Obsesi Cinta Sepihak

Obsesi Cinta Sepihak
Episode 20


__ADS_3

" Hentikan , jika kau terus membuat masalah di tempat umum lebih baik pulang saja . "


Ucap Reno yang masih menahan tangan vivi dan menghempaskan nya dengan kasar .


" Tuan Reno "


Ucap Luna yang terkejut dengan kemunculan Reno secara tiba tiba begitu juga dengan Dewi dan para tamu undangan yang merupakan karyawan GRACHINE GROUP mereka pun tak kalah terkejutnya .


Dewi merasa sedikit lega dengan adanya Reno yang membela sahabatnya itu karena dia tau benar vivi tidak akan bisa berkutik jika di hadapan Reno .


Vivi mencebik kesal saat Reno yang tak lain adalah sepupunya sendiri malah membela Luna . Yah Reno adalah sepupu dari vivi oleh sebab itu vivi selalu bersikap sombong dengan rekan rekan kerjanya dulu karena dia dekat dengan reno yang tak lain merupakan manager perusahaan .


" Reno kau membela gadis ini ? " Ucap vivi dengan kesal seolah tak terima perlakuan Reno padanya .


Reno pun menatap vivi dengan malas dan dengan tatapan sinis dia mengisyaratkan pada sepupunya itu untuk segera pergi .


Melihat tatapan Reno padanya Vivi seketika mengepalkan tangannya melihat ke arah Luna kemudian dia pun mendengus kesal dan berjalan pergi karena memang sudah merasa sangat terpojok disana.


" Cihh..., benar benar j*lang sialan " gumam vivi sembari terus berjalan keluar .


Setelah keributan yang sempat menyita perhatian telah reda akhirnya pesta pun kembali berjalan , bahkan semua tamu undangan menikmati pestanya dengan bahagia seolah tak terjadi apapun tadi . Dewi pun sudah duduk kembali ke pelaminan nya dan mulai menyalami tamu tamunya .


Reno membawa Luna untuk sedikit menjauh dari keramaian pesta , Dia menatap Luna dan dengan tiba-tiba meraih bahu nya . Terlihat jelas kekhawatiran di wajahnya pada gadis dihadapannya itu .


" Apa kau baik baik saja ? " Tanya Reno dengan nada pelan.


Luna seketika tersentak kaget saat tiba tiba Reno memegang bahunya , karena merasa sedikit tidak nyaman Luna pun melepaskan tangan Reno dengan pelan .


Melihat ekspresi Luna Reno pun seketika menyadari sikap reflek nya tadi dan meminta maaf pada Luna karena telah membuatnya tidak nyaman .


" emm...maaf aku tidak bermaksud , aku hanya takut jika vivi berbuat kasar padamu . " Ucap Reno dengan sedikit gugup dan canggung.


" hmm.., terimakasih tuan.. aku tidak papa" Ucap Luna dengan tersenyum tipis.


"Reno , hanya Reno , kau bukan bawahan ku lagi sekarang . bahkan seharusnya aku lah yang bersikap hormat padamu mengingat kau adalah asisten pribadi tuan Rion . "


Ucap Reno dengan tersenyum , disisi lain dia sedikit bertanya tanya bagaimana bisa Luna menjadi asisten pribadi hanya dalam waktu sehari .


" Tuan..eh maaf maksudku Reno aku lebih senang saat kau bicara biasa padaku "


Ucap Luna yang merasa tak nyaman jika Reno menganggap nya sebagai atasan nya , karena bagi Luna dia bukan lah siapa siapa di perusahaan itu dan jabatan asisten yang Rion berikan padanya hanyalah kedok agar Rion bisa leluasa membalas dendam padanya .


" Baiklah " ucap Reno dengan senyuman.


Tiba tiba kevin memecah obrolan mereka dengan menarik tangan Luna hingga membuat Luna pun menunduk dan mendekatkan telinganya pada kevin yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu .


" Bibi aku mau pipis ." bisik kevin .


Reno yang menyadari jika ada bochil diantara mereka akhirnya menanyakan pada Luna siapa anak kecil yang bersamanya itu .

__ADS_1


" siapa dia , apa dia ... "


Sempat terpikir dalam benaknya jika Luna sudah menikah dan memiliki anak karena mana mungkin gadis secantik Luna masih sendiri .


" Dia keponakan ku , Kevin ayo beri salam pada paman Reno . "


Jawab Luna kemudian dia pun menyuruh kevin untuk bersalaman pada Reno . Kevin pun mendekati Reno dan meraih tangannya lalu mencium punggung tangan Reno dengan lembut .


" Dia lucu sekali " ucap Reno yang tersenyum lebar pada kevin sembari mencubit gemas pipi tembem nya .


Kevin hanya tersenyum padanya dan kemudian kembali ke sisi bibinya . Luna pun kemudian pamit pada Reno dan pergi ke toilet untuk mengantar kevin .


" Baiklah aku permisi ke toilet dulu Ren " Ucapnya yang kemudian pergi meninggalkan Reno .


Reno terus tersenyum menatap kepergian Luna hingga gadis itu benar benar tak terlihat dari pandangan nya . Memang semenjak pertama kali bertemu saat Dewi mengenalkan Luna padanya waktu itu , Reno memang sedikit tertarik pada Luna tapi dia tak tau jika perasaan nya akan sejauh ini .


Reno pun menghampiri Dewi untuk memberinya ucapan selamat , dan setelah itu dia pergi karena masih ada urusan . sebenarnya dia sangat sibuk malam ini tapi dia menyempatkan waktu untuk menghadiri pesta pernikahan Dewi karena dia sudah menganggap Dewi sebagai temannya sejak Dewi masih bekerja dulu.


Satu jam kemudian.....


Luna memutuskan untuk pulang karena sudah cukup lama dia berada di pesta , dia pun segera berpamitan pada Dewi .


" Dewi aku pulang dulu ya , selamat atas pernikahan nya , aku turut bahagia untukmu." Ucap Luna setelah menghampiri Dewi yang saat ini tengah duduk di pelaminan bersama dengan Fajar suaminya .


" hemm.., maaf atas perbuatan vivi padamu , seharusnya aku tidak usah mengundangnya . " Ucap Dewi sembari memeluk sahabatnya itu , dia pun merasa bersalah dengan apa yang dialami Luna karena si pembuat onar yang bernama Vivi .


" Untuk apa minta maaf , ini bukan salahmu . " Ucap Luna sembari mengusap punggung Dewi kemudian dia pun mengurai pelukannya dan menanyakan sesuatu .


" Yah benar , awalnya aku tidak pernah berpikir jika akan mengundang nya mengingat ini hanya pesta kecil kecilan dan dia tak lain adalah seorang manager rasanya tidak pantas jika aku mengundangnya . " ucap Dewi .


" Tapi aku memberanikan diri karena tuan Reno itu berbeda , dia tak pernah membeda bedakan orang berdasarkan jabatan , dia itu sangat baik dan juga ramah dengan bawahan bawahan nya begitu juga dengan ku dia beberapa kali membantuku saat aku sedang susah jadi aku tak enak jika tidak mengundangnya . '' sambungnya.


Mendengar ucapan Dewi Luna pun seketika menjadi kagum pada Reno karena sangat jarang ada orang seperti Reno yang tak menilai orang berdasarkan posisi dan jabatan .


" Kau benar , Dia memang sangat baik . " Ucap Luna membenarkan semua ucapan Dewi .


" Emm.., baiklah kalau begitu aku pulang dulu , sekali lagi aku ucapkan selamat atas pernikahan kalian . " Ucap Luna dengan tersenyum lebar pada kedua pengantin baru itu .


Luna pun kemudian turun dari pelaminan bersama dengan kevin yang tak pernah lepas dari genggaman nya . Kemudian mereka pun segera pulang .


_________


Sembari menggandeng tangan kevin Luna berusaha mencari taksi , namun sedari tadi tak ada satu pun taksi yang berhenti , karena lama menunggu kevin pun mulai mengantuk dan terus saja menguap


" Kevin apa kau mengantuk sayang ? " Tanya luna sembari membelai rambut kevin


Kevin pun hanya mengangguk dan menatap Luna dengan mata sayu .


" Aduh.., kenapa tidak ada taksi yang berhenti sih , tunggu sebentar lagi ya sayang hem . " Ucap Luna dengan sedikit cemas , dia terus berusaha menyetop taksi yang lewat namun sia sia saja karena tetap tidak ada yang berhenti .

__ADS_1


****


Rion saat ini sedang dalam perjalanan pulang kerumahnya , karena setelah pergi dari basecamp tadi dia tak langsung pulang dan malah pergi ke bar .


Sekilas Rion merasa melihat seseorang yang dikenalnya di pinggir jalan namun dia tak menghiraukan nya karena berpikir dia hanya salah lihat saja .


Seketika Rion menepikan mobilnya saat dia melihat lagi dari kaca spion karena memang benar yang dilihatnya tak lain adalah Luna asisten nya .


" Untuk apa gadis itu berkeliaran malam malam begini ? " Gumam Rion .


Kemudian mata Rion tertuju pada sesosok anak kecil yang bersama Luna .


" Dan siapa yang bersamanya itu ? "


Seperti biasa hatinya selalu saja mengalahkan akal sehatnya saat menyangkut Luna , Rion memundurkan mobilnya hingga berada tepat di depan Luna .


Luna yang sedikit bingung ada mobil berhenti di depannya seketika bertanya tanya dalam hati , meskipun seperti nya dia sedikit mengenali mobil itu namun dia tak begitu yakin .


Hingga Rion keluar dengan ekspresi dingin , setelah itu menghampiri nya dan menatapnya dengan tajam . Luna di buat jantungan seketika dia pun tak mengerti bagaimana Rion tiba tiba bisa disana .


" Sedang apa kau disini ? " Tanya Rion datar.


" Emm...saya " jawab Luna tergagap gagap .


Kevin yang melihat ekspresi menyeramkan Rion seketika menjadi takut dan menyembunyikan wajahnya di sisi Luna .


" Bibi aku takut " Ucapnya lirih .


Melihat kevin ketakutan Luna pun berusaha menenangkan nya .


" Tidak papa sayang " Ucap Luna sembari mengusap wajah kevin .


Dengan ekspresi datar Rion pun melirik ke arah kevin dengan penuh tanya .


" Siapa dia ?" Tanya Rion kemudian dengan kembali menatap Luna .


"Ini keponakan saya tuan , namanya kevin " Jawab Luna dengan sedikit gugup.


Entah mengapa jawaban Luna ini membuat hati Rion menjadi lega , apa yang sebenarnya di pikirkan Rion tentang kevin sebelumnya . Mungkinkah dia sempat berpikir jika kevin adalah anak dari Luna .


" Kebetulan aku bertemu dengan mu di sini , masuklah ke mobilku aku ingin membicarakan tentang pekerjaan padamu . " Ucap Rion yang kemudian melangkahkan kakinya , namun terhenti karena penolakan Luna .


" Tapi..,ini kan sudah malam tuan . Apa tidak bisa besok saja , saya sudah harus pulang karena kevin sudah mengantuk. "


Dan seperti biasa jika Luna menolak sekalipun Rion tidak akan mendengarnya dan tetap memaksa nya menuruti apa yang dia perintahkan .


" Apa kau lupa peraturan saat menjadi asisten ku apa ? " Ucap Rion dengan penuh penekanan.


Luna pun menghela nafasnya dengan pelan dan terpaksa harus mengikuti Rion . Dalam hatinya dia sangat kesal karena selalu saja Rion mengancam nya begini . Bahkan saat di luar kantor pun sama saja .

__ADS_1


Bersambung...


🌸🌸🌸


__ADS_2