Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 45


__ADS_3

Sementara di lain tempat saat ini Dean tengah berbicara dengan salah satu orang suruhannya yaitu Jay , yang saat di bandara tadi sempat menghubunginya dan ingin menyampaikan informasi penting tentang Martin , namun belum sempat Dean mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh Jay , Dara sudah terlebih dulu datang dan mengejutkannya .


" Bicaralah ! Apa yang pria itu katakan . " Ucap Dean dengan serius .


" Saat mabuk dia terus meracau dan selalu saja menyebut nyebut " nona itu " dia terlihat begitu depresi dan tertekan . Dia mengatakan jika nona yang dia maksud itu adalah wanita yang sangat berbahaya . " "


Jay menyampaikan pada Dean persis seperti apa yang dia dengar dari anak buahnya yang saat itu dia tugaskan untuk mengawasi Martin karena dia sendiri saat itu sedang mencari keberadaan Ghita kekasih dari Martin .


" Nona itu ? Siapa nona yang dia maksud ? " Gumam Dean dengan mengerutkan keningnya .


" Martin tidak menyebutkan namanya tuan , tapi.." Sahut Jay dengan menggantung ucapannya .


" Tapi apa ? Bicaralah dengan jelas ! " Ucap Dean .


" Dia terlihat begitu ketakutan dan seperti sedang terancam tuan , dia terus menangis dan memohon agar nona yang dia sebutkan itu mau melepaskannya dan juga kekasihnya . Martin mengatakan bahwa dia berjanji akan menutup rapat mulutnya dan pergi sejauh mungkin dari sini . " sambung Jay .


Dean dibuat bingung mendengar penuturan dari Jay ini , seolah dia harus dihadapkan dengan sebuah puzzle . Masih banyak sekali teka teki yang belum terpecahkan .


" Apa dia ada menyebutkan nama Tiffany ? " Tanya Dean dan Jay pun mengangguk , dengan sedikit ragu dia melanjutkan laporannya .


" Aku menduga ada seseorang yang menemui nya sebelumnya dan menanyakannya tentang Tiffany karena Martin mengatakan jika pria itu datang dan menanyainya lagi maka dia akan bilang jika Tiffany telah pergi mencampakkannya sesuai dengan perintah nona yang selalu di sebut sebutkan nya itu "


Dean yakin jika seorang pria yang dimaksud Martin itu adalah dirinya yang sempat mengintrogasi Martin saat tak sengaja bertemu di restoran tempo hari . Dan itu berarti ada sesuatu yang selama ini telah disembunyikan oleh Martin mengenai Tiffany dan semua itu tak lepas dari perintah si nona , seseorang di balik semua ini . Lalu siapakah nona ini dan apa hubungannya dengan Tiffany . Dan dimanakah sebenarnya keberadaan Tiffany saat ini . Mengapa tak ada satu pun jejak tentangnya .


Sebenarnya Dean sempat terpikir untuk menghentikan saja pencarian Tiffany ini . mengingat Rion pun sepertinya telah menemukan cinta yang baru yaitu Luna , namun entah mengapa hati kecil Dean rasanya berat untuk melakukannya . Setelah pertemuan yang tak di sengaja dengan Martin di restoran saat itu Dean merasa jika ada banyak sekali kejanggalan dalam perginya Tiffany yang meninggalkan Rion 6 tahun yang lalu dan tak pernah ada sedikitpun kabar mengenai gadis itu sampai sekarang .


" Baiklah ! Terus pantau Martin dan jika ada informasi yang berhubungan dengan Tiffany sekecil apapun langsung beritahu aku . Dan.., mengenai kekasih Martin itu perintahkan anak buahmu untuk segera mencarinnya . " Titah Dean pada Jay , Jay pun mengangguk paham dan segera melaksanakan apa yang Dean perintahkan .

__ADS_1


Kantor GRACHINE Group


Rion tengah duduk di kursi kebesarannya sembari memikirkan hukuman apa yang kira kira cocok untuk Reno karena tidak bisa bersikap profesional dengan berkelahi di kantor . Lebih tepatnya hukuman karena telah berani memeluk Luna di hadapannya hingga membuat hatinya terbakar .


" Aku harus memberikan hukuman yang sangat berat pada bedebah itu..., Hukuman apa yang kira-kira cocok untuknya..." Gumam Rion dalam hati karena Luna tengah berada di dekatnya dan sedang melakukan pekerjaan .


Sesaat kemudian terdengar suara ketukan pintu .


Tok...tok...tok...


" Maaf tuan ! ada hal penting yang ingin saya bicarakan pada anda . "


Dan ternyata itu adalah Bimo yang ingin melaporkan sebuah hal penting pada Rion . Rion pun menyuruh Bimo untuk masuk .


" Katakan ! " Titah Rion dengan ekspresi datar .


Seketika Rion tersenyum menyeringai mendengar penuturan dari Bimo ini . Dia tak begitu menanggapi inti dari apa yang dikatakan Bimo padanya barusan . Dia hanya tau jika sekarang dia telah menemukan jalan keluar untuk masalahnya .


" Baiklah kita memang harus mengirim seseorang untuk pergi kesana dan aku sudah memilih siapa orang nya . Nanti aku akan beritahu padamu . "


Ucap Rion masih dengan senyumnya yang sulit untuk diartikan . Sikap Rion ini seketika membuat Bimo merinding melihat tuan muda arogannya tiba tiba senyum senyum sendiri . Mungkinkah tuan mudanya ini sudah tidak waras , pikir Bimo .


Dari jarak yang tidak terlalu jauh Luna yang melihat Rion senyum senyum sendiri pun seketika bergumam dalam hatinya .


" Pak Bimo pasti merasa sangat tertekan karena melihat sikap anehnya ini . "


********

__ADS_1


Sementara di lain tempat tepatnya disebuah gudang tua yang telah terbengkalai , seorang wanita dengan luka memar di sekujur tubuhnya tengah meringkuk dan bertumpu pada kedua lututnya untuk menyembunyikan wajahnya . Wanita itu begitu ketakutan hingga tak berani untuk mengangkat wajahnya , tubuhnya terus menerus gemetar saking takutnya .


" Hiks..hiks...hiks..tolong aku ! tolong ! Hiks..hiks..a..aku takut , a..aku tidak tau apa apa , aku mohon jangan sakiti aku . " Dengan bibir bergetar wanita itu bergumam dengan sangat lirih , dia terus mengulangi ucapannya itu dan terlihat seperti mengalami trauma yang cukup parah .


Hingga terdengar suara langkah kaki yang perlahan seperti akan mendatanginya membuat wanita itu semakin beringsut dan mencekram lututnya dengan kuat . Dia takut jika orang itu akan menyiksanya lagi seperti sebelum sebelumnya .


Tap...tap...tap...


Datanglah seorang wanita dengan menggunakan topeng mendekatinya hingga membuatnya semakin ketakutan , dadanya pun terasa sangat sesak dan tubuhnya semakin gemetar .


" Angkat wajahmu ! " titah si wanita bertopeng . Namun wanita di depannya ini tak kunjung melakukan apa yang di katakan nya dan malah menggeleng nggelengkan kepala sembari terus terisak .


Hal itu seketika membuat si wanita bertopeng mengeluarkan tawa jahatnya karena telah berhasil membuat wanita di hadapannya ini ketakutan dan trauma . Kemudian dia mendekati wanita itu dan membelai rambutnya dengan perlahan sembari membisikkan sesuatu di telinganya .


" Sttt....apa kau sedang berdoa dan berharap agar kekasihmu yang bodoh itu kemari dan menyelamatkan mu Ghita ? " Bisiknya dengan nada yang terdengar begitu tajam .


" hiks...hiks..."


Ghita terus saja terisak dan semakin ketakutan , dia tak tau apa yang sebenarnya telah dilakukan Martin hingga berimbas pada dirinya dan membuatnya mendapat penyiksaan seperti ini .


" To...tolong lepaskan aku ! a..aku tidak tau apapun sungguh ! aku mohon lepaskan aku . " Ucap Ghita seraya terus memohon dan meminta belas kasihan pada iblis betina yang ada di hadapannya ini .


" Ck.., kau memang tidak tau apa apa , tapi kau terlalu banyak bicara ! Cec...cec...cec.., kau ingin aku melepaskan mu ya ? " Ucap si wanita bertopeng yang kemudian menjambak rambut ghita dengan sangat keras hingga Ghita menjerit kesakitan .


🦛🦛🦛🦛🦛🦛


Bersambung......

__ADS_1


🦛🦛🦛🦛🦛🦛


__ADS_2