
Luna menatap Rion yang saat ini sedang mengemudi dengan penuh tanya dalam hatinya , dia tak tau kemanakah Rion akan membawa nya kali ini , ada sedikit rasa cemas karena kevin sedang bersama dengan nya .
" Pekerjaan apa lagi kali ini ? dan kemana dia akan membawaku ? apakah ke rumah itu lagi ? Dia itu benar benar tidak memiliki hati sedikit pun , apa dia tidak melihat jika saat ini aku sedang bersama seorang anak kecil . "
Tanya Luna dalam hati seketika dia teringat basecamp AZORY dimana Rion membuatnya begadang hingga kelelahan sebelumnya .
Namun Rion sedari tadi hanya diam saja dengan ekspresi datar dan terus fokus mengemudi , bahkan dia tak membahas sedikitpun tentang pekerjaan yang di katakan nya tadi .
Kevin yang dari tadi sudah merasa mengantuk pun akhirnya tertidur di pangkuan Luna dengan pulas nya sembari tangan Luna terus mengusap kepalanya dengan lembut dan hal itu membuat kevin semakin terbawa ke alam mimpinya .
Rion yang memperhatikan dari kaca spion seketika tersenyum tipis . Entah mengapa hatinya merasa tersentuh melihat sikap Luna yang sangat hangat dan penyayang ini .
" Ternyata dia bisa bersikap selembut ini pada anak kecil . " Batin Rion .
Beberapa saat kemudian......
Luna sedikit bingung saat mobil Rion menyusuri jalanan yang sangat tidak asing baginya , jalanan yang sepertinya menuju ke arah rumahnya . Luna pun semakin bertanya tanya bukankah bosnya itu tadi mengatakan jika akan membahas pekerjaan lalu mengapa malah seperti akan mengantarnya pulang , pikirnya .
Yah karena memang niat Rion sebenarnya hanyalah mengantarkan Luna pulang , namun karena gengsi nya terlalu besar dia mengatakan jika harus membicarakan masalah pekerjaan dengan Luna padahal itu hanyalah alasannya saja .
" Tuan , bukankah ini jalan menuju ke rumah saya ? "
Tanya Luna yang akhirnya memberanikan diri untuk bicara karena sedari tadi dia hanya diam dan selalu bertanya pada dirinya sendiri .
" Hemm " Jawab Rion hanya dengan deheman saja .
" Lalu bagaimana dengan pekerjaan yang tuan bicarakan tadi ? "
Tanya Luna kembali , namun pertanyaannya kali ini membuatnya mendapat lirikan tajam dari Rion .
" Kau hanya mengikuti apa yang ku katakan , bukankah sudah ku katakan untuk tidak banyak bertanya . " Ucap Rion dengan datar .
Luna pun kemudian diam dan tak menanyakan apapun lagi , perlahan dia mulai terbiasa dengan sikap Rion yang sangat sulit di tebak ini .
" Ada apa dengannya ? Aku bahkan tidak dapat mengerti dengan jalan pikirannya . Selalu saja membuatku bingung dan terkejut . '' Gumam Luna dalam hati .
Mobil Rion berhenti tepat di depan gang rumah Luna . Luna pun berusaha membangunkan kevin yang tertidur dengan pulas di pangkuannya , namun kevin tak kunjung bangun karena sudah sangat terlelap .
Luna pun akhirnya turun dengan menggendong kevin tak lupa dia berterimakasih pada Rion karena meski telah membuatnya bingung Rion lah yang telah mengantarkan nya pulang , Rion hanya membalas ucapan terimakasih Luna dengan deheman saja disertai raut wajah yang datar . Setelah itu Rion pun menancapkan gas nya untuk pulang ke rumahnya .
_________
Sesampainya di rumah Rion merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya , dia memejamkan matanya sejenak , dia terus merutuki kebodohannya karena telah lupa dengan tujuan utama menjadikan Luna asisten nya dan malah semakin terjebak oleh perasaan nya sendiri .
" Aku benar benar hilang akal , mengapa aku malah mengantarnya pulang memangnya apa peduliku jika dia tetap di jalanan . Arghhhhhh !!! "
Gumam Rion sembari mengacak acak rambutnya sendiri seolah tak percaya jika dia tanpa sadar selalu bersikap yang menurutnya sangat aneh saat bersama Luna .
Rion mulai berpikir apakah salah jika dia terus dekat dengan Luna hanya untuk menantang perasaan yang tidak pernah mau dia percaya itu .
" Aishh...., Apakah aku salah dengan menjadikannya asisten ku ? Entah mengapa hal yang coba untuk ku buktikan malah semakin berbanding terbalik sekarang . " pikirnya.
__ADS_1
___________
Rumah Dean.....
Dean sedang menatap layar laptop nya dengan fokus , sepertinya dia sedang mencari informasi dari seseorang . Terlihat dia sedang berusaha membuka akun media sosial orang yang dicarinya tadi .
" Apa ini ? unggahan terakhir nya adalah 6 tahun yang lalu . Apakah dia memang sudah tidak memakai akun nya yang ini ? "
Gumam Dean dengan mengerutkan dahinya karena merasa terkejut dengan apa yang dia temukan .
Dean pun terdiam sejenak dan memikirkan sesuatu yang sangat sulit di pahami nya . dia juga memikirkan beberapa kemungkinan yang terjadi dan juga alasannya , namun tetap saja masih ada kejanggalan dari semua itu .
Seketika lamunan Dean buyar karena telepon nya berdering .
" hallo , bagaimana apa kau sudah menemukan nya ? " tanya Dean pada seseorang di sebrang sana.
" Bagaimana mungkin kau tidak bisa menemukan satu pun informasi tentang nya " sambungnya lagi dengan nada tinggi .
Dengan kesal Dean pun memukul meja yang ada di depannya sembari meneruskan bicaranya .
" Aku tidak mau dengar alasan apapun , telepon aku jika kau sudah menemukan keberadaan gadis itu . "
Ucap Dean dengan tegas kemudian dia pun memutuskan panggilannya secara sepihak .
Dia menatap kembali ke layar laptop nya dan kemudian membuka sebuah file yang ternyata berisi beberapa foto Tiffany bersama dengan Rion dulu . Yah karena Dean dan Rion sangatlah dekat Dean pun seringkali memotret kebersamaan mereka tanpa sepengetahuan keduanya , saat itu dia berniat untuk mencetak foto foto hasil jepretan nya dan memasukkan nya ke dalam sebuah album yang akan di berikan sebagai hadiah saat Rion dan Tiffany menikah . Namun hal tak terduga malah terjadi , selembar surat dan beberapa foto panas Tifany dan selingkuhan nya menjadi saksi bisu bermulanya kehancuran Rion sahabatnya itu .
Flash back....
" Aishh... siapa yang mengetuk pintu dengan tidak sopan begini ? " Ucap Dean dengan mendengus kesal berjalan ke arah pintu dan membukanya .
Ceklek...
Mata Dean seketika membulat saat mendapati Rion tengah basah kuyup dan terlihat sangat berantakan dia juga mencium bau alkohol yang sangat menyengat .
" Apa yang terjadi ? Dimana Tiffany ? mengapa dia tidak ikut denganmu . "
Tanya Dean dengan panik sembari berusaha menahan tubuh Rion yang sudah akan ambruk di hadapannya . Karena yang Dean tau setelah pesta ulangtahun Rion tadi , Rion mengatakan padanya jika dia akan pergi ke rumah Tiffany karena mendapatkan pesan jika Tiffany akan memberikannya sebuah kejutan .
Beberapa hari ini Tiffany memang tak pernah mengangkat telepon Rion dan terus menghindari nya . dan pada saat pesta ulangtahun Rion pun Tiffany juga tak datang dan itu membuat Rion menekuk wajahnya selama pesta berlangsung , dia hanya mengulas senyum palsu pada beberapa rekan bisnisnya itupun karena Antony terus saja memberikan tatapan tajam ke arahnya .
Dan setelah pesta selesai sebuah pesan di ponselnya seketika membuat Rion bak tanaman layu yang tersiram kembali , dia tak hentinya tersenyum saat melihat pesan itu datang dari Tiffany kekasihnya .
isi pesan
📨📨📨
My Destiny
" Datanglah ke rumahku , Ada sebuah kejutan untukmu . "
Rion pun berlari keluar dengan tak sabar dan saat itulah dia berpapasan dengan Dean yang baru akan berpamitan padanya untuk pulang . Dean yang melihat kebahagiaan terpancar di wajah sahabatnya itu pun bertanya pada Rion dan dengan bahagia Rion mengatakan pesan yang dikirim Tiffany padanya . Bahkan Rion masih sempat sempatnya meledek Dean yang saat itu masih jomblo dan tidak memiliki kekasih .
__ADS_1
*****
Dean memapah tubuh Rion dan menghempaskan nya ke sofa dengan pelan . Dia terus bertanya pada Rion tentang apa yang terjadi namun sedari tadi Rion hanya melamun dengan tatapan kosong seolah nyawanya telah hilang dan hanya tinggal raganya saja saat ini .
Dean menggoyang nggoyangkan tubuh Rion dan terus meneriakinya agar tersadar , Dean pun bahkan beberapa kali menamparnya .
" Ada apa denganmu ? Rion !!! hei Rion !!! sadarlah , sudah berapa kali ku bilang untuk tidak terlalu banyak minum , kenapa kau melakukan ini hah ? Apa kau tidak memikirkan Tiffany ? bagaimana jika dia melihatmu seperti ini , cepat sadarlah !!! Rion !!! "
Hingga akhirnya Rion tersentak sadar , sejenak dia masih terdiam setelah itu dia tiba tiba berlari menuju mobilnya dengan masih sedikit sempoyongan karena pengaruh alkohol . Dean yang panik pun secepatnya menyusulnya , hingga sampailah di mobil Rion ,Rion membuka pintu depan dengan tergesa-gesa dan mengambil sebuah amplop coklat yang ada di jok mobilnya . Dengan gemetar dia membukanya dan bak tersambar petir di siang bolong ternyata itu semua adalah kenyataan foto dan juga surat yang di temukan di rumah Tiffany ternyata bukanlah sebuah mimpi seperti apa yang di pikirkan sesaat sebelumnya . Tenyata Tiffany memang benar benar telah pergi meninggalkannya .
Rion ambruk dengan masih menggenggam erat foto foto dan surat terakhir dari kekasihnya itu di tangannya . Air matanya tak henti mengalir dia terus menangis dan berteriak .
Dean mengambil foto dan surat itu dari tangan Rion , jantungnya seakan copot saat melihat foto panas Tiffany dan pria lain , dia semakin syok saat membaca surat dari Tiffany .
" Rion tolong maafkan aku , seharusnya aku memberitahu mu sejak dulu kalau aku tidak pernah mencintaimu , aku mencintai orang lain dan aku harus pergi bersamanya . Jadi aku harap kau bisa bahagia , karena aku juga pasti akan sangat bahagia bersama dengan orang yang ku cintai . Kau harus melupakanku , itu akan lebih baik untuk mu. "
Tiffany
Dean membantu Rion berdiri dan dengan tergagap dia menanyakan kebenaran foto dan surat itu karena dia masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya .
" Tidak...,ini tidak mungkin , Tiffany itu sangat mencintai mu kan ,bagaimana dia bisa melakukan ini . " Ucap Dean dengan nada yang sedikit tinggi dan seolah tak percaya .
" Aku yang mengejarnya , aku yang mencintainya , aku...aku yang sangat mencintainya , kau tau kan Dean bagaimana aku sangat mencintainya . "
Ucap Rion dengan air matanya suara nya pun terdengar sangat serak karena tangisnya , dadanya terasa sangat sesak saat mengatakan itu pada Dean .
Dean menatap sahabatnya itu dengan iba dia tak habis pikir bagaimana bisa Tiffany melakukan itu pada Rion yang sangat mencintainya dan rela mengorbankan apapun untuknya . Bahkan Rion pernah mengatakan pada Dean jika dia rela melepaskan semua harta dan statusnya hanya untuk bisa bersama dengan Tiffany karena dari awal memang kedua orang tua Rion sangat menentang hubungan mereka lantaran asal usul Tiffany yang tidak jelas .
" Bagaimana dia bisa melakukan itu padamu , Rion dia tidak pantas melakukan itu padamu . Dengar ! kau harus bangkit dan jangan seperti ini hem.., Tiffany sangat bodoh karena telah menyia-nyiakan mu . Dia bahkan tidak pantas untuk ada dalam pikiranmu , jadi tenang kan dirimu oke , kau masih harus melanjutkan hidupmu . "
Ucap Dean yang berusaha memberikan semangat pada Rion untuk melanjutkan hidupnya dan tidak terpuruk hanya karena gadis seperti Tiffany .
Mendengar itu Rion pun hanya terkekeh sembari mengusap air matanya yang masih terus mengalir .
" Melanjutkan hidup katamu ? Waktu itu aku mengatakan padanya jika aku tak akan bisa hidup tanpanya . " ucap Rion
Kemudian Rion pun melihat ke arah Dean dan mengambil foto foto yang berada di tangan Dean .
" Dan kau lihat ini ? " Ucap Rion sembari menunjukan foto foto yang saat ini sudah berada di tangannya .
" Dia benar benar mengambil kehidupan ku ! Dia menyakitiku dengan begitu parah Dean , alu bagaimana ini bisa disembuhkan hah katakan !!! " Teriak Rion dengan terisak dia melemparkan foto foto itu ke arah Dean .
Dean pun tak dapat berkata apapun lagi , hatinya begitu sakit melihat Rion yang sangat tersiksa .
Setelah itu Dean pun membawa Rion untuk masuk kerumahnya . Rion yang beberapa kali menolak akhirnya hanya bisa pasrah tanpa perlawanan karena memang tubuhnya masih sempoyongan dan juga lelah karena terus menangis dan berteriak .
Flash on .....
🌻🌻🌻🌻🌻
Bersambung......
__ADS_1