Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 35


__ADS_3

Deg.....


Jantung keduanya kini berdegup kencang dengan tatapan yang saling pandang satu sama lain .


" Tu...tu..tuan Rion , tuan masih berada di sini ? "


Tanya Luna dengan gugup , yaps pria yang menahan tubuhnya tadi tak lain adalah Rion bos arogan nya yang hingga saat ini sikapnya itu masih sangat sulit untuk di mengerti oleh Luna , bahkan Luna mengira jika Rion memiliki kepribadian ganda karena beberapa saat yang lalu dia melihat sisi lain Rion yang sulit sekali di percaya olehnya .


Bukan nya menjawab pertanyaan dari Luna , Rion malah memperhatikan dengan intens baju dan rambut Luna yang basah kuyup ,dan juga mata sembab Luna .


" Kenapa kau bisa basah begini ? Kau dari mana saja ? Aku mencari mu dari tadi . " Tanya Rion yang seketika menjadi cemas . Dia pun menatap Luna dengan penuh khawatir .


Luna kembali dibuat bengong dengan sikap tak biasa bos nya ini yang seketika membuat nya menjadi sedikit kikuk dan perasaan aneh itu kembali muncul setiap kali dekat dengan Rion .


" A..aku.."


Ting !


Namun belum sempat Luna menjawab , pintu lift pun sudah terbuka dan hal itu seketika membuat mereka tersadar dari tatapan masing masing .


*****


Luna sesegera mungkin menetralisir kegugupannya dan kemudian kembali bersikap normal layaknya atasan dan bawahan pada umumnya .


" Maaf tuan , saya harus menemui ibu saya . Permisi ! " Ucap Luna dengan sopan dan kemudian dia berjalan pergi .


Sedangkan Rion yang melihat Luna sudah hilang dari pandangannya pun tiba tiba saja menepuk pelan dada bidangnya itu dan kemudian sedikit menarik sudut bibirnya sembari bergumam sendiri .


" Chahh...apa aku benar benar memiliki perasaan pada gadis bodoh ini hahah..., Setiap di dekatnya selalu saja membuat jantung ku menggila. ! Bahkan aku pun sulit mempercayainya . "


Gumamnya dalam hati sembari sedikit terkekeh . Namun sesaat kemudian ekspresi nya seketika berubah menjadi sendu .


" Apakah aku bisa sekali lagi percaya yang namanya cinta ? Hatiku selalu ingin dekat dengannya namun aku takut takdir kembali mempermainkanku seperti sebelumnya . Bertahun tahun aku mencoba mengubur dalam dalam kelemahan dan kelembutan dalam diriku dengan mengeraskan ego dan sikap aroganku namun kedatangannya perlahan mematahkan pendirian ku selama ini . " Batin Rion .


Kemudian Rion melangkahkan kakinya dan pergi menyusul Luna .



__ADS_1



Luna masuk ke ruang rawat Kevin setelah seorang suster memberitahu nya jika Kevin telah selesai melakukan cuci darah dan telah di pindahkan ke ruang perawatan .


Mendengar ucapan suster membuat perasaan Luna seketika campur aduk di buatnya . Di sisi lain dia sangat lega mendengar jika keponakannya itu sudah di tangani dokter dan di sisi lain dia juga penasaran siapa yang membayar semua biayanya dengan lunas bahkan Luna semakin terkejut saat mendapati jika ruang rawat yang di tempati oleh kevin adalah ruang VVIP . Hal ini sungguh membuat banyak pertanyaan di benaknya karena tidak mungkin ibunya ataupun pamannya . Dan jika memang benar pun dari mana mereka mendapatkan uang dengan secepat itu bahkan dengan ruangan yang pasti sudah sangat mahal sungguh mustahil rasanya jika ibunya yang menempatkan Kevin di ruang rawat VVIP , pikir Luna .


Ceklek....


Mendengar suara pintu di buka seketika Aida menoleh dan matanya seketika membulat saat melihat putrinya yang sedari tadi ada dalam pikirannya itu kini datang dengan tubuh yang masih sedikit basah kuyup .


" Lun...luna , apa yang terjadi padamu nak ? " Tanya Aida yang langsung berjalan menghampiri Luna .


" Aku tidak papa bu , aku hanya terkena hujan karena tidak sempat berteduh ! Bagaimana dengan kevin ? Semuanya baik baik saja kan ? " Tanya Luna .


" O iya ini yang sedari tadi ingin ibu tanyakan padamu . Tapi sebaiknya kita bicara di luar saja . "


Ucap Aida yang sudah akan menarik tangan Luna keluar namun terhenti saat menyadari tatapan putrinya pada kevin .


" Tenanglah , dia sudah baik baik saja sekarang ! Dia sedang beristirahat , dia selamat karena mu nak , ibu sangat beruntung mempunyai putri seperti mu . "


Ucap Aida yang mengerti dengan kekhawatiran Luna . Aida pun masih mengira jika Luna lah yang membayar semua biaya pengobatan kevin.


_________


Aida membawa Luna ke kantin rumah sakit dan memesankan teh hangat untuknya karena saat ini pasti Luna sangatlah kedinginan dengan pakaiannya yang masih basah .


Luna meminum teh hangat sembari mendengarkan apa yang akan ibunya katakan padanya . Sebenarnya dia pun banyak sekali pertanyaan pada ibunya itu , namun Luna membiarkan ibunya untuk berbicara terlebih dahulu .


" Lun ibu sangat bersyukur setidaknya nyawa kevin bisa terselamatkan . Tapi ibu sangat penasaran dari mana kau dapatkan semua uang itu dengan cepat ! Kau tidak meminjam ke rentenir kan Lun ? " Tanya Aida dengan serius .


" Uhuk...uhuk..."


Sontak ucapan ibunya ini membuat Luna tersedak hingga terbatuk batuk . Karena sungguh sangat mengejutkannya bagaimana mungkin tidak , itu artinya dari ucapan ibunya ini ibunya mengira jika dirinya lah yang sudah membayar semua biayanya . Yang artinya juga bukan ibunya yang membayarnya , lalu siapa ? .


" Pelan pelan Lun ..."


Ucap aida sembari mengusap punggung putrinya yang tiba tiba saja tersedak setelah mendengar ucapannya tadi . Aida pun jadi memikirkan sebuah kemungkinan hingga putrinya itu terkejut sampai tersedak begitu .


" Tapi apa jangan jangan ucapan ibu benar ? apa kau memang meminjam uang nya dari rentenir ? "

__ADS_1


Tanya Aida kembali meminta jawaban dari Luna yang hanya terbengong saja sedari tadi .


" Ah...tidak bu , bahkan aku pikir ibu yang sudah membayarnya karena aku tidak mendapatkan uang nya . " Jawab Luna dengan bingung dan masih bertanya-tanya .


" Apa ! Jadi bukan kau yang membayarnya ? lalu siapa ? " Pekik Aida yang begitu terkejut mendengar ucapan Luna barusan .


Luna pun menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan meneguk kembali teh yang ada di gelasnya kemudian dia pun mengatakan sesuatu .


" Entahlah...tapi siapa pun itu dia pasti lah orang yang sangat baik , aku akan tanya kan pada bagian administrasi nanti tentang siapa orang itu bu , kita harus mengucapkan banyak terimakasih padanya . Karenanya lah kevin kita bisa selamat ." Ucapnya .


" Iya kau benar ! " Sahut Aida .


___________


Rion sampai di depan ruang rawat Kevin namun saat membuka pintu Rion tak menemukan keberadaan Luna ataupun ibunya disana . Sebenarnya dia tadi langsung menyusul Luna tapi tiba tiba saja sebuah insiden terjadi.....


Flashback...


Rion berjalan menyusul Luna yang telah lebih dulu pergi namun seketika seorang wanita dengan selendang dan kaca mata hitam yang menutupi wajahnya menabraknya hingga mereka pun terjatuh .


Brukkk....


" Hei..apa kau tidak punya mata ! " Maki Rion sembari berusaha untuk berdiri.


Wanita itu sedikit panik dan segera berdiri membenarkan kembali selendang nya yang telah tersilak dan juga kaca matanya yang terjatuh . Namun sebelum melakukan itu , Rion telah melihat dengan jelas wajah wanita yang bertabrakan dengan nya ini .


" Kau ! Bukankah kau Steyla..., Kau kakaknya Luna bukan ? " Ucap Rion yang mengenali wajah Steyla .


" Ti...tidak...bukan , seperti nya anda salah orang , maaf karena telah menabrak mu ! aku permisi . " Ucap Steyla dengan tergagap dan kemudian dia pun pergi dengan tergesa gesa .


Rion hanya menatap aneh kepergian kakak dari Luna ini . Sungguh masih banyak hal yang masih menjadi tanda tanya mengenai Luna dan keluarganya yang belum Rion ketahui .


Flash on.....


🦉🦉🦉🦉


Bersambung.....


🦉🦉🦉🦉

__ADS_1


__ADS_2