena terlalu stres . " pikirnya .
Luna pun bingung mengapa hatinya bisa tanpa sadar mengatakan hal itu . Yah meskipun kenyataannya Rion memang sangat tampan tapi sulit dipercaya bagi Luna jika dia telah mengakui ketampanan dari bosnya yang sangat menyebalkan itu .
Seketika Luna menghentikan kegiatan memijatnya dan menatap lekat wajah Rion , dan hatinya pun kembali membuat pikirannya goyah . Luna pun semakin frustasi dibuatnya . Dia pun berusaha keras untuk meluruskan pikirannya kembali .
" Tapi dia memang sangat tampan.., "
Ucapnya dalam hati namun dengan sesegera mungkin dia tersadar dan menepis semua rasa kagumnya itu .
" Aish Luna sadarlah ! kau pasti sudah tidak waras.., Dia tidak tampan oke , lihatlah wajahnya yang menyeramkan seperti hantu , sama sekali tidak tampan..., Ya benar dia tidak tampan , sama sekali . "
Luna berusaha menyakinkan dirinya sendiri agar tak terpesona dengan singa pemarah yang tak lain adalah bosnya itu hanya karena wajah tampannya .
__ADS_1
Rion yang merasakan tidak ada pergerakan tangan Luna di kakinya pun langsung membuka matanya dan melirik ke arah Luna dengan tajam .
" Mengapa berhenti , apa aku sudah menyuruh mu untuk berhenti ? " Ucap Rion dengan nada dingin dan tatapan tajam ke arah Luna .
Luna pun seketika tersentak kaget mendengar suara Rion karena sesaat tadi dia sedang bergelut dengan pikiran dan hatinya .
Luna pun melanjutkan pijatannya , dan Rion kembali memejamkan matanya dan kali ini Rion benar benar tertidur pulas menikmati pijatan Luna yang memang sedari tadi membuatnya mengantuk . Luna sebenarnya juga sangat pegal dan mengantuk tapi dia berusaha untuk tetap terjaga karena mengira Rion hanya berpura-pura tidur dan akan mengejutkannya lagi seperti tadi jika dia berhenti .
Hingga setelah 2 jam lamanya Luna tak kuasa menahan kantuknya dan akhirnya tanpa sadar tertidur di kaki Rion .
****
Bimo sudah mendapatkan semua informasi tentang Luna , bahkan dia juga mengetahui jika Luna bukanlah sarjana dan hanyalah tamatan SMA . Bimo pun berpikir bagaimana mungkin gadis seperti Luna bisa masuk dan bekerja di sini dan jika Antony sampai tau dia pasti akan sangat murka karena Antony selalu melihat semua karyawan nya berdasarkan gelar dan prestasi yang di capainya .
Bimo mengetuk pintu ruangan Rion tapi sedari tadi tak ada jawaban , Bimo pun memberanikan diri untuk membukanya dan matanya seketika membulat saat melihat pemandangan di depannya itu , dimana dua insan sedang tertidur dengan pulas nya .
Bimo seketika menjadi sangat canggung , kemudian dia pun menutup kembali pintunya dan mengurungkan niatnya yang tadinya ingin memberi laporan pada Rion , karena dia juga tak mungkin membangunkan Rion , itu sama saja membangunkan singa yang tertidur .
Rion perlahan membuka matanya dan merasakan kakinya tertindih oleh sesuatu , dia pun kemudian melihat ke arah kakinya dan matanya seketika membulat saat mendapati Luna tertidur di atas kakinya . Anehnya Rion tak marah sedikitpun , dia menatap lekat ke arah wajah yang polos dan teduh di depannya itu . Entah mengapa hatinya merasa begitu tenang saat menatapnya .
Bimo masih berdiri di depan pintu ruangan Rion dengan gugup karena sarah yang tak lain adalah nyonya besar keluarga Destriov sekaligus ibu dari Rion tuan mudanya sudah berada di depannya saat ini .
Jantungnya seketika berhenti karena terkejut dengan kedatangan sarah yang tiba tiba ini , bagaimana tidak.., baru saja dia dibuat kaget saat melihat Rion dan Luna tadi dan mungkin saat ini Rion dan Luna masih tertidur dengan posisi yang sama seperti yang dilihatnya tadi , dan jika sarah sampai melihat itu pasti akan terjadi masalah besar , terlebih jika sarah sampai mengetahui kalau Luna adalah asisten pribadi Rion dan dia bukanlah gadis yang berkelas serta berpendidikan tinggi .
Meskipun Bimo sendiri masih bertanya tanya bagaimana mungkin gadis seperti Luna bisa sampai menjadi asisten pribadi seorang Rion Destriov . Tapi entah mengapa hatinya mengatakan jika Luna merupakan gadis yang jujur dan tulus dan tak memiliki niat jahat sedikitpun baik ke perusahaan ataupun dengan tuan mudanya .
" Nyonya besar ? A...anda kemari ? " Ucap Bimo dengan terbata bata .
__ADS_1
Mendengar pertanyaan aneh yang keluar dari mulut Bimo , seketika sarah pun mengerutkan dahinya dan tak mengerti dengan sikap gugup bimo ini yang terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya .
" Memangnya kenapa kalau aku kemari ? apa kau lupa ingatan aku ini siapa.., kenapa bertanya seperti orang bodoh begitu ? " Ucap Sarah dengan tatapan aneh ke arah Bimo .
" Maaf nyonya , saya hanya terkejut . " Ucap Bimo dengan menundukkan kepalanya .
Sebenarnya sarah memang sengaja datang tanpa menelpon Rion ataupun Bimo terlebih dahulu karena dia ingin memberi kejutan pada Rion , dia pun datang ke kantor pada saat jam makan siang karena berniat untuk mengajak putranya itu makan siang bersama di luar .
"Kau tau aku sengaja tak memberitahu Rion karena aku ingin mengejutkannya . Baiklah aku masuk dulu ."
Ucap sarah kemudian , dan langsung ingin membuka pintu ruangan Rion namun dengan cepat Bimo menghadangnya .
" Em... nyonya tapi " Ucap Bimo dengan penuh kepanikan .
" Tapi apa , kau ini aneh sekali seperti sedang menyembunyikan sesuatu saja " Ucap sarah dengan tatapan yang sangat tajam dan penuh kecurigaan pada bimo .
Bimo pun hanya membatu karena tak tau harus mencari alasan apa agar sarah tak masuk kedalam . Dia tak bisa memikirkan apapun saat ini karena kepanikannya .
Sementara di balik pintu itu sendiri , Rion dengan perlahan memindahkan tubuh Luna dan membaringkannya di sofa agar Luna merasa lebih nyaman , namun tak sengaja kakinya tersandung oleh kaki meja yang berada di sampingnya sehingga Rion pun terjatuh tepat di atas Luna . Dan hal itu membuat Luna tersentak kaget dan terbangun dari tidurnya . Matanya seketika membulat saat mendapati Rion tengah berada di atas tubuhnya . Mereka pun saling bertatapan dan hal yang tempo hari mereka rasakan pun kembali terjadi , jantung mereka kembali berdetak kencang dan mereka pun terhanyut dalam tatapan masing masing .
Sedangkan diluar sarah mendorong tubuh Bimo dengan paksa agar tak menghalangi jalannya lagi karena dia sudah kesal dengan sikap aneh Bimo yang terus saja menghalangi nya masuk dan saat sarah meminta alasannya Bimo hanya bicara dengan gagap dan tidak jelas . Bimo pun hanya bisa pasrah dan berharap agar tuan mudanya itu sudah bangun karena memang dia juga tak mungkin bisa lagi menghentikan sarah yang tak lain merupakan majikannya sendiri .
Sarah pun membuka pintu Ruangan Rion dengan antusias karena tak sabar ingin mengejutkan putranya itu .
Ceklek....
💐💐💐💐
__ADS_1
Bersambung.....
💐💐💐💐