Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 12


__ADS_3

Setelah para warga bubar Luna pun mengajak Aida masuk dan mereka duduk di ruang tamu . Luna menyandarkan kepalanya di bahu sofa rumahnya yang terlihat sangat sederhana bahkan sudah ada beberapa bagian sofa yang terkoyak . Luna memejamkan matanya sejenak dan merenungi semua masalah yang terus saja menimpanya sejak semalam , hingga suara ibunya membuat nya kembali membuka matanya .


" Sepertinya kita memang harus segera pindah Lun . "


Ucap Aida sembari memijat kepalanya yang terlihat sangat pening .


Luna yang mengira ibunya mengatakan itu hanya karena ucapan wanita ular yang bernama Sally itu pun berusaha untuk memberikan ibunya pengertian .


" Mengapa ibu menanggapi omongan wanita gila itu . Bukan kah ibu tau jika dia memang tidak suka pada kita sejak dulu , dia akan terus menggonggong ke sana ke mari seperti anjing dan selalu mencari cari kesalahan kita . "


Ucap Luna dengan berdecak kesal jika mengingat tentang Sally selalu saja membuat darahnya mendidih seketika .


"Aish bukan itu..., ini tentang kevin . "


Ucap Aida yang seketika nada bicarannya terdengar sendu di telinga Luna .


" Kevin ? "


Tanya Luna dengan serius seakan meminta ibunya mengatakan alasannya dengan jelas .


" Kevin masih sangat kecil Lun , dia baru berusia 7 tahun dan lingkungan seperti ini akan berdampak buruk pada pertumbuhannya . "


Ucap Aida yang mulai menceritakan alasan sebenarnya mengapa dia berniat untuk pindah .


" Apa kau tau selama ini kevin itu tidak pernah memiliki teman , anak anak di sini bahkan tidak mau bermain dengannya karena ibu mereka melarangnya . "


Sambungnya dengan mata yang sudah berkaca kaca dia terus berusaha untuk melanjutkan ceritanya .


"Cucuku yang malang.., hatinya sungguh murni bahkan dia berpura pura bermain keluar agar kita tidak bersedih jika tau semua anak mengejeknya , selama ini dia selalu berpura pura ceria di depan kita . "


Aida berusaha untuk tegar saat menceritakan apa yang di alami oleh cucu kesayangannya itu namun pada akhirnya air matanya pun tak bisa dia bendung lagi dan seketika tumpah begitu saja .


Hati Luna seakan teriris saat mendengar cerita ibunya ini . Karena yang dia tau selama ini Kevin selalu menjadi anak yang ceria di hadapannya , dia tidak menyangka bahwa anak sekecil itu bisa menahan semuanya selama bertahun tahun bahkan selalu terlihat baik baik saja saat di depan nya ataupun ibunya . Mata Luna yang sedari tadi sudah berkaca kaca saat mendengarkan cerita dari ibunya , seketika tangisnya pecah di pelukan sang ibu . Aida pun memeluk erat putrinya yang sudah semakin terisak . Mereka pun menangis dengan sesenggukan .


Tanpa mereka sadari seorang anak kecil sedang duduk di lantai tepat di balik pintu kamar dengan air mata yang sudah membasahi pipinya . Kevin memang terbangun ketika mendengar teriakan para warga tadi namun dia tak berani keluar dan hanya diam di kamarnya hingga nenek dan bibinya masuk , dia pun berniat untuk keluar dari kamarnya namun langkahnya terhenti saat mendengar percakapan antara nenek dan juga bibinya . Kevin hanya bisa menangis tanpa suara setelah mendengar bahwa neneknya telah mengetahui semuanya , semua sandiwara nya selama ini . Dia pun merasa sangat sedih dan menganggap karena dirinya lah nenek dan bibinya itu menjadi menderita , terlebih kevin juga mendengar teriakan salah satu warga tadi yang mengatakannya anak haram . Ingatan ingatan tentang hinaan teman temannya pun seketika terus bermunculan di dalam kepalanya .


Luna yang sudah sedikit tenang pun mengurai pelukan ibunya dan menghapus air matanya .


"Ibu.., mengapa baru memberitahuku sekarang ? "

__ADS_1


Tanya Luna pada ibunya karena dia mengira bahwa Aida sengaja menyembunyikan ini darinya .


" Jika ibu mengetahuinya sejak dulu maka ibu pasti sudah mengajak kalian pindah segera . Ibu juga baru saja mengetahuinya ."


Flash back....


Sore itu Aida terlihat sangat cemas karena saat dia pulang kerja kevin tidak ada di rumah , dia pun keluar untuk mencarinya .


Satu persatu anak anak yang sedang bermain di sekitar gang rumahnya dia tanyai , namun jawaban mereka semuanya sama .


" Hei nak apa kau melihat kevin ? "


Tanya Aida dengan lembut pada salah seorang anak .


" Kevin ? Aku tidak pernah berteman dengan anak haram itu . "


Deg...


Ucapan seorang anak kecil di depannya itu sontak menyayat hatinya. Namun dia pun mengabaikannya dan segera melanjutkan pencariannya . Aida terus saja bertanya pada setiap anak yang di temui nya .


" Nak apa kau lihat di mana kevin ? "


" Untuk apa aku bermain dengannya . Bahkan ibuku saja melarang ku untuk dekat dengan anak haram itu ."


Hingga dia menghentikan langkahnya di sebuah pondok main yang berada di sekitar tempat tinggalnya . Aida duduk dengan menatap ke arah lapangan tempat dimana anak anak sedang bermain dengan riangnya , namun dia tetap tidak melihat wajah cucu kesayangan itu di antara banyaknya anak yang bermain . Dia seketika meneteskan air matanya mengingat perkataan beberapa anak yang ditemuinya tadi . Aida tidak habis pikir bagaimana mereka bisa mengatakan hal menyakitkan seperti itu .


Tangis Aida seketika terhenti saat suara lembut mengejutkannya .


" Nenek..,nenek kenapa ? Mengapa menangis ? "


Tanya seorang gadis kecil yang duduk di kursi roda dengan di dampingi babysitter nya . Aida pun seketika terkejut dengan kehadiran gadis kecil itu yang tiba tiba sudah berada di dekatnya , dia pun dengan cepat langsung menghapus air matanya .


"Aahh.., nenek tidak papa sayang . Nenek hanya merindukan cucu nenek . "


Jawab Aida sembari mengusap pipi gadis kecil itu . Dengan ragu Aida pun kembali menanyakan tentang kevin pada nya , disisi lain dia juga takut jika jawaban yang akan di dengarnya nanti akan menyayat hatinya kembali .


" Sayang apa kau mengenal cucuku kevin ? "


Tanya Aida dengan lembut dalam hatinya dia berharap semoga saja jawaban yang akan di dengarnya kali ini tidak sama seperti yang di dengarnya tadi .

__ADS_1


" Kevin..? aku tidak pernah bermain dengan nya ,tapi aku sering melihatnya . "


Jawab gadis kecil itu dengan mata berbinar nya .


"Dia sering menyendiri di bawah pohon itu ."


Sambung nya sembari menunjuk ke arah pohon besar yang berada agak jauh dari pondok bermain .


" Mengapa dia tidak ikut bermain ? "


Tanya Aida kembali sembari menatap wajah polos gadis kecil yang ada di depannya itu .


" Itu karena semua anak disini selalu mengejeknya dan mengusir nya . Mereka selalu meneriakinya dengan sebutan anak haram . "


"Tapi tetap saja setiap hari dia terus datang kemari dan hanya duduk menyendiri di bawah pohon itu ."


Deg....


Jantung Aida seketika berhenti berdetak saat mengetahui kenyataan pahit yang di alami cucu kesayangan nya itu . Selama ini dia tidak pernah menyangka jika dibalik wajah ceria kevin tersimpan banyak sekali luka .


Dengan mata sembab Aida pun melangkahkan kakinya ke dalam rumahnya dan kini terlihat cucu kecilnya itu ternyata sudah berada di rumah , melihat kedatangan Aida kevin pun langsung berhambur memeluknya .


Saat Aida ingin menanyakan sesuatu padanya , kevin sudah terlebih dulu membungkam mulut neneknya ini dengan ceritanya .


" Kevin tadi nenek...."


" Nenek tau.., tadi saat di taman bermain aku berlomba layangan dengan teman teman ku aku mengalahkan mereka semua nek , bahkan layangan ku terbang sangat tinggi hingga tidak ada yang bisa melawannya . "


Ucap kevin dengan ceria dan mata yang berbinar binar .


Hati Aida seketika makin teriris saat mendengar cerita khayalan cucunya ini , dia jadi mengerti jika kevin selama ini hanya berusaha untuk terlihat bahagia di depannya dan juga Luna .


Dia pun meraih tubuh mungil cucunya itu ke dalam pelukannya sembari mengusap kepalanya dengan sangat keras dia berusaha untuk menahan tangisnya di depan cucu kesayangannya itu .


Flash on....


____________


🌵🌵🌵

__ADS_1


Bersambung.....


🌵🌵🌵


__ADS_2