Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 29


__ADS_3

" Aku punya cara untuk mengeluarkan kalian dari penderitaan ini tapi kalian harus bekerja sama denganku . "


Ucap Retno dengan pelan , namun terlihat jelas di matanya bahwa dia sangat serius dengan ucapannya itu .


Sontak ucapannya ini membuat Steyla dan Laras saling bertatapan satu sama lain kemudian mereka pun menatap Retno dengan mata yang berkaca-kaca seolah tak percaya jika Retno benar benar mau membantu mereka untuk terlepas dari jeratan Robert .


" Mbak.."


Ucap Laras dengan lirih seakan ingin memastikan lagi ucapan Retno ini . Mata Retno seketika juga berkaca kaca melihat dua wanita di hadapannya ini . Terlihat jelas dari raut wajahnya jika dia sedang berusaha menahan tangis .


"Dengar..., percaya saja padaku dan jangan pernah takut hem . Karena saat kita sudah melangkah kita tidak akan bisa mundur lagi . Kalian masih muda dan masih punya masa depan . Aku akan membantu kalian agar bisa terbebas dari Robert . " Ucap Retno yang menatap Steyla dan Laras dengan penuh rasa iba .


Retno memang sangatlah mencintai Robert bahkan tidak ada unsur keterpaksaan saat mereka menikah dulu . Meskipun kedua orang tua Retno sangat menentang pernikahan mereka lantaran Robert adalah seorang pria yang kasar dan juga sering bermain wanita . Namun hal itu tak dapat membuat Retno meninggalkan Robert dia lebih memilih untuk kawin lari bersama dengan Robert dan meninggalkan keluarganya .


Yah mungkin itulah yang di namakan cinta buta , mungkin saat itu di dalam dunia Retno hanyalah ada Robert seorang sehingga dia tak bisa berpikir dengan jernih . Bahkan sampai sekarang pun disaat usia Robert tak lagi muda dia masih tetaplah sama seperti Robert yang dulu yang masih suka bermain wanita dan juga selalu bersikap kasar . Bahkan setelah adanya Laras dan Steyla kedua wanita muda yang telah dia nikahi sekalipun tak dapat membuat Robert merasa puas dia masih saja dengan kebiasaannya itu .


Semakin hari Retno semakin merasa kasihan dengan kedua wanita yang tak lain adalah istri istri muda dari suaminya itu , karena Retno tau benar baik Laras maupun Steyla menikah dengan Robert di karenakan keterpaksaan dan ketidakberdayaan yang mereka alami . Sering kali Retno tak sengaja melihat Steyla yang terisak sembari memeluk foto yang di simpannya secara diam diam . Dan saat Steyla keluar dari kamarnya Retno pun mengambil foto tersebut dan melihatnya ternyata itu adalah foto keluarga Steyla dan terlihat juga di sana seorang anak kecil yang berumur sekitar 4 tahun yang tak lain adalah kevin anaknya . Sungguh hatinya merasa tersayat melihat kerinduan yang mendalam dari seorang ibu pada anaknya itu , meskipun Retno tidak memiliki anak tapi dia dapat merasakan penderitaan yang di rasakan Steyla karena dia juga seorang wanita .


Sama halnya yang dilihatnya pada Laras seorang gadis desa yang dinikahi suaminya demi penebusan hutang kedua orangtuanya , dia melihat banyak sekali impian dalam gadis itu . Laras pernah mengatakan padanya sebelumnya jika dia pernah bermimpi untuk menjadi seorang dokter oleh sebab itu dia belajar dengan sangat keras , Laras adalah seorang siswa yang berprestasi di sekolahnya karena itu dia selalu mendapat beasiswa smpai ke jenjang kuliah . Namun nasibnya sungguh malang dia tak dapat melanjutkan kuliah nya dan harus terjebak dalam pernikahan yang bagaikan penjara ini .


Retno pun akhirnya menyadari akan kesalahannya di masalalu , dari apa yang dilihatnya pada Steyla dan Laras justru berbanding terbalik dengan apa yang dilakukannya dulu . Jika mereka mau mengorbankan hidupnya demi keluarganya lalu apa yang dilakukannya dulu dia justru meninggalkan keluarganya dan memilih hidup dengan pria monster seperti Robert . Dia terus menyesalinya namun bak nasi yang telah berubah menjadi bubur Retno tak dapat kembali ke masalalu dan masa mudanya yang telah dia hancurkan sendiri karena cinta butanya itu , tapi setidaknya dia masih bisa menyelamatkan masa depan kedua wanita malang ini . Dan meskipun dia sangat mencintai Robert sekalipun tak mungkin dia terus diam saja melihat kekejaman yang dilakukan Robert selama ini karena sejatinya Retno merupakan wanita yang sangat baik hanya saja karena cintanya pada suaminya itu membuatnya selalu menurut dan takut untuk menentang Robert . Namun jiwa kemanusiaanya perlahan pasti akan mengalahkan rasa cintanya yang buta itu . Dan hal itu telah terjadi , kini tak ada lagi keraguan beralasan cinta yang dapat menggoyahkan tekad Retno untuk menghukum pria monster seperti Robert .


Steyla dan Laras memeluk Retno dengan sangat terharu air mata keduanya pun mulai berjatuhan . Mereka sangat berterimakasih dengan kebaikan Retno ini , bahkan seakan mereka memiliki secerca harapan setelah mendengar ucapan Retno tadi .


"Kau memang suamiku..dulu aku sangat mencintaimu bahkan sampai sekarang mungkin rasa cinta ku padamu belum sepenuhnya hilang . tapi tindakanmu ini tidaklah benar , kau sudah sangat kelewatan selama ini . Maafkan aku Robert kali ini cintaku yang buta akan kalah dengan rasa kemanusiaan ku . Kau sudah terlalu banyak berbuat dosa dan aku juga bersalah karena terlalu lemah sebagai wanita hingga kau bisa berbuat sejauh ini . Tapi sekarang tidak lagi aku sendiri lah yang akan membuatmu menanggung semua perbuatan mu selama ini ." Batin Retno , sungguh dadanya terasa sangat sesak saat ini .


Retno pun mengurai pelukan mereka dan mulai menjelaskan rencananya .


"Dengar ini baik baik.., semalam aku menguping pembicaraan Robert dengan temannya dan dari yang aku dengar ternyata Robert telah menggelapkan dana perusahaan tempatnya bekerja bersama dengan temannya . " Ucap Retno dengan nada pelan namun terdengar sangat serius.


" Apa ! "


pekik Steyla dan Laras secara bersamaan , mereka sangat terkejut mendengar fakta jika Robert telah melakukan penggelapan dana .

__ADS_1


" Benar , bahkan dia ternyata sudah sejak lama melakukannya dan dia mengatakan pada temannya itu jika dia telah menyimpan semua bukti penggelapan mereka dengan aman , dan kalian tau kan Robert tidak akan mungkin meninggalkan bukti itu di kantor kan jadi kita harus menemukan bukti buktinya dan mengirimnya ke penjara . "


Ucap Retno kemudian , sebenarnya dia berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri agar bisa menghukum Robert dan membuatnya masuk ke dalam penjara .


Mereka berpikir keras dan berusaha menemukan dimana Robert menyimpan semua bukti penggelapannya itu hingga ucapan Steyla yang tiba tiba teringat akan sesuatu membuat Laras dan Retno menatapnya dengan sangat serius .


" Mungkinkah... "


" Ada apa ? Apa kau mengingat sesuatu ? " Tanya Laras .


" Sebenarnya aku pernah melihatnya keluar dari balik rak buku di dalam salah satu kamar tamu yang ada di rumah ini , aku rasa ada sebuah ruangan lagi di baliknya . Mungkin saja dia menyembunyikannya di sana . " Ucap Steyla .


" Hmm..aku rasa begitu mungkin saja dia menyembunyikan semua buktinya disana . " sahut Laras .


" Baiklah kalau begitu kita harus mencarinya , Steyla kau carilah di ruangan itu , aku harus diam diam mencari pengacara untuk mempersiapkan semuanya , Robert juga harus di tuntut karena KDRT yang selama ini dia lakukan , kau tau kan aku harus sangat berhati-hati dalam memilih pengacara karena banyak dari mereka yang mungkin saja adalah teman Robert . " Ucap Retno dengan cepat dia pun membagi tugas pada laras dan Steyla .


" Dan kau Laras , kau harus mengawasi agar Steyla tidak ketahuan jadi berjagalah dan jika Robert datang berilah kode pada Steyla dan alihkan perhatian Robert . " Ucapnya kemudian dengan melihat ke arah Laras .


Steyla mulai melancarkan pencariannya dan Laras duduk di kursi yang agak jauh dari pintu agar tidak ada yang mencurigainya namun dia tetap mengawasi . Sementara Retno pergi keluar untuk mencari pengacara .


Selang beberapa menit setelah mobil Retno pergi keluar Robert pun pulang . Mendengar suara mobil Robert Laras pun dengan cepat berlari ke arah pintu dan betniat memberi tahu Steyla namun langkahnya terhenti seketika saat dia bertabrakan dengan Erna salah satu asisten rumah tangga yang juga merupakan mata mata dari Robert .


" Eh maaf nyonya Laras saya tidak sengaja , oh iya nyonya tadi tuan Robert bilang jika dia ingin memakan masakan nyonya . Jadi sebaiknya kita kedapur sekarang nyonya karena tuan pasti sudah sangat lapar . "


Ucap Erna dengan penuh kesopanan , sebenarnya Erna tak lain adalah seorang yang bermuka dua . Dalam hatinya dia sangat membenci dan iri pada Laras dan Steyla karena sedari dulu dia juga menginginkan menjadi istri dari pria kaya meskipun pria itu seorang monster seperti Robert sekalipun dia tak perduli karena yang terpenting baginya hanyalah kemewahan dan harta .


" Em...tapi aku.."


Ucap Laras berusaha untuk menolak namun dengan cepat Erna menarik tangannya dan mengajaknya ke dapur .


" Tunggu apa lagi nyonya , jika makanannya datang terlambat nanti tuan akan marah dan saya akan sedih jika tuan memukuli nyonya lagi . "


Ucap Erna yang berakting dan memasang raut wajah sendu dan tangannya pun menarik Laras dengan pelan hingga Laras pun tak punya alasan untuk menghindar, dalam hatinya dia sangat was was dan takut jika sampai Steyla ketahuan . Namun Laras berusaha untuk terlihat biasa saja di depan Erna agar dia tak curiga .

__ADS_1


Robert berjalan menuju ke kamar Steyla namun langkahnya terhenti saat berada di depan ruang tamu yang menjadi tempat rahasianya . Dia pun teringat jika ada beberapa dokumen yang harus di ambilnya . Namun saat dia masuk matanya membulat dengan sempurna saat mendapati rak buku yang menjadi penutup ruangan rahasia nya itu telah terbuka dan dia lebih terkejut lagi saat pintu ruangan rahasianya itu juga terbuka .


Dengan diam diam Robert berjalan ke arah pintu dan dia kembali di kejutkan dengan keberadaan Steyla yang tengah mengacak ngacak ruangannya dan terlihat sedang mencari sesuatu .


Flash on......


___________


Di kantor GRACHINE GROUP .


Luna memberikan beberapa proposal pada Rion untuk di periksa .


" Duduk ! "


Titah Rion sembari matanya melihat ke arah kursi di depannya . Luna pun mengikuti perintah Rion dan dengan segera dia pun sudah duduk di hadapan Rion sekarang .


Rion menutup proposal yang diberikan Luna tadi karena dia ingin membicarakan hal lain pada Luna saat ini . Rion menghela nafasnya dengan kasar dan memulai bicaranya .


" Sebelumnya karena situasi saat itu aku tidak sempat bertanya banyak tentangmu , jadi sekarang ceritakan semuanya hingga kau bisa masuk ke kantor ini . Ceritakan dengan sejujurnya karena aku sangat benci dengan kebohongan . " Ucap Rion dengan tatapan tajam ke arah Luna .


Deg....


Pertanyaan tiba tiba dari Rion ini seketika membuat jantung Luna seakan copot , pertanyaan yang sedari awal Luna takuti pun akhirnya saat ini juga dia harus menghadapi nya . Luna pun berpikir jika dia memang harus mengatakan semuanya dengan jujur meski apapun yang mungkin saja akan terjadi setelahnya selalu membuatnya takut tapi kali ini dia lebih memilih untuk mengatakan yang sebenarnya .


" Dengar sebelum kau gemetar , ingat ini aku sangat benci dengan penipuan , jadi akan lebih baik jika mengakui semuanya sekarang. "


Seru Rion yang seketika membuyarkan pikiran Luna . Luna pun tak sadar jika tangannya saat ini sedang gemetar . wajahnya pun mendadak pucat dia masih ragu dan ketakutan untuk bicara .


🍀🍀🍀🍀


Bersambung.....


🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


__ADS_2