Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 18


__ADS_3

GRACHINE GROUP


Pagi telah berganti siang beberapa pekerjaan yang di berikan Rion pada Luna pun akhirnya dapat terselesaikan dengan cepat oleh Luna dan hal itu membuat Rion sedikit terkesan dengan hasil kerja asisten pribadinya itu . Namun Rion selalu mengatakan hal yang sebaliknya di hadapan Luna dia selalu mengkritik hasil pekerjaannya dengan berbagai macam alasan , Luna pun hanya bisa diam dan pasrah saat Rion meneriakinya padahal dalam hatinya sudah meronta ronta dan ingin sekali menghajar pria menyebalkan yang tak lain adalah bosnya itu , karena Rion lah yang menjadikannya asisten pribadi bahkan Luna sudah pernah mengatakan jika mungkin dia masih harus banyak belajar untuk memahami dan mulai terbiasa dengan pekerjaannya saat ini . Luna terus berusaha untuk sabar dan hanya menghela nafasnya dengan pelan sembari menuruti semua perintah dari Rion .


Beberapa saat kemudian......


Luna saat ini tengah duduk di sofa dengan gugup dan canggung yah tentu saja karena perintah dari Rion . Entah mengapa perasaan nya menjadi aneh setiap kali mengingat saat dia bertatapan dengan Rion tadi . Rion yang tadinya duduk di ujung sofa tiba tiba bergeser hingga berada dekat dengan Luna .


" Astaga jantungku seperti nya kembali bermasalah . Apakah ini yang dinamakan aura membunuh ? Apakah aku akan mati jika selalu dekat dengannya ? "


Batin Luna yang merasakan ada sesuatu yang aneh dalam dirinya saat Rion berada dekat dengannya .


Tok...tok..tok..


" Buka pintunya dan ambil apa yang dia berikan padamu . "


Titah Rion dengan tatapan tajam . Luna pun dengan segera berjalan ke arah pintu dan membukanya , dengan begitu Luna juga dapat sedikit bernafas lega karena saat berada di dekat Rion selalu membuat dadanya merasa sangat sesak dan jantungnya terus saja bergemuruh . Mungkin karena Luna selalu was was dan takut akan setiap tindakan dan tatapan tajam yang Rion berikan padanya ataukah Luna sudah mulai jatuh cinta pada bosnya itu .


Ceklek....


Ternyata sekertaris Rion lah yang ada di hadapan Luna sekarang dengan membawa sebilah pisau di tangannya .


" Maaf nona saya hanya mengantarkan yang diminta tuan Rion . "


Ucap sang sekretaris bernama Eva sembari menyerahkan benda yang ada di tangannya pada Luna . Seketika Luna membulatkan matanya saat melihat benda yang Eva berikan padanya . Bahkan Luna tak juga merespon apa yang di katakan Eva karena saat ini dia sedang bergelut dengan pikirannya sendiri .


" Pisau.., kenapa dia memintanya ? " Tanya Luna dalam hati .


" Tidak..tidak..., aku tidak boleh memikirkan hal buruk , oke tenang Luna dan jangan panik . " Batin nya yang berusaha membuang pemikiran pemikiran buruk yang ada di kepalanya itu .


Namun sedetik kemudian dia kembali meragukan keyakinannya sendiri dan kembali berprasangka yang tidak tidak .


" Tapi bagaimana jika dia benar benar akan melakukannya padaku ? Aku yakin dia tidak akan membunuhku begitu saja pasti dia akan menyayat ku hidup hidup setelah itu baru akan menghabisi ku "


Luna semakin dilema dalam pikirannya yang terus saja berkecamuk .


"Nona ? "


" Nona Luna ? "


"Apakah anda baik baik saja ? "


"Nona Luna "


Lamunan Luna tersadar ketika sekertaris Eva mulai memanggil nya berkali kali .


" Ah..iya , emm...maaf aku sedikit melamun tadi . " Ucap Luna sembari mengambil pisau itu dari tangan eva .


Eva pun segera pergi dan Luna masuk lagi ke dalam , dengan tangan yang sedikit gemetar dia memberikan pisau itu pada Rion karena Rion memintanya darinya .


" Duduk ! "


Titah Rion dengan lantang membuat Luna semakin panik dia pun duduk dengan sedikit ragu .


" Tu..tuan mau apa ? "


Tanya Luna dengan sedikit gemetar .


" Melanjutkan sesuatu yang tadi gagal . "


Ucap Rion dengan datar dan tanpa melihat ke arah Luna .


Deg...


Perasaan Luna semakin tidak enak setelah mendengar jawaban Rion barusan .


" Mungkinkah dia akan ..."


Gumam Luna dengan pelan namun masih dapat di dengar oleh Rion .


Mendengar Luna bergumam tidak jelas membuat Rion melirik kearahnya dengan tajam dan dapat terlihat jelas wajah Luna yang panik dan ketakutan .


" Kau kenapa ? "


Tanya Rion dengan sedikit menaikan alisnya namun masih dengan nada dinginnya .


" Emm...saya tidak papa tuan , saya hanya .."


Ucap Luna dengan pelan dan terbata bata bahkan dia tak menyelesaikan ucapannya .


Namun Rion seakan cuek saja dan tak perduli , dia pun melihat ke arah buah buahan yang ada di depannya dan mengambil sebuah apel ditangannya .

__ADS_1


" Ambil ini dan potongkan untukku ! "


Titah Rion sembari menyodorkan sebuah apel yang baru saja di ambilnya dan juga pisaunya .


Luna seketika syok mendengar nya....


" Jadi ternyata tujuannya mengambil pisau hanya untuk memotong apel . " Batin Luna .


Perasaan Luna seketika menjadi lega karena ternyata tujuan Rion sebenarnya bukanlah sebuah pembunuhan melainkan hanya ingin memakan apel saja .


Luna pun merutuki kebodohannya dalam hati karena telah bersikap berlebihan hingga menyebabkan mereka terjatuh dalam keadaan yang sangat memalukan tadi , dan lebih memalukan lagi baginya ketika Dean yang tiba tiba datang dan seakan menangkap basah dirinya dan Rion . Hal itu membuat nya seakan ingin hilang dari muka bumi ini karena rasa malu nya .


" Luna berapa kali kau selalu menyesali kebodohanmu hah ? kenapa kau tidak pernah jera hiks....hiks....hiks . " Batin Luna yang seakan ingin berteriak dan menangis sekencang kencangnya .


" Hei , apa aku memerintahkan mu untuk berpikir , cepat lakukan !"


Ucap Rion karena Luna tak kunjung mengambil pisau dan apel dari tangannya .


Luna yang tersentak kaget dengan seruan Rion pun dengan cepat mengambil pisau dan apel yang ada di tangan Rion dan segera melakukan perintah nya . setelah selesai Rion pun memakan apel yang telah di potong oleh Luna .


kruyukkk.... kruyukkk... kruyukkk....


Rion seketika menghentikan aktivitas mengunyahnya saat mendengar suara aneh dari sampingnya .


Luna yang menyadari suara itu berasal dari perutnya pun seketika tertunduk menahan malu .


" Dasar bodoh..., mengapa kau berbunyi di waktu yang tidak tepat . "Batin Luna .


" Apa kau sudah makan ? "Tanya Rion dengan datar .


" Saya sudah makan tadi pagi tuan ? "Jawab Luna dengan polos dan apa adanya . Namun bagi Rion jawaban dari Luna ini seakan membuatnya naik darah .


" Apakah aku bertanya padamu saat pagi ? Kenapa kau menjawab hal yang sangat bodoh untuk ku dengar . '' Ucap Rion dengan sedikit kesal , Luna pun hanya menggaruk kepalanya dan sedikit tersenyum kaku .


" Jam berapa aku bertemu dengan klien di luar kantor " Tanya Rion kembali .


" Jam 3 tuan di Qeuzrise Resto . " jawab Luna.


" Baiklah kita berangkat sekarang !"ucap Rion yang langsung berdiri dari duduknya .


" Tapi bukankah ini masih terlalu awal untuk ke sana tuan ? "


Tanya Luna setelah melihat jam yang ada ditangannya masih menunjukan pukul 13.30 WIB .


Luna hanya bisa diam dan mengikuti perintah dari bosnya itu . Mereka pun bergegas pergi ke Qeuzrise Resto.


*****


Sesampainya di Qeuzrise Resto Rion segera memilih menu untuknya , namun seketika dia menutup kembali buku menu yang tadi di pegangnya karena melihat Luna tak kunjung mengambil buku menu yang ada di depannya dan malah terus melihat sekeliling restauran dengan mata berbinar binar . Yah karena ini pertama kalinya bagi Luna melihat restauran yang semewah dan sebagus ini dari dalam karena biasanya dia hanya bisa melihat luarnya saja , dia pun merasa sangat kagum dan takjub dengan desain interior nya yang begitu mewah dan elegan .


" Entah apa yang dia pikirkan sampai sesenang itu ? Benar benar tidak jelas . "


Batin Rion yang memperhatikan gerak gerik Luna yang seperti terkagum kagum akan sesuatu .


" Pesan lah ! "


Ucap Rion yang kemudian menyodorkan buku menu yang sedari tadi tak di sentuh oleh Luna .


Luna sedikit terkejut dan seketika tersadar dari rasa kagumnya setelah mendengar suara keras dari Rion , namun dia tak menangkap maksud dari perkataan Rion padanya tadi dan malah mengartikan nya ke arah lain .


" Tuan ingin saya memesankan sesuatu untuk tuan ? " Tanya Luna dengan sedikit gugup .


" Apa kau tidak bisa mengerti saat aku sekali saja mengatakan ? apa aku harus selalu menjelaskannya padamu ? "


Ucap Rion dengan tatapan tajam ke arah Luna . Luna hanya diam saja dan tak segera menjawab ataupun mengangguk paham karena kegugupannya saat ini .


Melihat Luna hanya diam saja seolah tak memahami ucapannya membuat Rion seketika menghela nafasnya dengan kasar dan berusaha untuk menahan emosi nya .


" Jika aku menyodorkan menunya padamu itu berarti kau .... ahhh..., terserah saja mengapa aku harus membuang tenagaku untuk selalu menjelaskan hal sederhana seperti ini . " Ucap Rion dengan nada kesal .


Luna pun akhirnya memahami maksud ucapan Rion tadi dan dengan segera menyelamatkan dirinya dari amukan singa di depannya itu .


" Maaf tuan lain kali tidak akan terjadi lagi "


Ucapnya dengan lembut sembari meminta maaf . Luna pun dengan cepat mengambil dan melihat menunya .


" Pekerjaan nya lumayan saat di kantor tapi otakknya itu sangat lamban menyangkut hal yang umum begini dasar gadis aneh . " Batin Rion yang menatap Luna dengan tatapan aneh .


Luna masih membolak-balikan menu yang ada di tangannya , seketika matanya membulat ketika melihat harga dari makanannya .


" Cihh..., Harganya semahal itu hanya untuk seporsi yang bahkan ukurannya sangat kecil begini . Ada apa dengan restoran ini mengapa harga makanan makanan di sini tidak normal semua . " Batin Luna.

__ADS_1


Hatinya seakan meronta melihat harga makanan yang begitu mahal menurutnya . Luna pun di buat dilema sedari tadi dia mencari harga yang paling murah . Dan bahkan harga termurah di sana pun sudah sangat mahal baginya .


" Hanya air putih yang masih bisa ku jangkau , Owhh..., aku harus bagaimana ini ? Aku tidak biasa jika harus memesan makanan semahal ini , bahkan aku mungkin tidak akan bisa menelannya jika mengingat harganya ." Batin Luna .


Rion yang menyadari sesuatu pun akhirnya membuka suara dan sedikit mengancam Luna agar secepatnya memilih menu .


" Jika memilih menu lihatlah makanannya jangan melihat hal lain . Dengan melakukan itu kau sama saja meremehkanku dan menghinaku dan kau tau betul apa akibatnya jika .."


Belum selesai Rion mengatakan Luna pun seketika memotongnya dengan cepat karena takut dan tak ingin mendengar ancaman mengerikan dari Rion .


" Aku sudah memilih pesanan ku tuan "


Mendengar itu Rion seketika tersenyum devil .


Beberapa saat kemudian pelayan pun datang dengan membawakan makanan mereka , Rion pun segera menyantap makanan yang tadi di pesannya , berbeda dengan Luna yang terlihat ragu untuk memakannya dan hanya menatap makanan yang ada di hadapannya dengan tatapan penuh tanya .


" Kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkan harganya , sialan ! bagaimana jika aku benar benar tidak bisa menelannya dan malah memuntahkannya , maka tuan Rion lah yang pasti akan menelanku . " Batin nya .


Rion kembali tidak habis pikir dengan asisten nya itu bahkan saat akan makan pun Luna masih saja terlihat memikirkan sesuatu .


" Jika tidak segera makan maka kau tau akibatnya , karena itu sama saja menghinaku" Ucap Rion dengan datar .


Mendengar itu Luna pun perlahan memakan makanannya . dan dia lagi lagi dibuat takjub dengan cita rasa makanan di restoran itu yang menurutnya sangat lezat bahkan seumur hidup baru kali ini dia merasakan makanan seenak itu . Luna pun seketika teringat pada ibu dan keponakannya karena mereka pun pasti akan sangat senang jika dapat merasakannya .


" Maaf ibu ,kevin aku menikmati makanan seenak ini sendirian . Lain kali jika aku memiliki banyak uang aku pasti akan membawa kalian kemari . Kalian sedang apa sekarang ? apakah kalian sudah makan ? "


Batin Luna dengan sedikit meneteskan air mata karena teringat ibu dan keponakannya .


Melihat Luna yang meneteskan air mata , Rion berusaha untuk sebisa mungkin acuh dan tidak perduli padanya , namun lagi lagi seperti yang pernah dikatakannya jika hatinya selalu saja mengalahkan akal sehat nya .


" Kau kenapa ? Apakah rasa makanan itu begitu menyiksamu , sehingga menangis . " tanya Rion dengan datar .


" Tidak tuan , makanan nya sangat enak . terima kasih . "


Ucap Luna dengan pelan dia pun mengusap sedikit air matanya dan kembali melanjutkan makannya .


" Mengapa hati ku terasa sakit saat melihat wanita bodoh ini menangis , bahkan dia tidak penting bagiku . " Batin Rion .


Setelah selesai makan mereka pun menunggu sekitar satu jam hingga klien datang , karena memang mereka datang lebih awal dari waktu yang sudah di tentukan . Dan setelah klien yang bersangkutan sudah datang Rion pun segera memulai metting nya dengan dibantu Luna yang sudah menyiapkan beberapa berkas dan proposal yang dibutuhkan .


Metting pun selesai sekitar jam 6 sore . para klien pun sudah terlebih dulu pulang sedangkan Rion dan Luna masih berada di sana karena Rion ingin mengatakan sesuatu pada Luna .


" Kau pulang lah saja karena aku tidak akan kembali lagi ke kantor . "


Ucap Rion yang mengijinkan Luna untuk pulang .


Mendengar itu Luna merasa lega karena dia tidak harus lembur seperti kemarin .


" Baik tuan "


Luna pun mengangguk dan segera pergi .


Sedangkan Rion yang juga akan melangkah pergi seketika menghentikan langkahnya karena ponselnya tiba tiba saja berdering . Dan setelah dilihat ternyata ayahnya lah yang menelponnya Rion pun dengan malas mengangkatnya .


" Kenapa menelponku ? Apa tidak cukup laporan dari bimo untukmu ? " Ucap Rion dengan nada malas .


" Apa begitu caramu bicara dengan ayahmu ? "


Ucap Antony dengan kesal dari balik teleponnya .


" Aku belajar semuanya darimu , bukankah kau sendiri yang bilang untuk tidak pernah ber basa basi dan langsung saja pada intinya . " Ucap Rion dengan datar dan langsung memutuskan teleponnya secara sepihak .


" Hei Rion.... "


tut... tut.... tut....


Sudah bisa dipastikan bagaimana kemarahan Antony di sana . Mungkin beberapa benda sudah pecah saat ini untuk melampiaskan amarahnya .


Rion keluar dengan perasaan kesal , dia pun segera menuju ke mobilnya namun langkahnya terhenti saat melihat Luna berusaha menyetop taksi namun tak ada yang berhenti . dia pun spontan menghampiri Luna tanpa berpikir panjang .


" Ikut dengan ku ! kebetulan aku akan melewati rumahmu " Ucap Rion yang langsung menarik tangan Luna ke arah mobilnya .


Luna yang sedikit terkejut dengan tarikan tiba tiba dari Rion pun berusaha melepaskan namun dia kalah tenaga dari Rion hingga akhirnya mengikutinya dan setelah Rion melepaskan tangannya saat sudah berada di depan mobilnya Luna pun dengan pelan menolak tawarannya .


" Maaf tuan , tuan pulang saja saya akan menunggu taksi " tolak Luna dengan pelan .


Mendengar penolakan dari Luna seketika membuat Rion yang sudah kesal karena ayahnya dibuat semakin kesal lagi dia pun menatap tajam ke arah Luna .


" Sejak kapan seorang asisten memerintah majikannya ? Masuk ! " Ucap Rion dengan lantang .


___________

__ADS_1


🐾🐾🐾🐾


Bersambung.....


__ADS_2