
Alasan Dean tiba-tiba mencari tau tentang keberadaan Tiffany adalah karena dia menemukan sebuah kebenaran yang mengejutkan beberapa hari yang lalu , dia pun membayar orang untuk mencari tahu nya .
Flash back...
Dean sedang berada di sebuah cafe dan saat dia ingin keluar dia tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria , Dean sontak kaget saat melihat wajah pria yang bertabrakan dengannya karena seperti tak asing .
Brukkk...
" Maaf aku tidak..."
Ucap Dean namun terhenti saat dia melihat wajah pria di depannya itu . Dean terus menatapnya dengan sangat intens dan seketika dia mengingat dengan jelas siapa pria itu .
" Aku tidak papa , permisi "
Ucap pria itu yang kemudian ingin berlalu pergi namun terhenti karena Dean dengan cepat mencekal tangannya .
" Tunggu sebentar ada yang harus kita bicarakan . "Ucap Dean menatap pria itu dengan tajam .
" Apa kita saling kenal ? "
Tanya pria itu dengan bingung karena baru pertama kali melihat Dean dan merasa tidak mengenalnya .
"Tidak.., Ikut aku maka kau akan tau alasan kenapa sampai aku bisa mengenalmu ."
Ucap Dean yang kemudian berjalan menuju ke arah meja tempat nya duduk tadi . Pria itu pun mengikutinya .
Mereka pun duduk berhadapan dan Dean dengan to the point langsung menanyakan apa yang ada dalam pikirannya . Dia juga berusaha menahan amarahnya pada pria di depannya ini karena pria itu tak lain adalah pria yang sama yang berada di foto yang Tiffany tinggalkan bersama dengan selembar surat 6 tahun yang lalu . Pria yang tak lain adalah selingkuhan Tiffany dan sekaligus penyebab kehancuran dalam hidup sahabatnya selama ini.
" Berapa lama kau menjalin hubungan dengan Tiffany ? " Tanya Dean dengan santai namun tatapannya sangat tajam .
" Siapa Tiffany ? " Jawab pria itu dengan ekspresi bingung nya .
" Jangan bersandiwara di depanku itu sangat memuakkan kau tau "
Ucap Dean dengan penuh penekanan , jujur dia sangat geram dengan sandiwara nya . Akan tetapi pria itu masih tak mengerti dan malah semakin bingung . Kemudian Dean pun mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto Tiffany padanya . Dan hal itu sontak membuat pria itu sangat terkejut dan terlihat panik .
"Ga.. Gadis itu..." Ucap pria itu dengan gagap dan raut wajah yang terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
Dean memutar matanya dengan malas melihat pria dihadapannya itu yang menurutnya sedang mempermainkannya dengan terus bersandiwara .
" Dia kekasihmu bukan , ah tidak lebih tepat nya kau adalah selingkuhan nya . " Ucap Dean dengan memperjelas .
" Begini sebenarnya aku..." Ucap pria itu dengan sangat gugup .
Dean yang semakin kesal pun seketika menyela omong kosong nya .
" Aku apa ? Kau bermain dengan Tiffany di belakang sahabat ku kan ? Apa kau tau karena ulah kalian...."
Ucap Dean dengan nada tinggi dan tatapan tajam ke arah pria yang sudah terlihat pucat di hadapannya itu . Namun obrolan mereka seketika terhenti saat seorang wanita datang menghampiri pria itu .
" Sayang kau sudah disini , maaf aku terlambat datang . "
Ucap wanita itu sembari merangkul tangan pria yang sedari tadi Dean interogasi .
__ADS_1
Dean seketika kaget dan langsung berdiri saat melihat kedatangan wanita yang sepertinya adalah kekasih dari pria itu , yang membuatnya kaget adalah wanita itu bukan lah Tiffany .
" Siapa dia ? " Tanya wanita itu sembari melihat ke arah Dean .
" Emm...bukan siapa siapa sayang , hanya seorang teman , ayo kita pergi sekarang seperti nya aku ingin ke cafe lain saja . "
Ucap pria itu , hatinya sedikit lega karena kedatangan kekasihnya , sehingga dia bisa lolos dari Dean . Dia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk segera pergi .Pria itu pun pergi bersama dengan kekasihnya meninggalkan cafe
Dean membiarkannya pergi begitu saja dia pun kembali duduk sembari memijat dahinya , dia masih tak mengerti dengan semuanya jika memang Tiffany meninggalkan Rion demi pria tadi lalu mengapa saat ini Tiffany tidak bersamanya seperti yang tertulis dalam suratnya dulu bahkan pria itu saat ini sudah memiliki kekasih lain . Lalu dimana Tiffany selama 6 tahun ini , apakah pria itu mencapakan nya . Karena jujur Dean masih sulit percaya jika Tiffani yang sangat baik dan lugu itu tega menyakiti Rion dengan cara berselingkuh . Karena setiap Dean melihat Tiffany hanya ada ketulusan dan kebaikan saja di dalam dirinya dan dia bisa merasakan bahwa cinta Tiffany pada Rion begitu tulus . Dean lebih tak mengerti lagi saat pria itu tadi seolah tak mengenal Tiffany sebelum Dean menunjukkan fotonya . Padahal 6 tahun yang lalu dengan jelas Dean melihat foto panas nya bersama Tiffany tidak mungkin jika dia tak mengingat Tiffany meskipun Dean hanya menyebutkan namanya saja .
Flash on....
******
Keesokan harinya....
Luna memasuki kantor GRACHINE GROUP dengan terburu-buru karena dia sudah sangat terlambat , dia berjalan cepat menuju ke ruangan Rion dengan tergesa-gesa hingga tak sengaja dia bertabrakan dengan Reno yang baru saja keluar dari ruangannya .
" Astaga..., dia pasti akan mengamuk karena aku terlambat '' gumam Luna sembari terus berjalan .
Brukk...
" Astaga.." pekik Luna yang seketika terkejut saat tubuhnya terasa seperti menabrak seseorang .
" Ouh...maaf " Ucap Reno yang juga sama terkejutnya dengan Luna .
Luna pun hanya mengangguk sembari tersenyum dan langsung ingin berjalan pergi namun Reno yang melihat Luna terburu buru dan seperti sedang dikejar sesuatu seketika langsung menghentikan nya dan menanyainya .
" hei..,Luna kenapa sangat terburu buru begini ? " Ucap Reno sembari menahan tangan Luna .
Ucap Luna dengan cepat sembari berusaha untuk melepaskan tangan Reno dan ingin secepatnya pergi ke ruangan Rion namun Reno kembali menahannya .
" Tidak akan , bahkan tuan Rion saja belum datang Lun " Ucap Reno yang seketika membuat Luna terdiam dan tak lagi tergesa gesa .
" Apa ? benarkah ? "
Tanya Luna untuk memastikan ucapan Reno barusan , dan Reno pun mengangguk sembari tersenyum manis ke arahnya . Luna pun menghela nafasnya dengan lega karena bisa selamat dari amukan singa yang tak lain adalah bos nya itu .
" Tumben sekali jam segini belum datang ? " Gumam Luna sembari melihat jam yang ada di tangannya .
" Entahlah mungkin tuan Rion sedang ada urusan yang mendesak . " Ucap Reno yang mendengar Luna bergumam sendiri .
" Lun apa kau ada waktu selesai bekerja nanti ? " tanya Reno tiba tiba hingga membuat Luna sedikit kaget dengan pertanyaan nya ini .
" Emm..., entahlah kau tau kan CEO kita itu sungguh orang yang sangat sulit di tebak , aku juga tidak tau apakah aku akan pulang sore atau tidak malam ini . " Ucap Luna dengan sedikit merengut .
" Ah aku lupa sekarang kan kau sudah menjadi asisten pribadi tuan Rion , kau pasti sangat sibuk , sepertinya saya harus membuat janji terlebih dahulu jika ingin bertemu dengan anda nona Luna "
Ucap Reno dengan sedikit tersenyum dia pun menggoda Luna dengan bersikap formal di akhir ucapannya hingga membuat Luna seketika memukul lengannya dengan pelan .
" Kau ini bicara apa ? janji bertemu apa yang kau bicarakan , bukankah aku sudah bilang untuk bersikap biasa saja padaku ." Ucap Luna
Reno pun semakin terkekeh melihat Luna yang sedang mengomelinya dia pun kembali menggodanya dengan kembali bersikap formal .
__ADS_1
" Bagaimana mungkin saya bisa bicara dengan tidak sopan pada anda nona "
Ucap Reno sembari sedikit menundukkan kepalanya dan hal itu membuat Luna semakin kesal dan seketika memukulinya .
" Hei..., jika bicara seperti itu lagi aku akan terus memukuli mu . " Ucap Luna sembari memukul mukul lengan Reno .
" aw... hentikan..sakit..hei "
Ucap Reno dengan tertawa namun terlihat menahan sakit .
Namun tawa nya seketika terhenti saat Rion tiba tiba datang dan sudah berada di sebelahnya . Luna pun seketika langsung menghentikan aksinya dan wajahnya pun menjadi gugup dan takut .
" Ehem...ini di kantor bukan tempat untuk bermesraan . " Ucap Rion dengan ketus dan tatapan sinis ke arah Reno .
Reno yang mendapat tatapan sinis dari Rion pun langsung mengerti dan segera pamit untuk kembali bekerja .
" Maaf tuan saya permisi dulu " Ucap Reno dengan pelan , kemudian dia pun segera kembali ke ruangannya .
Rion melirik tajam ke arah Luna tanpa berkata apapun dia hanya mengisyaratkan melalui matanya agar Luna mengikuti nya , dia pun kemudian berjalan menuju ke ruangannya . Luna yang tadinya membatu saat mendapat tatapan tajam dari Rion akhirnya menarik nafasnya dan menghembuskan nya dengan kasar dia pun kemudian berjalan menyusul Rion .
___________
Sementara di lain tempat , seorang pria yang disebut sebut sebagai selingkuhan dari Tiffany terlihat sangat ketakutan dengan seseorang yang saat ini sedang berbicara dengannya melalui sambungan telepon .
" Bagaimana bisa kau bertemu dengannya ? Bagaimana dia bisa mengingat mu ? " Teriak seseorang dengan kesal dari balik telepon .
" A..aku tidak tau nona , aku bahkan tak sengaja bertemu dengannya di cafe dan dia sepertinya mengenaliku kemudian dia menanyaiku mengenai gadis itu , aku bahkan tidak mengenal pria itu . " Ucap pria itu dengan gugup .
" Tapi sepertinya dia menganggap ku sebagai kekasih dari gadis itu , dia terus saja mengatakan jika aku berselingkuh dengan gadis itu dan mengkhianati sahabatnya . " sambungnya .
" Lalu apa yang kau katakan , apa kau memberitahu yang sebenarnya ? " Tanya si nona misterius .
" Tentu saja aku tidak mengatakan apapun nona dan langsung menghindarinya . Lalu sekarang bagaimana nona , Aku yakin dia akan mencari ku dan kembali bertanya tentang gadis itu . " Ucap pria itu dengan gemetar .
" Jika dia menemuimu lagi katakan jika Tiffany juga mencampakan mu dan pergi dengan kekasih baru nya , jangan pernah mengatakan peristiwa 6 tahun lalu meskipun kau tak sengaja sekalipun " Ucap sang nona misterius dengan penuh penekanan .
" baik nona " sahut pria itu.
Pria itu dibuat semakin gemetar ketakutan saat sang nona misterius mengeluarkan ancamannya .
" Dan ingat , jika kau berani berbuat bodoh aku tidak akan segan untuk memburu mu sampai kau benar benar tiada di tangan ku sendiri . " Ancamnya dengan nada yang terdengar sangat menyeramkan .
" Kau masih ku ampuni saat itu tapi jika kau membongkar rahasia ku jangan harap kau masih akan tetap hidup . " sambungnya, kembali mengingatkan agar pria itu tak berani macam macam dengannya .
sambungan telepon pun terputus .
Pria itu melempar ponselnya ke sofa dan raut wajahnya seketika terlihat sangat frustasi .
" Arghhhhhh..., jika aku tau orang seperti apa nona itu aku tidak akan pernah menerima tawaran nya dulu . sekarang aku bahkan sudah terlibat begitu jauh . Bagaimana ini " ucap pria itu dengan penuh penyesalan .
🍁🍁🍁🍁
Bersambung.....
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁