Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 2


__ADS_3

"Ouh begitu ! ,Oh iya apa kau tau dimana Rion ? Dia bahkan tidak muncul sama sekali di pesta tadi . Bahkan seperti tahun sebelumnya Om Antony harus menahan malu di depan semua kolega nya ".


Sontak ucapan dara membuat Dean mengerutkan dahinya sembari menatap Rion yang kini terbaring di atas kasurnya .


"Benarkah ? Aku tidak tau dia dimana sekarang . Tapi dia memang benar benar sudah gila ! Sudahlah ra kau tidak usah memikirkan hal itu , Ehmm sudah dulu ya aku lelah ingin istirahat dulu ."


Lagi lagi Dean harus berpura-pura seakan dia tidak tau apa-apa . Dia pun segera mencari alasan untuk mengakhiri percakapannya dengan Dara karena dia sudah sangat pening dengan masalah sahabatnya itu .


"Baiklah ,jaga dirimu baik baik dahh...."


Kemudian Dara menutup sambungan telepon nya yang akhirnya membuat Dean bisa bernafas dengan lega.Sesaat setelahnya terdengar sebuah suara yang membuatnya sedikit kesal .


"Awhh kepala ku sakit sekali ! Dimana aku ?Apa yang terjadi...? Awhh..."


Ternyata suara itu berasal dari Rion yang perlahan tersadar.Dia pun berusaha bagun dengan memegangi kepalanya yang terasa masih sangat berat.


"Kau sudah sadar ? Apa kau baik baik saja ? "


Tanya Dean dengan penuh perhatian dan senyuman manisnya yang terlihat dipaksakan . sebenarnya dia hanya sedang menahan kekesalan di hatinya saja atas kegilaan sahabatnya itu . Akan tetapi hal mengejutkan terjadi setelah mendengar jawaban dari sahabatnya itu.


"Aku ? Chahh... kau pikir aku ini lemah , kenapa kau bertanya seperti itu ? "


Jawab Rion dengan senyuman dingin dan ekspresi wajah yang sangat menyebalkan,sontak membuat Dean semakin merasa kesal hingga langsung menjitak kepalanya sembari meneriaki nya.


" Hei berandal ! Apa kau tidak bisa melihat dimana kau berada sekarang , kau harusnya berterima kasih padaku jika tidak kau pasti sudah berkeliaran di jalanan seperti orang gila . Ahh Tidak ! Kau kan memang sudah gila ."


Rion pun melihat di sekelilingnya dengan tatapan yang biasa saja seakan dia tak perduli akan ucapan Dean barusan .

__ADS_1


"Aishh...,Dasar kau ini ! Seharusnya aku membunuh mu saja tadi . Sudah lah aku akan pergi tidur saja ,kau cukup membuatku gila hari ini . "


Ucap Dean yang kesal dengan sikap sahabatnya yang menyebalkan itu. Dia pun berjalan ke arah tempat tidur dan membaringkan tubuhnya sembari memejamkan matanya namun perkataan dari Rion sontak membuat matanya kembali terbuka dengan lebar.


"Ya...kau benar ! Seharusnya aku mati saja bukan ,bahkan aku sendiri tidak tau apa bedanya antara hidup atau mati karena bagiku sama saja ."


Seru Rion dengan tatapan kosong seakan dia memikirkan sesuatu.


Dean pun merasa bersalah karena secara tidak langsung ucapannya tadi membuat Rion mengatakan itu . Walaupun dia tau benar tentang maksud dari ucapan Rion barusan .


"Apa kau masih memikirkan nya ? Lebih tepatnya apa kau masih mencintainya ? " .


Ucap Dean yang tiba tiba membahas tentang seseorang di masa lalu Rion.


" Cinta ? Hahahh...aku bahkan memutuskan untuk tidak pernah memiliki perasaan yang seperti itu lagi ."


"Kau tidak menjawab pertanyaan ku tadi aku rasa kau...".


"Wanita itu tidak ada hubungannya lagi denganku karena selamanya yang ada dalam diriku hanyalah rasa benci ku pada nya ."


Ucap Rion yang langsung memotong apa yang coba Dean katakan seolah dia sudah tau ke mana arah pembicaraan itu .


Dean pun hanya bisa diam sembari mendengarkan nya karena dia merasa dari cara Rion mengatakan nya seolah tak sesuai antara hati dengan ucapannya . Disisi lain Dean juga sangat prihatin dengan kondisi Rion yang sekarang dimana dia selalu mengasingkan diri dari kata kebahagiaan dan terlalu sibuk untuk menghancurkan dirinya sendiri .


...*****...


Sementara di lain tempat terdengar suara langkah kaki yang menuju ke sebuah ruangan . Terlihat sesosok wanita yang memakai jubah hingga menutupi sebagian besar wajahnya membuka pintu ruangan itu dengan memasukan sebuah kode rahasia.

__ADS_1


Krekk.....


Begitu pintu terbuka terlihat banyak sekali foto yang tertempel di dinding , juga beberapa kotak hadiah yang sudah berdebu . wanita misterius itu kemudian berjalan kearah dinding yang bahkan hampir terpenuhi oleh foto seorang pria yang sama . Pria yang ada dalam foto tersebut tak lain ialah Rion Destriov.


"Maafkan aku sayang ! Seperti nya aku terlambat menemui mu . Tapi aku akan pastikan hal itu tidak akan terjadi lagi ."


ucap wanita itu dengan suaranya yang terdengar misterius .


Kemudian dia mengambil salah satu foto Rion yang tepat berada di depannya dan menatapnya dengan senyuman yang sulit untuk diartikan .


" Aku lebih suka sikap mu yang ini sayang ! Setidaknya tidak akan ada wanita lain lagi di hidupmu sekarang ,Hanya aku saja ."


Sambung wanita itu sembari menatap foto Rion dengan tatapan misterius nya.


Kemudian dia membuka sebuah laci yang berada tepat di sampingnya .Terlihat sebuah buku harian dengan stiker kupu-kupu yang indah di bagian depannya . Sementara di dalam buku itu terselip sebuah foto lain . Wanita itu mengambil foto tersebut sembari menatapnya dengan tatapan tajam .


"Dan kau..., Bagaimana kabarmu di alam baka ? Apakah menyenangkan ? Aku bahkan memberimu hadiah terindah sebelum kau tiada . Aku ini orang yang sangat baik bukan?"


ucap wanita itu dengan tawa iblisnya .


"Kau bahkan tidak memberi ku pilihan lain selain membunuh mu ! Aku sedikit tertekan waktu itu karena ulah mu sendiri . Jadi aku melakukan nya dengan terpaksa ."


"Haha..ha..ha ..ha...haa.."


Sesaat wanita misterius itu terdiam sembari menatap foto yang di ambilnya dari laci tadi seakan sedang mengingat suatu hal sehingga dia kembali mengeluarkan tawa jahatnya .Sesekali dia menangis dan berteriak namun sedetik kemudian dia kembali tertawa layaknya orang gila.


Bersambung.....

__ADS_1


🌸🌸🌸


__ADS_2