Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 42


__ADS_3

Di rumah Dara....


Dean berusaha untuk menyuapkan makanan yang tadi mereka beli ke mulut Dara . Entah mengapa sejak dari restoran tadi Dara lebih banyak diam bahkan dia mendadak tidak selera makan . Entah apa yang terjadi dengan nya , apakah Dara sedang sakit ataukah dia sedang memiliki masalah itulah yang saat ini tengah berputar di kepala Dean , dia pun berusaha untuk membujuk kekasihnya itu .


" Sayang , makanlah setidaknya sedikit saja ya ! Aku tidak ingin kau sakit . " Bujuk Dean sembari mendekatkan sendok yang telah berisi makanan ke mulut Dara . Namun Dara menggelengkan kepalanya dan menepis tangan Dean secara halus .


" Tiba tiba saja aku tidak berselera , sudahlah jangan terlalu cemas nanti aku akan makan sendiri . " Ucap Dara dengan pelan .


" Kau kenapa sih Ra ? apa kau sedang ada masalah ? Apa kau ingin cerita padaku , siapa tau aku bisa membantumu hem.." Tanya Dean dengan lembut , dia meletakkan kembali piring yang sedari tadi di pegangnya ke atas meja .


" Emm...aku tidak papa , aku hanya ingin sendiri untuk saat ini , aku hanya sedang merindukan ayahku jadi aku merasa sedikit bersedih . " Jawab Dara dengan tatapan sendu melihat ke arah foto mendiang ayahnya yang terpajang di dinding tepat di depannya .


Dengan sigap Dean pun langsung menarik Dara ke dalam dekapannya . Dean mengelus kepala Dara agar kekasihnya itu bisa sedikit tenang . Dara seketika menitikkan air matanya dalam pelukan Dean .


" Sudahlah jangan bersedih , ayahmu pasti sudah tenang di sana . Cukup sayang ! aku mohon jangan menangis lagi ya , Aku disini selalu ada untukmu aku selalu mencintaimu . " Ucap Dean yang kemudian mengurai pelukannya dan mengusap air mata Dara .


Dara pun sedikit mengulas senyumnya namun terkesan sedikit kaku dan di paksakan . Dean membalas senyuman kekasihnya ini tanpa ada rasa kecurigaan sedikitpun , Dean begitu mencintai kekasihnya itu dia pun mempercayai semua yang di ucapkan Dara .


" Emm... sebenarnya saat ini aku sedang ingin sendiri , jadi apakah bisa.."


Dengan ragu Dara mengatakannya , namun belum sempat Dara menyelesaikan ucapannya Dean sudah langsung paham dia menggenggam tangan Dara dan mengusap nya dengan lembut sembari berkata...


" Hmm.... baiklah ! Kalau begitu aku pergi dulu . Jika kau butuh sesuatu telfon saja aku maka aku akan datang secepat kilat, dan ingat ! kau harus makan ya ." Ucap Dean dengan tersenyum hangat pada Dara dan Dara hanya mengangguk sembari membalas senyuman Dean . Kemudian Dean pun berlalu pergi meninggalkan Dara .


Dean berusaha sebisa mungkin untuk mengerti Dara , memberikan privasi pada Dara , dia hanya ingin kekasihnya itu merasa nyaman . Dean berfikir mood Dara hanya sedang tidak baik saat ini jadi dia tidak ingin memaksa Dara untuk bercerita ataupun mengobrol dengannya meskipun Dean sendiri masih sangat merindukan kekasih yang selama beberapa hari tak bertemu itu .


Selang beberapa saat setelah mobil Dean benar benar menghilang dari rumah Dara . Terdengar suara yang sangat berisik dari dalam rumah .


Prang...


Prang...


Prang...


Seperti suara benda benda yang dilempar dan pecah , entah apa yang sedang terjadi di dalam sana .

__ADS_1


Kantor GRACHINE GROUP


Rion berjalan dengan cepat menuju ke ruangannya diikuti Luna yang berada di belakangnya . Luna berusaha mengikuti langkah cepat bosnya ini hingga membuat nafasnya pun menjadi sedikit ngos-ngosan .


Namun tiba tiba tangannya ditarik oleh seseorang dari belakang dan kemudian membawanya ke sebuah ruangan yang terlihat seperti tempat penyimpanan perkakas kantor . Ruangan itu terlihat sepi dan tak terlihat satu orang pun disana . karena memang biasanya jika para karyawan atau staf kantor membutuhkan sesuatu maka mereka akan menyuruh OB untuk mengambilkan nya .


" Ren ada apa ? Kenapa kau membawa ku ke sini ? " Luna begitu terkejut dengan tindakan Reno yang secara tiba tiba menarik tangannya dan membawanya ke tempat yang terlihat begitu sepi itu .


Yah seseorang itu adalah Reno , sejak kepergian Luna bersama Rion tadi , Reno terus menunggu Luna hingga dia kembali karena banyak sekali hal yang ingin dia tanyakan . Dan setelah melihat Luna dia pun dengan spontan langsung menghampirinya dan menariknya .


----------------


Sementara Rion masih terus berjalan dengan pandangan yang lurus kedepan dia tidak menyadari jika Luna saat ini sudah tak lagi berada di belakangnya . Hingga sampailah dia di depan ruangan nya .


Ceklek....


Rion pun masuk dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa , dan terlihat jelas jika dia tengah memikirkan sesuatu .


" Semuanya gagal karena si kurang ajar Dean ! Ck...dia itu sangat menyebalkan . Selalu saja mengangguku . Chah..., Dasar jelangkung ! " Maki Rion dalam hati dengan memijat kepalanya yang terasa sedikit pening . Dia kembali kesal jika mengingat kejadian tadi , dimana dia hampir saja mengutarakan perasaannya pada Luna namun harus gagal karena ulah Dean yang datang seperti jelangkung menurutnya .


" Apa aku katakan saja padanya sekarang , tapi bukankah terlalu cepat ? Apa dia akan percaya padaku ? Dia pasti tidak akan mempercayai nya dan hanya akan menganggap ku bicara omong kosong . " pikirannya .


" Tidak...tidak ! Aku harus membuatnya yakin padaku . " Tekad Rion kembali bulat , dia sudah benar benar tak bisa menahan perasaannya lagi .


Rion yang sedari tadi masih belum menyadari jika Luna tak berada di ruangannya , dia langsung berdiri dan menoleh ke samping tempat biasanya asistennya itu mengerjakan pekerjaannya .


" Kemana gadis itu ? Apa dia keluar ? "


Gumam Rion dengan sedikit berdecak kesal , dia ingin mengatakan sesuatu pada Luna tapi lawan bicaranya itu ternyata tak ada di ruangannya . Rion pun keluar dan mencari Luna , dia bertanya pada Eva sekertaris nya , namun Eva mengatakan jika sedari tadi dia tak melihat Luna masuk ke ruangan Rion membuat Rion mengernyitkan dahinya .


Dengan berjalan cepat Rion pun segera mencari Luna ke sekeliling kantor .


*


*

__ADS_1


*


Sementara saat ini Luna dan Reno tengah saling tatap mereka saling meminta jawaban satu sama lain tanpa saling bicara . Hingga Reno mulai membuka suaranya .


" Aku hanya ingin bertanya , bagaimana bisa kau mengenal Andre ? Dan apa hubungan mu dengannya ? " Tanya Reno langsung ke intinya .


" Kenapa tidak tanyakan saja pada temanmu itu ! . " Jawab Luna dengan ekspresi datar .


Reno sedikit terpancing emosi karena sedari awal dia tidak mendapat jawaban dari Andre dan dengan Luna pun juga tidak .


" Luna , aku bertanya padamu ? " Ucap Reno yang sudah mencekal lengan Luna karena Luna berniat untuk pergi .


Luna menghela nafasnya dengan berat dan dia segera melepaskan tangan Reno dari tangan nya . Luna mengurungkan niatnya untuk pergi menghindari Reno . Dia memilih untuk memberitahu semua kebusukan Andre pada Reno .


" Berapa lama kau mengenal bajingan itu ? " Tanya Luna .


" Semenjak SMA . " Jawab Reno .


" Apa kau tau jika temanmu itu bahkan sudah memiliki anak ? " Tanya Luna kembali dengan tatapan dingin dan sontak hal itu membuat Reno seketika syok mendengar hal mengejutkan ini tentang temannya . Dia tau betul jika Andre belum menikah lalu bagaimana mungkin dia memiliki anak .


Melihat respon dari Reno Luna sudah dapat menebak jawabannya .


" Ck...sudah ku duga ! kau tau kevin kan , kau pernah bertemu dengannya saat di pesta pernikahan Dewi . "


Ucap Luna , kini matanya mulai berkaca-kaca dia sangat jengkel jika mengingat bagaimana Andre yang hidup dengan tenang sementara Kevin harus berjuang antara hidup dan mati . Luna tidak mengetahui jika perusahaan Andre bangkrut dan bahkan saat ini Andre rela bekerja menjadi pegawai rendahan hanya untuk bisa membayar biaya rumah sakit ayahnya yang saat ini sedang kritis . Andre sudah hancur dan tak memiliki apa apa saat ini .


" Kevin ? " Sahut Reno , dia masih mengingat anak kecil yang bersama Luna saat itu .


Luna menarik nafasnya panjang dan menghembuskan nya dengan berat . Karena setelah ini dia akan mengatakan sebuah kebenaran pada Reno . Dia yakin Reno pasti akan lebih syok lagi mendengar nya tapi yang tidak diketahui Luna adalah jika kebenaran yang akan dia katakan ini nantinya dapat membuat pria di depannya itu hancur.


"Kevin adalah hasil dari perbuatannya dengan kakak ku . Dia lari dan tidak mau bertanggungjawab , bahkan aku juga tidak menyangka jika kakak ku sendiri pada akhirnya sama saja dengan bajingan ini dia juga melarikan diri dari hidup kami . " Ucap Luna dengan air mata yang sedikit menetes mengingat hari itu , sebuah masalalu yang begitu menyakitkan dan juga merupakan awal kehancuran bagi keluarganya.


Flashback....


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱

__ADS_1


Bersambung......


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


__ADS_2