
Sudah seminggu lebih Meira tinggal bersama Ola. Banyak hal menyenangkan yang terjadi. Meira belajar banyak tentang kesabaran dan ketelatenan.
"Ola, terimakasih ya karena membiarkan aku tinggal bersamamu." ucap Meria sambil membentuk adonan kue.
"Ahh, kau ini. Aku sudah menganggapmu lebih dari sahabatku!" Jawab Ola sambil menghias kue nya.
Mereka pun melanjutkan aktivitas mereka sampai Harry datang dan membuat mereka berhenti.
"Ada apa Harry?" Tanya Meira dan juga Ola.
"Apa aku tidak boleh datang kesini?" Tanya Harry seolah olah dia sedang diusir.
"Astaga, kau ini seperti anak kecil." ledek Meira pada Harry.
"Sudah sudah. Kalian ini ribut saja!" Ola pun menghentikan ledek ledekan diantara mereka.
"Aku mengajak kalian pergi ke seminar. Di tengah kota, akan ada bazaar dan banyak pertandingan. Mau menonton?" Tawaran Harry sangat bagus. Dan sangat sayang untuk ditinggalkan.
"Oke, kita langsung kesana. Harry lupakan kue itu. Dan letakan pada tempatnya." ujar Meira pada Harry yang hendak memakan kue yang ada diatas meja.
Mereka pun pergi ke tengah kota untuk melihat lihat. Untuk pergi kesana, hanya membutuhkan setidaknya 20 menit dengan kereta kuda.
PERTANDINGAN TERBUKA UNTUK SEMUA UMUR.
PERTANDINGAN MEMANAH
HADIAH RAHASIA
PENDAFTARAN GRATIS.
Meira melihat sponsor besar di tengah lapangan dan langsung tertarik. Ia pun mendaftar dan menunggu waktu tandingnya.
__ADS_1
Setelah waktu tandingnya mulai. Nama pemain pun dipanggil untuk menyelesaikan tantangan.
Tampak seorang wanita seumurannya menatapnya sinis dan remeh. Ia bertingkah seolah olah dia adalah yang terbaik disini.
"Sepertinya, wanita yang sering merawat tubuh sepertimu akan kesulitan bernafas di bawah terik matahari!" sindir wanita berambut merah itu. Saat petugas memanggil namanya. Ternyata namanya adalah Sarah.
"Matahari sangat berbaik hati padaku. Mau seumur hidupku aku dibawah terik matahari, dia tidak akan pernah membuatku kesulitan bernafas!" Balas Meira membuat Sarah tertawa. Ia tak membalas dan membuat tingkah seolah olah Meira yang banyak bicara.
Pertandingan dimulai!
Sarah berhasil Memanah di titik tengah sebanyak 10 kali dan meleset 5 kali.
"Wow...kau masih unggul diantara pemain wanita, Sarah!" puji petugas bicara itu.
Sekarang giliran Meira. Ia mampu Memanah dengan sempurna sebanyak 15 kali. Dan itu tidak membuat orang orang bersorak. Mereka terdiam dan melongo.
"Aduh, aku masih pemula." Ucap Meira dengan makna ganda.
Semua wanita disana hendak tertawa. Namun ditahan. Mungkin karena mereka takut pada Sarah.
"Kauuu!" Sarah hendak menusuk Meira dengan panahan namun ditahan oleh seseorang.
"Kau jangan berani macam macam dengan Saudariku!" Suara berwibawa Tera menggema diantara ribuan manusia.
"Yang Mulia!" Sarah menunduk, dan semua menunduk. membuat Meira kebingungan. Setan apa yang merasuki Tera.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Meira pada Tera.
"Meira, bisakah kau ikut aku. Banyak yang ingin aku jelaskan!" Karena penasaran, Meira pun menurutinya.
***
__ADS_1
"Jadi, ibumu selama ini yang memperalatmu!" Meira bertanya sekali lagi untuk meyakinkan apa yang ia dengar dari Tera.
"Ibuku, adalah penggila harta."
"Ibuku sebenarnya adalah kekasih ayah. Namun, ia ditunangkan dengan ibu Risa. Sehingga Ibuku hanya bisa menjadi selir. Walaupun selir yang kedua."
"Ibuku, juga pernah membunuh selir pertama."
"Setelah itu. Ia berencana untuk membunuh ibu Risa lewat aku."
"Tapi, aku tak mampu. Karena sedari dulu, Ibu Risa yang merawatku. Bahkan dia rela memberi asinya padaku"
"merawatku seperti anaknya sendiri"
"tidak seperti ibuku, yang hanya peduli dengan dirinya sediri."
"ia bahkan menyuruhku untuk menikahi Hesa, tunanganmu itu."
"Dan, dia juga yang menyuruhku memberikanmu racun otak mematikan itu."
"dan atas namaku dan ibuku. Aku minta maaf!"
"dan, menurutku. Keputusanmu untuk menghukum ibuku tidak buruk. Dia memang pantas."
"dan sekarang, bisakah kita bersaudara layaknya saudara kandung. Jangan biarkan orang lain tau, kalau kita hanya sebatas saudara tiri?"
Meira mengangguk saja. Karena dia sedari tadi tidak menyimak perkataan Tera. Setelah itu Tera memeluknya dan menangis.
***
Next...
__ADS_1