Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 5


__ADS_3

Sementara saat ini Luna sedang melakukan salah satu pekerjaan nya yaitu menjadi pencuci piring di hotel Ardaisse , sebuah hotel bintang lima yang terkenal di negara ini .


Dia terus bekerja dengan keras nya tetapi disisi lain dia juga memikirkan tentang masalah yang ada pada keluarganya hingga tanpa sadar tanganya menyenggol tumpukan piring yang ada di sebelahnya hingga terjatuh dan pecah .


Prakkk.....


Seketika semua karyawan lain yang berada di dekatnya terkejut dan mengarahkan pandangan mereka ke arah Luna .


Kemudian salah satu karyawan yang bertanggungjawab sebagai kepala pelayan hotel itu datang menghampiri Luna dengan raut wajah marah .


"Dimana perhatianmu ? apa kau melamun dalam bekerja ? Apa kah tidak bisa melakukan ini dengan benar ! Kau tau di hotel ini tidak bisa menerima kecerobohan dalam bentuk apapun, jadi mulai sekarang jangan datang lagi kemari . Kau dipecat tanpa pesangon."


Ucap nya yang seketika membuat Luna yang tadinya hanya diam dan tertunduk langsung menangis dan terus memohon padanya .


"Maaf tuan ! saya telah melakukan kesalahan . saya sangat membutuhkan pekerjaan ini, tolong jangan pecat saya ,saya berjanji untuk tidak mengulanginya lagi ."


Luna terus memohon sembari menyatukan kedua tangannya .


"Tidak hanya kau yang membutuhkan pekerjaan . Banyak orang di luar sana yang juga membutuhkannya . Kau sudah di berikan kesempatan dan sekarang kau sudah gagal , jadi cepat pergi dari sini. "


Ucap kepala pelayan itu yang tak bisa mentolerir lagi kesalahan yang telah Luna lakukan .


" Baik tuan aku mengerti , jika memang aku harus dipecat setidaknya berikan pesangonku tuan, aku sangat membutuhkan uang itu . "


Luna pun akhirnya menerima keputusan bos nya itu ,tapi dia tetap memohon agar di berikan pesangon .


"Apa kau tau bahkan gajimu saja tidak cukup untuk mengganti semua piring yang kau pecahkan ini . Jadi jangan pernah berharap aku akan memberikannya , anggap saja itu sebagai ganti rugi nya . "


Ucap kepala pelayan itu dengan tegas . bahkan tidak ada belas kasihan sedikitpun di matanya .


karyawan yang lain hanya bisa diam dan kembali melakukan pekerjaannya masing masing . Mereka tidak berani mengatakan sepatah katapun karena tidak ingin bernasib sama dengan Luna.


Luna pun kemudian pergi dengan menangis , sepanjang jalan dia terus memikirkan tentang apa yang harus dia lakukan selanjutnya ,dan bagaimana dia mendapatkan uang untuk membiayai pengobatan kevin karena meskipun Luna mengambil banyak sekali pekerjaan paruh waktu itu semua tidaklah cukup , ditambah lagi saat ini dia kehilangan salah satu pekerjaan nya .


Luna terus berjalan dengan melamun hingga akhirnya dia duduk di sebuah taman untuk sejenak menenagkan pikirannya .


"Bagaimana ini , apa yang harus ku lakukan sekarang ! Dimana aku bisa mendapatkan pekerjaan secepatnya ."


Batin luna sembari memijat kepalanya ,seketika perhatian nya teralihkan ke arah bar yang berada di sebrang taman karena tempat itu terlihat sangat ramai.


"Lihat disana..,semua orang sedang sibuk menghambur hamburkan uang ,sedangkan aku disini bagaikan tanah yang sangat gersang ."


Gumam Luna yang bicara dengan dirinya sendiri .


Sedangkan di dalam bar itu memanglah sangat ramai banyak orang yang minum dengan di temani gadis gadis cantik dan sexy . Suara musik pun terdengar riuh dan memenuhi ruangan .


Rion dan Dean yang memang berada di bar itu sejak tadi sudah merasa cukup bosan dan ingin segera keluar .


"Hei Dean ! bagaimana perasaan mu sekarang ? sepertinya kau terlihat sangat senang ya .., apa kau menyukai salah satu gadis sexy itu ? "


Seru Rion karena dia melihat tatapan Dean mengarah ke beberapa wanita di sana .


"Jaga mulutmu itu ! sejak kapan kau mulai membicarakan wanita . Ahhh...,aku sudah merasa bosan sekarang , aku cukup banyak minum hari ini tapi tetap saja hal itu tidak membuatku untuk sejenak tidak memikirkan Dara , sudahlah ! Aku akan pulang saja ".


Ucap Dean yang menyangkal apa yang di pikirkan Rion itu.karena dia memang sama sekali tidak tertarik dengan para wanita di sana .


" Dasar payah kau ini ! "


Ucap Rion dengan ekspresi dinginnya .


Kemudian mereka pun beranjak untuk keluar dari bar itu .


Sementara di luar bar terlihat seorang pria setengah tua yang sedang memarahi seorang wanita bahkan pria itu berkali kali menamparnya dengan keras hingga membuat wanita itu jatuh tersungkur namun hal itu tak membuatnya berhenti , pria itu terus saja berteriak padanya .

__ADS_1


"Kenapa kau terlihat bicara banyak padanya tadi , apakah kau menggodanya ? Katakan !!!"


Teriak nya sambil menjambak rambut wanita itu"


"Ti...tidak ,aku hanya bicara sewajarnya padanya karena dia rekanmu , aku hanya bersikap hormat padanya ."


Ucap wanita itu berusaha untuk menjelaskan , mulutnya terus saja bergetar karena takut.


"Dasar wanita sialan..,apa kau pikir aku bodoh Beraninya kau membohongiku . ''


Sahut pria itu dengan sangat marah.


" Aku tidak berbohong , aku mengatakan yang sebenarnya . "


Luna yang tadinya melamun seketika tersadar mendengar pertengkaran itu dia pun langsung menfokuskan pandangannya ke arah mereka , karena merasa tak tega dia kemudian berlari ke arah mereka untuk membantu wanita itu yang sudah jatuh tersungkur .


Disaat yang bersamaan Dean dan Rion juga keluar dari bar dan melihat semuanya . Tapi mereka masih merasa bingung dengan apa yang terjadi karena mereka hanya melihat wanita itu sudah jatuh tersungkur dan tidak tau kejadian awalnya .


" Hentikan ! Apa begini cara anda bersikap pada wanita ? "


Ucap luna sembari menepis tangan pria itu yang masih berusaha menyakiti wanita yang sudah tidak berdaya itu .


"Siapa kau ? berani sekali ikut campur , apa kau ingin aku melakukan hal yang sama padamu juga ? . Dasar para wanita rendahan ! apa kau datang kesini hanya untuk mencari perhatianku saja.., Kalau begitu mengapa harus basa basi seperti ini ,ikut saja denganku dan aku akan membayarmu sesuai dengan pelayanan yang kau berikan."


Ucap pria itu dengan tatapan mesum nya ke arah Luna yang sontak membuat Luna hilang kendali dan menamparnya dengan sangat keras.


Plakkk....


" Kau lebih tua dariku , oleh sebab itu dari tadi aku mencoba untuk tetap menahan diri ,tapi tidak lagi ! karena memang kau ini tidak pantas untuk di sebut manusia . Kau benar benar rendah dan menjijikan . Bajingan gila seperti dirimu ini memang pantas mati ! "


Teriak Luna dengan tatapan tajam yang seakan jijik melihat pria kasar itu .


"Beraninya kau ! "


Settt....


Sontak pria itu terkejut karena Rion menahan tangannya .


" Telingaku merasa terganggu mendengar ucapan mu itu ! jadi ,aku memperingatkan mu sekarang , enyahlah ! Sebelum aku merobek mulutmu itu, bahkan aku tidak akan segan mencopot kedua telingamu untuk ganti rugi jika telingaku bermasalah karena mendengar ocehanmu ".


Ucap Rion dengan tatapan yang sangat tajam dan ekspresi wajah yang terlihat kejam . Dia memelintir tangan pria itu dengan sangat keras hingga membuatnya merintih kesakitan.


Pria itu pun akhirnya dengan wajah yang kesal meninggalkan tempat itu sembari memegangi tangannya yang terlihat sangat kesakitan .


Sedangkan wanita yang dipukuli nya masih tersungkur dan menangis . wajah dan tangannya dipenuhi dengan luka lebam bahkan bibirnya juga berdarah karena pria itu menamparnya dengan sangat keras .


Luna yang sangat prihatin pada wanita itu kemudian membantunya berdiri namun saat luna melihat wajah wanita itu seketika ekspresi nya berubah dan langsung meninggalkannya .


"Kau..., chahhh..., seharusnya aku tidak membuang waktuku untuk orang sepertimu ."


Ucap luna yang sedikit terkejut , seketika ekspresi nya berubah menjadi kesal .


Wanita itu ternyata adalah Steyla dan pria yang memukulinya tak lain ialah suaminya Robert.Robert memang pria yang sangat kasar dan juga posesif dia selalu cemburu buta pada Steyla dan selalu memaksa Steyla melakukan semua keinginannya.Bahkan ke dua istrinya yang lain juga sering mengalami hal yang sama seperti yang Steyla alami saat ini.


Melihat adiknya setelah sekian lama sontak membuat Steyla sangat terkejut dan seketika mematung .


"Luna...,Luna tunggu dengarkan aku...."


Kemudian Steyla mengejar Luna yang telah berjalan pergi .


Dean dan Rion hanya terdiam melihat mereka , namun Dean terlihat bingung dengan sikap Luna yang tiba tiba saja berubah , sedangkan Rion seolah tak perduli sama sekali .


"Mengapa gadis itu aneh sekali ? dia tadi membelanya habis habisan bahkan sampai hampir terkena pukulan pria brengsek itu , kenapa sekarang dia berubah ? "

__ADS_1


Gumam Dean dengan penuh tanya di dalam pikirannya.


"Untuk apa mengurusi hal yang tak penting begini ,sungguh menyedihkan ".


Ucap rion dengan ekspresi wajah nya yang terlihat sinis .


"Hei berandal ...,mulutmu bisa saja bicara seperti itu tapi hatimu tidak kan ? Kau bahkan tadi menolong nya seperti pahlawan di film film . Kenapa ? Apa kau sudah kehilangan akal hari ini sehingga menjadi orang yang sedikit perduli ataukah kau tertarik pada gadis wonder woman itu ? "


Ucap Dean yang masih tak percaya bahwa Rion melakukan aksi heroik itu ,dia juga sedikit menggoda sahabatnya itu .


"Dasar konyol.., Apa kau mengatakan hal bodoh begini karena kau masih terpengaruh minuman . Mana mungkin aku memiliki perasaan seperti itu lagi ! Dan siapa yang kau bicarakan .., wanita sembrono itu ? chahhhh .., kau pikir aku tertarik padanya ? Kau pasti sudah tidak waras . "


Ucap Rion dengan senyum dinginnya setelah mendengar ucapan Dean yang menurutnya sangat tidak masuk akal .


"Dasar pembohong ! ".


Gerutu Dean yang seakan tak percaya dengan apa yang di katakan Rion .Mereka pun kemudian pergi ke mobilnya masing masing dan bergegas pulang.


Sementara Steyla terus saja berlari mengejar Luna dan berusaha bicara padanya.


"Luna..., Dengarkan aku ! "


Ucap Steyla sembari menarik tangan Luna yang terus menghindari nya .


"Lepaskan ! aku tidak bicara dengan orang asing ."


Ucap Luna sembari menepis tangan Steyla yang berusaha menarik tangan nya .


"Luna.., tolong kali ini dengarkan kakak dulu ! "


Steyla pun terus berusaha untuk bicara dengan adiknya itu.Sontak ucapan Steyla barusan membuat Luna menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah nya . Seketika mata Luna berkaca kaca menahan amarah yang ada di hatinya itu .


"Cukup !!! jangan pernah menyebut dirimu sebagai kakak ku , itu sangat menjijikan untuk di dengar ! Memang semenjak kapan kau jadi kakakku hah ? Bukankah kau sendiri yang memutuskan hubungan mu dengan kami , bahkan kevin , siapa dia bagimu ? Kau bahkan tidak pernah memikirkan nya sama sekali ."


Ucap Luna dengan berderai air mata seakan dia sudah muak dengan semua ini .


" Demi uang kau meninggalkan semuanya , kau bahkan pergi disaat ibu sedang sakit parah dan harus operasi ,kau juga meninggalkan kevin yang baru berusia 4 tahun , Apakah itu belum cukup untuk kami ? Kau tidak tau bagaimana kami melewati semuanya karena kau sudah buta dengan kekayaan . Jadi apa hak mu menyebut dirimu sebagai kakak ku . "


Teriak Luna dengan jengkel dan air matanya terus saja mengalir , kemudian dia berbalik dan pergi meninggalkan Steyla . Namun sebelum dia pergi dia mengatakan kata kata yang seketika membuat Steyla semakin meneteskan air mata .


" Dan satu lagi , kau ini benar benar bodoh ya . Bahkan demi uang kau rela di siksa oleh bajingan itu , penilaian mu itu sungguh sangat buruk dalam hal pria . Ah tidak ! Kau ini kan memang mata duitan jadi seharusnya aku tidak perlu mengatakan ini . "


Sedari tadi Steyla hanya terdiam mendengar semua perkataan Luna . Namun sesaat kemudian setelah Luna pergi dia seketika ambruk dan menagis dengan sejadi jadinya .


Disisi lain Rion yang sedang menyetir terus saja memikirkan Luna karena dia merasa pernah mendengar suaranya sebelumnya tapi dia lupa dimana .


"Siapa gadis itu ? Mengapa aku merasa pernah bertemu dengannya ,suaranya terdengar tidak asing bagiku . "


Gumam Rion yang terus teringat dengan Luna . Tapi sedetik kemudian dia kembali tersadar dari pikirannya itu .


"Astaga ! Kau benar benar konyol Rion ,sejak kapan kau mulai memikirkan orang yang tidak penting, Chahh.., kau pasti sudah tidak waras .''


Ucap Rion yang terus berbicara sendiri . Tapi kemudian dia kembali teringat kejadian saat Luna memaki Robert di luar bar tadi.


"Tapi mulutnya itu benar benar mengerikan , aku rasa dia selalu memakan makanan pedas . Dia benar benar mengancam pria brengsek itu dengan penuh keahlian ".


"Ha.. ha..ha.."


Rion pun seketika tertawa mengingatnya . Bahkan sulit untuk dipercaya seorang Rion yang terkenal arogan dan dingin tertawa hanya karena Luna .


Bersambung.....


🌵🌵🌵

__ADS_1


__ADS_2