Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 39


__ADS_3

Sementara di kantor GRACHINE GROUP .


Seperti biasa Luna mengerjakan pekerjaannya sesuai dengan apa yang Rion perintahkan padanya . Hingga jam makan siang pun tiba , Luna segera membereskan semua berkas yang masih berantakan di atas meja dan kemudian berniat untuk pergi makan siang .


" Tuan saya sudah bereskan semua berkasnya dan sisa laporannya akan saya selesaikan nanti . Saya ijin makan siang dulu tuan ." Ucap Luna dengan sopan .


" Hmmm.." Jawab Rion hanya dengan deheman saja .


Namun saat Luna hendak berlalu pergi tiba tiba saja Rion mencekal tangannya hingga membuat Luna tersentak kaget .


" Tu...tuan apa anda butuh sesuatu ? Apa ada pekerjaan yang harus saya kerjakan sekarang juga ? "


Tanya Luna dengan tergagap , wajahnya pun menjadi gugup setiap kali bosnya itu mengejutkan nya seperti ini .


Tanpa menjawab pertanyaan dari Luna , Rion langsung menarik tangannya dan membawanya pergi keluar kantor GRACHINE GROUP .


" Astaga..., Dia akan membawaku kemana ? Apa aku telah melakukan suatu kesalahan ? " Gumam Luna terus bertanya-tanya dalam hati sembari terus mengikuti langkah Rion yang berjalan dengan cepat karena bosnya itu masih menggenggam tangannya .


Sikap Rion ini seketika menyita perhatian beberapa karyawan yang melihatnya . Tak terkecuali Reno yang kebetulan berada di dekat pintu masuk , sebenarnya Reno ingin keluar tadi , namun dia menghentikan langkahnya saat melihat Rion dan Luna .


Rion memasang raut wajah sinis saat dia akan melewati Reno . Namun Reno tak menghiraukan karena saat ini matanya terus terfokus pada Luna yang berada di belakang Rion .


" Banyak sekali yang ingin ku tanyakan padamu Luna . "


Ucap Reno dalam hati , dia masih belum mendapat jawaban mengenai insiden Luna dan Andre tadi pagi . Berulangkali Reno bertanya pada Andre namun sepertinya Andre enggan untuk menjawabnya karena sedari tadi dia hanya diam saja .


Luna tiba tiba menghentikan langkahnya saat menyadari Reno terus saja menatapnya .


" Kenapa kau menatapku seolah ingin meminta jawaban Ren ! Apa bajingan itu belum mengatakan semuanya ? Bagaimana pria sebaik dirimu bisa berteman dengannya ? " Batin Luna di penuhi dengan pertanyaan . Entah mengapa ada perasaan sedih dalam hatinya saat mengetahui jika Reno dan Andre adalah sahabat .


Mereka terus menatap satu sama lain tanpa bicara , hingga suara bariton Rion seketika membuyarkan semuanya.

__ADS_1


" Apa kau tidak punya pekerjaan lain ? " Teriak Rion dengan tatapan yang sangat tajam pada Reno .


Tepat setelah Luna menghentikan langkahnya tadi membuat Rion pun menoleh ke belakang dan melihat asistennya itu tengah saling pandang dengan Reno dan hal itu selalu saja membuat hatinya merasa panas .


Mendapat tatapan tajam dari Rion seketika membuat Reno menundukkan wajahnya kemudian segera berlalu pergi .


" Maaf tuan Rion , saya permisi ! " Ucap Reno dengan sopan kemudian dia pun berlalu pergi . Sedangkan Luna masih mematung di sana .


Dan tanpa aba aba Rion pun langsung menarik tangan Luna lagi dan membawanya pergi ke luar . Dan Luna hanya bisa pasrah saja mengikuti bosnya yang menurutnya selalu bersikap aneh itu .


Beberapa saat kemudian....


Sampailah mereka di sebuah restoran mewah favorit Rion yang berada tak begitu jauh dari kantornya .


Saat Rion akan masuk ke dalam restoran , seketika dia menghentikan langkahnya dan langsung menoleh ke belakang , dia meneriaki Luna karena asistennya itu terus saja diam seperti patung sedari tadi .


" Kenapa ? Kenapa dia membawaku kesini ? Apa ada meeting dadakan di luar kantor ? Tapi kenapa aku tidak mengetahuinya ? Tapi bukankah di jadwal nya tidak ada . Ah.., mungkin saja karena ini mendadak jadi aku tidak tau ! dan benar saja bagaimana mungkin aku bisa tau jika presdir nya saja pria menyebalkan sepertinya yang bahkan tidak memberitahu terlebih dahulu saat akan mengajak seseorang pergi . "


" Hei !!! Apa yang kau lakukan di sana ? Apa aku membawamu ke sini untuk menjadi patung ? " Teriak Rion dengan sedikit menaikan nada bicaranya .


" A..iya..apa eh , ..maaf tuan ! Lain kali tidak akan terjadi lagi . "


Luna terlalu terkejut hingga tak dapat mengontrol bicaranya namun dengan segera dia kembali menormalkan keadaan .


Dengan ekspresi datar Rion mengisyaratkan agar Luna mengikutinya . Dan Luna pun dengan cekatan segera mengekor di belakang bosnya itu . Dia tak mau mengulang kesalahan yang sama seperti tadi .


Rion mengisyaratkan Luna untuk memilih menu , dan dengan cepat Luna pun membuka buku menunya tanpa banyak bertanya seperti apa yang pernah dia lakukan tempo hari hingga menciptakan kemarahan bos nya itu .


" Astaga ! "


Pekik Luna dengan spontan setelah melihat harga makanan dan minuman di sana yang bahkan tiga kali lipat lebih mahal dari restoran yang dia datangi bersama Rion sebelumnya .

__ADS_1


" Ada apa ? " Tanya Rion dengan tatapan tajam ke arah Luna , dia tau benar apa yang membuat gadis itu terkejut .


" Cec , aku masih saja belum terbiasa dengan semua kegilaan ini . Oke Luna tenang...tarik nafas....buang..." Batin Luna sembari menetralisir keterkejutannya tadi .


" Tidak ada tuan , saya hanya terkejut karena...itu emm...anu , saya terkejut karena saya mengira ada kecoa di kaki saya tadi . " Jawab Luna asal karena tak mungkin dia mengatakan jika dia terkejut karena harga makanan nya bisa bisa Rion akan mengamuk padanya karena hal itu sama saja dengan menghina seorang Rion Destriov , seperti apa yang pernah di tegaskan Rion padanya waktu itu .


" Ck..dasar gadis bodoh.., kau bahkan tidak pintar dalam berbohong , meskipun begitu aku suka kebohongan mu yang ini. " Ucap Rion dalam hati dengan sedikit menarik ujung bibirnya .


Sesaat kemudian pelayan pun datang dengan membawa makanan mereka . Dan Rion pun mulai menyantap makanan nya begitu juga dengan Luna meski dengan sedikit keraguan namun dia menurut saja dengan Rion mengingat Rion adalah bosnya dan dia menganggap ini adalah bagian dari pekerjaan , pikirnya .





Rion menatap wajah Luna , sebenarnya dia ingin mengatakan sesuatu tapi entah mengapa dia menjadi gugup .


Luna tak menyadari jika Rion sedari tadi terus saja memandanginya , Luna juga ingin mengucapkan sesuatu pada bos-nya itu tapi dia masih ragu untuk mengatakannya .


Hingga setelah beberapa menit hening tanpa adanya pembicaraan di antara mereka tiba tiba...


" Tuan saya..."


" Dengar , aku ingin..."


Ucap mereka secara bersamaan , hal itu seketika membuat mereka saling tatap .


🌵🌵🌵🌵🌵🌵


Bersambung.....

__ADS_1


🌵🌵🌵🌵🌵🌵


__ADS_2