Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu

Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu
Lembaran baru


__ADS_3

Setelah berada seminggu di rumah sakit, Meira akhirnya bekerja seperti biasanya. Bedanya, sekarang ia mengurus perusahaan ayahnya yang memiliki cabang dimana-mana. Ayahnya tak sanggup lagi menurus perusahaan karena dirinya ingin menikmati masa tua sedangkan adik tirinya, memilih menjadi perancang busana terkenal.


"Sarapan dulu!" Perintah Gita setelah melihat Clarissa yang sudah siap dengan baju kerjanya dan hendak pergi tanpa sarapan.


"Bekerja dengan perut kosong itu tidak baik, kita menjadi tidak berkonsentrasi nantinya!" timpal Lia sembari menelan nasi goreng buatan Gita.


"Baiklah, bu. Masih ada dua puluh lima menit lagi, mungkin masih sempat sarapan." Clarissa duduk bersama mereka di meja makan. Ada ayahnya, ada ibu tirinya dan ada adik tirinya. Clarissa sempat bingung, mengapa ibu dan adik tirinya mirip dengan Risa dan Tera.


Mereka makan dengan lahap, makanan buatan Gita memanglah enak. Bahagia yang dirasakan Meira membuatnya lebih semangat menjalani hari. Dirinya telah berubah, bukan lagi menjadi Clarissa yang lemah. Tak akan ada yang bisa menyerangnya kali ini. Ia berencana merebut kembali perusahaannya yang telah bangkrut sehingga apa yang memang menjadi milikinya haru berada pada tempatnya.


"Baiklah aku pergi dulu," Pamit Clarissa.


"Hati-hati, ya." Ucap ibu tirinya.


"Jangan sampai kejadian kemarin terulang!" Ayah Clarissa menimpali.


Clarissa menyalami Ibu dan ayahnya begitupula Lia.

__ADS_1


"Kak Caca, aku ikut ya. Males nyetir mobil!"


Clarissa mengangguk. Mereka pergi bersama. Bernyanyi di dalam mobil sampai tujuan mereka. Lia memiliki banyak butik. Semua pakaian didalamnya adalah rancangannya sendiri. Walaupun harganya selangit, tetap saja orang orang berduit mau membelinya. Bahkan banyak yang meminta acara lelang jika ada perebutan sengit.


selesai mengantar Lia, Clarissa segera ke kantornya. Kantornya berada di tempat yang spesial. Di pintunya bertulis 'CEO' menandakan bahwa ialah pemilik perusahaan saat ini. Tak banyak karyawan yang mengetahuinya, mereka hanya tahu bahwa pemilik baru perusahaan ini adalah seorang wanita.


"Kau tahu boss baru kita adalah Wanita!"


"Katanya dia adalah anak pemilik perusahaan sebelumnya,"


"Apa dia cantik?"


Karyawan karyawan disana dihebohkan dengan berita itu. Mulut mereka tak berhenti berbicara. Ada yang acuh dan ada yang tak acuh.


Tiga hari lagi adalah rapat besar besaran dalam rangka memperkenalkan Clarissa sebagai CEO baru. Jadi, tidak akan ada kekeliruan lagi.


"Pagi, bu. Ini laporan keuangan bulan ini." Manager berperawakan tinggi dengan badan yang tegap memberikan Clarissa dokumen dokumen tebal yang disatukan. Ia pun membacanya satu persatu.

__ADS_1


"Ada masalah?"


"tidak ada, bu."


Clarissa membaca satu persatu dokumen tersebut. Karena kejelian matanya, ia melihat sesuatu yang salah.


"Ini kenapa pengeluaran perusahaan bisa sampai lima triliun dalam dua minggu?"


Managr itu hanya diam saja. Sementara Clarissa mengobrak-abrik dokumen itu.


"Kamu perbaiki dan selidiki. Saya tak mau perusahaan saya rugi!"


"Mengerti!! silahkan pergi" Perintah Meira.


Manager itu pergi dengan dokumen yang sudah berserakan. Clarissa memijit pelipisnya.


"Baru sehari aku berada disini, masalah datang begitu besar!" Clarissa menggeleng kepalanya pelan.

__ADS_1


Clarissa menatap jam dinding lalu menghela nafasnya. Jam masih menunjukan pukul sebelas, masih ada dua jam lagi untuk makan siang. Rencananya ia akan berencana berkeliling kantornya. Ia juga akan melakukan pendekatan dengan karyawan-karyawan disini. Meira menjepit rambutnya dengan jepitan lidi, lalu merapikan jas-nya. Menutup laptopnya dan kembali mengecek semua laporan.


__ADS_2