Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 28


__ADS_3

Rion melepaskan tangan Luna karena mendengar gadis itu merintih kesakitan . Karena emosi tanpa sadar genggaman tangannya itu terlalu kuat . Entah mengapa hatinya terasa sangat panas setelah melihat kembali Luna bersama dengan Reno tadi terlebih dengan tangan yang saling bergandengan .


" Tuan lepaskan , ini sakit.., aw . "


Pinta Luna dengan terus berusaha melepaskan tangan Rion dari tangannya. Mendengar itu Rion pun melepaskan tangan Luna kemudian dia menghempaskan tubuh Luna hingga mendekati dinding . Luna gemetar ketakutan saat Rion perlahan mulai mendekatinya hingga tubuhnya tersentak di dinding . Luna berusaha untuk menghindar dari Rion namun pria itu sudah terlebih dulu mengunci tubuhnya . Luna hanya membatu saat Rion menatapnya dengan tajam bahkan jarak antara wajahnya dengan wajah Rion hanya tinggal beberapa centi saja .


" Berani sekali kau melakukan ini padaku "


Ucap Rion dengan nada tajamnya tepat di wajah Luna hingga membuat gadis itu semakin gemetar ketakutan .


" A...a..apa yang telah ku lakukan "


Tanya Luna dengan gagap bibirnya terus saja gemetar , jantungnya kembali berdegup dengan kencang entah karena rasa takutnya ataukah karena ada perasaan lain di hatinya .


Pertanyaan Luna ini seketika membuat Rion sejenak tersadar dari amarahnya . Seketika otaknya mulai kembali berpikir jernih karena memang Luna tak melakukan kesalahan apapun jika mengikuti logikanya . Lalu mengapa dia bisa semarah ini dan apa yang telah di lakukan nya ini , mungkinkah perasaan cintanya pada Luna itu benar benar ada , itulah mungkin yang tengah di rasakan Rion saat ini . Tapi lagi lagi dia masih tak ingin membenarkan perasaan nya itu dan terus mencoba untuk berpikir dengan gengsi dan egonya .


" Sudah lupakan , kembali bekerja . "


Ucap Rion dengan raut wajah yang kembali datar , dia pun langsung pergi meninggalkan Luna dan berjalan ke arah kamar mandi . Didalam sana Rion membasuh mukanya dan bercermin dia pun berpikir kembali mengenai kebodohan yang tanpa sadar kembali dilakukannya tadi .


Rion berulang kali menepuk bagian dadanya , sejenak dia merenung akan sesuatu .


Sementara Luna yang sedari tadi masih bengong dengan sikap aneh dan mendadak dari Presdir nya itu hanya menggerutu saja dalam hati .


" Apa dia ini memang memiliki gangguan kejiwaan , sikap nya aneh sekali . Meskipun aku sudah mulai membiasakan diri masih saja sangat sulit untuk memahami suasana hatinya itu . "


*****


Sementara saat ini Dean sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan di kota ini , Dean berniat memberikan hadiah kejutan untuk Dara setelah mengetahui jika Dara akan kembali ke Indonesia besok .


Saat melihat beberapa tas yang mungkin Dara sukai tak sengaja Dean berpapasan dengan seorang wanita , wanita yang sama dengan yang dilihatnya di kafe tempo hari . Wanita yang tak lain merupakan kekasih dari pria selingkuhan Tiffany .


" Hai...,kau temannya Martin kan ? "


Sapa wanita itu , dia masih mengenali wajah Dean yang tempo hari dikenalkan oleh pacarnya itu sebagai salah satu temannya .


" Martin.. " Batin Dean dengan penuh tanya .


Kemudian Dean pun tersadar jika yang di maksud wanita itu adalah pacarnya yang tak lain pria yang di kafe waktu itu .


" Jadi nama pria itu Martin . " Gumam Dean lirih .


" Hey...hey..kenapa melamun ? Apa kau sedang memikirkan sesuatu ? "


Tanya wanita itu sembari melambaikan tangannya di wajah Dean yang terlihat bengong .


Dean pun seketika tersentak , dia pun berpura-pura seakan dia benar benar mengenal martin dan juga merupakan temannya , karena ini salah satu kesempatan bagus bagi Dean agar bisa mencari banyak informasi tentang Martin dan Tiffany dari wanita di depannya ini .


" Ha...iya hmm...hai "


Ucap Dean dengan tersenyum ramah , dia pun membalas sapaan pacar Martin dan mulai menjalankan rencananya .

__ADS_1


" Sedang apa di sini ? Apa kau sedang mencari hadiah untuk seseorang ? "


Tanya wanita itu kembali karena melihat Dean berada di salah satu toko tas dan sepatu khusus wanita di pusat perbelanjaan tersebut .


" Hmm...begitulah " jawab Dean .


Dean pun tak ingin membuang waktu lagi , dia langsung mengajak wanita itu untuk mau duduk sebentar dengannya dengan alasan bahwa dia ingin mendengar kisah cinta antara wanita itu dengan Martin .


" Emm... bagaimana jika kita mengobrol sebentar , aku rasa aku harus tau bagaimana kisah cintamu dan Martin.., ini pasti menarik bukan ? " Ucap Dean .


Wanita itu pun mengiyakan tanpa adanya penolakan sedikitpun .


" Baiklah , mari mengobrol di kafe itu . "


Ucap wanita itu sembari menunjuk ke sebuah kafe di tempat itu .


Dean tersenyum sembari berjalan mengikuti wanita itu yang sudah lebih dulu melangkah ke arah kafe . Dalam hatinya saat ini di penuhi dengan rasa penasaran . Mungkinkah pertanyaan pertanyaan yang selalu saja berputar di kepalanya itu akan segera terjawab ataukah malah sebaliknya dia akan semakin di buat kebingungan lagi .


Saat ini mereka tengah duduk berhadapan di kafe tersebut dan Dean pun segera melancarkan interogasi nya . Namun dengan bahasa yang santai tentunya seolah Dean memang benar benar teman dari Martin .


" Ngomong ngomong berapa lama kalian berpacaran ? " Tanya Dean dengan santai .


Wanita itu dibuat sedikit bingung dengan pertanyaan Dean ini dia pun berpikir mungkinkah Martin tidak pernah menceritakan tentang dirinya pada Dean yang tak lain merupakan temannya sendiri pikirnya .


" Kau ini bagaimana , apa Martin tidak pernah cerita padamu ? Bukankah kau temannya ? "


Ucap wanita itu dengan sedikit tertawa . Mendengar ini Dean seketika gugup namun dengan segera dia kembali menetralkan suasana agar wanita itu tak mencurigai nya . Dean pun seketika memutar otaknya dan mencari alasan yang sekiranya masuk akal untuk menjawab pertanyaan wanita di hadapannya itu .


" Hmm..., Aku tinggal di luar negeri dan baru saja kembali beberapa bulan yang lalu jadi kami jarang bertemu dan Martin tidak pernah memberitahukan sebelumnya tentangmu . " Ucap Dean dengan ekspresi yang menyakinkan .


Beberapa saat kemudian wanita itupun menceritakan awal pertemuan nya dengan Martin dengan penuh antusias .


" Aku dan martin berpacaran sejak 6 tahun lalu . Aku bertemu dengannya saat dia masih bekerja di bar ." Ucap wanita itu memulai ceritanya .


Dean sedikit mengerutkan dahinya mendengar bahwa mereka sudah menjalin hubungan semenjak 6 tahun yang lalu . Dean terkejut mendengar perkataan pacar Martin ini karena 6 tahun yang lalu adalah saat dimana Tiffany meninggalkan Rion dan seharusnya dia saat itu masih bersama dengan pria itu . Lalu apakah mungkin jika pria itu memiliki dua kekasih saat itu , pikir Dean yang saat ini pikirannya sudah mulai bercabang kemana mana .


" 6 tahun yang lalu ? Apa kau ingat tepatnya tanggal berapa kau bertemu dengannya ? "


Tanya Dean dengan serius karena terkejut dia pun jadi kelepasan dan bertanya dengan sangat antusias seolah sedang menginterogasi .


" Hei kau ini seperti detektif saja ."


Ucap wanita itu yang terkejut akan sikap Dean yang tiba tiba saja berubah .


Dean pun seketika menyadari akan sikapnya yang bisa saja menimbulkan kecurigaan bagi pacar Martin . Dean pun kembali menetralisir suasana dan kembali bersikap santai .


" Aku hanya penasaran saja dia itu temanku kau tau . " Ucapnya .


Wanita itu menghela nafasnya dengan pelan dan kembali melanjutkan ceritanya . Tak ada sedikitpun rasa curiga darinya pada Dean .


" Pertemuan pertama ku dengannya saat itu aku ke bar untuk merayakan ulang tahun temanku itu artinya tanggal 14 September 2015 lalu . "

__ADS_1


Ucap wanita itu menjawab pertanyaan Dean tadi dengan penuh keyakinan karena dia masih ingat betul dengan hari itu .


Deg...


Jantung Dean seketika berhenti berdetak saat mendengar dengan jelas tanggal yang di ucapkan wanita itu .


" 14 September adalah hari ulangtahun Rion dan hari dimana Tiffany pergi dengan pria itu tapi jika saat itu pria itu tidak bersama dengan Tiffany lalu apa yang sebenarnya membuat Tiffany pergi ? Dan kemana dia menghilang selama ini ? . " Batin Dean dengan penuh kebingungan .


" Hey..hello...mengapa melamun lagi ? "


Sontak Dean tersadar dari lamunannya saat mendengar suara wanita yang sedari tadi telah di interogasi nya itu .


" Ah...tidak aku hanya tak menyangka jika kalian sudah menjalin hubungan dengan cukup lama . Apa kau tau berapa kekasihnya sebelum dirimu ? . "


ucap Dean dengan pertanyaan di akhir kata katanya yang seolah menggoda wanita itu dan dengan sedikit tertawa agar wanita itu semakin yakin jika Dean dan Martin memang sangat dekat , Dean sengaja memancing wanita itu untuk bicara lebih detail lagi karena mungkin saja wanita itu juga mengetahui tentang Tiffany .


" Hei..kau ini menyebalkan.., tapi aku rasa dia tak memiliki kekasih sebelum diriku . Dia itu memang pekerja bar dan tak jarang dekat dengan beberapa wanita hanya untuk sekedar main main saja , tapi akulah satu satunya wanita yang dapat membuatnya jatuh cinta , itulah yang dia katakan padaku . Dan setelah mengenalku dia memutuskan untuk berhenti bekerja di bar . "


Ucap wanita itu dengan sangat yakin jika memang dia lah satu-satunya wanita yang ada di hati Martin .


Dean juga semakin di buat berpikir dengan penjelasan wanita itu terlebih saat wanita itu mengatakan masa lalu Martin yang merupakan seorang pekerja bar dan juga dia sering bersama dengan wanita . Namun Dean mengesampingkan terlebih dulu dugaan dugaan yang ada dalam pikirannya dan kembali pada wanita di hadapannya itu .


" Hmm...Aku tau kalian berdua memang pasangan serasi . '' ucap Dean dengan tersenyum palsu .


Wanita itupun membalas senyuman Dean dengan raut wajah bahagia dia senang bisa berbagi kisahnya dengan Dean yang dia ketahui adalah teman dekat Martin kekasihnya .


" Hmm tolong jangan beritahu Martin jika aku menanyakan hal ini padamu atau dia akan marah nanti . "


Ucap Dean yang meminta wanita itu merahasiakan tentang pertemuan mereka ini . Wanita itupun hanya membalas ucapan Dean dengan anggukan saja tanpa ada rasa curiga sedikitpun .


******


Sementara di lain tempat Robert memukul wajah Steyla dengan keras hingga mengeluarkan darah .


"Berani sekali kau macam macam denganku !!! aku tak akan segan untuk menghabisimu . "


Teriak Robert sembari membanting semua barang barang yang ada di dekatnya . Steyla yang semakin ketakutan pun hanya bisa terisak sembari menutup telinganya saat Robert memecahkan beberapa vas tepat di depannya .


Flash back ....


Retno sengaja menyuruh Laras dan Steyla untuk menemuinya di gudang belakang karena tempat itu cukup sepi sehingga tak kan ada orang orang Robert yang akan menguping pembicaraan mereka .


" Mbak ada apa tiba tiba ingin bertemu disini ? " Tanya Steyla yang datang bersama dengan Laras .


Retno pun menyuruh mereka masuk dan dengan waspada dia segera mengunci pintunya .


" Aku punya cara untuk mengeluarkan kalian dari penderitaan ini tapi kalian harus bekerja sama denganku . "


Ucap Retno dengan pelan , namun terlihat jelas di matanya bahwa dia sangat serius dengan ucapannya itu .


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


Bersambung.....


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2