
Andre menjadi tak fokus bekerja , dia terus saja memikirkan kejadian tadi pagi . Andre tak menyangka jika dia bisa kembali bertemu dengan Luna gadis yang 8 tahun lalu pernah mengutuknya .
Selama beberapa tahun Andre kuliah di luar negeri dia sama sekali tak memikirkan tentang keadaan Steyla ataupun setidaknya dia ingat dengan anak yang di kandung Steyla . Dia bahkan berniat untuk melupakan nya seolah dia tak pernah mengenal wanita yang bernama Steyla .
Hingga setelah Andre lulus kuliah dan baru setahun dia menjabat sebagai direktur di perusahaan milik papanya sendiri dia harus menelan pil pahit dikarenakan papanya yang selalu dia agung agung kan dan dibanggakannya itu melakukan korupsi besar-besaran hingga mengakibatkan perusahaan mereka gulung tikar dalam sekejap .
Andre berharap saat itu yang dialaminya hanyalah mimpi , dia masih tak percaya jika keluarganya telah bangkrut dan tak memiliki apapun lagi . Ayah Andre syok dan mengalami serangan jantung akibat kejadian itu hingga harus dilarikan ke rumah sakit dan kristis sampai saat ini . Andre semakin frustasi memikirkan bagaimana dia akan membayar biaya rumah sakit ayahnya karena dirinya sudah tak memiliki uang sedikitpun bahkan semua aset dan barang berharganya telah di sita . Hanya tersisa rumah sederhana peninggalan mendiang ibunya yang jarang sekali dia kunjungi .
Andre berusaha untuk menghubungi semua teman temannya di sana dan meminta bantuan . Namun tidak ada satupun yang mengangkat panggilan teleponnya bahkan semua teman Andre memblokirnya karena selama ini meskipun Andre terkenal memiliki banyak teman di kalangan elit namun semua teman temannya itu hanya ingin berteman dengannya karena Andre merupakan anak seorang pengusaha yang kaya , tidak ada yang benar benar tulus di antara mereka .
Kepala Andre seperti akan meledak saat itu juga . Reputasinya sudah tercemar , semua perusahaan menolak Andre , bahkan dia tak bisa bekerja meskipun hanya sebagai staf biasa karena namanya sudah cacat di negara asing itu , akibat kasus korupsi yang menjerat ayahnya . Dalam kebuntuannya Andre seketika teringat dengan rumah yang ibunya tinggalkan itu . Dia pun memutuskan untuk menjualnya meskipun dengan berat hati , tapi Andre sudah benar benar terdesak , dia tak memiliki pilihan lain lagi .
Untuk sementara Andre bisa membayar biaya rumah sakit ayahnya . Namun ayahnya itu masih tetap kritis dan belum juga sadar .
Hingga akhirnya Andre nekat kembali ke Indonesia agar dia bisa mendapat pekerjaan dan bisa membiayai pengobatan ayahnya yang masih harus tetap berjalan . Andre membawa sebagian uang hasil penjualan rumah untuk biaya hidupnya di Indonesia sampai dia mendapatkan pekerjaan nantinya dan sisanya dia serahkan pada bibinya yang dia minta untuk menjaga ayahnya saat itu. Hanya adik dari mendiang ibunya ini lah yang masih mau membantu nya meskipun mereka sama sama hancur lantaran selama ini bibinya mencari nafkah dari bekerja di perusahaan ayahnya .
Setidaknya bibinya itu tak seperti kerabatnya yang lain yang datang jika ada maunya dan saat mereka berada dalam keterpurukan seperti itu tak ada satupun dari mereka yang datang bahkan hanya sekedar untuk menjenguk papanya .
---------
Andre berusaha untuk kembali fokus dan membuka dokumen yang ada di depannya , namun tetap saja otaknya tak bisa berkonsentrasi dan terus saja memikirkan wanita yang tadi pagi menghajarnya hingga babak belur itu . Ingatan nya pun seketika terhenti saat 8 tahun yang lalu dimana dia dengan begitu brengsek nya melarikan diri setelah membuat hidup seorang wanita hancur .
Tak dapat di pungkiri saat Andre sampai di Indonesia , dia kembali mengingat masa lalunya , Ada perasaan bersalah dan menyesal dalam lubuk hati Andre yang terdalam namun dia begitu pengecut untuk mencari Steyla dan meminta maaf .
__ADS_1
Semakin hari Andre semakin menyadari kesalahannya dulu . Sumpah serapah yang pernah di ucapkan oleh seorang anak dibawah umur yang dia hina dan tindas pada saat itu seolah benar benar terjadi padanya sekarang . Rasa bersalah yang teramat besar pun semakin menghantui nya setiap saat .
Pernah terpikir oleh Andre bagaimana jika akhirnya pada saat itu Steyla dengan terpaksa menggugurkan bayinya , bukankah secara tidak langsung Andre telah membuat seorang nyawa yang tak berdosa lenyap . Lalu jika anak itu hidup pastinya saat ini umurnya sudah 7 tahun . Memikirkan semua itu membuat Andre semakin sakit dan hilang akal . Mungkin inilah karma seperti yang pernah dikatakan Luna padanya saat itu .
" Srek..."
Andre yang sedari tadi hanya tenggelam dalam pikirannya seketika tersentak kaget saat Reno tiba tiba datang dan menariknya keluar kantor dengan kasar .
Bughhh... bughhhh.... bughhhh...
Reno memukuli Andre dengan membabi buta menendang , meninju dan menamparnya berkali kali hingga Andre pun jatuh tersungkur , wajahnya kini semakin babak belur .
" Ren...tu..tunggu aku bisa jelaskan.. "
Reno mencekram kuat kerah kemeja Andre sembari terus berteriak .
" Arghhh....bangsat !!! mengapa kau melakukan itu pada Steyla hah..!! aku merelakannya bersama mu bukan untuk kau sakiti brengsek ! " Reno kembali meninju pipi Andre hingga Andre pun kembali tersungkur.
Tanpa sadar bulir bening seketika mengalir dari pipi Reno . Reno yang sudah meluapkan kemarahannya pada Andre dengan memukulinya secara brutal pun seakan belum puas .
Beberapa karyawan kantor yang mendengar pertikaian itu pun dibuat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi . Namun saat mereka akan keluar untuk melihatnya , Rion segera menatap mereka dengan tajam dan mengultimatum agar mereka tetap diam di tempat dan kembali bekerja , seolah tak ada yang sedang terjadi .
" Apa kau tau ! aku sangat mencintainya dan aku akan menghabisi siapa pun yang menyakiti nya . Bughhh.... bughhhh.... bughhhh..." Reno semakin hilang kendali saat mengingat apa yang telah Steyla alami karena ulah sahabatnya itu , dia kembali menghajar Andre habis habisan .
__ADS_1
" Cukup... Ren... Ren... hentikan ! " Dari kejauhan Luna berlari dan langsung menahan tangan Reno yang sudah akan memukuli Andre lagi .
Luna juga begitu benci pada Andre namun jika berkelanjutan pria itu bisa mati di tangan Reno .
" Sudah cukup..., Ren..cukup . " Luna menghadapkan wajah Reno agar menatapnya . Dengan mata yang sudah berkaca-kaca Luna meminta pada Reno untuk berhenti .
Reno seketika terisak dan langsung memeluk Luna membuat Luna tersentak kaget , namun dia tak berniat melepaskan pelukan dari Reno ini . Dia bisa memahami situasinya saat ini meskipun dia sendiri belum mengetahui apa yang membuat Reno begitu marah hingga hampir membunuh Andre . Dan bagaimana Reno bisa mengenal Steyla , Luna masih harus meminta jawaban dari Reno setelah ini . Dan sekarang dia harus meredam emosi Reno terlebih dahulu .
Namun tanpa Luna sadari Rion yang sudah akan sampai di dekatnya terus menatap mereka dengan tatapan kemarahan .
" Kau dari mana saja ! Apa tidak tau jika banyak pekerjaan , kenapa selalu terlibat dengan hal tidak penting begini ! " Seru Rion dengan sinis sembari menarik Luna dari pelukan Reno .
" Dan kau ! Apa kau ingin membuat nama perusahaan ku tercoreng dengan berkelahi di sini hah ! Aku tidak perduli dengan masalahmu , jika ingin saling membunuh lakukan saja diluar . Jangan membawa masalah pribadi di tempat kerja . " Maki Rion tepat di depan wajah Reno , sebenarnya kemarahannya meledak ledak karena melihat Reno memeluk Luna di hadapannya tadi . Rion mana perduli dengan nama baik perusahaan ayahnya itu .
" Maafkan saya tuan Rion , saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi . " Ucap Reno , dia pun menyadari jika yang Rion katakan itu adalah benar , seharusnya dia lebih bisa menahan emosinya tadi dan tidak membuat keributan di tempat kerja .
" Tetap ada hukuman untuk kebodohan mu ini . Temui aku di ruangan ku setelah selesai bekerja . " Sahut Rion dengan nada tajam dan penuh penekanan . Dan Reno pun hanya mengangguk paham , dia harus menerima konsekuensi dari tindakannya ini .
🐦🐦🐦🐦🐦🐦
Bersambung.....
🐦🐦🐦🐦🐦🐦
__ADS_1